
"Yah Ayy, gimana dong ... cowo gue ngajak ketemu. Lo hubungin sopir lo aja biar jemput!" ucap Siska yang kini masih berada di rumah Zee. Ia dengan gerakan cepat memakai sepatu sportnya dan berdiri.
"Lo nggak bisa apa Sis, anter gue dulu baru nemuin cowo lo. Lo yang bilang tadi bakal nganter gue, jadi sopir gue pergi sama kakak gue."
"Ayy, please kali ini lo naik taxi online ya, lo tau sendiri hubungan gue sama Rendra lagi kurang baik belakangan ini dan gue mau nyelesaiin segalanya sekarang. Please!" Ayu bergeming.
"Ayu pulang bareng gue aja, kalo mau sih! Noh mobil gue, rodanya dua, AC-nya alam!" Johan yang sejak tadi duduk dan membalik-balik majalah sambil sesekali memerhatikan Zaa mengerjakan tugas melontar kata.
Ayu melihat arah pandang Johan pada motornya yang terparkir di muka rumah. Ia terdiam sesaat dan memperhatikan penampilan Johan dari atas ke bawah.
"Ngapain lihat gue begitu?" Ayu menggeleng. Zee yang melihat wajah khawatir Ayu tersenyum.
"Bang Jo bisa dipercaya kok, Yu," lontar Zee.
"Makasih, Sayang."
"Ish, Bang Jo ngomong aneh-aneh aku getok, ya!"
"Sorry Zee, bercanda!" Johan terkekeh.
"Tuh bener, lo bareng bang Jo aja, Yu! Udah ya gue pulang. Bye all ...!" Siska segera berjalan cepat menuju mobilnya terparkir. Ya, kondisi rumah Zee yang agak masuk ke dalam dan gang itu tidak bisa dilalui mobil membuat Siska memarkirkan mobilnya di sebuah lapangan tidak jauh dari rumah Zee.
"Gimana? Mau bareng nggak? Gue mau balik sekarang soalnya!"
"Zaa Sayang, panggilin Bunda, ya! Kak Jo mau pulang!" Zaa segera menuju kamar Farah.
Setelah berpamitan, Jo segera bersiap pulang. Ayu yang tidak pernah naik taxy online dan agak paranoid dengan berita yang pernah ia baca mengenai aksi pelecehan dalam taxy online (Tidak semua yaa😉) akhirnya memilih ikut dengan Jo.
"Bang Jo, jagain temen aku!"
"Pasti, tenang aja. Sampe ketemu besok Zee!"
"Besok bang Jo dateng lagi?"
"Gue janji sama Joy dan Zaa ngajak mereka muter-muter naik motor!"
"Oh."
"Yuk, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
_______________________
"Ayy, laper nggak?" teriak Jo di tengah perjalanan keduanya
"Sedikit."
"Cari makan dulu, ya!"
"Anter aku pulang dulu, Bang!"
"Gue pasti anter lo setelah makan! Perut gue minta diisi dulu!"
"Anter aku dulu, Bang!"
__ADS_1
"Lo takut sama gue?"
"Bu-kan! Ng-gak kok!"
"Berarti lo setuju temenin gue makan."
•
•
"Bang Jo pesen makannya banyak, emang habis tuh?"
Jo terbahak. "Lo sangsi? Habis lah! Makan gue emang banyak!" Ayu mengangguk-angguk.
"Udah makan makanan lo, jangan ngeliatin gue terus! Kata orang cinta itu dari mata turun ke hati. Jangan sampe lo nanti suka sama gue, hati gue udah ada yang isi!"
"Bang Jo geer-an, ya!" ucap Ayu menggelengkan kepala dan fokus pada makanannya. Jo diam-diam memperhatikan wajah itu. Ayu berbeda dari Siska yang terlihat ketus dan sombong jika belum kenal, sebaliknya Ayo low profile, sopan dan baik, tidak sombong.
"Eh, Ay ... Lo kan tau kalau Zee di sekolah jelek, kok lo mau sih jadi temen Zee? Gak malu gitu?"
"I-tu____
Ayu memang tipikal kurang pintar berbohong. Kini ia berusaha menjawab, tapi kata yang keluar justru terbata. Ayu bingung apakah harus jujur mengenai niat awalnya dulu berteman dengan Zee adalah karena Zee pintar.
"Kenapa? Apa lo dulu mau temenan sama Zee karena Zee pinter?"
