
Ayla menatap benda yang berada di lantai tepat di bawah kakinya. ia tidak menyangka pria ini benar benar sangat kejam dan jahat, di tambah ia sama sekali tidak menyangka kenapa ia harus jatuh ke tangan pria seperti ini apa ini yang di sebut karma? karna ia sering menolak bahkan mengacuhkan para pria yang menyatakan cinta padanya. apa itu kesalahannya.
Ayla menunduk berjongkok meraih benda tersebut, yang berwarna merah darah bukan warna kesukaannya tapi model dan mereknya yang sangat ia inginkan dari dulu. bahkan ia menghabiskan banyak uang dan waktu untuk mengantri agar dapat mendapatkan benda tersebut namun di menit terakhir benda yang sangat ia ingini ini jatuh ketangan orang lain yang ia sendiri tidak tahu siapa saat itu. karna model yang seperti ini hanya di keluarkan 3 buah, bayangkan bagaimana banyaknya manusia merebut saat itu.
Nenek deniz, salah satu yang mendapatkan benda tersebut dan menawarkan dengan harga yang sangat fantastis saat itu karna itu ia kalah telak. dan siapa yang tahu setelah sekian tahu, benda ini jatuh ketangan dirinya tanpa perlu ia bersusah payah atau mengeluarkan banyak uang. lingerie merek victoria secret berwarna merah dengan hiasan permata berkilau putih dan kainnya yang sangat lembut, ia menyukainya. ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada baju ini tapi sekarang...
Ayla menitikkan air matanya sembari meremas baju lingerie tersebut di sertai gertakan giginya.
"kamu brengsek deniz, benar benar brengsek! ". teriak ayla murka menatap deniz dengan sorot matanya yang tajam dan marah.
"apa salah baju ini denganmu huh? dan ini juga bukan pemberianmu yang aku simpan, seandainya ini di beli oleh uangmu deniz sekalipun aku sangat menginginkannya sungguh aku tidak akan mengambil dan menyimpannya tapi ini pemberian nenekmu untukku apa yang salah dengan aku menyimpannya HUHhhhh...? apa itu menganggumu...? rencana? rencana apa yang kamu maksud deniz, rencana apa yang aku punya hanya dengan sehelai kain tipis ini deniz? apa kamu berpikir...aku akan merayumu dengan memakai baju ini?... pikiranmu terlalu jauh pak? bahkan tidak pernah terlintas di dalam kepalaku, jika kamu mengatakan jijik berhubungan denganku maka akan aku katakan bagaimana denganku deniz?... ". ayla berbicara marah dan menatap deniz murka. ia menghentikan ucapannya dan mendekatkan wajahnya di depan wajah deniz.
"bagiku lebih menjijikkan bahkan rasanya aku mau muntah. Apalagi saat m**** mu berada di dalam *** ku. Rasanya ingin sekali aku mengeluarkan semua isi perutku. Kamu sudah tahu pintu keluarnya bukan? Pergi dan jangan pernah datang lagi kemari. Sekalipun kakek menyuruhmu datang. Karna aku tidak akan pernah membukakan pintu untukmu. Cukup, cukup sudah. Semua kesabaran ada batasnya dan aku... Sudah di ambang batasnya. Katakan saja pada kakekmu, jika tidak setuju dan berhadapan denganku sekalipun aku harus mengeluarkan uang berkali kali lipat untuk itu, keluar sekarang". ayla menatap deniz tajam.
Tatapan mata ayla yang tajam membuat deniz tersentak terkejut. Terlihat kesombongan dan keangkuhannya di dalamnya. Dia...
__ADS_1
Menggepalkan. Kedua buku tangannya erat. Deniz membalas tatapan tajam ayla.
'itu tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin'. Deniz membantin.
Deniz tersadar Namun, ia mendapati hanya dirinya seorang diri yang tinggal di ruangan tersebut. Berbalik mencari ayla namun hanya ia sendiri.
Deniz melangkah keluar dari ruangan tersebut. Melihat ke seisi kamar ayla namun tidak menemukan siapapun.
Deniz memilih melangkah keluar dari apartemen ayla. Namun, sebelum langkahnya sampai pintu. Ia mendengar suara tangisan dan desakan miris.
Sepertinya sulit bagi ayla untuk membuang ke dalam tong sampah di depannya.
Deniz menatap hal tersebut dengan tajam.
Sirat emosi seakan terpendam di dalam dirinya. Sehingga, se waktu waktu bisa saja meledak.
__ADS_1
Deniz menatap mata ayla yang terus mengeluarkan air mata. Di sertai desakan tangis keluar dari bibirnya.
Mengalihkan matanya ke arah lain. Deniz menarik nafas dalam.
'apa aku sudah begitu kejam? Tapi baju itu...Aku sama sekali tidak mau melihatnya lagi'.
Ayla memejamkan matanya sembari kepalanya mendongak ke atas. Memikirkan dan mengambi keputusan apa, yang harus ia ambil. Untuk lingeria nya yang tinggal setengah lagi dari atas. Karna lain, sudah di bakar laki laki bajingan itu.
Ayla menatap ke baju lingerie kesukaannya tersebut, berat hatinya untuk membuang, hiasan mata dan kilaunya membuat hatinya tidak tega.
Ayla menarik nafas. Mencengkram kuat lingerie di tangannya. Membawanya kembali masuk ke dalam kamar. Tanpa melihat deniz yang berdiri tidak jauh dari sana.
Lama berdiri di sana. Menatap ke pintu kamar yang di masuki ayla. Sebelum kemudian.
Deniz berbalik melangkah ke luar.
__ADS_1