
Seperti kesepakatan mereka kemarin. hari ini mereka akan berangkat ke tempat tujuan yang berbeda. ayla ke rumah kakek deniz dan deniz ke rumah kakek ayla. keduanya mau tahu tentang hal yang sama sekali tidak mereka tahu sedangkan di sini mereka sudah menebak dan jika tebakan mereka benar. tentang apa itu dan apa masalahnya.
Ayla berada di dalam mobil duduk di kursi belakang sedangkan can menyetir. sangatlah mudah bagi seorang ayla untuk mendapatkan satu mobil baru. lagian swiss juga merupakan negara di mana keluarga dari mommynya tinggal hanya saja ayla jarang ke sana. ayla lebih akrab dengan keluarga pihak daddy daripada mommynya.
Deniz juga berada di dalam mobil dengan finn atau juga di sebut juli, pria yang berasal dari Australia tersebut. keduanga sama sama pergi ke bandara dengan tujuan berbeda dan tentu saja penerbangan yang beda. ayla menaiki jet keluarga pribadinya ke turki sedangkan deniz menyewa satu jet dari salah satu pengusaha kaya di sini di mana sahamnya ada di sana.
Suara getaran ponsel menyentak kesadaran deniz yang dari tadi sedang berpikir keras.
Melihat nama yang tertera di sana membuat mood deniz seketika memburuk, dengan malas dia menjawab panggilan tersebut.
"dimana kamu sekarang? ". itu adalah suara khaled begitu telponnya tersambung.
"sedang dalam perjalanan ke negara istriku kek? ".
"biar kakek tebak, ke rumah kakek ayla? Mr. Gokhan?! ".
Deniz menatap layar hpnya sebentar dengan keningnya mengerut. iya sih, tentu saja kakek akan berpikir begitu tapi..
"kakek tidak mau menanyakan mau apa aku ke sana? setelah kena pukul? ".
"cucu laknat! apa tubuhmu terbuat dari besi huh? hampir saja kakek terkena serangan jantung saat mendengar hal tersebut tunggu...apa dia memukulmu keras?... meski dia bilang tidak ada yang membahayakan tubuhmu tetap saja, pria itu sangat bajingan". umpat khaled di seberang.
Deniz semakin yakin dengan penuturan kakeknya kalau kakeknya...sangat mengenali Mr. Gokhan, lihat saja dari cara kakeknya bicara.
"biar aku tanyakan pada kakek meski aku tidak yakin kakek akan menjawabnya tapi...paling tidak sebelum aku bertanya ke Mr. Gokhan aku seharusnya bertanya ke kakek dulu".
"apa yang mau kamu tahu? apa masih cerita lama? kenapa kakek tidao mengizinkan mu dengan keturunan Gokhan? ".
Deniz melihat ke luar jendela. melihat jalanan kota swiss yang sebentar lagi akan ia tinggalin padahal ia berencana mau bermain main dulu dengan beyza di sini, berbelanja, ke pantai dan naik yacth selama tiga hari tiga malam ditengah laut. membayangkan saja sudah membuatnya senang. tapi...
"bukan itu tapi...sepertinya kakek sangat mengenali Mr. Gokhan? begitu juga dengan sebaliknya bukan? dan juga Mr. Ferdinand ".
"..."
Tidak ada jawaban dari kakeknya. deniz tersenyum sinis.
"haruskah aku bertanya ke Mr. Ferdinand kek".
"kakek lebih memilih kamu bertanya ke Gokhan".
__ADS_1
"kenapa? ".
Khaled diam tidak menjawab, yang terdengar hanyalah helaan nafas kasarnya.
"ini rumit selim? tapi...baiklah, pulanglah dan kakek...akan menceritakan semuanya dan ketika kamu sudah tahu, kakek harap kamu bisa menyerah nak? ".
"itu bisa di pikirkan, aku akan membatalkan penerbangan ke sana".
Terdengar gumaman di sana baru setelahnya deniz mematikan sambungannya.
