ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE
MENCINTAI SENDIRIAN


__ADS_3

..."Yang paling buruk adalah penghianatan. Sebagaimana kaca yang retak, sekuat apapun kita merangkai lagi, semuanya tidak akan sama."🥀...


...______________________________________...


"Hai Zee, kamu murid pintar, senang kenal kamu. Kenalkan Nasya, pacar Bias!"


Bagaimana sakitnya hati itu sungguh tak bisa tergambar. Zee bahkan menghiraukan juluran tangan Nasya ke arahnya. Mata itu semakin memerah bersamaan dengan sesak yang semakin menyayat.


"Kak Bias aku mau bicara!"


"Oh, iya silahkan."


Zee melirik Nasya, jelas Zee tak ingin bicara sedang ada orang asing diantara keduanya. Zee masih bergeming, sedang Bias dan Nasya yang juga ikut penasaran tampak menunggu kata yang ingin disampaikan Zee.


"Aku ingin bicara berdua dengan Kakak!"


Kebulatan tekad Zee sangat terlihat dari kelugasannya berbicara. Zee yang biasanya berucap gugup dan terbata di depan Bias kini benar-benar dikuasai rasa yang baru pertama hinggap di hati itu, rasa yang membuatnya bahagia dan melambung sebab ia disukai lebih dulu oleh lelaki pahlawannya. Siapa yang tidak akan bahagia? Dan kini hati itu terluka, saat sang lelaki pengisi hati nyatanya bersama wanita lain.


"Kenapa harus berdua? Bicara di sini aja, ya. Nasya bukan orang asing, lo bisa bicara di depan dia." Nasya tersenyum tipis ke arah Zee, ia ingin Zee tak menganggapnya orang asing.


Kata-kata bukan orang asing sungguh mengusik Zee, lagi-lagi hati itu panas dan sakit.


Kakak jahat! Kalau dia bukan orang asing, terus bagaimana aku di hati Kakak? Bukannya Kakak bilang suka aku?


Zee mengangguk-angguk setelah berbicara dalam diamnya. Ia menatap lekat Bias dan mengeluarkan hal yang mengganggu otaknya belakangan ini.


"Kak Bias kenapa jahat sama aku, Kakak bilang suka aku, tapi kenapa Kakak bareng Kakak itu?" kata Zee dengan mata berkaca.


"Yang, dia ngomong apa?" Nasya melontar tanya dan Bias menggeleng lirih. Wajah itu bingung.

__ADS_1


"Zee, maksudnya apa ini? Gue gak paham."


"Kakak jangan pura-pura lupa! Ini surat dari Kakak aja masih aku simpan. Kakak bilang suka aku, tapi sekarang Kakak berkilah di depan dia! Aku juga udah bales surat Kakak. Kakak udah baca surat aku, kan? Kenapa Kakak sekarang pura-pura nggak tau?" Zee yang dikuasai kemarahan merogoh tangan ke dalam tas, mengambil sebuah amplop dari sana dan melempar amplop itu ke atas meja.


"Yang, i-ni su-rat a-pa? Kamu kirim surat ke dia? Suka dia?"


Bias memperhatikan wajah Zee. Ia masih bingung dengan yang terjadi dan menggeleng setelahnya.


Melihat Bias menggeleng, Nasya yang penasaran meraih amplop dan membukanya. Nasya membacanya perlahan sambil melirik ke arah Zee dan Bias bergantian.


"Zee duduk aja!" ucap Nasya yang melihat sejak tadi Zee berdiri di hadapannya dan Bias. Zee menurut.


"Yang, di dalam surat ini jelas kamu bilang suka dia! Apa Bias aku sekarang mulai jadi playboy?"


"Yang, aku nggak pernah kirim surat sama Zee!"


"Tapi ini jelas nama kamu, Yang! Nggak ada nama Bias lain di sekolah kita! Apa karena aku kemarin gak ngertiin kamu, terus kamu coba main-main sama dia?"


Melihat perdebatan di depan matanya hati Zee kian teriris sebetulnya tapi ia berusaha terlihat tegar, ia tidak merasa bersalah justru hati itu dipenuhi tanya mengapa Bias menyangkal surat itu.


