
Diruangan yang gelap dengan pencahayaan yang remang namun terlihat kalau ruangan itu ruangan yang kosong ruangan yang khusus digunakan untuk latihan atau melatih orang orangnya. di sudut ruangan tersebut terlihat seorang manusia yang tubuhnya sudah di penuhi luka dan darah memenuhi badannya namun dia sama sekali tidak terlihat lemah seakan akan masih kuat dengan beberapa pukulan lagi atau akan selalu bertahan. dua pria dengan badan yang tegap khas seorang bodygurd melangkah mundur dari perintah atasannya tadi dan berdiri beberapa meter jauh dari atasannya dan pria yang menjadi korban atasannya atau cucu menantunya. deniz selim Al-khaled.
Gokhan menaikkan dagu deniz dengan tongkat kayu yang berada di tangannya hingga membuat mata deniz menatap ke arahnya.
Gokhan mendengus sinis.
"kenapa bocah? apa kamu sudah menyesal? datang ke sini dan mencintai princessku? ".
Deniz terkekeh keji. matipun aku tidak akan menyesal.
"apa ini kekuatan anak buah anda? dan aku baik baik saja". deniz berucap memancing pria tua di depannya namun siapa tahu Mr. Gokhan yang pemarah hanya tersenyum tipis sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"dari tadi aku bertanya tanya! bagaimana reaksi kakekmu ketika tahu kamu di sini dan sekarang dalam ke adaan begini! ". Gokhan tertawa keji di ujung kalimat.
Deniz membulatkan matanya. ia menatap kakek beyza tajam tanpa takut sedikitpun.
"urusan anda denganku! yang mencintai dan menyakiti cucu anda aku jadi luapkan semuanya padaku Mr. Gokhan, aku harap anda bukan pria pe ancam orang".
Gokhan sontak tertawa lebar dengan ucapan deniz. bocah ini memang tidak tahu apapun. ya sih, masalah mereka. hanya mereka bertiga yang tahu. tapi...
Phakkk...
"ugh.... ". ringis deniz saat perutnya di pukul dengan tongkat yang ada di tangan pria tua namun tubuhnya masih terlihat sehat dan bugar sama seperti kakeknya tersebut.
"aku salut dengan perjuangan cintamu untuk cucuku tapi bocah? kamu sama sekali tidak sebanding dengan reyyan, dia bisa memberikan kehidupan yang mewah dan megah untuk cucuku dan kamu tidak akan pernah bisa, gaji seorang dokter bisa di hitung jari dan apa kamu pikir aku akan menyerahkan cucuku padamu? tidak akan! lebih dari pada itu, aku pastikan...". gokhan melangkah mendekat dan bicara di depan wajah deniz.
"jika kakekmu tahu siapa ayla si rahim pengganti sebenarnya, dia akan menyesal tidak, akan sangat sangat menyesal, setelah ini pulanglah dan tanyakan kepada kakekmu kenapa dan apa yang terjadi sebenarnya dan suruh kakekmu ke mari kehadapanku". gokhan melangkah mundur. ia tahu kalau kakek bocah ini belum tahu siapa ayla si rahim pengganti sebenarnya. karna khaled si bajingan itu pernah mencari tahu siapa cucunya namun ia bisa menutupi siapa ayla sebenarnya dan memberi pria itu akses pencarian palsu sehingga yang pria itu temukan ayla hanya gadis biasa dengan orang tua yaitu ayahnya yang bekerja sambilan atau kuli bangunan dan ia tunjukkan kalau ayla gadis simpanan orang orang tapi siapa sangka pria tua itu sangat menyukai cucunya dan memperlakukannya dengan baik. itu yang ia dengar dari mata matanya dan bahkan semua anggota keluarganya menyukai cucunya dan merestui hubungan deniz dan ayla. rahim pengganti hanya alasan pria tua itu tapi yang sebenarnya adalah...pria tua itu mau menyingkirkan cucu menantu yang sama sekali tidak dia sukai itu. entah siapa namanya. karna itu. ia tidak sabar untuk membuka ini semua dan membuatnya terkejut. dan yang paling mengejutkannya bocah ini ternyata sangat mencintai cucunya dan diam diam selama ini selalu mencari dan menunggu cucunya. ia akui ia salut. pernikahan yang penuh cinta dan kasih yang semua orang di negeri itu tahu termasuk kakeknya ternyata hanya tipuan mata yang dia berikan untuk musuhnya. yang ia tahu reyyan.
