
Resyad menarik nafas menahan amarah dalam dirinya agar ia tidak menerjang pria di depannya ini karna masih banyak yang perlu ia pertanyakan meski ia sudah tahu semua dari awal melalui cerita deniz atau pembicaraannya dengan aliye dan ia bisa menggabungkan semua pembicaraan mereka dan menyimpulkan satu. pria brengsek itu adalah temannya ini.
Resyad menggepalkan tangannya hingga buku buku jarinya memutih sedangkan deniz masih duduk santai tanpa melihat tangan resyad atau wajah resyad karna mata deniz masih setia menatap layar monitor yang memperlihatkan bayinya.
"jadi...obat perangsang yang kamu minta sama aku...untuk kamu gunakan dengan wanita tadi...?".
Deniz mengerjap dan beralih menatap resyad dengan wajah tenang.
Deniz mendesah lelah karna malas membahas hal tersebut.
Resyad semakin menggepal tangannya kuat melihat ekspresi wajah deniz yang menjawab pertanyaannya.
"cara membuat wanita hamil tanpa harus menyentuh tubuhnya dan tanpa tubuhmu di sentuh, apa itu...untuk wanita tadi juga? ". resyad bertanya sembari memejamkan matanya karna mengingat bagaimana kejam hal itu terjadi.
Deniz sontak beralih melihat deniz saat ucapannya beberapa bulan yang lalu yang bertanya padanya di ulang kembali.
"memang ada yang lain wanita selain dia yang jadi rahim pengganti...?". deniz menjawab tenang sembari bangkit berdiri.
Bukhh...
Brakhh...tranggg...
Resyad memukul wajah deniz hingga membuat deniz terjatuh kebelakang begitu juga dengan kursi dan beberapa alat pemeriksaannya.
Deniz yang mendapat pukulan tiba tiba dan terjatuh kelantai, ia bangun lalu duduk sembari memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. belum juga deniz mengangkat kepalanya mau melihat resyad namun sudah lebih dulu resyad sampai di depan deniz dan mencekram kuat kerah baju deniz hingga membuat deniz bangkit berdiri.
"resyad ap...".
Bukhhh...bukhh...bukhhh...
Resyad memberikan pukulan pada wajah deniz lalu menendang perut deniz dengan lututnya dan tidak berhenti di situ ia kembali menerjang deniz dengan tendangannya hingga membuat meja kerjanya terjungkal kebelakang.
"kamu tidak punya hak untuk bicara deniz?... ". geram resyad sembari melangkah mendekati deniz yang berada di samping meja kerja reyshad yang sudah terbalik.
Resyad mencekram kembali kerah baju deniz.
"apa yang kamu rasakan ini belum setimpal dengan kesakitan yang di rasakan AYLA KAMU TAHU?! " teriak resyad murka tepat di depan wajah deniz.
"apa yang sedang kamu lakukan?! ". teriak deniz tidak kalah marah dari resyad.
Resyad mendengus sinis.
Brakhhh...brakhhh...brakhhh
Suara gedoran pintu dari luar membuat keduanya menatap ke arah pintu.
Resyad menggertakkan giginya karna ia tahu siapa pelakukanya. ia kembali memperkuat cekramannya pada baju deniz.
"apa yang aku lakukan? ". resyad melotot marah dengan matanya yang memerah menatap deniz.
"kamu menyakitinya deniz? kamu menyiksanya deniz?... itu artinya juga kamu menyiksaku sebagai temanmu dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya termasuk kamu deniz...? jadi...".
Resyad kembali menggepal kuat tangannya dan mau memukul wajah deniz dengan sekuat kuatnya paling tidak bagi resyad mau membuat deniz tidak sadarkan diri hingga berminggu minggu di rumah sakit.
Brakhhh...phakkk...tranggg.
Tangan resyad terhenti tepat di depan wajah deniz sedangkan deniz menatap gepalan tangan resyad di depan matanya tanpa ada rasa takut sedikitpun yang ada bagi deniz adalah kebingungan.