"Aku nggak begitu, aku nggak nulis surat itu, Yang!" lirih Bias menggenggam tangan Nasya.


"Aku nggak percaya!"


"Yang, aku nggak mungkin suka dia!" lugas Bias meninggi. Bias meraih surat itu dan memperhatikan dengan seksama."Coba kamu lihat! Ini bukan tulisan aku, Yang!"


Kata-kata tidak mungkin suka dia, membuat Zee sakit dan seketika menyadarkan Zee mengenai kejelekan wajahnya saat ini. Zee memperhatikan wajah Bias. Zee tidak menyangka kata itu keluar dari bibir lelaki yang dipujanya. Zee berusaha keras tak menangis, ingin pergi tapi otaknya masih penasaran mengapa Bias terus menyangkal surat itu buatannya.


Bias sejujurnya tidak mengungkit fisik Zee, ia memang tidak mungkin suka Zee sebab di dalam hatinya hanya ada Nasya. Pun berbeda dengan Nasya, ia yang memperhatikan seksama tulisan surat itu kini yakin itu bukan surat dari Bias. Nasya menatap Zee, kecewa dengan perilaku adik kelas yang dikenal pintar nyatanya bisa menggunakan cara licik untuk mendapatkan Bias dan menjauhkan Bias darinya. Kini Nasya tersenyum menyeringai menatap Zee yang terlihat jelek di matanya sambil terus menggelengkan kepala. Ia yang sebelumnya bersikap ramah kini berubah.

__ADS_1


"Ck.. gue kasihan sama lo. Siapa tadi namanya, Yang? Zee, ya? Lo Zee, si anak pintar nggak gue sangka bisa-bisanya lo ngelakuin cara rendah begini buat narik simpati Bias! Lo itu harusnya ngaca! Lo ngerasa cantik? Kucing aja kabur gue rasa ngeliat wajah jelek lo. Lo jangan pikir dengan cara begini bisa misahin Bias dari gue! Bias pacar gue. Denger! Pacar! Punya gue! Dan Bias pun juga nggak akan suka sama cewek jelek model lo!"


"Yang, udah Yang! Jangan bicara kasar!"


"Biarin! Biar dia sadar dan berhenti ganggu kamu!"


"Tapi bisa bicara baik-baik, kan?"


"Kamu kok jadi bela dia, Yang? Kamu tuh nyebelin!" Nasya berdiri dan bergegas pergi.


"Yang, tunggu!"


"Zee, gue nggak mau bahas tentang surat itu, tapi gue pastiin kalau gue nggak akan pernah suka elo. Gue cuma sayang Nasya."


Bias baru saja hendak pergi tapi sesaat berbalik lagi. "Satu lagi! Jangan pernah buat drama surat begini lagi sama cowok mana pun! Hal begini buat kecerdasan lo nggak ada artinya!"


"Tapi bukan a-ku_____


Bias tak ingin mendengar apapun, ia memilih pergi mengejar Nasya.


Zee bergeming. Hati itu bertambah sakit saat Bias terang-terangan menuduhnya. Air mata itu mulai menetes dan Zee sudah tak memperdulikan sekitar. Ya, nyatanya sejak tadi perdebatan itu menjadi konsumsi publik. Beberapa kakak kelas 11 anggota paskibra dan PMR juga para pegawai kantin menjadi saksi segalanya. Mereka berdecih. Merasa perilaku Zee sangat memalukan.


Harusnya aku sadar kak Bias nggak mungkin suka sama aku yang jelek! Tapi bukan a-ku Ka-k .... Aku nggak pernah buat drama. Aku benar-benar nggak tau surat itu darimana, selama ini aku hanya berpikir surat itu dari kakak. Ta-pi nyatanya bu-kan___ dan menyedihkannya selama ini a-ku mencintai sendirian!


...________________________________________...


🥀Happy reading😘


🥀Jangan lupa tanggal 15 ada giveaway dari Bubu, beri komen dan support terbaik kalian❤️❤️ ( KETENTUAN CEK BAB-33 )

__ADS_1


__ADS_2