Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 26


__ADS_3

Iya, ayla adalah anak salah satu konglomerat terkaya di jerman kekayaan orang tua bahkan kakeknya menduduki peringkat teratas di sana dan masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.



Ayla Beyza Princess Okan Gokhan. Gokhan di ambil dari nama besar kakeknya yang memimpin Group Gokhan. Di dalam keluarga besar dan terkaya tersebut ayla lah seorang putri satu satunya karna itu ayla di namai Princessa. Ayla memiliki 2 kakak laki laki yang sangat menyayanginya dan satu adik laki laki yang bagi ayla selalu menyebalkan.



Satu kakak laki lakinya yang bernama Emran Zaki Okan yang akan menjadi penerus papanya Okan Amran Gokhan sedangkan satu lagi Omer Zaki Gokhan yang di cap sebagai penerus Group Gokhan dari kecil sedangkan yang kecil Zafran Zaki Okan masih dalam pendidikan dan Beyza nama yang di panggil di keluarga tersebut mewarisi semua kekayaan Okan dan Gokhan jika sewaktu waktu beyza menginginkan semua dan tidak akan ada yang menghambatnya. Ayla Beyza Princess Okan Gokhan seorang princess di keluarga besar Emre nama dari papa Mr. Gokhan. melukai ayla berarti sudah siap untuk menghadapi keluarga Emre. Emre nama yang sudah melekat di eropa tersebut dengan kekayaan dan kekuasaannya, bahkan di dunia politik tidak di ragukan lagi, kekejaman menjalar di setiap darah mereka dalam memimpin perusahaan besarnya yang bergerak di bidang pembangunan, teknologi dan makanan.



Ayla melepaskan rambut palsu yang selama ini ia pakai dan berhasil menipu mata semua orang yang melihat dengan mengira kalau itu rambut aslinya lalu bagaimana dengan make up alami yang ia poles sukses membuat semua percaya kalau itu wajah aslinya. ia pun harus ke negeri sakura saat itu untuk belajar make up kebetulan ia pun punya teman di sana yang ahli di bagian make up dan ia belajar darinya.



Rambut ayla yang lurus serta panjang melewati pinggang dan berwarna sama seperti mommynya lalu ayla menghapus make upnya hanya dengan memakai tisu basah. ia menatap dirinya di cermin lalu tersenyum. untuk tidak ketahuan dari reyyan ferdinand ia harus bertahan menggunakan ini setiap hari jika tidak, ia rasa dirinya tidak akan melewati satu tahun di sini karna koneksi pria itu dalam mencarinya begitu besar seperti kejadian 3 tahun lalu. ah, ia tidak mau mengingatnya.



Ayla melangkah keluar setelah menutup pintu kamar di belakangnya. semua orang menatap ke arah ayla. Okan tersenyum bangga sedangkan istrinya merentangkan tangannya mau memeluk putrinya.



"wahhhh ini baru yang namanya princessa kami". seru resyad sembari tersenyum.



"yap itu benar, ini baru namanya ayla yang sebenarnya". ayla terkekeh geli dengan ucapan aliye.



Ayla melangkah ke arah ayse lalu memeluk perempuan yang sangat penting dalam hidupnya tersebut.



"ini baru princess mommy"



"tapi dengan make up, beyza cantik juga mom..?".



"waktu kecil kamu belum tahu make up sayang? mom rindu putri kecil mom".



Ayle melepaskan pelukan mommynya dan menatap ayse.



"aku bukan anak kecil lagi mom...? dan sebentar lagi aku akan melahirkan".



Ayse menatap ke perut ayla lalu menyentuhnya. bagi ayla tidak ada yang perlu ia sembunyikan dari mommynya karna ia yakin mommy dan daddynya sudah tahu dari awal.



"bagaimana terakhir kali? sehat? maafkan kami yang terledor hingga membuatmu kesakitan".



See, Orang tuanya tahu.



Ayla menggeleng. "dia anakku dan dia memiliki darah emre karna itu dia tahu kalau dia harus kuat, lagian...sudah lama aku tidak merenggangkan tubuhku dan kebetulan mereka hadir tapi...bagaimana ke adaan zach sekarang? aku memukulnya dengan sangat keras".



Ayse memegang pipi ayla dan ia tersenyum.



"luka begitu tidak akan membuatnya di opname".



Ayla menggerucut bibirnya. "syukurlah".



Ayla melihat daddynya saat suara handphone daddynya berbunyi lalu Mr. Okan melangkah menjauh dari sana untuk mengangkat panggilan.