Ia selalu bertanya tanya kapan mereka bertemu dan menjadi musuh. ternyata semua itu sudah berlangsung sejak 13 tahun yang lalu. ia tidak bisa mengakui kalau ia tidak menyukai bocah ini yang kenyataannya ia suka. dia. berbeda dengan reyyan. pria yang menjadi calon suami cucunya.
"aku tidak akan pernah melangkah pergi dari negara ini sebelum beyza ikut bersama ku, aku tidak tahu dendam apa yang anda punya pada kakekku tapi di sini bukan urusanku. aku di sini untuk menahan kesakitan yang anda rasakan akibat perlakuanku pada cucu anda dan setelahnya kita impas. aku hanya mau mengatakan percaya atau tidak, itu urusan anda. menyakiti beyza hal yang sama sekali tidak akan pernah aku lakukan dan ketika dia kesakitan maka di saat itu juga aku merasakan dua kali lipat dari padanya, aku yakin anda juga tahu bagaimana jika anda pernah memiliki seseorang yang sangat anda cintai tentu saja cinta anda tidak sesulit diriku untuk mendapatkannya!". suara deniz lemah di ujung kalimat. rasanya ia ingin menangis ketika teringat beyza dan rasanya ia mau keluar dari sini dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. ia merindukannya. jika bisa ia mau bersikap egois membawa beyza pergi dari sini dari semuanya.
"bocah? apa sekarang kamu sedang curhat? berharap belas kasih? ".
Deniz mencibir.
"lebih tepat berharap restu mu dan biarkan aku dengan cucumu".
Gokhan tertawa lebar.
"bukankah sudah ku bilang? kamu tidak ada apa apanya di bandingkan reyyan kami! dan kamu sangat percaya diri bocah? "
"dari awal sampai akhir cucu anda hanya untukku, akuilah itu karna aku yakin anda sudah mencari tahu semua tentang kami...lihat? kami di pisahkan tapi kami kembali bersama dengan hal yang tidak di duga dan sekarang...dia sedang mengandung anakku Mr. gokhan, aku tidak akan pernah menyerah meski nyawaku di ujung jari, apalagi menyerahkan beyza ke reyyan, hal yang tidak pernah terlintas dalam kepalaku, akan ku lakukan berbagai cara untuk beyza menjadi milikku".
Gokhan terkekeh keji lalu menggeram dan beberapa detik setelahnya tongkat yang berada di tangannya mendarat mantap ke tubuh deniz.
Setelah memukul satu kali yang seketika membuat deniz langsung tidak sadarkan diri. gokhan berbalik meraih hpnya yang berada di atas meja tidak jauh dari tempat deniz. sebentar mengarahkan hp ke arah deniz lalu melakukan panggilan dan meletakkan hp di telinganya.
__ADS_1
Di tempat lain negara yang berbeda dengan ayla.
Di rumah besar milik Al-khaled.
Diruang tamu besar, ruang tamu yang di khususkan untuk pertemuan keluarga jika membahas sesuatu hal yang penting.
Khaled yang duduk di sofa besar single menundukkan kepalanya menatap ke bawah sedangkan di sisi lain sofa yang berjarak satu sama lain 2 meter. selma dan omer duduk berdekatan di sofa yang sama bersebalahan neneknya deniz yang dari tadi melihat suaminya bingung.
"sejam lebih kita hanya duduk tanpa mulutmu terbuka dan untuk apa kamu menyuruh omer dan selma kemari? jangan bilang kamu hanya mau menanyakan cucumu kemana karna kita sudah tahu semua".
Khaled menaikkan matanya menatap istrinya.
"kerumah ayla? melihat calon anaknya? ".
Nenek deniz tidak menjawab, hanya menatap suaminya sebagai jawaban ya.
Khaled beralih melihat ke selma dan omer anaknya.
"apa kalian tidak tahu sesuatu? kemana sebenarnya selim pergi?! ".
Wajah omer terlihat jelas bahwa dia tidak tahu karna sewaktu deniz ke rumah meminta izin untuk ke rumah ayla, yang ia dengar dari istrinya deniz ke rumah ayla melihat calon anaknya.
