
Refat dan ceyda saling menatap namun berbeda tatapan. refat menatap ceyda karna geram ke wanita ini semua itu karna ia sayang terhadap temannya deniz sedangkan ceyda menatap refat bingung tidak mengerti maksud refat.
"jangan memperlihatkan wajah lugumu padaku ceyda? bukankah sudah ku bilang? aku bukan deniz dan beruntung bagimu karna aku masih bisa menahan diriku untuk tidak menerjangmu dan memukul wajahmu". refat berkata santai lalu tersenyum menyamping.
"jaga ucapanmu refat, aku istri dari temanmu".
"sayang sekali, dari dulu sampai sekarang aku sama sekali tidak menganggapmu sebagai istri dari sahabatku, bukankah kamu juga setuju..?".
Ceyda menggertakkan giginya dan masih berusaha menenangkan dirinya.
"kamu semakin ngawur bicara! aku menyuruhmu ke sini hanya untuk bertanya, kenapa kamu mengingatkan deniz kembali dengan wanita itu...? padahal deniz sudah lama melupakannya".
Refat tertawa terbahak.
"kamu percaya diri sekali ceyda? atau...lana? "
Kedua mata ceyda sontak saja membulat lebar. ia mau membuka mulut namun sudah keduluan refat yang bicara.
"lupakan itu dulu, aku ke sini bukan karna kamu menghubungiku dan menyuruhku kemari bukankah kamu bisa berpikir begitu? tidak mungkin seorang refat akan langsung terbang kemari begitu seseorang menyuruhnya lebih lebih itu kamu terkecuali aku...memang punya urusan denganmu".
Ceyda menatap refat dengan segala pertanyaan muncul di kepalanya.
"tidak perlu berpikir keras, biarkan aku yang mengatur satu persatu bagaimana kamu aslinya yang tentu saja bukan kamu yang sekarang tapi ah...aku tidak bermaksud mengungkit masa lalumu namun mendengar tingkahmu yang sudah sangat keterlaluan ke temanku membuatku geram".
Ceyda tersenyum sinis lalu ia tertawa keras.
"so...kamu marah karna deniz lebih memilihku daripada idemu untuk ke jerman dan menemui gadis itu? bukankah kamu sudah melihat jelas sekarang? deniz sangat mencintaiku dengan luar biasa? lebih memilihku daripada dia dan...apa yang akan deniz katakan jika aku bilang kamu menaruh mata mata di rumah kami...?".
Refat menggeram marah sembari menggepalkan buku tangannya. jika saja sekarang mereka bukam di restauran maka ia sudah mencekik wanita ini. ya, inilah wajah aslinya namun temannya begitu bodoh untuk tahu.
Refat tersenyum sinis sebelum menjawab.
"kamu pikir deniz akan percaya padamu? persahatan kami melebihi dari umur pernikahanmu! dan coba kamu bilang, aku yakin saat itu juga kamu akan menyesal, satu lagi lana? kamu belum melihat deniz yang aslinya dan deniz sekarang bukanlah deniz yang sebenarnya! dan aku harap kamu juga tidak akan melihatnya karna jika kamu melihatnya aku yakin seumur hidupmu kamu tidak akan berani melihat wajahnya lagi".
Ceyda mengernyit bingung. 'deniz yang lain? aku tidak percaya, deniz selalu lembut dan baik dari dulu'.
"baiklah biar aku jawab pertanyaan dalam otakmu, pertama kenapa aku mengingatkan deniz kembali karna memang deniz selalu mengingatnya kamu mengertikan?! ".
Ceyda mendengus. "selama ini kami selalu hidup bahagia tanpa bayang bayang masa lalu deniz, deniz sudah melupakannya dan kamu...".
"dari dulu sampai sekarang...deniz tidak pernah melupakan wanita yang bernama sangat spesial baginya ini, aku yakin kamu sangat tahu namanya!".
Ceyda menggeleng. "tidak, deniz selama ini...".
"menipu dirinya sendiri, hidup dalam kehampaan, menyiksa batin dan terlebih hatinya, memaksa mencintai wanita lain, tersenyum dan tertawa dengan di paksakan, dia selalu akan bilang, aku bisa aku bisa! sekarang aku tanya padamu lana? ".
