
Flash back...
Kepala ayla terlihat celingak celinguk melihat ke kanan dan ke kiri dengan sesekali menyikap rambutnya yang terbawa hembusan angin sore menenangkan.
Raut wajahnya terlihat tampak bahagia karna kembali lagi ke tempat tempat masa lalunya. meski pun tidak ada hal yang indah di sini bagi ayla tapi...masa masa dia berada di sekolah SD sampai menengah di sini sungguh sangat membuatnya sekarang merindukan padahal dulu baginya sangat membosankan sekaligus repot.
Di sisi lain terlihat deniz yang sedang berjalan jalan di atap sebuah gedung yang sama dengan ayla dengan posisi keduanya yang berjarak jauh. deniz berdiri di pinggiran pembatas atap melihat ke bawah lalu mengungging senyum kecil. dia teringat masa masa di mana dulu dan pertama kali dia masuk ke sekolah tersebut dan tempat ini adalah tempat favoritnya untuk menyendiri sekaligus tempat sembunyi dari kejaran kakak kelas. bukan karna di bully tapi lebih ke...senior mau deniz saat itu masuk ke dalam klub mereka yaitu klub tinju karna bagi mereka tubuh deniz memiliki kualifikasi untuk bisa masuk dan lewat. para senior sedang mencari bibit bibit penerus mereka karna hal itu deniz akan langsung lari dan sembunyi jika melihat mereka dan tempat inilah...persembunyian terbaiknya sekaligus tempat yang membuatnya menemukan cinta pertama dan sejatinya. Ayla Beyza.
Deniz memutar kepalanya melihat ayla yang juga berdiri di samping pembatas atap sembari melihat ke bawah. tersenyum deniz mengambil langkah mendekati ayla.
"ah". gerakan deniz yang tiba tiba sentak membuat ayla tersadar dari lamunannya.
Deniz memeluk ayla dari belakang menempatkan dagunya di sisi ceruk leher ayla setelah mengecup dan menghisapnya hingga meninggalkan bekas. deniz tersenyum geli melihat perbuatanya sendiri.
Ayla menyentuh tangan deniz yang memeluk dirinya dan tersenyum.
"baiklah, tentu ada alasan kenapa kamu membawaku ke sini". ujar ayla memiringkan kepala menatap deniz.
Deniz menipiskan bibirnya sebelum berbicara.
"ini tempat kesukaanku di sekolah tersebut, tenang dan indah".
Ayla menatap ke depan.
"jauh dari keributan?! ".
__ADS_1
Deniz mengangguk.
"bukankah tempat ini juga...pendaratan Helymu saat ke sini?! ".
Ayla mengerjapkan matanya dengan ucapan deniz. dia teringat helipad tadi. tempat pendaratan helikopter tadi. helikopter yang ia dan deniz naiki.
Ayla tersenyum. melepaskan tangan deniz darinya beralih menatap deniz suaminya.
"kamu pernah melihatku di sini? turun dari heli?! ". ayla memiringkan kepalanya sembari kedua tangannya terlipat di dadanya menatap deniz dengan jail.
Karna semenjak ayla bersekolah di sini dari SD sampai Menengah belum ada siapa pun murid maupun dari guru yang melihatnya turun dari heli. mereka hanya mendengar sekaligus melihat heli melintas dan tentu tahu itu aku tanpa melihat langsung. ini mengejutkan. tunggu...jika ini tempat favoritnya deniz itu artinya dia sering kemari.
"sejak kapan? ". ayla bertanya lagi tanpa menunggu jawaban deniz sebelumnya.
Yang ia ketahui tempat ini adalah tempat terlarang bagi semua murid di sini untuk naik ke sini karna di sini tempatnya pendaratan helikopter bukan hanya punyanya tapi juga terkadang di rektur atau tamu tamunya atau para investor yang berkunjung akan menggunakan heli dan mendarat di helipad.
"dua duanya! ".
Deniz menipis bibir, melangkah ke sisi atap menatap ke bawah gedung tersebut yang berlantai melebihi dari 7 lantai.
Ayla masih di tempat yang sama di pertengahan helipad.
"pertama ke mari 2 minggu setelah aku masuk ke sekolah tersebut, kamu tahu...aku anak baru di sini saat itu dan tentu sulit menyesuaikan diri jadi...saat melihat lihat gedung di sini, melihat setiap kelas tidak terasa kaki ku sampai di sini".
"melalui tangga?! ". jika iya itu mungkin saja. karna biasanya ia menggunakan lift ketika turun dan lift tersebut di tutup.
__ADS_1
Deniz mengangguk.
"awalnya aku tidak tahu ada lift untuk naik ke sini...sebelum hari aku melihatmu pertama kali di pagi hari itu".
Ayla mengerjapkan matanya. tertarik mendengar kelanjutan ucapan deniz.
"ah...saat itu kamu menyadari ada lift di ke sini? lalu...kamu tidak mencoba untuk menaikinya...?".
Deniz terkekeh.
"kamu tahu itu tidak mungkin".
Ayla tersenyum keji. tentu saja.
"itu artinya kamu sudah mencoba". dan enggak bisa karna liftnya di jaga sama petugas sekolah.
Deniz tertawa kecil sembari menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"tapi... kenapa aku tidak ingat kalau kita pernah bertemu di sini? jika kamu melihatku...apa...aku tidak melihatmu?! ".
Deniz tersenyum kecil dengan kalimat ayla.
"aku melihatmu dan kamu melihatku lalu kenapa kamu tidak ingat?... itu karna aku waktu itu tidak penting untukmu".
Ucapan deniz entah kenapa bagi ayla seperti tertikam akan sesuatu di hatinya. meskipun itu iya, dulu...tapi tidak sekarang.
__ADS_1