
"Lo pasti karyawan baru! Lain kali gue nggak mau denger lo manggil gue Bapak!"
Dada Zee sesak, ia tak asing dengan suara yang baru saja didengarnya. Zee mengangkat wajah dan terhenyak!
"Duduk!"
"Hah?"
"Manajer lo gak bilang kalau gue lagi ke sini, gue seneng ditemenin!"
"Eh?" Bias memundurkan kursi di hadapannya dengan sebelah tangannya tanpa berkata, namun jelas ia meminta Zee duduk.
"Buruan duduk!" Melihat gadis di hadapannya masih saja mematung, Bias berkata lagi.
Zee menetralkan degup jantung yang memacu cepat seperti bertahun silam dan tidak sedikitpun berubah. Ia menghela napas panjang dan menghembuskannya perlahan, baru akhirnya ia duduk.
Kak Bi-as, aku melihat kakak lagi. Kemana saja kakak selama ini? Kakak hilang, tapi aku senang ternyata kakak hidup dengan baik. Kakak terlihat sehat, tubuh kakak bahkan lebih berisi, kakak masih dan selalu terlihat tampan.
Zee bergeming dan terus memperhatikan wajah di hadapannya seksama, kerinduan yang ia rasa selama ini akhirnya berujung. Zee senang bertemu lagi dengan Bias. Melihat wajah itu, menghirup aroma parfum itu dan bisa duduk begitu dekat membuat hati itu terenyuh. Bayangan kisah masa lalu itu hadir. Rasa sakit itu sudah hilang, tapi saat ini entah mengapa Zee merasa sangat sedih, otaknya masih tidak menyangka akan bertemu Bias di hari itu, di hari pertamanya bekerja. Kini Zee berusaha keras menyingkirkan sesak di hatinya, menahan bulir yang terus mendesak ingin ke luar dari pelupuk matanya.
"Gue nyuruh lo duduk cuma buat nemenin gue makan, jadi jaga mata lo! Gue nggak suka dilihat begitu!"
"Ehh."
Zee kaget bersamaan dengan jatuhnya bulir itu akhirnya. Zee dengan cepat menghapus bulir itu, menoleh sejenak baru melihat Bias lagi.
Bias melirik Zee sekilas dan melanjutkan makannya lagi. Ia begitu serius makan seperti sebelumnya, hingga beberapa saat setelahnya ia berucap.
"Lo baru lulus?"
"Hah?"
Bias tiba-tiba meletakkan garpu dan pisau di tangan, ia menatap Zee.
"Jangan dibiasakan menjawab tanya orang lain dengan 'Heh, Hah, Hoh,' itu nggak sopan!"
Setelah melihat Zee mengangguk, Bias melanjutkan makannya lagi.
"Jadi__ gimana?"
"Apanya, Ka-k?" Spontan panggilan kakak itu terlontar. Bias lagi-lagi melirik Zee, ia tersenyum.
"A-pa aku salah bicara, Ka-k? Kenapa ka-kak senyum?"
"Udah lama gue gak denger orang manggil gue kakak."
Zee menutup mulutnya, ia baru sadar sesaat lalu spontan menematkan panggilan itu.
"Lo kenapa?"
"A-ku akan ganti panggilan aku!"
__ADS_1
"Gue suka dipanggil kakak, daripada bapak!" ucap Bias dengan sebelah sudut bibir tertarik ke atas sedikit.
"Ini pasti pekerjaan pertama Lo!" tanya Bias lagi setelahnya. Zee mengangguk.
Acara makan itu selesai, Bias tidak menghabiskan makannya, ia menyisakan steak di piring, menyesap avocado di meja dan mengubah posisi duduknya menghadap jendela. Ia terus bergeming setelahnya menatap ke arah jalan.
Zee kembali menatap pancaran wajah itu, melihat wajah Bias yang seolah kosong, hati Zee ikut tersayat, namun Zee sebisa mungkin tak terbawa rasa itu. Pun Zee merasa harus pergi dari sana sebelum masalalu menguasai otak dan melemahkannya.
"Kak, kalau tidak butuh apa-apa, saya permisi?" Bias masih bergeming, baru Zee mulai mengangkat bokong, Bias bicara.
