Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 67


__ADS_3

Pemberitahuan...


Di harapkan 12+ untuk part ini.


Atau resiko tanggung sendiri...😊😊😊


and...


Jangan lupa istigfar ya???


Aku penulis, kalian pembaca.


Masing masing tanggung sendiri ya???


😊😊😊


Maaf 🙏🙏🙏.


Dosaku sendiri sangatlah banyak. 😎😎😎


💓💓💓💓


Brakh....Prang...


Suara benda jatuh akibat ulah Deniz yang mendorong tubuh Ayla ke dinding. Serta suara erangan keduanya sayup sayup terdengar di ruangan kerja tersebut.


Ayla dengan hormon kehamilan nya dan Deniz dengan rasa cintanya yang menggebu gebu ke Ayla. Di tambah rasa rindu keduanya. Lengkap sudah satu pasangan ini penuh dalam gairah.


Ayla mengerang dalam hati. Ciuman Deniz benar benar membuatnya tidak bisa berpikir apapun.


Batin deniz mendesah. Ia tidak bisa melakukan ini sekarang. Meskipun ia sudah tahu umur kandungan Ayla sudah memasuki bulan ke 3. Paling tidak mereka harus ke rumah sakit dulu. Untuk pengecekan.


Deniz melepaskan pertama. Menyatukan keningnya dengan kening ayla sedang nafas keduanya naik turun.


"Sudah Beyza! Nanti aku bisa kehilangan kendali."


Ayla menaikkan pandangannya menatap mata Deniz. Kedua manik mata yang selalu membuatnya tertarik untuk di tatap.


"Bukankah kamu dengar dengan jelas? Aku mau bersama mu,"


"Dan sekarang kamu bersamaku,"


"Salahkah aku jika aku mau lebih? "


Deniz seketika saja menggeleng. Tidak terima dan tidak membenarkan ucapan Ayla.


"Tidak! Sama sekali tidak salah sayang! Kamu berhak, kamu istriku tapi, ini bisa membahayakan kandunganmu," Deniz menjeda sebelum kembali berucap.


"Jiika kita melakukannya,"


"Kamu pengecut!"


"Aku akui itu," Decak Deniz kesal ke dirinya sendiri.


"Aku mau kamu Deniz! Tapi lain hal jika kamu tidak mau dan tidak benar benar mencintaiku," Cemberut Ayla.


Deniz melebarkan matanya. Ia tidak terima dengan ucapan Ayla.


Itu tidak benar, sama sekali tidak benar.


Tanpa menjawab Ayla. Serangannya yang tiba tiba mewakili Deniz.


"Tidak ada wanita lain di dunia ini selain kamu sayang? Hanya kamu, kamu dan kamu!" Ujar deniz setelah sedikit menjauhkan wajahnya dari Ayla.


"Begini saja. Kita ke rumah sakit dulu. Mari kita lihat bagaimana ke adaan calon anak kita baru setelahnya kita."

__ADS_1


Ayla seketika saja menggeleng. Tahukah pria ini? Ia sangat merindukannya. Merindukan Deniz.


"Sekarang!" Potong Ayla cepat.


Sebenarnya ia juga berniat menguji Deniz. Ia masih sangat ingat dulu bagaimana kata kata Deniz yang tidak mau menyentuh tubuhnya. Katanya Deniz jijik dengan tubuhnya.


Sebagian hatinya mempercayai Deniz. Namun sebagian yang lain. Meragukan Deniz.


Alis Deniz menyatu melihat manik mata Ayla yang ada keraguan di dalam sana. Tatapan Deniz terlihat tidak suka dengan tatapan Ayla sekarang padanya. Ragu akan cintanya. Sungguh ini sangat tidak bisa di percaya dan terlebih, sangat menyakitkan baginya.


Ia yang menggila sendiri selama beberapa tahun ini. Mencari keberadaan nya di mana mana. Dan selalu membayangkan tubuhnya saat menyentuh Ceyda. Itu membuatnya gila.


Memejamkan matanya. Deniz menahan emosi sekaligus nafsu buasnya. Untuk tidak menyerang wanita yang masa kehamilan nya masih rentan.


Mengangkat tangannya. Deniz mengelus pipi Ayla lembut. Hingga jarinya sampai ke sudut bibir Ayla. Deniz berhenti di sana. Ia membukanya dan batinnya mengerang.


"Ini benar benar membuatku gila Beyza!"


Ayla menepis kasar tangan Deniz dan menatap Deniz marah.


Lagi lagi Deniz hanya bisa memejamkan matanya.


"Maafkan aku,"


"Untuk!"


"Tidak menurutimu,"


"Bukan itu yang mau aku pastikan Deniz!"


"Tubuhmu selalu candu untukku Beyza! Hilangkan pikiran mu kalau aku tidak mau kamu,"


"Kamu yang mengatakan itu sendiri Deniz. Jika jika kamu tidak ingat,"


Deniz bukannya memberikannya Ayla jawaban meyakinkan. Dia malah terkekeh sembari mengangguk.


Malam pertama melakukan itu. Aku hampir hilang kendali. Meski saat itu aku dalam pengaruh obat. Aku membenci diriku malam itu. Karna sudah berani terpancing ke wanita yang bukan pemilik hatiku yang sebenarnya. Tapi paginya. Keresahan hatiku yang semalam terjawab. Ternyata itu benar kamu. Anehnya hatiku tidak mengenalimu. Tapi tubuhku mengenalimu.