"Eh___?" Ayu kaget Johan seperti bisa membaca hatinya.
"Kok cuma eh?"
"Terbata lagi! Nggak usah dijawab perkiraan gue bener!"
"Bang Jo, apa sebetulnya maksud ba-ng Jo mau anter a-ku?" Ayu menatap Jo dengan takut saat ini, ia menghentikan makannya.
"Zee pernah cerita, lo berdua yang lebih dulu nemuin surat cinta yang katanya dari Bias itu di laci meja Zee, bener?"
"I-tu___
Ayu yang mulai paham ke mana arah pembicaraan Jo semakin terbata bicara. Ya, sepintar-pintar kebohongan disimpan, kelamaan ia akan tampak.
"Bener, gak?" Suara Johan meninggi.
"Bener Bang!" Ayu yang takut menjawab dengan cepat.
"Lo berdua nemu aja? Atau buat surat itu juga?" Johan lagi-lagi bertanya dengan santainya. Ia mendenting-dentingkan ujung sendok setelahnya. Johan tak sabar menunggu jawaban itu.
A-ku ... mau panggil taxi on-line, Bang!" Ayu meraih ponsel di tangannya dengan bergetar. Johan semakin yakin dengan asumsinya.
"Ehh, mau ke mana, sih!" Johan mencekal lengan Ayu dan ayu dengan pandangan mengiba berusaha melepaskan tangannya.
"Le-pas, Bang!"
"Suruh siapa lo pergi? Urusan kita belum selesai!"
"A-ku banyak tu-gas, ma-u pulang!"
__ADS_1
"Oke, kalau gitu ini yang terakhir!" Wajah ayu mendangak.
"Lo sama Siska mau jujur dan minta maaf sama Zee langsung! Atau gue yang ngasih tau Zee tentang siapa pembuat surat palsu itu sebenarnya!"
"Please Bang, ja-ngan!"
"Haa ... jadi bener! Kenapa? Waktu buat tuh surat lo berdua santai, kan? Gak mikir imbasnya! Kenapa sekarang takut!"
"Zee, nggak akan temenan sa-ma kita la-gi!"
"Lo berdua takut nggak dapet contekan jawaban dari Zee lagi?"
"Bukan i-tu! Kita merasa ber-salah dan tulus temenan sama Zee seka-rang!"
"Emang lo berdua bisa tulus juga?"
"Suwer, Bang! Kita sekarang tulus?"
"Oke males gue negosiasi! Kalo lo berdua tulus. Segera minta maaf! Kesalahan harus dipertanggungjawabkan! Enak bener lo berdua hidup enak-enak, sedang Zee selalu dipenuhi tanya siapa orang yang tega nyakitin dia!"
"Jangan, Bang! Kasihan Zee!"
"Telat ngomong itu! Besok gue nggak mau tau lo udah minta maaf sama Zee!"
"Be-sok?"
"Iya besok! Lo denger sendiri tadi, kan? Gue besok mau ke tempat Zee, kalo gue tau lo dan Siska belum minta maaf, terpaksa gue yang akan bilang sama Zee!" Ayu bergeming.
"Jangan bingung, lah! Kalo gue jadi lo, seperti apapun reaksi Zee, gue akan jujur! Setidaknya gue nggak akan dihantui rasa bersalah. Itu gue! Gak tau lo berdua ngerasa begitu apa nggak!"
"Ka-mi merasa bersalah, Bang!"
"Udah gue duga! Lo sering bawa sembako ke rumah Zee, karena lo berdua ngerasa bersalah!" Ayu akhirnya mengangguk.
"Bilang maaf ke Zee, gue akan bantu lo berdua dapet maaf Zee!"
"Bener, Bang?"
"Gue nggak pernah main-main sama omongan gue!"
...________________________________________...
🥀Happy reading😘
🥀Maaf kalau suka ada typo, waktu senggang Bubu baru cek dan langsung revisi. Dimaklumi, yaa😁😍😍
🥀Makasih atas komen, like dan gift yang kalian berikan untuk Zee, in Syaa Allah dicatat kebaikan karena menghargai kami menulis❤️❤️
🥀Oh ya, untuk 3 top Fans, yang Rangking Umum ya, bukan Rangking mingguan!😉 Ini top Fans sementara.
🥀Mampir ke karya sahabat literasi Bubu juga, yuk!😍
__ADS_1
🥀Bubu sayang kalian semua😘😘