Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 93


__ADS_3

3 bulan kemudian...



Turki pukul 15:12 waktu di tempat.



Terlihat sebuah mobil mewah bermerek Rolls Royce Phantom warna hitam ke abu abu an di atasnya, terparkir indah di depan sebuah rumah mewah eropa bergaya klasik, yang di depannya terhias beribu bunga mawar putih. dari gerbang ke pintu rumah jauhnya yang berkisar 30 m lebih.



Deniz mengukir senyum bahagia yang tidak pernah luput dari wajah tampannya semenjak mereka keluar dari gedung hotel di mana tempat mereka mengadakan resepsi pernikahan mereka.



Deniz keluar dari dalam mobil setelah di bukakan oleh finn asisten pribadinya selama ini, yang membantunya mengurus semuanya termasuk rumah mewah dan megah di depannya ini.



Klek...



Deniz membukakan pintu mobil satu lagi dengan tangannya sendiri, tidak membiarkan finn ikut campur jika menyangkut tentang ayla.


"kita sampai?! ". itu adalah pertanyaan pertama ayla setelah dia di culik oleh suaminya sendiri dari tempat acara resepsi yang belum selesai. di masukkan ke dalam mobil. mulutnya di sumpal dengan bibir deniz untuk ia tidak membuka mulut lalu tanpa berkata pria ini menutup matanya dengan kain entahlah, entah hitam atau warna apapun itu karna baginya gelap. sedangkan pria ini terkekeh menikmati perlakuannya.



Satu pertanyaannya saat di tutup mata. karna dia sadar mereka sedang berada di dalam mobil.



"kita mau kemana? acara belum selesai".



"kamu akan tahu!". itulah jawabannya dan mereka terdiam tanpa berkata apapun dengan kedua tangan mereka yang tergenggam erat seakan akan tidak mau pisah.



Deniz asik dengan pikirannya dan ayla juga sama namun bagi ayla di tambah oleh debaran jantungnya. takut sekaligus geli. jawabannya? kalian akan tahu nanti.



"yap! ". jawaban deniz sembari menuntun ayla keluar mobil.



Deniz melihat ke arah finn, mengintruksi finn untuk pergi dari sana. agar tidak menganggu kemesraannya dengan ayla meskipun itu tidak akan. karna baru beberapa menit yang lalu kedua pasangan ini berciuman hot di belakangnya duduk.



Finn mendesah menggeleng lalu kembali masuk ke dalam mobil. berniat mau kembali lagi ke tempat acara. lagian dia belum makan apapun dari pagi tadi. jadi asisten bukanlah hal yang mudah tapi ia berterima kasih ke atasannya karna dengan begitu juga kehidupannya mampu sekarang di bandingkan dengan dulu.



Mobil Rolls Royce Phantom keluar dari gerbang rumah mewah tersebut menghilang dari sana dan tinggallah hanya deniz dan ayla.



"bisa buka sekarang...?". ayla menyentuh kain di matanya.



Deniz berdiri di belakang tubuh ayla sambil tersenyum dia membuka kain penutup mata ayla lalu setelahnya segera deniz memeluk tubuh ayla dari belakang.



Ayla mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan matanya dengan sinar matahari yang membuatnya silau. melihat ke depan sontak saja membuat kedua manik bola mata ayla membulat. hal pertama yang ayla lihat adalah jalanan di depannya yang di hiasi ribuan mawar putih, bunga kesukaannya. matanya menjalar mengikuti setiap bunga di depannya hingga sampai...



Ayla sontak menutup mulutnya dengan kedua tangannya. ia membalik badan dengan cepat menatap deniz.



"deniz ini...".



Deniz menghentikan ucapan ayla, dengan wajahnya yang menyungging senyum tampan. deniz kembali membalikkan tubuh ayla dan pose mereka seperti tadi. deniz memeluk tubuh ayla dari belakang meletakkan dagunya di pundak ayla, berbicara tepat di depan telinga ayla dengan kedua matanya menatap lurus ke depan ke rumah yang sudah lama dia rancang. mungkin 5 tahun lebih deniz sudah membangun rumah tersebut namun baru selesai beberapa bulan yang lalu. jika rumah sudah selesai dari 2 tahun yang lalu namun untuk penyelesaian perkarangan dan taman juga tempat tinggal para pekerja di rumah mereka membutuhkan waktu lama hingga seperti sekarang. belum lagi halaman belakang dengan taman dan juga kolam renang serta tempat untuk mereka santai.


