ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE
STRAWBERRY ATAU ANGGUR?


__ADS_3

Hari semakin malam, dua insan sudah berada di kamar yang dihias cantik dengan warna pink nan lembut dengan hiasan-hiasan vas mawar di setiap sudut kamar. Zee masuk ke kamar mandi seperti biasa menggosok gigi sebelum tidur. Hingga Zee keluar dan Bias dibuat kaget dengan pakaian yang Zee pakai.


"Ya ampun, Yang ... kamu pakai baju itu sih?" Bias terperanjat kaget.


"Aku cantik kan, Yang. Lucu." Zee tersenyum dan beranjak ke depan cermin. Tampilan cantik dengan dress selutut bergambar Spongebob terlihat sedang membersihkan wajahnya. Tak lama ia menuju ranjang di mana Bias duduk di sana.


"Hai ganteng, kamu ngapain di kamar aku?" Zee senang meledek Bias.


"Jangan lupa dong, aku sekarang suami kamu, Sayang. Jadi kita mulai berbagi ranjang," lirih Bias.


"Tapi kasur aku kan kecil, Yang!"


"Gak pa pa semakin kecil semakin bagus!"


"Ih jangan mesum loh, Yang!"


"Haaa ...." Bias tertawa.


"Duduk sini, Yang!" Bias menepuk tempat disampingnya Zee menurut. Bias langsung meraih kepala itu untuk bersandar padanya.


"Alhamdulillah akhirnya kita nikah juga, Yang!" Zee mengangguk.


"Kita sekarang udah terikat, kamu akan selalu ada di samping aku. Gak ada yang bisa misahin kita!"


"Iya! Terima kasih ya, Yang. Cuma untuk bersama aku kamu rela tinggalin keluarga kamu. Jujur aku selalu sedih kalau inget itu, kamu pasti rindu keluarga kamu, kan?" Bias tersenyum.


"Jangan fikirin itu, yang jelas kalau aku nggak ninggalin rumah, aku akan terus mengekor papa dan gak terfikir berbisnis sendiri!"


"Kamu hebat, Yang. Tekad kamu kuat, perencanaan kamu juga keren. Aku bangga. Ternyata hatiku gak salah memilih tempat berlabuh!"


"Kamu buat aku geer!" Bias tersenyum sesaat, ia berucap lagi. "Tapi salah! Kamu yang hebat! Kamu yang selalu bangkitin semangat aku! Terima kasih, kamu terbaik ... Zivanya!" Zee kini yang tersenyum.


"Eh ada yang mau aku tunjukkin ke kamu, Yang!" ucap Bias lagi.


"Apa?"


Bias bangkit meraih ponsel dari kantong ranselnya dan duduk di samping Zee lagi. Ia menekan tombol di sisi kanan ponsel hingga ponsel itu menyala dan terus menggulir-gulirkan jari setelahnya.


"Itu ponsel siapa, Yang?"


"Ponsel lama aku! Sebentar ya, ada yang harus kamu lihat!"


"I-ni coba kamu lihat! Gulir terus setelahnya ke kanan!" ucap Bias setelah beberapa saat. Zee meraih ponsel di tangan Bias dan terperanjat.


"Yang ... kenapa banyak____


"Foto kamu!" Zee mengangguk, netra itu seakan menunggu Bias bercerita.


"Setelah pulang dari acara Nasya dulu itu, aku yang lagi kesel ngacak-acak lemari dan ponsel itu tiba-tiba jatuh. Pas aku buka, reaksi aku kayak kamu sekarang. Kaget. Ternyata dibanding foto Nasya, foto kamu lebih banyak ada di HP aku."


"Ini waktu kita lomba mapel ngewakilin sekolah kan, Yang? I-ni waktu aku tanding basket ... i-ni waktu aku latihan sama tim putri. Duh Yang, kenapa bisa banyak foto aku di hp kamu. Mana aku pas masih item lagi! Aku ternyata jelek banget ya, Yang!" Zee sesekali menyembunyikan wajahnya ke bahu Bias. Bias tertawa.


"Padahal aku tuh foto netral ke semua anak, tapi gak tau pas aku lihat ulang, kok kamu selalu terdepan." Bias lagi-lagi tertawa.


"Ihh, kamu ngeledek aku, Yang? Kamu ngetawain aku? Hapus aja, ya! Aku bahkan takut lihat wajah aku sendiri ...." Tawa Bias semakin semringah.

__ADS_1


"Eh jangan, jangan!" Bias menahan jari Zee yang ingin menghapus foto-foto itu.


"Kenapa gak boleh?"


"Buat kenang-kenangan kalau kita punya anak, dulu ibunya pernah item!"


"Tapi itu kan item bohongan, Yang!"


"Sama aja, intinya wajah kamu pernah item!"


"Ih jahat! Jahat!" Zee mengangkat kepalanya dan mulai melempar-lempar bantal ke arah Bias. Bias yang senang menggoda Zee menangkap bantal yang dilempar Zee dan membalas melemparnya lagi.


"Kok kamu bales aku, Yang!" ucap Zee saat sebuah bantal mendarat di bahunya.


"Biarin kamu yang mulai!"


"Awas kamu, Yang!"


Keduanya terus asik dengan aktifitas saling melempar, menangkap, berlari hingga tanpa disadari penghuni rumah itu ikut terganggu dengan suara tawa dan rengekan Zee.


"Zee, Bias! Ayo tidur! Apa kalian tidak lelah!" Suara Farid seketika menghentikan aktifitas keduanya. Keduanya bergeming saling menatap.