Ia bertanya tanya dari tadi. apa resyad mengenal ayla? siapa ayla baginya. melihat resyad yang sangat murka ia yakin ayla adalah wanita yang sangat spesial untuknya. apa hubungan mereka.
Dengan nafas naik turun ayla masuk ke dalam setelah menendang pintu ruangan resyad. matanya sontak melebar melihat penampilan deniz dan bagaimana resyad yang mau...
"resyad hentikan! apa yang sudah kamu lakukan?! ". ayla menatap marah ke arah resyad.
Resyad bangkit berdiri sembari menarik nafasnya.
"seperti yang kamu lihat". jawab resyad dingin dengan wajahnya yang masih marah.
Ayla sontak beralih melihat deniz yang masih terduduk di lantai dengan wajahnya yang sudah babak belur dan bajunya...
Ayla kembali menatap reshad.
"apa yang sudah aku bilang padamu reshad?! ". teriak ayla murka. ia menggepal kuat buku tangannya sembari kedua manik matanya menatap reshad tajam.
"bajingan seperti ini harus di pukuli dan di beri pelajaran ayla, apa itu salah? dan kamu menyuruhku untuk menahan diriku? maaf ayla, aku tidak bisa, aku tidak bisa melihat siapapun menyakitimu dan pria ini sudah melakukan lebih dari itu, kamu menyuruhku diam?! ". reshad takkalah keras berteriak dari ayla.
Ia memejamkan matanya lalu menarik nafas. sedangkan deniz yang melihat dari tadi semakin membuatnya bingung.
'apa hubungan ayla dan resyad? kekasih? itu tidak mungkin...ia sudah lama mengenal resyad'.
Deniz kembali menatap ayla saat ayla berbicara.
"kamu sudah membuatku kecewa denganmu resyad...? ". lirih ayla sedih dan masih menatap resyad.
Resyad memilih diam sembari menatap ayla.
__ADS_1
"maaf, aku tidak bisa mengendalikan diriku". ujar resyad sembari menatap ke arah lain. ia takut, sangat takut jika wanita di hadapannya ini marah dengannya apalagi di tatap seperti sekarang.
"tapi aku yakin ayla? paman dan juga ke 2 kakakmu akan melakukan melebihi dari yang aku lakukan sekarang jika tahu pria ini...".
"diam! ". seru ayla dingin dan tajam menghentikan ucapan resyad.
Resyad terdiam menatap ayla.
Deniz menyatukan alisnya. "paman? kakak? kalian...saling kenal? ".
Resyad dan ayla sontak melihat ke arah deniz.
"lebih baik kamu pikirkan nasibmu ke depannya deniz? ". geram resyad marah.
Ayla sontak melihat resyad.
"diamlah resyad sebelum aku membuatmu diam". perintah ayla tajam yang seketika membuat resyad terdiam. meski ia melihat ke arah lain dan berdecak kesal.
Deniz semakin menyatukan alisnya, melihat bagaimana resyad langsung lunak hanya dengan perintah dari ayla.
'siapa wanita ini sebenarnya? '.
Ayla menarik nafas dan kembali melihat deniz yang sudah babak belur.
'percuma jika sekarang ia bersikap lemah dan lembut layaknya wanita biasa, jika pria ini keras kepala'.
"resyad apa yang kamu tunggu? bukankah kamu seorang dokter? dan menyembuhkan luka akibat perbuatanmu sendiri bukankah tidakkan sulit?!". ayla memerintah resyad sembari tangannya terlipat di depan dadanya dan berdiri dengan sombong dan angkuhnya. jika orang yang mengenal siapa ayla sebenarnya maka gaya begitu adalah khasnya sesungguhnya.
Resyad sontak membulatkan matanya menatap ayla lalu beralih melihat deniz.
"tidak akan dan tidak akan pernah".
Deniz lagi lagi menyatukan alisnya.