"namaku ceyda! ". geram ceyda.
__ADS_1
Refat menepis tidak mau mendengar.
"itu nama kamu beberapa tahun ini, aku tidak akan membahas ini dulu karna itu akan menunggu nanti! lalu...bagaimana menurutmu lana jika seseorang yang sangat kamu cintai namun kamu tidak bisa meraihnya dan terlebih ketika kamu berpikir kalau orang yang kamu cintai tersebut sudah menikah, memiliki anak dan hidup bahagia dengan suaminya terlebih kamu mengenal siapa suaminya yang jelas jauh lebih sempurna dari pada kamu, katakan padaku, bagaimana jawabanmu?! ".
Ceyda terdiam.
"kalian hanya tahu bahwa deniz menyukai gadis itu tanpa kalian cari tahu kalau perasaan deniz begitu dalam padanya, baiklah sekarang giliranku, mari kita bongkar siapa kamu sebenarnya! Alana Ceyda, ceyda...beyza, bukankah nama yang sangat beda...? ".
Ceyda mencekram kuat gepalan tangannya.
"tidak peduli apapun, aku istri deniz sekarang". ujar ceyda berusaha membela diri.
Refat memajukan bibirnya tidak peduli.
"biar aku tanyakan ini padamu meski aku sudah tahu jawabanmu tapi aku mau melihat langsung wajah aslimu, apa kamu sekarang...menyesal sudah mengizinkan deniz menikah lagi? di tambah wanita itu bukan wanita seperti yang kamu pikirkan, wanita simpanan...kamu sangat mengenal deniz ternyata ya...? ". refat menyindir ceyda dan tersenyum meremehkan.
"ternyata wanita itu adalah cinta pertama yang tidak bisa deniz lupakan, bagaimana perasaanmu sekarang...?".
Ceyda dengan cepat beralih menatap refat tajam. ia bangkit berdiri dan mau melangkah pergi dari sana namun ucapan refat membuat langkahnya terhenti.
"dani! aku yakin kamu masih sangat ingat nama ini! kamu yakin mau melarikan diri? ".
Mata ceyda membulat dan ia sontak berbalik melihat refat yang duduk santai sembari kakinya dia silangkan.
Refat mendengus sinis. 'mencari tahu tentangnya? yang benar saja, apa aku tidak punya kerjaan? '.
"di universitas xx hubunganmu dengannya tidak perlu di pertanyakan lagi, 2 insan yang saling mencintai namun di haruskan berhadapan dengan satu kendala yaitu mama dan papamu tidak setuju dengannya karna apa? karna dani yang berasal dari keluarga tidak berada alias miskin, apa tebakanku benar? dan aku sudah tahu ini sebelum kamu mendekati deniz lalu...dari mana aku mencari tahu? biar jelas salah satu kekasihku ada di universitas tersebut, kamu paham sekarang...?".
Ceyda mencekram kuat tangannya.
"baiklah, biar aku atur supaya lebih mudah untuk kamu mengingat pertama! hubunganmu dengannya tidak di restui mama dan papamu padahal kamu begitu mencintainya kedua! perusahaan papamu di landa kebangkrutan karna sudah banyak mengelapkan uang perusahaan dan terlilit hutang di mana mana ketiga! mama dan papamu menyuruhmu untuk mendekati anak dari teman isrinya yaitu deniz, yang saat itu deniz berstudi di jerman sedangkan kamu di sini, awalnya kamu tidak mau karna kamu yakin deniz tidak akan menyukaimu namun tawaran yang menggiurkan dari mama dan papamu membuatmu setuju, kamu mau aku katakan tawaran apa itu...?".
Ceyda menatap refat tajam dengan nafasnya yang naik turun. ia masih berdiri dan enggan untuk duduk kembali.
"baiklah jika kamu memaksa, akan aku katakan tapi bisakah kamu duduk dan aku sangat menikmati tatapanmu itu dan dari dulu aku mau mengatakan ini depan wajahmu sendiri...".
