
"Lihat a-pa, Zee?" Siska yang baru tiba langsung mendekat ke arah Zee.
"Biasanya kak Bias di jam ini lewat koridor itu, tapi aku belum lihat juga!"
"Zee, udah! Mau sampai kapan lo begini!" Zee tersenyum getir tanpa menoleh.
"Aku juga nggak tau. Ngelihat kak Bias, kak Nasya, suasana kantin, selalu bikin aku inget kejadian sore itu. Aku marah dan kesel, tapi hati aku udah suka kak Bias! Mau ngelupain nggak bisa! Aku seneng lihat dia walau cuma dari jauh!"
"Zee ... buka aja topeng lo! Gue yakin kak Bias pasti mulai perhatiin lo." Siska berucap sangat lirih. Ya, ia sudah berjanji akan menjaga rahasia Zee.
"Nggak, biarin aku suka begini."
Seorang gadis masuk ke dalam kelas dan berjalan dengan cepat. Mata itu langsung mencari wajah sahabatnya.
"Ayy, baru dateng sih? Biasanya lo yang paling cepet dateng daripada kita berdua," ucap Siska.
"I-ya, gue kesiangan. Sis, bisa ngobrol sebentar nggak?"
"Ngobrol aja kali, formal amat!"
"Iya, ayo deh, sebentar aja!" Zee yang masih asik menatap ke luar jendela tak menggubris aktivitas teman-teman yang kini menepi berdua itu.
"Apaan sih?"
"Bang Jo__
"Cie yang semalem dianter Bang Jo. Eh, muka lo kok panik gitu? Hmm ... jangan-jangan bang Jo nembak lo ya? Ayo jujur!"
"Kebalikannya! Bang Jo ngancem gue!"
"Ngancem? Emang lo ada masalah apa?"
"Ini bukan tentang gue, tapi kita!"
"Lo makin aneh!"
"Bang Jo tau kalau kita yang buat surat cinta palsu itu!"
"What?"
"Dia mau hari ini kita jujur dan minta maaf sama Zee, atau nanti sore di sendiri yang akan ngasih tau ke Zee!"
"Hah? Sure? Hari i-ni?"
"Iya, gimana dong! Zee bakalan gak mau teman sama kita lagi!"
"Duhh! Kepala gue pusing, bang Jo kok bisa tau, sih?"
"Mana gue tau!"
KRINGG
"Udah bel, lanjut nanti!" Ayu mengangguk.
__ADS_1
_________________
"Kalian mau ajak aku ke mana?" Tiga raga gadis sudah berada dalam sebuah mobil. Siska yang sudah mahir mengemudi langsung mengarahkan mobil itu ke sebuah Mall. Ia kini mengedar pandang mencari tempat parkir kosong di lantai basemen.
"Ngapain kita ke Mall?"
"Seneng-seneng lah, Zee!"
"Tapi kan tugas kita lagi banyak!"
"Sebentar aja kita refresing Zee," ucap Siska membuka seragamnya dan kini hanya memakai kaos tanpa lengan, ia meraih jaket yang tergantung di jok belakang dan menggunakannya. Ayu melakukan hal yang sama, ia tanpa malu membuka seragam yang menjadi penutup pakaian dalamnya dan meraih kaos yang disodorkan Siska.
"Ini lo juga ganti, Zee!" Siska menyodorkan sebuah kaos pula.
"Ganti di-sini?"
"Iya lah, di depan kita doang kali, ngapain malu, sih?"
"I-ni emang gak kelihatan dari lu-ar?"
"Nggak, kaca mobil gue gelap. Ganti, buruan!"
Zee membalik badan ke arah jendela dan mulai mengganti seragamnya.
"Lo itu putih banget sih, Zee?" ucap spontan Ayu melihat bahu terbuka Zee.
"Ihh kalian jangan lihat aku, aku malu!"
"Zee, Zee ... kalo yang ngelihat Bias baru lo malu. Kita doang kok!"
"Sorry!" lirih Siska.
Ketiga raga memasuki Mall, berhubung mereka sudah di luar sekolah. Zee mantap menghapus hitam di wajahnya di dalam toilet.
Kaki-kaki itu langsung melangkah menuju elevator yang menuju ke lantai atas. Wahana permainan menjadi tujuan mereka.
