
"Aghhh...hhh...". desahan lega deniz begitu dia selesai dengan permainan mereka, yang selalu membuatnya menggila dan dengan nafasnya yang masih berat, naik turun. deniz berguling ke samping ayla bersamaan dengan menutup tubuh ayla dan dirinya sendiri.
"aku benar benar bisa gila denganmu sayang?!". ujar deniz dengan nafasnya yang masih naik turun dan tidur terlentang, mengistirahatkan tubuhnya, menatap ke atap kamar lalu memiringkan kepala melihat ayla di sampingnya yang hanya...terkekeh geli.
Deniz mendengus geli.
"ya ya ya...kamu berhasil! kamu berhasil membuatku lemah tidak berdaya".
Ayla memiringkan tubuhnya menatap deniz dengan tangan menyandar kepalanya.
"suka? "
"kamu seperti bertanya pada seekor kucing apa suka ikan? ".
Ayla terkekeh geli.
"Aku mencintaimu".
Deniz mengangkat tangannya mengelus pipi ayla.
"aku lebih dari pada itu".
"ngantuk? "
"aku rasa"
"baiklah, mari tidur". ayla semakin mendekat ke deniz memeluk deniz membenamkan kepalanya di dada deniz.
"tidak lapar? "
Ayla menggeleng.
"tubuhku lelah banget, butuh tidur".
Deniz tersenyum karna mengerti. dia pun semakin merapatkan tubuh ayla memeluknya erat. setelah mengecup kening ayla deniz memejamkan matanya.
Menepis semua masalah yang harus dia pikirkan, nanti, nanti akan ia tuntaskan semua.
Deniz menarik nafas di pejaman matanya.
Beberapa jam yang lalu...
Flashback...
Setelah semua pembicaraan selesai, ikatan dan sumpalan di mulut terlepas.
Deniz menghiraukan hal lain dan fokus ke ayla yang sampai sekarang masih tertidur lelap namun tidak lagi di ikat karna sebelum wanita tua tadi begitulah ia memanggilnya. sebelum membuka pembicaraan ia meminta untuk di tidurkan ayla dengan baik karna dia sedang hamil dan ya. wanita tua itu menyuruh dua bawahan nya yang wanita mengangkat ayla dan menidurkan ayla di sofa panjang entah dari mana mereka bawa, yang jelas ia lihat dari luar dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Deniz menggendong ayla membalik badan melihat ke kakeknya sebentar yang sedang berbincang dengan wanita bernama cherry dan kakek ayla sedangkan Mr. Ferdinand memilih keluar dari ruangan tersebut tanpa melihat dan berbicara pada siapapun.
Ya, sih. mungkin dia masih sangat terpukul dengan kenyataan yang dia dengar di tambah, prasangkanya selama ini salah dan ia yakin juga, tentu sangat berat baginya ketika menuduh sahabat sendiri lalu setelahnya kebenaran baru dia ketahui kalau sahabatnya sama sekali tidak bersalah tentu saja perasaan gue bersalah ada.
Mata deniz mengikuti langkah ferdinand yang keluar diikuti dua pria setelan hitam suruhan cherry. begitu juga dengan mata semua di sana termasuk ayse dan okan. di sana tidak ada lagi omar karna begitu ikatan lepas. hpnya bersuara yang ternyata telepon dari rumahnya kalau anaknya sakit dan ia harus segera balik ke jerman.
Awalnya gokhan mau menghampiri ferdinand namum di cegah oleh cherry karna menurut cherry ferdinand butuh waktu untuk menenangkan dirinya dengan kenyataan yang dia dengar di tambah, dia kembali di ingatkan dengan tragedi yang tentu saja dia sudah berusaha keras untuk melupakannya namun tidak akan pernah bisa. anak dan istri tertabrak di depan matanya sendiri dan itu, mobil dari sahabat nya. sedangkan khaled memilih diam dengan matanya menatap Ferdinand baginya, tentu masih berat bagi pria itu. untuk menerima kenyataan ini.
Khaled mengalihkan matanya ke arah lain saat punggung Ferdinand hilang di balik pintu dan matanya bertemu dengan cucunya deniz.
Mata khaled melihat ke ayla yang tertidur di gendongan deniz. dia menarik nafas.
Melihat tatapan khaled. gokhan berbalik dan mendapati deniz dan cucunya yang berada di gendongan deniz.
"di sini kami punya rumah! mau ke sana? seseorang akan menuntun jalan".ucap gokhan membuka suara ke deniz.
Deniz menarik nafas sembari mengeratkan tangannya pada tubuh ayla.
"beyza akan ke tempatku! anda...".
"aku rasa, kami akan di sini sampai besok...". gokhan melihat ke cherry.
__ADS_1
"bagaimana menurutmu? sudah lama aku tidak melihatmu dan...". mata gokhan beralih menatap khaled. karna masih sangat canggung bagi mereka.
"kamu juga ikut bukan?".
Khaled terlihat berpikir.
"ikutlah, sudah lama kalian tidak bersama dan besok...baru balik".
Khaled melihat Cherry.
"...kamu juga ikut? ".
Cherry mengedikkan bahunya.
"aku minta maaf tidak bisa, aku harus terbang ke LA malam ini juga, cucuku ulang tahun besok, maaf tidak di undang...kalian".
Gokhan dan khaled terkekeh geli. cherry pun ikut terkekeh.
"jika ada waktu mampirlah ke sana, aku akan memberi alamat tempat anakku, kebetulan dalam 3 bulan ini aku akan berada di sana, anakku mau lahiran".
Ke 3nya larut dalam pembicaraan masing masing.