"Tetap duduk! Gue belum nyuruh lo pergi!"
"Ta-pi, Kak__ Aku harus kerja!" lontar Zee melihat jam tangan menunjuk pukul 15: 15.
"Manajer lo tau kok, duduk dan santai aja!"
Zee mengedar pandang mencari sosok manajernya. Zee memberi isyarat setelahnya pada lelaki tegap yang berdiri berbalut kemeja abu-abu dan celana bahan beberapa meter dari tempatnya duduk. Kemal menaikkan jemarinya ke atas dan sedikit melambai meminta Zee tatap di sana. Zee akhirnya menurut.
__________________
"Zee ... Zee ... gue baru lewat ruang guru dan gue punya kabar yang akan buat lo kaget!"
"Hah, apa?"
"Kak Bias, Zee___
"Kenapa?"
"Gue lihat kak Bias lagi pamit sama guru-guru di kantor! Doi mau pindah sekolah!"
"Hah, kasihan!" lirih Ayu yang duduk di samping Zee.
"Iya, Kak Bias ternyata begitu cinta kak Nasya!" ucap Siska lagi. Zee masih bergeming, ia sedih.
"Padahal cewe macam kak Nasya nggak pantes dicintai sebesar itu!"
"Betul, gue setuju!"
"Jaga bicara kalian! Semua orang pernah salah, jangan mudah men-judge!" ucap Zee dengan sebelah hati yang patah mengetahui Bias akan meninggalkan sekolah itu dan ia tidak akan bisa lagi diam-dia menatap wajah itu.
"Emang kenyataannya kok, orang masih SMA kok bisa berhubungan kelewat batas sama cowok sampe hamil, masih status pacar kak Bias pula lagi!"
"Iya, kasihan kak Bias harus ngerelain pacarnya nikah sama orang lain!"
"Yang lebih parah denger-denger tuh cowok ternyata kakak sahabatnya kak Nasya. Parah nggak tuh!"
"Iya, sebulan lalu habis kak Nasya keluar kak Helen juga pindah, kan!"
"Iya, malu lah dia!"
"Eh sekarang kak Bias juga mau pindah!"
__ADS_1
"Padahal sekolah mereka tinggal setahun lagi."
"Satu kesalahan, menghancurkan segalanya. Apa itu pribahasanya___
"Akibat nila setitik rusak susu sebelanga."
"Pinter juga lo, Ay!"
"Iya lah, makanya kita kalau pacaran harus pinter, jangan ke tempat sepi berdua, banyak setan!"
"Gue paling sama Ryan jalan ke Mall!"
"Sama sih, gue juga. Paling nongkrong di Kafe!"
"Eh, kira-kira kak Bias pindah sekolah ke mana, ya?"
"Mana gue tau, emang gue sodaranya!"
"Suer deh, gue kasihan sama kak Bias!"
"Eh, Zee ... lo mau ke mana?"
"Elo sih, udah tau Zee nggak suka kita bahas kesalahan orang lain! Pergi kan, dia!"
"Lo juga nyahut terus tadi. Eh, ke mana Zee, ya!"
"Yuk cari!"
•
•
"Zee ... lo di sini!" Setelah beberapa saat mencari-cari, Ayu dan Siska akhirnya menemukan Zee duduk di belakang sekolah.
"Zee ... lo nangis ...!"
"Aku tadi ke kelas kak Bias, tapi kak Bias nggak ada. Aku ke kantor dan cari keliling sekolah juga gak ketemu kak Bias. Kak Bias udah per-gi guys ...."
"Zee____
..._________________________________________...
🥀Nasya dan lain-lain masih nongol ya. Ada flashback 3 tahun yang terlewat itu juga tapi kita buat pelan-pelan😁😁
🥀Happy reading😘😘
🥀Posisi 3 top fans sudah mulai berubah ya😍😍
🥀Untuk pengumuman giveaway Bubu majuin besok malam ya, ayo kencengin lagi dukungan kalian🌹🌹
__ADS_1
🥀Mampir juga ke karya sahabat literasi bubu yuk🤩