'apa aku sedang di tolak? tapi kenapa ini seperti hinaan'.
"aku bisa mengobati diriku sendiri". ujar deniz sembari bangkit berdiri meski sedikit susah karna menahan sakit di bagian perutnya.
Ayla yang melihat hal tersebut menyatukan alisnya lalu beralih melihat ke resyad.
"kamu memukulnya dengan keras? ".
Resyad hanya melihat deniz sepintas lalu melihat ke arah lain.
"tangan, kakimu? ".
"hm"
Ayla menarik nafasnya sembari memejamkan matanya.
"apa aku menyuruhmu? "
"aku akan senang jika iya"
"reshad?!". ayla berteriak marah ke resyad.
Reshad mendesah lelah.
"tenang saja ayla? dia pria, pukulan seperti itu tidak akan membuatnya mati tenang saja, anakmu tidak akan kehilangan papanya".
'pria ini...'.
Ayla kembali melihat deniz saat deniz mau melangkah namun ia tidak berani untuk menopang tubuh deniz, ia takut kalau deniz tidak mau menerima bantuanya dan malah menepis tangannya sehingga bisa membuat reshad marah lagi.
"resyad? ".
Resyad dan ayla sontak melihat ke deniz yang membelakangi mereka.
"banyak pertanyaanku yang perlu kamu jawab".
Resyad mendengus sinis.
"hari ini aku akan mengundurkan diriku, kamu tahu artinya itu".
Mata deniz sontak membulat dan ia berbalik menatap resyad.
"resyad kau... ".
"tidak ayla, ini keputusanku".
"jawab aku, siapa ayla bagimu dan ada hubungan apa kalian?! ". tanya deniz frustasi karna tidak mau terus menebak nebak.
Resyad tersenyum sinis.
__ADS_1
"jika aku bilang siapa ayla bagiku maka sungguh kamu tidak akan ada muka untuk menatapnya lagi...karna dia...".
"resyad! ". lagi lagi ayla menyuruh resyad diam namun resyad tidak mau mendengarkan ayla karna ia benci dengan deniz dan juga semua keluarga deniz yang menganggap aylanya sebagai wanita simpanan atau jalang.
"ayla adalah...bukhhh...ughh...". resyad merintih sakit saat ayla memukul perutnya.
"lebih baik kamu obati dirimu deniz? ". ucap ayla lalu ia melangkah keluar dari sana sembari menarik telinga resyad dengan bersamanya.
"arghhhh...ayla? sakit...lepasin arghhh...". rintih reshad di koridor rumah sakit.
Deniz menggeram karna tidak menemukan jawaban namun ia tidak akan mengalah. deniz berencana akan bertanya lagi pada ayla meski ia tidak yakin wanita itu akan menjawabnya dengan jujur.
Baginya, jika ayla adalah wanita yang di kenal resyad atau salah satu keluarga resyad tidak, ia kenal semua anggota keluarha resyad dan dalam keluarga resyad tidak ada perempuan semua laki laki, kakaknya dan adiknya pun laki laki lalu ayla siapa? jika kekasih ia yakin bukan karna ia kenal siapa kekasih resyad sekarang yang sangat pria itu cintai. jika ayla saudara jauh resyad maka keluarga ayla juga...
Deniz menggeleng dengan pemikirannya. ia sudah lihat papa ayla saat hari pernikahan mereka. penampilannya biasa saja layaknya pria paruh baya pada umumnya dan saat itu kakek bilang pekerjaan papanya berjualan di salah satu mini market kecil di samping jalan. ia tidak tahu karna tidak mendengar lagi, lagian tidak penting juga. jadi tidak mungkin ayla...salah satu dari saudara jauh resyad, itu tidak mungkin...semua saudara dan keluarga besar resyad sama seperti keluarganya menduduki orang orang terkaya di negri tersebut sedangkan resyad bernegara jerman dan orang tuanya tinggal di sana. kekayaan dan aset keluarganya sama seperti dirinya jadi tidak mungkin ayla masuk ke sana dan jika pun iya seharusnya dia sering muncul di acara acara pertemuan atau acara acara yang sering keluarga itu adakan seperti tahun kemarin di perancis. ia tahu karna ia menghadiri acara tersebut dengan ceyda dan juga semua anggota keluarganya termasuk keluarga ceyda dan saat itu semua anggota keluarga besar resyad hadir, tidak ada yang tidak ada bahkan semua pengusaha terkaya di jerman hadir termasuk Mr. Okan dan istrinya, dan jika ayla termasuk keluarga resyad kenapa tidak hadir? lalu...siapa ayla bagi resyad dan kenapa resyad sangat penurut sama ayla.
