Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 95


__ADS_3

Merasa bersalah melihat raut wajah ayla yang tiba tiba sedih. deniz melangkah mendekati ayla. segera deniz memeluk ayla dari belakang membuat ayla sebentar terkejut sebelum dia mengukir senyum yang menampilkan semakin cantiknya dia saat menyamping menoleh melihat deniz.


"aku tahu itu dulu dan tidak sekarang!". ujar deniz dengan ucapan hangatnya menenangkan hati ayla yang tadinya sedih.


"terima kasih beyza? sudah jatuh cinta padaku dan...memilihku!".


Ayla tetap terdiam mendengar ucapan deniz. hanya senyuman manisnya yang mewakili jawaban untuk deniz.


Deniz tersenyum tipis sembari matanya menatap ke depan. melihat gedung gedung kota berlin yang terhampar di depan mereka.


"di tempat ini...pertama kali aku mengalami yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama, juga pertama kali merasakan apa namanya perasaan cinta dan juga...tempat ini pertama kali aku melihat seorang gadis dan dia berhasil membuat jantung ku berdebar kencang saat itu dan wajahku memanas tanpa alasan, aku...sangat sangat sangat mencintai gadis tersebut...beyza". desah deniz di ujung kalimat dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh ayla.


Ayla yang mendengar ucapan deniz hanya menyungging senyum tipis. bahagia? tentu saja.


"karna itu...kamu memberanikan diri mengungkapkan perasaanmu hari itu?! ".


"bukan memberanikan diri beyza? tapi...rasa cinta yang tidak bisa aku tahan lagi! aku mencari mu di setiap kelas di setiap gedung, bahkan setiap pagi aku ke sini untuk bertemu denganmu, ingin tahu siapa namamu atau sekedar berkenalan tapi...setelah aku melihatmu pagi itu...kamu hilang bak di telan bumi, 2 minggu setelahnya, aku baru mengetahui siapa kamu dan siapa namamu! awal aku tahu saat melihat tv di asrama dan di sana memperlihatkan kamu yang sedang ikut pertandingan turnamen ahli bela diri antar sekolah dan setelahnya...refat dan brian yang memberitahu siapa kamu, paling membuatku terkejut adalah...kamu yang sudah memiliki tunangan dan pria itu...tentu saja aku mengenalinya, wajahnya selalu terpampang indah di setiap majalah jadi tidak mungkin aku tidak tahu, di bandingkan dia...aku bukan apa apa untukmu... merasa sangat sedih waktu itu...kamu bisa rasakan tidak? cintamu di tolak bahkan sebelum kamu mengungkapkannya".


Ayla terkekeh.


Mendengar kekehan ayla membuat deniz berdecak kesal.


"tapi darimana kamu dapat keberanian mengaku perasaa mu hari itu? jika kamu sudah tahu aku sudah ada pemilik".


Deniz mengerjap menatap lurus ke depan.


"karna aku pikir aku juga bisa seperti reyyan! ".


"kamu tidak berpikir kalau mungkin saat itu aku sangat mencintai tunanganku? ".


Deniz menggeleng.


"saat itu pemikiran gila terlintas! sudah aku bilang cintaku menggila padamu. Aku...Berniat akan merebutmu dari reyyan dan saat itu entah keberanian dari mana aku memantapkan hatiku seperti itu hingga hari pengakuan itu". Ya, hari di mana deniz menyatakan cintanya ke ayla dengan satu tangkai bunga mawar putih.


Ayla mengedipkan kedua manik matanya saat teringat sesuatu.


"bunga mawar putih...Dari mana kamu tahu. Aku suka bunga itu? Kamu mencari tahu tentangku...?!".


"apa itu mungkin? Aku hanya seorang pelajar dan tidak akan bisa melakukan hal itu bahkan anak anak di sini tidak ada yang tahu apa pun tentangmu meski mereka fans sejatimu dan semua menyukaimu".


"lalu bagaimana kamu bisa tahu? Tebak tebak? ".


Deniz menggeleng.


"mami menyukai bunga mawar putih dan mami pernah bilang...Kebanyakan wanita menyukai bunga mawar putih sekalipun itu bukan bunga kesukaannya, aku ingat itu".


Ayla mendengus tidak percaya lalu dia tertawa kecil.