"ayo ke kamarmu dulu, mom butuh merebahkan tubuh, nanti saja acara makan makannya". ayse melangkah ke pintu kamar ayla sembari menarik tangan ayla. sedangkan resyad dan aliye masih tetap duduk di sofa. merasa bosan aliye menghidupkan tv dan melihat acara yang ada.



"menurutmu...paman akan membawa ayla pulang?! "



"jika kejadian seperti kemarin maka iya, dan juga sangat berbahaya jika ayla di sini sendiri dia sedang hamil muda"



Resyad menganguk angguk mengerti.



"btw...kamu mengundurkan diri dari rumah sakit deniz...?".



Resyad mengangguk.



"sudah...?".



Resyad mengangguk lagi.



"rencana ke depan".



"seperti sekarang, cuma beda akan menjadi dokter pribadi ayla, paman sudah mengontrakku" .



Aliye mendengus sembari tersenyum.



"syukurlah, kamu tidak jadi pengangguran".



"hei...aku bisa masuk ke rumah sakit sana, tidak ada kata pengangguran dalam hidupku, malah aku sedang mencari waktu libur ughh... ".



"tunggu...kamu menggunakan kesempatan mengundurkan diri dengan rencana mau berlibur? sendiri?".



"sendiri lebih baik".



"kamu sedang patah hati? ".



Resyad sontak menatap aliye lalu ia berdecak kesal.



"apa lagi kali ini? dan ayla tahu? ".



Resyad menggeleng.



"apa yang kurang dariku huh? aku tampan, kaya ya, uang banyak, dia tidak perlu susah seumur hidupnya lalu...kenapa dia lebih memilih pria itu dari pada aku...?".



Aliye menghela nafas.



"hanya ayla yang bodoh tergila gila pada seorang dokter sedangkan dia punya calon suami yang seorang pengusaha tajir dan mantanmu itu dia pintar karna lebih memilih menikah dengan pengusaha dari pada kamu seorang dokter yang berpenghasilan tidak akan banyak seperti seorang pengusaha".



Resyad terdiam.



"berarti aku salah dalam memilih wanita, aku sudah pilih wanita bermata uang bukan...?".


__ADS_1


Aliye mengangguk membenarkan.



"tepat"



"haruskah aku menyuruh mamiku untuk mencarinya satu untukku? aku harus menikah di usia muda supaya bisa mengalahkan Mr. Okan dan aku akan punya bayi yang lucu lucu".


Aliye menggeleng geleng lalu ia memilih pindah dan melangkah ke pantry.



"bagaimana menurutmu? jawab aku, hei...kamu teman bukan sih? ". teriak resyad.



💓💓💓



Pagi hari dan saatnya jam masuk kantor tapi dengan deniz karna setelah ia masuk ke dalam ruangannya di rumah sakit dan mau mengerjakan pekerjaannya seperti biasa. satu buah pesan masuk yang tidak lain dari temannya refat.



Deniz memarkirkan mobilnya di depan sebuah gedung besar yang tidak lain adalah perusahaan temannya altan. ya, tadi ia mendapat pesan dari refat kalau dia berada di perusahaan altan dan siang siang katanya dia akan kembali ke jerman negara asalnya.



Ting...



Lift yang deniz tumpangi sampai di tempat tujuan yaitu lantai di mana ruangan altan. deniz melangkah keluar dan melangkah ke ruangan altan.



"sayang sekali kamu". ujar refat sembari merebahkan tubuhnya ke sandaran sofa di belakangnya.



Altan hanya diam tidak mau menanggapi.



"oh ya, kamu bilang kamu sempat memfotonya bukan? coba aku lihat, seberapa cantik sih, sehingga membuat seorang altan si pemain wanita tergila gila".



Altan meraih hpnya yang tergeletak di atas meja di kaca di depannya. mereka sekarang duduk di sofa. ia mengotak atik layar hpnya hingga beberapa saat lalu menyodorkan ke refat setelah menemukan gambar yang ia maksud.



"jangan jatuh cinta padanya, kamu akan patah hati". ujar altan.



Refat melihat altan dengan tatapan 'yang benar saja'



"aku bukan pria yang mau mengkhianati temanku bro, banyak wanita di dunia bukan satu". ujar refat sembari meraih hp altan.



Ckleck...



Deniz masuk dan kedua manusia yang dari tadi menunggunya melihat ke arah deniz.