__ADS_1


Rumah eropa bergaya klasik berlantai 2. terlihat mewah dan megah.



"kamu bertanya, kemana aku membawa semua uangku selama ini dari hasil semua penanaman sahamku termasuk dari saham yang ada di perusahaan Mr. gokhan maka jawabannya adalah ini beyza? rumah kita ini, kamu suka? ".



Ayla tidak bisa berkata kata. ia pernah terpikir dimana mereka akan tinggal setelah anak mereka lahir namun di mana pun itu ia akan mau asal deniz bersamanya dan deniz sempat bertanya padanya. nanti ia akan memilih tinggal di mana dan jawabannya saat itu...dimana suaminya bekerja, maka di sana ia akan tinggal. dan itu adalah di sini di negeri ini tempat deniz lahir turki. namun ia sama sekali tidak terpikir kalau deniz sudah menyiapkan mereka rumah dan seindah ini meski tidak se megah dan se mewah rumah kakek dan daddynya namun untuk keluarga kecilnya ini sudah lebih dari kata mewah. tadinya ia berpikir mungkin mereka akan tinggal di apartemennya atau untuk sementara di rumah kakek deniz pak khaled. karna sewaktu ia bertanya kemana sudah uang deniz dari hasil kerjanya dan jawaban deniz saat itu adalah...sudah habis. maka ia diam tidak mau tanya lagi.



Dengan air matanya yang jatuh, air mata kebahagian yang tidak bisa ia tahan. ayla mengangguk mantap.



"bukankah aku pernah bilang? saat kamu bertanya...bagaimana seandainya kamu tidak aku temukan atau kamu...sudah menjadi milik reyyan dan sudah memiliki keluarga kecil dengan reyyan, jawabanku saat itu, apa kamu masih mengingatnya beyza?! ".



Ayla menoleh sedikit melihat deniz dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat.



"kamu akan tinggal di rumah yang sudah kamu buat untukku dan anak kita, tetap bekerja sebagai dokter gigi anak dan tinggal di sini di sisa umurmu". ayla menjawab pertanyaan deniz.



Deniz tersenyum lalu dia membalik tubuh ayla untuk menatap dirinya dan dia pun sebaliknya.


Tangan deniz menelusup ke tengkuk ayla, dengan jempolnya mengelus pipi ayla memandang wajah ayla dengan cinta.



"tidak ada wanita lain di dunia ini selain kamu yang aku cintai dengan gila baik dulu, sekarang maupun selamanya...beyza! ". ucap deniz mantap.



Ayla mengukir senyum manis. meraih tangan deniz di pipinya mengecup telapak tangan deniz.



"kamu tahu jawabanku selanjutnya....Deniz Selim... Al-khaled".




"aku mencintaimu beyza? selalu mencintaimu! ". deniz hampir saja berteriak girang karna terlalu bahagia.



Ayla terkekeh geli di pelukan deniz. perutnya yang kini sudah mulai membesar tidak membuat pelukan mereka renggang namun tetap saja rapat meski anak mereka kehamilannya di tengah tengah kehangatan cinta mereka.



Love Forever untuk suamiku.



Ayla tersenyum.



"lalu...apakah hari ini kamu akan menjadi pemanduku dalam melihat lihat semua detail rumah ini?!".



Pertanyaan ayla membuat deniz tersentak. deniz melepaskan pelukannya menatap beyza lalu dia tersenyum manis yang berakhir ke jail dan itu sungguh tidak baik baik saja untuknya.



"senyummu memiliki arti sayang? ". ayla bertanya sambil memaksa senyum.



Deniz meraih pinggang ayla mendekat ke tubuhnya dan hanya berbentur dengan perut ayla yang besar. deniz menatap ke bawah ke perut ayla menurunkan kepalanya mengecup perut ayla dengan penuh cinta dan kasih sayang seorang ayah lalu kembali menatap ayla dengan senyum keji di wajahnya.



