ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE
SAMA SAJA!


__ADS_3

BUG


Sebuah pukulan sudah mendarat di bibir Bias dan darah mengalir dari luka robek di sudut bibir itu.


"Bang Jo, jangan pukul kak Bias! Bang Jo kasar!"


"Yang ...!"


"Aku gpp, Zee!"


"Ada apa ini? Keluar! Keluar kalian! Tampang kantoran tapi kelakuan seperti anak kecil! Jangan berkelahi di sini! pergi kalian semua!" Manajer Kafe megekor 3 insan yang dimabuk cinta hingga berbuat di luar nalar kedewasaan otak mereka beberapa saat lalu keluar dari Kafe.




Tiga insan kini duduk di bangku sebuah taman. Agaknya tiga insan mulai sadar perilaku mereka barusan sungguh memalukan. Johan berdecih dan membuang wajah. Hati itu sakit. Zee bukannya duduk di sampingnya justru duduk merapat pada Bias.

__ADS_1


Setelah beberapa saat ketiganya terdiam, Bias angkat bicara. "Jadi lo ikhlas ngelepas Zee kan, Bang!"


"Jangan harap!" ketus Johan.


"Bang Jo, aku minta maaf ...! Tapi aku nggak bisa jalan lagi sama bang Jo! Biarin aku bebas, Bang!" lirih kata itu terucap.


"Kamu nggak sadar sama yang kamu ucap, Yang! Bias cuma suka karena kamu cantik. Kamu cuma buat pelarian dia aja pasti! Karena dia tau kamu begitu cinta dia!"


"Aku serius belajar mencintai Zee, Bang!" sela Bias.


Johan tertawa. "Haaa ... Lo bisa bohongin Zee, tapi nggak gue! Gue tau banget gimana lo cinta mati sama Nasya! Lo nggak akan bisa lupain Nasya! Lo cuma suka kecantikan Zee aja, Bi!" Zee menelan ludah kasar mendengar ucapan Johan.


Johan bergeming sesaat baru berkata, "Lo cuma ngalihin semua biar Zee benci gue, Bi! Cara sampah!"


"Bener nggaknya cuma lo yang tau, Bang! Hanya aja gue nggak akan lupa gimana lo dulu ngeremehin kemampuan Zee saat pertama gue ajuin Zee buat masuk tim basket putri gantiin Mayang. Saat itu lo cuma lihat fisik Zee dan langsung judge Zee gak akan bisa. Oh ya, lo juga gak mau megang Zee saat itu. Lo bilang apa ...? Lo aja Bi yang latih dia, jelas banget dia suka elo! Haa ... apa itu namanya kalau bukan lo manfaatin rasa suka Zee ke gue dan bikin Zee nanjak dan semangat latihan, sampe akhirnya bisa buat sekolah kita unggul!" Johan seketika diam.


Zee mengalihkan wajahnya kini pada Johan. Wajah itu tampak sedih melihat dua sosok lelaki di hadapan yang menyatakan menyukai dirinya saling beradu mulut. Yang lebih fatal kemungkinan besar kedua lelaki itu tidak benar-benar tulus dan hanya menyukai dirinya sebab kecantikannya saja.

__ADS_1


"Tapi sekarang gue bener-benar sayang Zee!" lugas Johan.


"Berarti bener kalau awalnya lo juga suka karena Zee cantik!"


"Terserah! Yang jelas sekarang gue sayang Zee dan akan pertahanin Zee!"


"Kalo gitu gue juga gak salah dong melihat kecantikan Zee! Dan gue juga sekarang mulai sayang Zee!"


Zee yang sebelumnya sudah tau Bias menyukainya sebab ia cantik, mendadak otaknya tidak membenarkan semua. Tak hanya Bias, ia juga tak membenarkan Johan. Kedua pria di hadapannya nyatanya sama saja senang karena kecantikannya.


Apa semua pria seperti itu? decak Zee dalam hati. Perlahan ia mengangkat badan dan berjalan menjauh.


"Zee, mau ke mana, Sayang?"


"Yang, maafin aku!" ucap Johan setelah Bias selesai bicara. Bias tampak berdiri mengejar Zee, Johan turut mengejar. Zee berbalik.


"Stop! Kalian berdua silahkan lanjutkan bicara! A-ku ... ma-u sendiri!"

__ADS_1


...________________________________________...


🥀Happy reading😘


__ADS_2