Mereka memesan tempat khusus untuk satu meja mereka meski jarak dengan tamu lain tidak jauh tapi para tamu lain tidak akan bisa mendengarkan pembicaraan mereka. refat sengaja menyuruh ceyda datang ke restoran ini karna retauran ini retauran yang tidak mau bagi deniz untuk dia masuki karna apa?karna dia phobia dengan beberapa menu makanan di sini dan otomatis pertemuan mereka tidak akan di curigai temannya itu. ia lebih khawatir ke deniz jika dia tahu bagaimana dia di bodohi oleh ceyda selama ini.
"kamu menerimanya karna hubunganmu dan dani di restui tapi bukan hanya itu saja, kamu tertarik karna ide dari mama dan papamu yang bilang jika kamu berhasil mendekati deniz dan menikahinya maka kamu akan menjadi nyonya muda di keluarga Al-Khaled dan kamu akan memiliki uang yang banyak lalu dengan uang itu... kamu bisa membantu dan membiayai uang kuliah kekasihmu, apa aku benar? mama dan papamu sangat tahu kalau pak khaled sangat menyayangi deniz, kalian sekeluarga benar benar rendahan".
"tutup mulutmu refat"
"tentu saja seorang anak akan membela orang tuanya tapi apa kamu pikir Pak khaled tidak tahu? kelicikan mama dan papamu?".
"apa maksudmu...?".
__ADS_1
Refat tertawa ngakak.
"kalian benar berpikir kalau pak khaled tidak menyukai kalian karena kalian berasal dari keluarga sederhana? ha ha ha kalian sangat bodoh, pak khaled bahkan pak omar tahu perusahaan papamu bangrut dan kenapa bisa bangkrut lalu kamu mendekati deniz untuk memanfaatkannya dan tentu kamu bertanya kenapa mereka setuju kalian menikah? itu semua karna terpaksa".
Ceyda menggepalkan tangannya kuat. 'pantas saja dari pertama ia menikah dengan deniz mereka hanya bersikap biasa saja bahkan ketika deniz membawanya ke rumah utama mereka hanya menyambutnya dengan biasa, hanya menyungging senyum di paksa, tapi beda ketika dengan ayla, mereka menyambutnya dengan meriah bahkan tersenyum bahagia se akan akan menantu yang mereka nantikan selama ini datang. ia marah benar benar marah saat itu namun ia tidak bisa memperlihatkannya pada kakek karna dari pertama kakek tidak menyukainya dan selalu menatapnya tajam. padahal ia sudah mencoba bersikap manja tapi yang keluar dari mulutnya adalah...
"kamu bisa membodohi cucuku...tapi tidak denganku, tunggu hari di mana cucuku tahu semua, maka akan aku lenyapkan apa yang sudah papamu ambil dari cucuku".
Ia takut, benar benar takut waktu itu karna itu ia terus bersikap manja ke deniz dan berusaha selalu menempel padanya karna hanya deniz yang bisa membelanya. menikah? jika saja kakek tidak mengancam akan memisahkannya dari deniz sungguh ia tidak akan pernah setuju. untuk apa anak jika kami berdua bahagia.
"kamu mengatakan ini supaya aku mengizinkan deniz terbang ke jerman bukan...?".
"dan kenapa kalian tidak bisa memiliki anak? kamu yang di fonis mandul? aku lebih percaya karna rahimmu tidak bisa berfungsi lagi atau rusak, karna apa? karna...3 tahun pertama kamu menikah dengan deniz kamu meminum obat supaya kamu tidak hamil, apa aku benar?! ".
Refat tersenyum sinis ke ceyda sedangkan ceyda menggepalkan tangannya.
"perjanjian mu dengan kedua orang tua mu, hanya menikah dengan deniz selama 3 tahun dan kamu kembali dengan dani kekasihmu karna itu kamu mengkonsumsi obat tersebut...". refat menghentikan ucapannya sejenak melihat ketakutan ceyda bahkan tubuhnya sudah gemetaran.
"tapi siapa sangka, pria yang sangat kamu cintai itu bahkan semua uang yang kamu ambil dari deniz kamu berikan padanya namun dia...mengkhianatimu...". refat berhenti menatap wajah ceyda dan ia sangat menikmati. dari dulu ia mau melakukan ini tapi temannya brian selalu menghentikannya dengan alasan tunggu sampai kita menemukan queen dan sekarang...adalah waktunya.
Refat menggeram di dalam hati. karna dari dulu ingin menampar wajah wanita ini dengan perbuatannya.