"tentu saja sayang?... tapi hanya sampai ke kamar pengantin kita dan setelahnya...bukankah suamimu ini tidak perlu bilang lagi? ".



Mata ayla sontak saja membulat di sertai detakan jantungnya.

__ADS_1



"deniz ini masih siang hari...".



Ucapan ayla terhenti karna deniz meletakkan telunjuknya ke bibir ayla.



"tidak ada siang hari untuk pengantin baru beyza?! ".



Ayla rasanya ingin sekali menghantam kepala pria ini dengan kepalan tangannya. ayla menggertakkan giginya karna kesal.



"kamu jelas tahu kita bukan pengantin baru deniz? aku sudah hamil dan kehamilanku sudah memasuki 7 bulan, dimana pengantin barunya??? ".



Deniz berkacak pinggang menatap ayla.



"ayolah beyza? 2 bulan kita tidak bertemu untuk acara resepsi kita, mereka memisahkan kita! kamu tahu? aku hampir saja gila beyza, setelah aku bisa melihatmu di resepsi pertama, bisa memegang tanganmu lalu beberapa menit setelahnya kamu kembali di ambil dengan alasan resepsi kedua belum selesai, aku hanya bisa bengong dan menggeram marah lalu...setelah resepsi kedua di kapal pesiar selesai mereka bilang belum resepsi di sini lalu...".



"lalu? ". tanya ayla selanjutnya.



"aku yakin mereka akan membawamu lagi jika aku tidak menculikmu kemari dengan alasan ada acara sampai malam nanti! aku yakin mereka sedang mempermainkanku". mereka adalah pihak keluarga beyza dan keluarganya. mereka sangat suka melihatnya menderita. sehari saja tidak melihat beyza ia bisa gila apalagi sampai 2 bulan bayangkan.



Ayla menarik nafas, tidak memedulikan deniz. ayla melangkah menyusuri jalan yang di hiasi bunga mawar putih. tersenyum ayla melangkah mengambil satu tangkai lalu mencium menghirup aroma bunga tersebut yang masih masih terlihat segar.



Deniz menoleh ke samping saat melihat pergerakan ayla. kekesalannya langsung saja menghilang saat melihat senyum dan wajah bahagia ayla. melihat dan menikmati keindahan yang ia buat sehingga membuat ayla tidak berhenti tersenyum di setiap gerak langkahnya.



Deniz mengedipkan matanya saat melihat ayla yang melangkah ke sisi jalan yang ada banyak tangkai bunga di sana lalu ia melihat ayla mengambilnya satu dan menciumnya. wajah ayla yang menikmati itu semua sama sekali tidak terlewatkan oleh tatapan mata tajam deniz.



Melangkah menyusul langkah ayla dengan manik matanya setia menatap wajah cantik ayla.



"den...euhmmm...". belum ayla menyelesaikan kalimatnya, deniz sudah terlebih dulu membungkam mulut ayla dengan bibirnya.



Iya. begitu sampai di depan ayla. deniz mengangkat kedua tangannya menangkup wajah ayla lalu...



Ciuman panas mereka kembali terjadi dengan pemandangan indah sekitar, di hiasi beribu bunga mawar putih di samping mereka juga dengan pemandangan rumah yang mewah dan megah di sisi mereka.



Deniz yang masih bersetelan jas pengantin berwarna hitam kebiru biruan, berkemeja putih di dalamnya diiringi dengan tuxedo yang senada dengan jasnya. sangat membuatnya semakin berkharisma, juga semakin membuatnya tampan mempesona dan ayla yang masih memakai gaun pengantin berwarna putih di hiasi berlian berlian asli di sekitarnya dan juga permata mata yang indah, gaun yang berlengan panjang dan juga menutupi bagian atas dada ayla. begitulah gaun yang di inginkan seorang deniz. karna dia tidak mau kulit tubuh istrinya di lihat oleh pria manapun selain dirinya.



Beberapa bulan yang lalu...setelah mereka ke masjid yang bernama umar bin khattab keduanya pergi ke satu tempat di mana tempat itu awal bagi deniz merasakan jatuh cinta sekaligus pertama kali deniz melihat ayla, yang langsung membuatnya merasakan apa yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama.



Flashback...






__ADS_1




__ADS_2