Omer melihat istrinya sebentar sebelum melihat kakeknya.
"seperti yang mami katakan? ".
"selma?! ". panggil khaled yang membuat mata langsung melihat ke arahnya.
Selma menaikkan pandangannya menatap ayah mertuanya. ia mengedipkan matanya berpikir kata apa yang harus ia jawab.
"selim...".
"katakan yang sebenarnya selma, kemana selim! ". perintah khaled dengan suaranya yang dingin.
Omer membalik badan menatap istrinya lalu menggenggam tangan selma.
"selma? kamu berbohong padaku? selim...tidak ke tempat ayla? ".
Selma menatap suaminya lembut lalu ia mengangguk sedangkan wajahnya terlihat sedih.
Kerutan di kening khaled begitu juga omer terlihat.
"selma? kita semua tahu kemana selim tapi papi rasa bukan ke tempat ayla, kamu tahu dia kemana?! ".
Selma menarik nafasnya sebelum membuka suaranya. ia sudah berjanji pada putranya untuk tidak mengatakan kemana sebenarnya deniz pergi sebelum dia berhasil mendapatkan restu dari kakek ayla dan perjodohan ayla dengan keluarga Ferdinand putus.
"selim...memang ke tempat ayla omer?... ". selma menghentikan ucapannya beralih menatap ayah mertuanya takut takut.
__ADS_1
Khaled menyatukan alisnya. apa maksudnya ini.
"katakan semuanya yang kamu tahu selma". perintah khaled setelah menghela nafas. beberapa hari ini ia sudah menyuruh orang untuk mencari tahu apa deniz benar ke tempat ayla yang ia tahu rumah ayla tetap di negara yang sama di sini tapi yang ia dengar dari orang suruhannya beberapa hari yang lalu deniz memesan tiket ke jerman dan sudah beberapa hari ini dia di sana. ia menyuruh orangnya ke rumah deniz bersama ceyda tapi yang mereka dapat rumah itu kosong tidak ada ceyda terkecuali pengurus rumah dan beberapa pembantunya. dari informannya, ceyda sudah beberapa hari berada di dubai dia berangkat ke sana malam sedangkan deniz hampir subuh.
"ayla...ayla sebenarnya bukan ayla yang kita kenal atau cuma rahim pengganti tapi, ayla...dia... gadis yang pernah membuat selim masuk penjara".
Kedua bola mata khaled sontak membulat begitu juga dengan omer dan nenek deniz.
"apa maksudmu...gadis itu...princessnya...Gokhan?!". nenek bersuara nyaris berteriak sembari bangkit berdiri.
Gokhan memijat keningnya yang sama sekali tidak pusing namun membuatnya geram dan marah.
"kamu baru memberitahu kami sekarang? ". teriak khaled marah.
Omer memeluk istrinya.
"papi? selma punya alasan, selim tentu membuat selma berjanji".
Khaled mendesah lelah.
"selma? tidakkah membuatmu jera bagaimana selim dulu? berhubungan dengan keluarga itu akan membuat nyawa deniz dalam bahaya..? ". khaled menurunkan nada suaranya.
"tapi aku tidak mau lagi membuat putraku kembali gila seperti dulu papi? papi masih ingatkan dan semua di sini masih ingatkan bagaimana selim menggila ketika kita melarangnya berhubungan dengan keluarga Emre, aku tidak mau papi? dari dulu sampai sekarang wanita yang di cintai selim selalu beyza, dia tidak berhenti mencari keberadaan beyza! papi...biarkan kali ini dia memperjuangkan cintanya, dia sekarang sudah dewasa bukan pemuda ingusan seperti dulu".
"jadi maksudmu! selama ini deniz menipu kita dengan pura pura mencintai ceyda? untuk mengelabuiku? "
"bukan papi saja tapi...calon suami beyza juga, yang selalu memata matai selim selama ini. kita tidak tahu kalau selama ini selim berada dalam kesulitan, aku tidak bisa lagi menentang seperti dulu papi? ".
"dan kamu mau anakmu di rawat di rumah sakit lagi hingga berbulan bulan bahkan bisa membuatnya koma selma? ".