"di hari kamu sudah memutuskan untuk melarikan diri dari deniz dan kembali dengan kekasihmu di hari itu juga kamu mendengar dani bertunangan dengan seorang wanita yang tidak lain anak dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja di jerman, kamu sangat terpukul sehingga memutuskan kembali ke deniz karna merasa deniz menerimamu dan mencintaimu lalu hidup tanpa tahu malu seperti sekarang". geram refat di ujung kalimat.
"mendekati deniz dengan berwajah polos dan lugumu serta rambutmu yang bergelombang sebahu kamu panjangkan dan luruskan demi mirib dengan queen, sayang sekali warna mata dan rambut tidak bisa kamu ubah dan jika pun kamu bisa seperti sekarang mencat dan memakai lensa, kamu sudah mengira itu tidak akan berlangsung lama dan akan ketahuan sama deniz, yang paling membuatku salut...kalian sangat ahli entah kamu, mama atau papamu yang ahli dalam mencari tahu semua tentang deniz bahkan siapa wanita yang deniz sukai padahal hanya aku dan brian yang tahu, kalian hebat... ". refat menepuk nepuk tangannya sedangkan ceyda sudah menatap refat dengan ketakutan yang luar biasa.
Jika deniz tahu, bukan hanya dirinya yang akan ada dalam masalah tapi juga mama dan papanya, apalagi kata kata kakek saat itu...
Tubuh ceyda gemetaran karna ketakutan. ia pikir selamanya tidak akan ada yang tahu itu semua terkecuali dani berbicara tapi ia yakin pria itu tidak akan bicara apapun pada siapapun tentang hal tersebut.
"karna terbiasa dengan perlakuan dan perhatian deniz membuat mu jatuh cinta padanya bukan setelah di tinggalkan dani tapi dari pertama melihat deniz kamu menyukainya, ayolah...wanita mana yang tidak menyukai deniz, mereka tergila gila hanya dengan menatap wajah deniz apalagi jika deniz membuka lensa di matanya...".
Deg...
Sontak jantung ceyda berdetak. iya, deniz sangat tampan dan lebih luar biasa tampan lagi jika manik matanya terlihat manik mata yang berwarna abu abu. dan sampai sekarang deniz selalu menutupnya dengan alasan tidak suka di perhatikan para wanita. ya sih, ia setuju, lebih lebih ketika deniz kerumah sakit maka ia pun akan menyuruh deniz untuk memakai lensa mata warna hitam dan itupun masih membuatnya luar biasa tampan. menjadi istrinya adalah hal yang sangat terindah untukku dan aku...tidak mau menukar dengan apapun lagi.
"so...bagaimana menurutmu sekarang? mau jadi istri yang baik yang membahagiakan suaminya atau...membuat deniz terus menderita? kamu tahu, selama ini...deniz hanya berpura pura bahagia dan berkata kalau dia mencintai hanya untuk meyakinkan dirinya kalau dia...sudah melupakan queen".
Ceyda menatap kosong ke depan. jika ia mengizinkan deniz ke jerman, lalu mereka akan bersama, mereka sekarang...saling mencintai dan tidak ada yang tahu bagaimana perasaan queen dulu ke deniz, lalu bagaimana setelahnya? ia...apa yang akan terjadi padanya.
"jangan egois ceyda, dengan apa yang kamu lakukan ke deniz, aku yakin kamu masih memiliki sisi baik di hatimu untuk deniz melepaskan rasa rindunya ke kekasih hatinya yang sebenarnya lagian queen sekarang adalah istri deniz dan juga sedang mengandung anak deniz, kehadiran seorang ayah, sangat di butuhkan anaknya, berpikirlah yang jernih...". refat bangkit berdiri dan menepuk bahu ceyda.
"aku tidak akan bilang apapun ke deniz, selama kamu bersikap baik". refat melangkah pergi dari sana.
Ceyda mencekram kuat tangannya. bukan tidak memberitahu tapi sewaktu waktu jika ia bertingkah konyol maka bom itu siap meledak.
Ceyda menggertakkan giginya. mengizinkan deniz ke jerman sama saja dengan ia menghancurkan masa depannya sendiri. tapi jika tidak...pria itu...tidak pernah bermain main dengan ucapannya.
__ADS_1