Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 74


__ADS_3

Di turki kakek deniz sudah menyuruh putra dan menantunya kumpul di kediamannya malam ini untuk membicarakan hal yang selama ini selalu ia pendam sendirian.



Di jerman-berlin. Mr. gokhan yang terus menerus di serang oleh pertanyaan yang sama oleh putra nya okan. akan menceritakan semuanya dengan persetujuan sobatnya khaled, yang menghubunginya tadi. meski hal yang sangat menyakitkan pernah terjadi di hubungan persahabatan mereka, sampai sekarang ia selalu masih menganggap pria itu temannya+sahabatnya selalu. karna dari awal ia tidak pernah percaya kalau sobatnya ini adalah yang menyebabkan kecelakaan hari itu.di kediamannya sudah hadir putranya juga menantunya serta dua cucu laki lakinya Zaki dan omer. mereka hanya sedang menunggu kehadiran beyza di sana maka semua akan di mulai.



Di negara lain. Uni Emirat Arab-Qatar. terlihat seorang pria bersetelan jas abu abu lengkap di padu dengan kemeja putih sedikit kebiruan dengan sepatu hitamnnya yang bermerek mahal tersebut. berumur sekitar 60 tahun lebih namun tetap masih membuatnya tampan dan menawan meski sudah tua namun dia tidak termakan usia. yang baru saja menuruni jet pribadinya dengan beberapa pengawal yang setia mengawal langkahnya.



Melangkah ke mobil bermerek mahal di depannya, berwarna hitam, siap mengantarnya kemanapun yang di tuju.



Menutup pintu mobil dan mobil tersebutpun meninggalkan area penerbangan tersebut. manik matanya yang tajam melihat keluar dari balik kaca mobil tersebut.



Di tempat lain. deniz dan ayla yang hampir sampai di tempat penerbangan pesawat justru mereka di kagetkan dengan satu buah mobil yang berhenti tepat di tengah jalan, mencegat perjalanan mereka.



"siapa mereka?! ". tanya deniz dan ayla bersamaan di tempat mereka yang berbeda.



Raut wajah mereka sama sekali tidak ada rasa takut.



"biar aku yang keluar nona? ".



"...sepertinya tidak perlu". ujar ayla saat melihat salah satu pria keluar dari dalam mobil tersebut lalu di susul satu wanita muda, melangkah mendekat ke mobil ayla.



Can dengan sigap keluar dari mobil mau melindungi nonanya, siapa tahu mereka berniat jahat atau mereka adalah musuh dari majikannya.



Belum juga can membuka suara satu pistol tanpa suara mengacung indah di pelipisnya serta ancaman yang membuatnya seketika terdiam dan menuruti.



"diam ini perintah Mr. Gokhan". ucap yang berpakaian santai tersebut, dengan celakan jeans dan baju kaos.



Ckleckk...



"ugh...". ringis wanita muda tadi saat pintu mobil menghantam wajahnya.



Ayla menendang pintu sebelum wanita itu membuka lalu dia keluar, mau menghajar pria yang mengacungkan pistolnya ke can sebelum sebuah suara menghentikan gerakannya.



"ini perintah Mr. Gokhan, kami harap anda tidak akan menyusahkan kami nona? ".



Ayla mengerutkan keningnya. kakek?..mata ayla melihat ke mobil hitam di depannya lalu ke pria dan wanita muda di depannya.



'ia tidak mengenali wanita dan pria ini, siapa mereka? dan kenapa kakek melakukan ini? bukankah tadi kakek tidak bilang akan menjemputnya, apa ini? '.



"mari ikut kami nona". ujar wanita muda tersebut dengan rambut pirangnya terikat di belakang.


__ADS_1


Ayla menatap curiga ke arah keduanya. dia bukannya melangkah mengikuti kedua manusia tersebut tapi malah memundurkan langkahnya.



"kalian...siapa? ".



Pria dan wanita muda tersebut saling melihat sebelum keduanya bergerak cepat mendekat ke can dan ayla. si pria memukul belakang leher can yang seketika membuat can tidak sadarkan diri sedangkan wanita, menggunakan tok tokkan saraf pada ayla, membuat ayla langsung mematung.



"begini lebih baik". ujar keduanya lalu membawa masuk ke dalam mobil.



Di tempat lain. deniz yang dihadang dengan satu mobil hitam lalu setelahnya di susul satu mobil ferrari berwarna merah. kening deniz sontaknya mengerut apa lagi saat melihat wanita yang keluar dari dalam mobil tersebut berpakaian seksi dengan belahan dadanya yang terlihat, begitu juga dengan pahanya. melangkah mendekat ke mobil deniz.



Belum wanita itu sampai deniz justru di kejutkan dengan satu pistol peredam suara teracung indah di kening finn asistennya. tunggu..sejak kapan pria itu ada di sana dan berdiri di sana. kenapa aku tidak melihat.