"Kita mau main di sini? tapi aku nggak mau pulang sore-sore loh!"
"Iya tenang, Zee! Yang penting kita nikmatin kesersamaan kita hari ini!"
"Bener Zee! Yeaaa ...!" pekik Ayu setelah saling melirik dengan Siska.
Berbagai wahana mereka naiki, ketiganya sangat bahagia dan terus tertawa. Hingga Zee minta mencari mushola dan mereka mengentikan acara bermainnya. Setelah beribadah ketiganya masuk ke sebuah rumah makan. Siska memesankan Zee banyak makanan, ia ingin Zee hari ini senang dan puas sebelum mereka mengutarakan hal sebenarnya tentang surat palsu itu.
"Sis, ini mubadzir! Terlalu banyak buat aku!"
"Tinggal makan sih! Kalo nggak habis bisa dibungkus untuk ibu dan dua adik lo!"
"Yup bener tuh!"
Ketiganya makan sangat lahap, hingga beberapa saat setelahnya, mereka memutuskan pulang. Zee berjalan dengan sebuah paper bag di tangan. Ya, benar prediksi Zee, makanan yang tadi dipesan Siska nyatanya terlalu banyak dan mereka memutuskan membungkus makanan itu.
Mereka baru turun dari elevator saat seorang gadis dengan dengan rok SMP dan kaos oblong pink berlari dan menabrak Zee hingga paper bag itu terlepas dan box makanan itu terjatuh di lantai.
__ADS_1
"Ka-kak, maaf!"
"Iya, kamu gpp? Kenapa lari-larian seperti tadi?" tanya spontan Zee mengambil box yang terjatuh.
"Ada barang aku tertinggal di resto di atas, aku takut hilang!"
"Jangan lari! Ini tempat ramai, Sayang!"
Sang gadis menatap Zee dari atas ke bawah dan tersenyum. "Terima kasih, Kak! Kakak cantik dan baik!" ucapnya membuat Zee ikut tersenyum.
"Bye Kakak, aku harap kita bisa ketemu lagi!" Zee menggelengkan kepala menatap raga yang sudah menaiki elevator namun terus melambai tangan ke arahnya.
"Ada-ada aja anak jaman sekarang!"
"Iya, dia lucu, cantik lagi!"
"Wah kalo punya abang pasti ganteng tuh!"
"Jangan mulai deh!"
Keduanya menuju mobil setelahnya, mobil itu dengan lancar membelah jalan hingga memasuki area pemukiman warga. Melihat sebuah lapangan, Siska menepikan mobilnya.
"Kalian mampir dulu, yuk!" Kedua insan di hadapan Zee bergeming saling menatap.
"Ihh kalian berdua kenapa sih, ditanya pada diem aja! Yaudah gak mampir gpp, tapi makasih banyak untuk hari ini. Aku seneng!" Wajah Zee terlihat semringah.
Baru saja Zee hendak membuka handel pintu, Siska memanggil. "Tunggu, Zee!"
"Eh, kenapa?"
"Ada yang mau kita omongin ke elo!" tambah Ayu.
"Apa hal penting? Serius banget wajah kalian?"
"Tentang su-rat i-tu! Surat kak Bias__
Zee mendengar seksama, hati itu entah mengapa mulai tidak tenang.
"Surat itu se-benar-nya___
Kedua insan saling menatap baru Siska melanjutkan ucapannya.
___Ulah kami." Kedua insan menunduk dalam.
Pintu itu terbuka, Zee langsung berlari dengan cepat ke arah rumahnya tanpa berkomentar. Paper Bag yang ada di samping Zee sampai terjatuh ke aspal. Dua raga dalam mobil menangis, mereka harus siap dengan yang terjadi esok hari.
...___________________________________________...
🥀Happy reading😘
🥀Like, komen, vote, gift selalu bubu tunggu. Semoga berkah rezeki kalian❤️❤️
🥀Terima kasih yang selalu menanti kelanjutan kisah Zee dan Bias. Big love pokoknya😍
__ADS_1
🥀Ini ada karya sahabat literasi Bubu yang akan buat kalian termehek-mehek. yuk mampir🤧🤧