Khaled yang berdiri di dekat jendela kaca menoleh ke samping saat istrinya menepuk pundaknya.
"kamu sudah mengambil keputusan yang bagus".
Khaled tersenyum. ini juga untuk kebaikan semua dan semua akan selesai.
Belum juga deniz mau memanggil ayla namun sudah keduluan ayla yang menghubungi deniz.
"sayang? ". jawab deniz begitu sambungam tersambung.
"deniz? aku akan ikut denganmu di penerbangan yang sama, kamu pilih naik ini atau aku ke sana".
"ada masalah? ".
"tidak ada, tadi kakek mengubungiku dan menyuruhku ke rumah, kakek bilang akan menceritakan semuanya padaku. bagaimana nenek bisa masuk rumah sakit dan kakek bilang ini semua menyangkut dengan Kakekmu deniz? aku harus ke sana dulu bagaimana? ".
Kebetulan yang sama. seperti hal yang telah di rencanakan oleh dua kakek ini. apa mereka akan mengurung keduanya sehingga tidak bisa keluar? jika Mr. gokhan tidak mungkin melakukan itu pada beyza tapi lain dengan kakeknya.
Mengingat bagaimana terkurung dulu deniz menggeleng keras. bisakah-bisakah ia mempercayai kakeknya sekali lagi.
"deniz...?". panggil ayla yang tidak mendengar sahutan deniz.
"oh? ah...kebetulan aku juga mau mengabarimu hal yang sama, tadi kakek mengubungiku dan menyuruhku pulang".
Ayla mengeryit curiga.
"untuk? "
__ADS_1
"sama seperti kakekmu tadi bukan karna kecelakaan...mendengar ucapanmu barusan entah kenapa perasaanku tidak enak beyza? ".
'ada apa ini? mereka tidak akan di kurung bukan, rumah sebagai penjara? di pisahkan dengan keji? '.
"deniz? ".
"hm? "
"apa kita batalkan saja? kita tidak perlu ke sana dan hidup di sini saja, jangan pedulikan mereka, bagaimana? "
"kita tidak akan tahu apa yang terjadi"
"lalu bagaimana jika kita di kurung? tidak di biarkan keluar". meski ia belum pernah.
"akan ada cara untuk keluar, aku yakin".
Ayla mengedip ngedipkan matanya beberpa kali berpikir cara yang di maksud deniz.
"baiklah, sampai ketemu lagi nanti, aku akan merindukanmu selalu". ujar ayla lemah lalu mematikan sambungannya tanpa mendengar balasan deniz. ia melihat keluar jendela dari balik kaca mobil. begitu juga dengan deniz setelah tadi tersenyum bahagia mendengar ucapan cinta ayla padanya. tentu saja ia yang akan lebih merindukan ayla. deniz menarik nafas menenangkan dirinya.
💓💓💓
Turki
Sebelum menghubungi deniz tadi. khaled memerintahkan beberapa orangnya untuk membawa paksa deniz kembali ke rumah namun pembicaraannya di dengar oleh nenek deniz, yang seketika itu juga merampas hp khaled dan mematikan panggilannya. lalu sedikit mereka bertengkar. sebelum khaled menenangkan dirinya dan nenek deniz memijat pundak suaminya untuk tenang.
"jika kamu melakukan itu, selim akan semakin membencimu khaled? dan aku yakin kamu tidak mungkin mau saat beberapa tahun yang lalu terulang lagi". ujar nenek deniz setelah khaled tenang.
"ceritakanlah dan siapa tahu dengan kamu menceritakan semua pada selim, dia akan paham kenapa kamu melarangnya".
Khaled diam berpikir. khaled meminta hpnya yang berada di tangan istrinya.
"aku perlu menghubungi teman lama". pinta khaled ke istrinya.
Nenek deniz menyerahkan benda tipis tersebut lalu dia memilih duduk di sofa.
Yang di hubungi khaled adalah gokhan. berbicara beberapa patah kata lalu mematikannya dan menghubungi deniz.
__ADS_1