"oh...kamu baru sampai? ". sapa altan begitu melihat deniz.



Deniz melangkah ke arah mereka lalu duduk di sofa lain.



"aku dari rumah sakit saat refat mengirim pesan". jawab deniz sembari melihat refat yang sedang memegang hp altan.



"ada apa? kenapa hpmu...". deniz melihat altan.


"oh...ini...aku sedang melihat wanita yang menolak altan tapi aneh...". kedua alis refat menyatu.



Deniz mengerjap terkejut. ia beralih melihat altan.




Altan mengangguk samar. meski itu tidak benar karna susah untuk melupakannya apalagi ia akan sering melihat di perusahaannya dan bahkan setiap hari.



Refat bangkit berdiri tiba tiba dengan matanya masih menatap ke layar hp altan.



Deniz dan altan mendongak menatap refat.



Altan mengumpat kesal.



"bukankah sudah ku bilang? kamu akan menyukainya begitu melihatnya, benar bukan...?".



Kedua mata refat beralih melihat deniz lalu kembali melihat gambar di depannya. ia bahkan tidak mendengar ucapan altan.



"kalian...saling kenal dengan wanita ini...?".



Deniz mengerjap. 'termasuk aku? maka iya, sebagai rahim pengganti'.



"bukan deniz tapi aku, dia karyawanku bekerja di sini di perusahaanku dan iya, beberapa kali bertemu deniz tapi tidak saling mengenal".



Refat beralih menatap deniz. 'apa pria ini gila? '.



"kamu...juga sudah pernah bertemu dengannya? maksudku...sudah melihatnya dari dekat? ".



Deniz mengangguk membenarkan ucapan altan.



Refat beralih melihat altan. "dia...wanita yang menolakmu?dan dia bilang...dia sudah menikah...?".



Altan mengangguk sedih karna ia masih sangat kecewa.



Refat kembali melihat deniz.



"apa itu...benar? wanita ini...bekerja di sini?!".



Deniz menyatukan alisnya menatap refat.



"kamu kenapa sih? seperti detektif begitu". ujar deniz malas.



"dengar altan, yang di katakan wanita ini benar, kalau kamu tidak akan mungkin bisa dengannya dan lebih baik kamu lupakan dia, lebih cepat lebih baik dan deniz...".



Deniz melihat refat.



"kamu ikut aku". ujar refat lalu ia melangkah keluar dari ruangan altan setelah meminta izin altan untuk meminjam hpnya.



Deniz melihat altan bingung dan tidak lama ia pun bangkit mengikuti langkah refat.

__ADS_1



Refat dan deniz berada tidak jauh dari pintu ruangan altan dan sesekali refat akan melihat ke sana sebelum berbicara.



"ada apa sih, kamu dari tadi aneh banget". ujar deniz kesal karna melihat tingkah refat.



"apa kamu gila deniz? atau sudah terlalu di butakan? ". ujar refat kesal ke deniz.



"ada apa sih? ada apa denganmu? ". ujar deniz yang juga kesal.



Refat menggeram lalu menyodorkan hp altan ke hadapan deniz, yang menampilkan sebuah gambar di sana.



"lihat ini". ujar refat.



Deniz menurut namun sedetik setelahnya ia menjauhkan hp altan dari dirinya.



"dia wanita altan lalu apa?! ".



"aku yakin kamu tidak akan berkata begitu jika tahu siapa wanita ini, coba kamu lihat dan perhatikan dengan seksama".



'perhatikan apa? baru kemarin ia melihatnya langsung'.



Deniz menggeleng.



"kamu ada ada aja deh, sudahlah! ayo keluar aku traktir bukankah kamu akan balik hari ini?! ". deniz berbalik dan melangkah namun terhenti karna ucapan tajam refat.



"Ayla Beyza princess Okan Gokhan, aku yakin kamu masih sangat sangat ingat nama ini".



Kedua mata deniz sontak membulat. tentu saja ia ingat lalu apa hubungannya wanita itu dengan...tunggu, jangan bilang karna namanya sama? tunggu, dari mana dia tahu namanya? ah...dari altan.