"Iya, maaf Ayah sudah mengganggu!" teriak Bias.Ia mendekati Zee setelahnya.


"Kamu sih yang mulai!"


"Hee, ma-af Yang. Udah yuk kita tidur! Aku ngantuk!" lirih Zee. Bias mengangguk.




Jemari itu mengusap-usap pipi Zee. "Kamu cantik banget, Yang!"


"Gombal!" Zee menarik selimut menutupi wajahnya.


"Kok ditutup, sih!" Bias berusaha membuka selimut, namun Zee menahannya. "Yang, ngeliat aja dilarang sih!"


"Aku malu dilihat begitu!"


"Tapi aku berhak lho menatap wajah istriku sendiri. Dari pada aku melihat wanita yang lain?"


Zee seketika menampakkan wajahnya. "Jadi kamu kepikiran lihat-lihat wanita lain, Yang?"


"Makanya bolehin aku natap kamu, dong!" Zee tampak berfikir. "Hem, iya boleh."


Bias menarik tubuh Zee ke dalam dekapannya, keduanya saling menatap. "Begini ya kalau udah nikah, bisa pelukan yang lama tanpa takut ketauan!" Zee tersenyum, sesekali mendangak, sesekali membenamkan wajahnya ke dada Bias. Zee suka dengan harum parfum yang dipakai Bias.


"Yang, sadar nggak sih ini malam pertama kita! Tapi baru satu ranjang dan peluk kamu aja aku udah seneng banget!"


"Aku juga seneng!" bisik Zee.


"Kalau pengantin baru yang lain pasti lagi ehem ehem, Yang!" Zee tersenyum.


"Bajunya juga bukan pakai motif Spongebob, tapi yang ber-renda."

__ADS_1


Zee menaikkan tubuhnya dan berbisik. "Jangan bilang kamu mau ehem-ehem juga! Ingat komitmen kita lho, Yang! Aku jangan hamil dulu!"


"Duh Yang, ini godaan banget!" lirih Bias melihat aset Zee tepat di hadapannya.


"Eh aduh, maaf gak sengaja." Zee tersenyum, ia menurunkan tubuhnya dan kembali memeluk Bias.


"Yang ... sini!" Bias menaikkan bahu Zee hingga wajah keduanya berhadapan.


"Yang ...!" Zee bingung melihat tatapan Bias.


"Janji aku nggak macem-macem kok! Mau nagih yang ini aja!" Bias terus mengusap bibir Zee. Zee masih menatap wajah itu sambil sesekali menelan salivanya, tak lama dirasa jemari Bias sudah berpindah ke tengkuknya dan bibir Bias menyambangi bibirnya.


"Yang, tangannya!" Lirih Zee saat pagutan keduanya terlepas.


"Cuma pegang, Yang!" Wajah itu mengiba, belum lagi Zee mengiyakan tangan itu sudah bergerilya nakal di titik-titik sensitif tubuh Zee. Bibir Bias juga terus gencar bermain-main.


Tubuh Zee semakin meliuk-liuk, ia menahan wajah Bias yang sedang bermain di lehernya. "Yang ... u-dah, Yang!" lirih Zee tak menyadari dress yang ia pakai bahkan sudah terangkat dan pengait bra-nya sudah terlepas.


"Kamu geli, Yang?"


"I-ya, udahan ya! Udahan ma-in mainnya!" Suara Zee yang bertambah berat menahan has rat semakin membuat Bias bersemangat.


"Aku mau main-main yang le-bih, Ya-ng!" lirih Bias.


"Nggak, Ya-ng. nanti aku hamil! Aku belum K-B!"


"Nggak akan ha-mil!" Zee mantap netra itu. Bias seperti dirinya juga sudah berhas rat. Ia mengambil sesuatu dari bawah bantal yang dipakai.


"Aku punya i-ni, Yang!"


"Yang, kamu___ Kamu nakal ihh!"


"Strawberry apa anggur, Yang?"


...________________________________________...


🥀Haduh entah apa yang aku tulis🤧🤧


🥀Genrenya aku ganti, takut bocil/teen baca🙄


🥀PROMO KARYA SAHABAT BUBU, YUK BACA DIJAMIN BIKIN PENASARAN DAN OKE CERITANYA❤️❤️


JUDUL : TENTANG BINTANG DAN GALAKSI


AUTHOR : CHIKA CSI


BLURB :


“Kamu itu nggak pantas ikut lomba! Berkacalah! Lihat wajahmu yang buruk itu! Dipenuhi bercak putih nggak jelas! Aku rasa itu adalah alasan, kenapa kamu dicampakkan sama keluargamu sendiri!" ~ Bulan Purnama


"Jika bisa memilih, aku juga ingin memiliki wajah cantik sepertimu, Bulan. Mengenai lomba ini aku hanya mengikuti lomba baca puisi! Bukan lomba kecantikan! Apa orang sepertiku tidak pantas memiliki prestasi walau hanya secuil?" ~ Bintang Bellatrix


"Kamu itu tidak aneh, tapi unik! Nggak usah dengerin apa kata orang. Pura-pura tuli dan buta, terkadang bisa menjadi alternatif terbaik untuk menjaga hatimu sendiri. Setiap orang dilahirkan spesial, dan kamu adalah salah satunya!" ~ Galaksi Milkyway


(Kisah ini berdasarkan pengalaman pribadi author yang didramatisir)

__ADS_1


__ADS_2