Ckleck...



Kepala deniz dengan cepat memutar ke samping saat mendengar suara pintu mobilnya terbuka dan wanita tadi...masuk ke dalam mobilnya.



"hai tampan! ". sapa wanita tersebut begitu duduk di samping kanan deniz.



"maaf? anda siapa? ". deniz masih dengan sikap tenangnya.



Wanita cantik dan seksi tersebut memilih tersenyum menggoda deniz alih alih mau menjawab deniz.




"mau kami? tentu saja kamu, ah...di lihat dari asli ternyata lebih tampan ya? lain dari yang di gambar! mau...jadi kekasihku tampan? ".



"maaf aku sudah punya istri dan tolong keluar karna aku sedang ada keperluan yang sangat penting". deniz masih setia bersikap tenang. apa ini salah satu dari wanita yang menggilainya? tidak cukup menarih obat perangsang dan sekarang mengancam.



"aku tahu! tentu saja, tapi...untuk simpanan kan belum".



Deniz tersenyum memaksa.



"saya tidak tertarik! ".



"tapi aku tertarik"



"aku tidak ada waktu membalas ucapa anda, tolong keluar"



"benarkah? iya sih, sebenarnya aku juga tidak ada waktu untuk ini jadi...". tanpa deniz ketahui. wanita tersebut diam diam mengeluarkan satu jarum suntikan di kantong bajunya lengkap dengan obat yang sudah ada di dalamnya.



Deniz yang merasa jengkel memilih melihat ke luar jendel sebentar sebelum kembali melihat wanita tersebut namun...

__ADS_1



"arghhh...". erang deniz sakit saat jarum tersebut tertancap ke lehernya dan sedetik kemudian deniz tidak sadarkan diri lagi.



Wanita tersebut tersenyum lalu mengalihkan matanya melihat ke asisten deniz yang juga sudah pingsan.



"urus dia, aku akan membawa pria ini ke sana".


Tidak berapa lama mobil yang wanita tersebut bawa yaitu ferrari melaju pergi dari sana dengan deniz tidak sadarkan diri di kursi sampingnya. wanita tersebut terlihat menghubungi seseorang.



Di tempat lain. kakek deniz yang sudah menyiapkan dirinya dan sekarang berada di ruang kerjnya. ia hanya perlu menunggu deniz sedangkan putra dan menantu nya sudah tiba. khaled berencana akan bicara setelah makan malam mereka selesai.



Suara getaran hp di meja kerjanya menyentak khaled. dia melangkah lebar ke sana. meraih benda tipis tersebut. kedua alisnya menyatu saat melihat no yang tidak terdaftar di sana.



Menekan tombol deal menjawabnya lalu meletakkan benda tersebut ke telinga kirinya.



Kedua matanya sontak membulat lebar begitu mendengar suara si penelepon. lalu ucapan selanjutnya si penelpon membuat khaled gelagapan sendiri. namun belum dia bertanya lebih jauh si penelpon sudah mematikan panggilannya setelah mengatakan alamat yang di perlukan khaled.



Khaled dengan gerakan cepat melangkah keluar dari ruang kerjanya, menemui istrinya untuk menyuruhnya bersiap siap begitu juga dengan putra dan menantunya. mereka akan terbang ke satu negara sore ini juga.



Hal yang sama juga terjadi di kediaman gokhan. setelah dia sudah mengumpulkan semuanya baik putranya, menantunya dan cucunya hanya tinggal tunggu beyza justru dia di kejutkan dengan satu panggilan no yang tidak ia tahu namun ia sangat jelas tahu suara dari si penelpon tersebut.



"kita akan berangkat ke new york sekarang juga, bersiap siaplah". perintah khaled ke semua yang sekarang sedang berkumpul di ruang utama kediamannya sofa besar yang melingkar.



"new york? serius...? aku baru saja mendarat kek? ". ujar omar tidak percaya.



"dan aku kemarin baru dari sana kek? jangan bercanda".



"ikut atau tidak sama sekali ". geram gokhan kesal.



Kedua mata zaki dan omar membulat.



"tentu saja ikut". ucap keduanya serentak sambil bangkit berdiri. mereka tidak akan melewatkan dari dulu mereka penasaran apa yang menyebabkan nenek kecelakaan sehingga butuh donor jantung dan berujung berhutang ke keluarga reyyan.



Okan dan ayse hanya bisa saling melihat sebelum mata keduanya menatap Gokhan.



"lalu...bagaimana jika beyza pulang? dia tidak melihat kita di sini". ayse menyahut.



"beyza tidak akan ke sini, kita akan bertemu dengannya di sana, cepat bersiap dan okan hubungi awak untuk mengatur semua dengan cepat".



"baik". patuh okan tanpa membantah. ia meraih handphone nya menghubungi seseorang. yang bertanggung jawab di landasan penerbangan pribadi mereka.


__ADS_1


__ADS_2