Dan apa kamu tahu Beyza. Aku selalu menahan diriku. Bahkan sampai detik ini.


Deniz memindahkan helaian rambut di wajah Ayla.


"Beyza! Kamu harus berpikir lagi untuk jawaban itu." Deniz menatap meneliti wajah Ayla. Tanpa sedikitpun terlewat.


"Karna bisa aku pastikan. Beberapa hari ke depan. Kamu tidak akan bisa bangun Beyza," Peringatkan Deniz tajam.


"Hmm..." Ayla meremehkan Deniz.


Sungguh. Ia tidak bisa menahan dirinya lagi dan wanita di depannya ini. Semakin memancingnya.


"Kita akan menyesal Beyza." Deniz masih mencoba mengendalikan diri.


"Benarkah! Kenapa aku tidak berpikir demikian,"


Deniz lagi lagi mengerang. Ia memilih menyatukan keningnya dengan Ayla daripada menatap kedua manik mata Ayla. Itu membuatnya gila.


"Suruh aku berhenti Beyza. Kalau tidak kita benar benar akan menyesal. Dan aku sudah di ambang batasku Beyza."


"Bukankah kamu bilang tadi aku pengendalimu sekarang?" Ayla mendorong dada Deniz untuk melihatnya.


"Kamu tidak akan bisa menghentikanku begitu kita mulai Beyza. Kamu harus pikir lagi, sekarang belum terlambat."


Ayla menurunkan pandangannya menatap bibir Deniz. Ia menyungging samping. Tidak ada rasa ketakutan sama sekali.


"Tidak akan."

__ADS_1


Deniz terkekeh.


"Apa ini hormon kehamilan istriku!"


"Dan aku membenci ini,"


Deniz tertawa terbahak sebentar sebelum mengecup singkat bibir ayla dan kembali menatap wajah ayla. Wajah deniz mengelap seketika saat melihat ayla yang menutup matanya. Siap menerima sentuhannya.


"Aku tidak akan berhenti sekalipun kamu menjerit sayang. Pikirkanlah sebelum terlambat."


"Aku menantangmu nih."


Deniz tersenyum penuh arti menerima tantangan Beyza.


"Aku menyukai hormon ini. Tidak terkendali eh!" Kekeh Deniz dan Ayla mendecak akan hal itu.


"Aku akan mulai dan kamu tidak boleh menghentikanku. Waktumu habis Baby." Desis Deniz di telinga Ayla.


💓💓💓


Di luar ruangan kerja deniz di arah dapur dengan satu meja makan terlihat can yang sedang menikmati kopi dan snack yang dia ambil dalam kulkas.


Asisten deniz yang bernama finn menatap kesal ke pria yang baru dia tahu nama can.


"kamu tahu? dimana majikanmu itu menaruh hpku? apa ada bersamanya? aku akan memintanya, aku perlu menghubungi seseorang ". finn mau membalik badan bermaksud mau keruangan di mana deniz di dalam sana.


"ada di sofa yang aku duduki tadi dan satu lagi, nona tadi juga majikanmu"


Kening finn jelas berkerut mendengar ucapan pria yang lagi santai menyesap kopinya, setelah memerintahnya membuat tadi.


"ck, memang siapa wanita itu? istri pak deniz? jangan bercanda, istrinya sedang hamil sekarang"


Can menaikkan pandanganya menatap finn yang berdiri di depannya dengan berkacak pinggang.


"dan nona itu tidak terlihat sedang hamil? "


"istri pak deniz hamil besar"


"kamu sudah melihat? "


Finn mengedip ngedipkan matanya beberapa kali. bahkan ia tidak tahu bagaimana wajahnya bagaimana bisa melihat kehamilamnya hanya saja ia menebak karna...suatu malam saat mereka, ia dan pak deniz menghadiri satu acara ulang tahun perusahaan yang pak deniz tanam saham. ia melihat mata pak deniz yang terus menatap ke salah satu wanita di sana yang ia ketahui istri dari salah satu pejabat negara di sini yang sedang hamil besar mungkin sekitar 7 atau 8 bulan karna itu ia menebak. istri pak deniz tentu sudah hamil besar dan sekarang pak deniz sangat merindukan istrinya.


"sudahlah, nikmati kopimu, aku mau ambil hpku tapi...kenapa pak deniz tidak keluar keluar ya? ".


Can menghela nafas menatap punggung finn yang berlalu.


Cklekc...


Pintu ruangan kerja deniz terbuka dan langkah finn seketika berhenti saat mendengar itu selanjutnya matanya membulat sempurna dengan pemandangan yang terlihat di depannya. deniz dan wanita tadi... ia mengerjap ngerjapkan matanya beberapa kali.


Klekc....


Pintu ruangan kerja Deniz terbuka. Bersamaan dengan Deniz yang keluar bersama Ayla di gendongan nya.


Brakhh...


Pintu kembali tertutup.


Finn yang tadi berada tepat di hadapan pintu kerja Deniz. Masih terlihat mematung karna terlalu terkejut dengan apa yang beberapa detik yang lalu dia lihat.


Dengan perlahan Finn melihat ke Can dan bertanya bingung.


"Apa-yang-ter-jadi? Apa-itu-tadi?"


"Dia istri atasanmu Ayla Beyza Okan Gokhan Emre, sangat familiar bukan?"

__ADS_1


Can melangkah melewati finn ke pintu keluar. Meninggalkan Finn dengan keterjutannya.


__ADS_2