Deniz memilih melangkah ke arah okan dan ayse dan berbicara beberapa patah kata di sana sambil pamit.
Deniz mau melangkah namun terhenti. ia menoleh melihat kakeknya.
"mau pergi...?". tanya khaled yang melihat langkah deniz berhenti.
"kakek mau ke tempatku? besok baru balik"
Khaled terkekeh.
"ya! itu hanya basa basi". ujar deniz sebelum melangkah pergi dari sana dan keluar dari ruangan tersebut.
Satu alis deniz terangkat begitu pintu di belakangnya tertutup. ia bertanya tanya dari tadi ke mana mereka membawanya, rumah di dalam hutan atau...rumah besar dengan satu ruangan di bawah tanah namun ternyata sebuah gedung apartemen dan sekarang mereka sedang berada di lantai 13.
Melihat deniz yang keluar dari gedung di depannya keduanya sontak saja berlari mendekat ke denis.
"kalian... "
"setelah sadar, kami mendapat pesan untuk kemari"
"dan aku bisa tebak kalian baru sadar".
Keduanya mengangguk lalu matanya keduanya melihat ke ayla yang tertidur di gendongan deniz.
"buka pintunya". perintah deniz ke asisten nya.
"ya! ". jawab finn sigap setelah tadi dia sempat terperanjat terkejut.
Mobil deniz dengan 4 orang di dalamnya membela kota Swiss tersebut dan entah kenapa rasanya ia harus berterimakasih ke wanita tua itu karna tidak membawanya dan ayla ke negara lain dan tentu sekarang akan sulit baginya untuk pulang.
Deniz melihat ayla saat ayla bergerak di dalam tidurnya dengan lenguhan keluar dari dalam mulutnya. semburat senyum di wajah deniz tentu saja tidak bisa dia sembunyikan.
Ayla mencium bau tubuh deniz karna wajahnya tepat berada di dada deniz. dia menghirupnya dengan sangat sangat menikmati.
'deniz'. ujarnya dalam hati sembari tersenyum lalu kembali membenamkan dirinya di dada bidang deniz.
Melihat hal tersebut deniz terkekeh geli. dia semakin mengeratkan pelukannya. sedetik kemudian mata deniz mematung dengan nafasnya yang sontak saja berhenti.
"beyza...?". panggil deniz dengan kepalanya yang mendongak ke samping karna ulah ayla yang sedang...
Ayla menggesek gesekkan hidungnya di leher dan pundak deniz yang membuat deniz memiringkan kepala dan terdongak.
Seperti tidak mendengar. ayla asik dengan dunianya bahkan semakin mengeratkan pegangannya pada pundak deniz.
Deniz mengerjap ngerjap menahan dirinya untuk tidak meledak karna beyza sudah berhasil memancing sesuatu di dalam dirinya.
__ADS_1
Mata deniz menatap tajam ke depan saat merasakan finn melihat ia dan ayla dari spion mobil.
"lihat ke depan finn!". perintah deniz tajam. sebelum dia menggeram gairah dengan kelakuan ayla pada dirinya. dimana ayla sekarang yang sudah mulai menciumi lehernya.
"beyza? kamu sadar kita di mana sekarang? ".
Cup...
Beyza mengecup rahang deniz.
"mobil". jawab beyza cepat setelah menghentikan aktifitasnya lalu kembali lagi ke aktifitasnya.
Deniz menggeram. jika saja dua orang ini tidak ada di dalam mobil, sungguh sekarang juga ia akan meniduri wanita ini.
"dan kamu tahu siapa di depan kita? ". tanya deniz sambil menikmati perlakuan ayla tanpa menutup matanya.
"can dan asistenmu? entah siapa namanya".
"dan apa kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan sayang...?".
"aku mau kamu sekarang".
Deniz sontak saja menggeram.
"kamu bisa tahan sampai ke tempat tinggal kita bukan? ".
"negara ini tidak ada hotel? "
Deniz menoleh melihat ke luar jendela.
"ya? kiri kanan sepanjang jalan, aku rasa gedung hotel! tapi kita punya rumah tempat tinggal di sini dan di sana lebih enak dan nyaman".
"jika kamu tidak memiliki uang".
Deniz menggeram karna merasa di remehkan.
"tepi kan mobil ke gedung hotel sana finn? ". tunjuk deniz saat melihat di depannya terdapat satu hotel yang cukup mewah dan cocok untuknya apalagi beyza.
Satu menit mobil mereka terparkir indah di parkiran gedung hotel tersebut.
Deniz keluar setelah di bukakan pintu oleh can.
"pesankan kamar dan ambil kuncinya". perintah deniz ke finn dan seketika di lakukan oleh finn.
Deniz menunggu finn di depan lift dengan ayla di gendongannya. tentu saja semua mata melihat mereka. ayla hanya terkekeh geli.
"kamu marah? "
"pikirkan dirimu beyza setelah kita masuk kamar, aku akan menghabisimu! dan ya, kamu berhasil".
Ayla terkekeh lalu semakin mengeratkan pegangannya.
Melihat finn deniz menekan tombol lift dan menyuruh finn mengantar mereka ke kamar karna ia tidak bisa membuka pintu dan ya, ia tidak mau menurunkan wanita ini.
Clekck...
Pintu terbuka. deniz masuk ke dalam.
"taruh kartunya di sana dan keluarlah, kalian bisa bebas kemanapun mau". ucapnya sebelum melangkah tambah masuk ke dalam kamar yang bertipe VVIP tersebut.
Kembali ke sekarang...
Flashback off.
__ADS_1