"tentu kamu berpikir dari mana aku tahu nama wanita ini? dari altan? tidak deniz? wanita yang ada di gambar ini adalah the princess atau di juluki queen, kamu sangat bodoh tidak mengenalinya, sekali lihat aku sudah bisa mengenalinya dan dia...yang aku lihat di rumah sakitmu, beberapa hari yang lalu". jika saja ia tidak melihat ayla di rumah sakit waktu itu dimana gadis itu tidak mempoleskan wajahnya dengan make up seperti yang ada di galeri altan. ayla menggunakan make up alami make up yang sangat cocok untuk menipu seseorang sehingga wajah aslinya hanya akan mirip sedikit. tentu saja ia tidak akan bisa mengenali kalau wanita di hp altan adalah queen.



Mata deniz membulat sempurna. ia berbalik dan merampas hp yang berada di tangan refat.



Kedua alis deniz menyatu dan ia menggeleng kuat.



"kamu sedang bercanda? atau...sedang meledekku? di mana mirip dengan queen? sama sekali tidak". deniz melempar hp altan ke arah refat dengan sigap refat menyambutnya.



Refat mendengus.



"tentu saja kamu tidak bisa mengenalinya, karna di sini dia menggunakan make up dan memakai rambut palsu!".



Ucapan refat membuat kedua bola mata deniz melebar. ia kembali merampas hp altan dan melihat gambar ayla di sana.



"itu tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin refat?". teriak deniz tidak percaya sembari menggelengkan kepalanya.



Refat hanya bisa diam. dia pun tidak tahu kenapa tiba tiba queen bisa ada di sini karna yang mereka tahu, queen di jerman dan sudah menikah dengan reyyan seorang pengusaha sukses di jerman dan berdarah asli jerman dengan kekayaan keluarganya tidak perlu di bilang lagi jika sama deniz maka melebihi deniz.



"awalnya aku juga tidak percaya saat melihatnya di rumah sakitmu waktu itu tapi deniz? aku sempat mendengar kabar kalau queen menghilang, itu sudah lama! kira kira 7 tahun yang lalu, tapi setelahnya kabar tersebut hilang jadi aku pikir, itu tidak mungkin dan aku pun tidak memberitahumu karna aku pun mendengar tidak jelas".



Deniz terdiam. '7 tahun? bukankah saat itu, tahun pertunanganku dengan ceyda? apa yang terjadi padanya? '.



"kamu mendengar? kemana dia kabur waktu itu? ".



"kamu bercanda? kabar itu aja aku tidak mendengar dengan jelas".



Deniz diam sembari berpikir. 'jika ini dia...berarti selama ini kami berada dalam kebohongannya, dia membohongi kami semua termasuk...papanya saat itu yang berpakaian kumuh tunggu...Mr. Okan'.



Deniz teringat kedatangan Mr. Okan dan Mrs. Okan kerumahnya yang tiba tiba dan sesekali ia menangkap kalau Mr. Okan diam diam melihatnya begitu juga dengan Mrs. okan, saat itu ia berpikir karna 8 tahun yang lalu pernah menemui Mr. Okan mungkin karna itu tapi sekarang...



Deniz tersenyum mendengus. 'anaknya'.



'tapi...jika di pikir itu tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin dan jika iya! kenapa aku...kenapa aku tidak bisa mengenalinya? bahkan...'. deniz teringat di mana kemarin ia bersama ayla.



Deniz tersentak saat mengingat bela diri ayla yang cepat dan lincah serta gaya serangan ayla yang...ingatan deniz kembali saat ayla menyerang beberapa pria malam itu dan ancang ancangan yang di ambil ayla sama...



Deniz menatap refat. 'kenapa selama ini ia buta? dan juga... '. deniz teringat saat getaran tubuhnya yang terjadi tiba tiba saat ayla berada dekat dengannya. itu terjadi saat ayla menemani seorang anak kecil bernama nana dan ayla saat itu berdiri di sampingnya. saat itu ia menoleh melihat ke wanita yang berdiri di sampingnya namun saat itu ayla membelakanginya.



Getaran itu, getaran tubuh yang sering ia rasakan jika bersama queen. kenapa ia sangat bodoh tidak bisa menyadarinya.



Deniz tersentak saat menyadari queen berada sangat dekat dengannya malah baru kemarin ia melihatnya.



"kamu benar! dia...queen". ucap deniz setelah berdiri tegak lalu menyerahkan hp altan ke refat dan ia berbalik melangkah pergi dari sana dengan terburu buru bahkan deniz sedikit berlari.



Deniz melaju mobilnya membelah jalanan turki dengan kecepatan cepat di ikuti degupan jantungnya yang bertalu.



"aku datang, aku datang...cintaku...". satu tetes air mata mengalir di pipi deniz.

















__ADS_1




__ADS_2