"untuk mendapatkan hari di mana aku bisa dekat dan bisa bersama mu seharian. Aku menerima pertandingan yang di adakan setiap tahun itu di sini". Ya, saat itu...Untuk menguji kemampuan anak anak klub bela diri maka setiap tahun akan di adakan pertandingan di mana mereka akan memperebutkan tempat terunggul di sekolah tersebut dan lagi lagi...Setiap tahun ayla yang selalu memenangkan hingga ada bonus saat itu. Siapa yang bisa mengalahkan seorang queen ahli bela diri maka dia bisa meminta satu permintaan. Apa apun itu akan di kabulkan meski harta atau uang banyak terkecuali satu hal yaitu...Menjadi kekasih queen itu di larang. Itu larangan dari tunangannya reyyan dan yang akan mengabulkan bagi siapapun yang bisa mengalahkan ayla beyza seorang queen saat itu adalah reyyan juga sendiri.


Ayla menyatukan alisnya memiringkan kepalanya menatap deniz.


"kalau di pikir pikir saat itu kamu menang dengan sangat curang kamu sadar deniz? ".


Deniz terkekeh.

__ADS_1


"apapun itu, pokoknya aku bisa menjatuhkanmu".


"tidak jika kawanan setiamu tidak memakai cara licik".


"kamu tidak akan tertarik jika kamu fokus denganku di arena beyza? Akuilah".


Ayla berdecak kesal.


Aku sangat sangat ingat saat itu. Di mana pertama kali aku kalah hanya karna seorang anak baru dan itu pun aku lengah karna seekor kucing yang sangat sangat lucu+imut masuk ke ring pertandingan. Otomatis aku tidak fokus dong dan itu pertama kali ada anak kucing imut kelepasan di saat pertandingan namun di saat aku menyadari apa yang terjadi. Tubuhku sudah tertindih dan di matikan gerakan oleh deniz. Reyyan yang saat itu melihat dengan mata kepalanya sendiri sentak saja bangun dan tidak terima karna aku berada di bawah deniz. Dia langsung mengumumkan kalau deniz menang, yang kemudian dia menyesal sendiri karna permintaan deniz.


Ternyata itu baginya menjadi senjata makan tuan. Deniz mengajukan permintaan yang membuat heboh satu sekolah. Dia bukan meminta uang, mobil mewah, rumah atau sebagainya atau posisi tinggi di perusahaan reyyan. Mengejutkan bagi reyyan sekaligus membuatnya shock. Deniz meminta 1 satu tidak lebih tidak kurang namun berhasil membuat darah reyyan naik. kencan 3 hari 3 malam.


Ia masih sangat ingat. Kalimat itu dia lemparkan di depan di rektur, para guru di sana juga di depan wajah reyyan sendiri.


"menjadi kekasihnya tentu saja permintaan yang di larang bukan? Tapi tidak dengan kencan...Jadi...Aku meminta kencan dengan ayla beyza selama 3 hari 3 malam dan tidak ada yang menganggu termasuk kamu!". Itulah ucapan deniz saat itu.


Jujur. Saat itu aku juga terkejut namun entah kenapa melihat keberanian pria yang saat itu sama sekali tidak ia kenali membuatnya tertarik. Tertarik bukan dalam arti kata menyukainya. Tapi tertarik ada pria yang berani melawan reyyan. Si pria angkuh dan sombong.


Teringat kembali hal tersebut membuat ayla terkikik geli. Ia sangat ingat raut wajah reyyan saat itu. Murka dan...Tidak tahu harus melampiaskan kemana.


"ada yang lucu? ". Deniz melepaskan pelukannya berjongkok melihat ayla yang memegang perutnya sembari tertawa.


Ayla menggeleng sembari mengibas ngibaskan tangannya dan dia terus melanjutkan tawanya.


Melihat hal tersebut membuat deniz mendengus geli lalu memilih menarik ayla ke dalam pelukannya.


Ayla menghentikan tawanya dan menerima pelukan deniz. selang beberapa detik deniz menangkup wajah ayla mendongak untuk melihat dirinya.


"siapa sangka? Gadis itu sekarang benar benar menjadi milikku? ". Deniz tersenyum keji.


"sekali untukku...Maka selamanya akan selalu untukku beyza?! ". desis deniz lebih ke sebuah pernyataan.


Ayla sedetik merinding sebelum ucapan deniz selanjutnya, yang...Membuatnya semakin merinding.


"ah...Salah satu lain dari aku mau membawamu ke sini adalah...Cup".


Ayla melebarkan matanya. Perasaannya benar benar tidak enak.


Deniz terkekeh keji.


"mau mewujudkan impianku yang belum tercapai...". Deniz berbicara tepat di depan telinga ayla lalu dia meniupnya, yang seketika membuat ayla merinding.


