ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE
ZEE SEMANGAT BERLATIH


__ADS_3

..."Melakukan sesuatu sebab cinta dan bersama orang yang menyamankan tentu menyenangkan." (Zee)🥀...


..._______________________________________...


"Bukan, bukan begitu, Zee. Lihat posisi tangan gue!" Bias sedang mengajari Zee cara melempar bola dari posisi dada.


"Be-gini, Ka-k?" Zee melihat teliti posisi tangan Bias dan mengikutinya.


"Oke good. Intinya setiap lemparan harus yakin! Kemana bola mau lo arahin, mata lo harus fokus ke posisi itu." Zee mengangguk.


"Oke udah 5 gaya yang tadi gue ajarin, coba lo sebutin sambil lo praktekan!"


"Nga-cak bo-leh, Ka-k?"


"Boleh, yang penting lo paham!" Setelah mendengar jawaban Bias, Zee mulai mencontohkan beberapa gerakan lempar sesuai yang Bias ajarkan.


"I-ni, overhead pass atau melempar bo-la dari posisi di atas kepala. I-ni bounce pa-ss, melempar bola lebih dari sa-tu lang-kah dengan cara dipantul-kan ke-lantai. I-ni baseball pass, melempar bola dari posisi di atas atau di belakang kepala dan i-ni behind back pass atau me-lempar bola dari belakang tu-buh dengan memantulkan ke lan-tai. Yang ke-lima, yang terakhir ki-ta lakuin ta-di, melempar dari arah da-da," ucap Zee sambil menggerakkan tubuh memindah-mindahkan posisi bola. Bias mengangguk-angguk dan tersenyum, ia senang Zee ternyata memiliki daya ingat yang kuat.


"Ka-k, gi-mana? A-pa pen-jelasan a-ku ada yang salah?" Bias menggeleng.


"Lo keren Zee. Semua sempurna!" Setelah menatap Zee, Bias melanjutkan lagi katanya.


"Oke sekarang gue mau tunjukkin lo cara menggiring bola atau biasa disebut dribbling atau dribble."


Bias memastikan Zee melihatnya seksama baru melanjutkan penjelasannya.


"Dalam olahraga bola basket, cara yang dilakukan untuk menggiring bola seperti yang kita tahu adalah dengan memantul-mantulkannya ke lantai sambil bergerak. Teknik menggiring bola itu ada dua cara, menggiring bola rendah (posisi di bawah lutut) dan menggiring bola tinggi (posisi lebih tinggi dari lutut)."


Zee terus memperhatikan Bias bicara, ia menelusuri wajah mempesona Bias dan bergeming.


Ka-k Bi-as ganteng banget dari deket kayak gini, dia baik dan sabar banget njelasin semuanya ke aku. Aku nggak boleh ngecewain kak Bias.

__ADS_1


"Zee ...? Hallo Zee?" Bias menggerakkan tangannya di depan wajah Zee.


"Eh, ma-af, Ka-k."


"Ada yang lo bingung? Kok ngelamun sih?" ucap Bias.


"Eh, ng-gak kok, Ka-k. Ma-af!"


"Fokus lagi, ya!" Zee mengangguk sambil terus mengatur detak jantungnya yang terus berdetak cepat berada dekat dengan Bias. Zee kembali mendengar seksama penjelasan Bias.


"Kedua cara dribble bola tadi tentu memiliki tujuan masing-masing. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan, sedangkan menggiring bola tinggi bertujuan sebagai persiapan untuk melakukan serangan ke daerah pertahanan lawan. Satu poin penting yang harus diperhatikan dalam menggiring bola adalah menjaga kontrol tangan terhadap bola sehingga bola tidak direbut oleh lawan. Gue akan tunjukkin caranya ke elo."


Setelahnya Bias tampak memantulkan bola basket dan menunjukkan perbedaan kedua cara tadi, Zee yang sebenarnya bukan orang asing dalam permainan basket langsung memahami setiap gerakan Bias. Ya, Zee sebetulnya pernah mewakili sekolahnya saat SMP dalam pertandingan basket pula, tapi saat itu timnya hanya menjadi juara harapan.