Deniz berdecak kesal sembari memegang sudut bibirnya yang sakit.
"sialan kau re? main pukul saja". umpat deniz sembari melangkah keluar dari ruangan tersebut.
'sial, nanti siang ceyda akan kemari dan aku tidak mau dia melihatku dalam ke adaan begini'. deniz menyandarkan tubuhnya di dinding rumah sakitnya.
'aku rasa inilah perlunya punya rumah cadangan, aku bisa memakainya saat saat begini jadi tidak ada yang tahu'.
Deniz kembali melangkah. ia meraih handphone nya memutuskan untuk mengirimkan pesan ke ceyda bahwa dirinya ada keperluan di luar rumah sakit dan tidak perlu ke sini siang ini.
Deniz menarik nafas karna hari ini ia tidak akan masuk rumah sakit untuk menjalankan tugasnya. deniz kembali mengetik pesan untuk ia kirimkan ke asistennya kalau ia izin jadi pasiennya tidak perlu menunggu dirinya nanti.
Langkah deniz terhenti saat melihat ayla melangkah ke arahnya.
Di koridor rumah sakit deniz tersebut hanya ada deniz dan ayla yang sedang melangkah ke arah deniz serta suara sepatu ayla yang menyentuh lantai.
Ayla berhenti di depan deniz dengan jarak mereka 2 meter.
"aku minta maaf mewakili temanku resyad".
Alis deniz sontak naik.
"teman? ". 'iya, itu baru benar teman, kenapa aku tidak berpikir ke sana tadi? '.
Ayla mengangguk.
"mau aku bantu bawa keruang dokter? ". tawar ayla sembari melihat tubuh deniz yang lemas serta bajunya yang sudah kotor.
Deniz mendengus sembari tersenyum tipis hal tersebut sontak saja membuat kedua bola mata ayla membulat. karna terpana dengan ketampanan deniz. ia sering melihat deniz berwajah dingin dan datar dan ini pertama kali melihat di depan matanya deniz tersenyum.
Ayla ikut tersenyum senang.
"apa kamu hilang ingatan? aku juga seorang dokter". ucap deniz tajam.
Wajah ayla kembali ke semula datar lalu ia tersenyum saat tadi mengharapkan deniz akan berbicara baik padanya.
"terkadang seorang dokter juga membutuhkan dokter lain, jadi mau atau tidak, aku antar? jika tidak aku mau pulang".
Deniz menatap ayla tajam dan sepintas pikiran muncul di kepalanya.
"kamu benar, temanmu yang buat aku begini jadi kamu harus bertanggung jawab, antar aku ke tempatmu setelahnya aku bisa sendiri"
Kedua mata ayla melebar. 'ke..tem..pat..ku?!'.
Ayla menarik nafas. "maaf pak deniz? bukankah malam itu aku sudah bilang? anda...".
"apa jadinya jika aku bilang ke kakek kalau pacarmu memukulku? "
Kedua mata ayla membulat. "dia temanku, aku rasa anda belum tuli".
"terserah, kakek hanya akan percaya kata kata ku" deniz menyungging senyum keji.
Ayla menggeram. "terserah". ayla berbalik melangkah pertama ke depan.
'pria itu benar benar pria kurang ajar'.
__ADS_1