"kamu tidak mau tahu sayang...?...Apa itu?! ". lagi lagi deniz berbicara di telinga ayla dan kali ini pria ini mendesah.


Jantung ayla sudah berdetak tidak menentu di dalam sana. layaknya sebuah genderang yang terus bertalu di dalam sana. ayla sontak memejamkan matanya lebih tepat menekan matanya untuk terpejam rapat.


Deniz lagi lagi terkekeh keji.


"dari pertama melihatmu... Kamu terus muncul di dalam mimpiku. Wajahmu selalu ada di mana mana dan kemana pun aku pergi. Di sini...Aku memimpikan berciuman mesra denganmu. Hingga itu membuatku gila beyza? Dan sekarang...Kamu di sini...".


"sshhh...". ayla mendesis saat deniz menjilat telinganya.


"aku mau kamu...Sekarang...Dan di sini beyza.". desah deniz di ujung kalimat dengan sensual.


Ayla melangkah mundur namun terlambat. Deniz sudah lebih tahu pergerakan ayla hingga ayla sekarang ada di pelukan deniz dengan satu tangan deniz di pinggang ayla dan satu lagi di dagu ayla. Mendongak ayla untuk menatapnya.

__ADS_1


"tidak mau melihat suami tampanmu sayang...?". ujar deniz yang melihat ayla tidak membuka mata.


"deniz bagaimana kalau kita ke hotel dekat sini saja? ".


"itu artinya kita akan ke sini lagi".


Ayla sontak membuka matanya.


"apa itu penting? tunggu...Dimana pun kamu menciumku kamu tahu? Apa itu harus di sini juga? ".


"kamu benar! Dimana pun aku selalu mencium mu lalu apa salahnya di sini? " Deniz balik bertanya.


"apa salahnya? Tentu saja impianmu itu yang sangat mengerikan...?!". teriak ayla frustasi.


"semua manusia punya impian dan impianku adalah berciuman denganmu di sini dan sekarang! ".


Ayla sontak berdecak kesal.


"kita pulang saja dan kamu lakukan saja itu di rumah sepuasmu".


"akan selalu aku lakukan tanpa di suruh dan di perintah, di sini tetap di sini".


Ayla terdiam. Bisakah ada seseorang yang bisa membuat pria ini mengubah pikirannya.


Melihat ke samping dan seketika ide muncul di kepala cantik ayla.


"deniz? Kamu tahu kan. Ini helipad dan bisa saja tiba tiba ada yang mendarat, lebih baik kita pulang saja, ayo...?". Ajak ayla membujuk deniz. Berharap deniz luluh namun percuma karna.


"aku sudah memberitahu pemilik gedung ini kalau aku akan memakai ini sampai 3 jam ke depan".


Ayla lagi lagi terdiam tidak bisa berkata kata. semua...Sudah di siapkan.


"deniz? Kamu tahukan? Ini tempat terbuka dan tidak baik melakukan hubungan di tempat terbuka. Burung yang terbang atau apapun itu bisa mengatawai kita".


Deniz terkekeh keji dan itu membuat ayla tidak bisa berkutik lagi.


"deniz kau...".


Deniz meletakkan telapak tangannya di tengkuk ayla mendongak kepala ayla untuk bibir keduanya berhadapan.


"aku...Tidak akan menahan diri...Beyza! ". setelah mengatakan itu deniz langsung ******* bibir ayla penuh nafsu dan berkeinginan.


Deniz sudah mengatur semuanya. termasuk satu ruang kelas yang tidak terpakai di lantai di bawah atap tersebut. melakukan hubungan tersebut layaknya siswa dan siswi yang saling mencintai namun posisi mereka di sini adalah suami istri yang mau kembali ke masa sekolah. masa di mana mereka tidak bisa melakukannya dulu dan bisa sekarang.


Beberapa menit kemudian terlihat sebuah koridor yang cukup sepi. Lalu terlihat satu ruang kelas yang juga kosong hanya ada bangku dan meja namun sayup sayup terdengar suara ******* di dalam sana.


Ayla dan deniz memadukan cinta dan kasih mereka. dimana ada yang salah? tidak ada yang salah. mereka saling mencintai dan hubungan keduanya sah secara agama dan hukum negara.


Cinta ayla dan deniz....


Sampai di sini...


Terima kasih semua yang selalu setia membaca dan menunggu update meski lama 😁😁😁


Dan selamat menikmati bonus part...

__ADS_1


__ADS_2