"Sekarang lo coba sambil lo jelasin tujuan setiap gerakan kayak tadi ya, Zee!" Zee mengangguk dan langsung memainkan bola dengan tangannya.


Bias terkesima.Ya, Bias tak menyangka Zee sangat cepat belajar. Ia senang dan tak menyadari bahwa Zee sebetulnya memang seorang pemain basket.


"Oke kita istirahat dulu ya Zee!" Zee mengangguk dan berbaur dengan teman-temannya kelas 10 yang juga sedang beristirahat. Diam-diam Zee terus memperhatikan Bias menjauh, Bias tampak naik ke lantai atas.


Lima belas menit berlalu, Bias tampak turun. Zee sudah berdiri di lapangan tempatnya tadi berlatih, sedang teman-temannya tampak sudah memulai latihan bersama Andra dan kemal. Bias langsung mendekati Zee.


"Gimana setelah rehat, udah lebih fresh?" tanya Bias. Zee mengangguk dan tersenyum.


Lain dengan Zee yang tampak bersemangat, Bias sebaliknya. Wajah Bias agak berbeda, ia tidak sesemangat sebelumnya tapi berusaha profesional dan tetap terlihat baik di depan Zee. Ia tak ingin memperburuk mood Zee.


"Oke yang selanjutnya kita kita belajar pivot. Pivot itu gerakan berputar dengan menggunakan satu kaki sebagai poros. Gerakan ini dilakukan untuk menyelamatkan bola dari jangkauan lawan. Biasanya, pivot diikuti dengan melakukan 3 gerakan lainnya, yaitu dribble, passing dan shooting__________ (skip)


Latihan terus berlanjut, Bias profesional dan fokus mengajari Zee, pun sebaliknya Zee juga bersungguh-sungguh. Zee tak ingin mengecewakan Bias. Ya, mendengar penuturan Bias yang ingin Zee melakukan semuanya untuk Bias, terus terekam di otak Zee. Zee senang dan merasa Bias memperhatikannya. Juga mata Bias yang mengiba menginginkannya bergabung juga terus melekat di otak Zee. Keduanya masih sama-sama fokus saat seorang lelaki mendekat.


"Udah dulu, Bii! Jam 5 nih. Kasihan anak orang lo bikin capek!" Bias menggeleng-geleng sadar Johan lagi-lagi sedang menggodanya. Zee yang mendengar candaan dua lelaki di dekatnya tampak malu, ia menunduk menutupi wajah bersemunya.

__ADS_1


"Eh Zee, kita udahan latihan, ya! Lo bisa gabung sama temen-temen lo yang lain dan pulang. Jangan lupa besok kita latihan lagi," ujar Bias.


"I-ya, Ka-k." Sambil menunduk Zee perlahan menjauh dan bergabung dengan teman-temannya. Zee malu.


"Lo lihat tuh anak? 100% gue yakin doi suka elo, Bii!"


"Bang, Bang ... nggak usah lah bahas beginian. Gue lakuin cuma buat sekolah, Bang!"


"Canda Bii. Eh gimana tuh anak? Cepet belajar gak dia?"


"Bagus dia, Bang. Setiap gerakan selalu bisa dipraktekin dengan benar. Kayak emang udah pemain aja. Gue yakin banget Zee bakalan bisa gantiin Mayang!"


"Wahh keren dong!"


"Bang sorry, gue duluan ya! Gue masih ada urusan sama yang di atas!" Bias melirik sebuah kelas di lantai 2, baru menatap Johan.


"Emang tuh cewe masih latihan?"


"Iya, harusnya sih jam segini doi mau pulang juga. Gue susulin ke atas dulu, ya!"


"Oke oke, paham!"


"Bii!"


"Yup?"


"Jangan cinta-cinta banget!" Bias terkekeh sambil mengangkat ibu jarinya, ia dengan cepat meraih tas punggung dan menaiki satu-persatu undakan tangga.


Maunya begitu, Bang. Tapi nih cewe semangat gue dari SMP. Gue sayang banget sama dia ....


...________________________________________...

__ADS_1


🥀Happy reading😘


🥀BIG HUG untuk semua yang masih menantikan kelanjutan kisah ini🤗🤗❤️❤️


__ADS_2