"aku juga tidak mau tapi apa yang bisa aku lakukan, aku tidak mau anakku menggila seperti dulu papi? aku takut? ". ia masih ingat saat itu. ketika selim mendengar bahwa beyza akan bertunangan dengan reyyan. selim yang memberanikam diri masuk menyusup ke rumah beyza dengan melompat pagar dinding yang tingginya melebihi 5 meter dan melewati penjaga hingga ketahuan lalu deniz di laporkan ke polisi dengan tuduhan pencuri dan di pencara. kabar itu terdengar oleh mereka dan dalam sekejab ia dan omer terbang ke sana menjemput dan mengurus semua keperluan deniz, saat itu papi menolak keras untuk ke negara tersebut seperti ada ketakutan di matanya. ia bingung kenapa tapi tidak mempedulikan lagi karna mengingat selim saat itu lebih penting. setelahnya deniz di bawa kembali dan di interogasi oleh papi hingga selim dan papi bertengkar besar. papi yang menyuruh deniz menghentikan perasaannya dan deniz yang waktu itu meminta tolong ke papi untuk meraih beyza, yang bagi papi bisa saja dengan kekayaan yang mereka miliki sebanding dengan kekayaan Gokhan namun papi menolak keras tanpa berpikir bahkan mengatakan.
"selamanya tidak ada keturunanku yang akan berhubungan dengan keturunan gokhan termasuk kamu selim? ".
Setelah mengatakan itu papi berbalik dan menyuruh orang nya mengurung deniz dalam kamar, berjaga di pintu kamar dengan ketat bahkan di luarpun di sediakan penjaga takut deniz melarikan diri diam diam. dia tidak membiarkan deniz keluar sebelum akal sehat deniz kembali yaitu melupakan perasaannya ke beyza. dan yang paling yang membuatnya ketakutan kejiwaan deniz saat itu terganggu hingga mereka berakhir dengan memasukkan deniz ke rumah sakit jiwa meski tidak lama hanya beberapa bulan karna ia yang terus merayu putranya untuk sembuh dan berpikir sehat lalu suatu ketika ia memberi ide gila dan saat itu ia bisa melihat mata putranya yang bersinar layaknya anak kecil umur 5 tahun yang di beri hadiah. saat itu ia mengatakan.
"jika kamu mencintainya maka percayalah dan minta sama allah untuk menjadikan dia untukmu, kamu harus sehat lalu...bukankah kamu bilang beyza ingin jadi dokter..? bagaimana kalau kamu mewujudkan keinginan dia?..lalu siapa tahu suatu saat kamu bertemu dengannya dan ketika melihatmu memakai jas dokter dia akan langsung jatuh cinta padamu dan kalian bisa bersama selamanya, tanpa peduli restu siapapun yang penting, mami merestui kalian, tapi kamu harus sehat dulu, baru bisa melihat beyza lagi! ". kata kata itu seperti sihir bagi selim yang seketika membuatnya sadar lalu memeluknya. beberapa hari setelahnya ia berkunjung dan perawat bilang deniz mau meminum obatnya dan tidak lagi berbicara sendiri yaitu seakan akan beyza ada di sampingnya dan sudah menjadi istrinya bahkan ia pernah melihat bersama omer sebelum ia dan omer membawanya ke rumah sakit. deniz melakukan hubungan suami istri hanya sendiri tapi baginya se akan akan beyza ada di bawahnya dan terus mendesah memanggil nama beyza dan berteriak memanggil nama beyza.
'aku tidak mau lagi anakku satu satunya begitu, ibu mana yang tidak sakit dan perih matanya ketika melihat putranya begitu'.
"maaf papi, maaf?! ". ucap selma di sela sela tangisnya. omer memeluk selma menenangkan kannya.
Khaled menggerang marah. jika bisa, jika bisa, ia pun mau meraih gadis itu untuk cucunya dan menyuruh mereka melarikan diri tapi...masalah ini lebih sulit dari apa yang deniz bayangkan. bukan hanya sekedar restu atau meraih tapi...melebihi dari itu. kemarahan, kebencian, keadilan, kekalahan dan mengalah.
Suara pesan yang masuk di hp khaled membuat khaled sadar dan meraih hpnya. membuka pesan seketika membuat matanya melebar.
__ADS_1