ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE
INFO KARYA BARU


__ADS_3

Wanita berparas cantik mengayuh sepeda penuh semangat. Janiece Greisy ia diberi nama, atau biasa dipanggil Jane. Wanita 18 tahun yang baru menyelesaikan Sekolah Menengah Atas itu hendak mencari pekerjaan di Kota.


Rok plisket sebetis berpadu sweater panjang menjadi outfitnya. Rambut pirang panjang yang digerai seakan menari tersapu hembusan angin yang menyapa terik. Berkali Jane menyapu peluh yang menetes, sambil matanya melihat ke kanan dan kiri melihat  mungkin saja ada lowongan pekerjaan yang tertempel di pertokoan yang ia lewati.


Jane berhenti di bawah pohon rindang menyesap botol minum yang dibawanya. Di kejauhan ia melihat wanita paruh baya menempel sesuatu di dinding kaca tokonya. Jane yang penasaran mendekat, ia membungkuk mendekatkan wajahnya ke arah tulisan itu.


Dicari pekerja untuk 1 hari ini! 


Syarat : Siap langsung bekerja!


Mata Jane terbelalak kaget dengan yang dilihatnya. Ia mengintip ke arah dalam. Berbeda dengan pemandangan tenang di luar toko, di dalam beberapa orang tampak tengah sibuk merangkai buket-buket bunga mawar merah yang mencolok menggambarkan sebuah gairah.


Jane masih terhanyut dengan setiap aktivitas pekerja di dalam hingga sebuah tangan menepuknya.


"Hai Nona! Kau mengintip apa? Apa kau hendak mencuri?" pekik Pria muda berambut ikal memicingkan mata menatap Jane curiga.


"Ah … tentu tidak, Tuan! Aku wanita berpendidikan, mana mungkin melakukan hal tercela seperti itu!" bantah Jane.


"Lalu untuk apa kau di sini, hem?" 


"Uang! Ops … maksudku aku ingin melamar kerja dan mendapat uang, Tuan!" ucap Jane.


"Sungguh kau ingin bekerja?" tanya sang pria sambil melirik Jane dari atas ke bawah. Jane mengangguk.


"Masuk! Temuilah ibuku!" Mata Jane membulat. 


"Sungguh!"


"Ayo cepat! Sebelum orang lain datang!" Seketika Jane merapikan rambutnya di jendela kaca tersebut sebelum akhirnya masuk ke ruangan.


Pintu terbuka, tampilan serba putih dan sentuhan klasik kontemporer yang cantik tertangkap netranya. Sungguh toko bunga yang mampu memberikan pengalaman terbaik serta kenyamanan bagi para penggemar bunga.


Sebuah kursi warna putih dengan sandaran yang tinggi seketika mencuri atensi. Kursi model klasik ini diletakkan tepat di depan cermin yang tampak megah menjulang tinggi dari lantai hingga langit-langit. Terdapat pula struktur lengkungan-lengkungan klasik yang menghubungkan ruangan yang satu dengan ruangan lainnya. 


Tampilan interior yang menarik, tanpa mengesampingkan display produk yang dijual tentunya. Bunga-bunga dalam berbagai vas tertata cantik nan elegan. Jane masih terus menelusuri pemandangan yang memanjakan matanya hingga sebuah tepukan lagi-lagi mendarat.


"Hai Nona, kau kesini sungguh ingin bekerja atau hanya mengecek toko kami!"


"Ma-af! A-ku begitu terkesima, Tu-an!" ucap Jane terbata. Terlihat beberapa orang keluar membawa buket-buket besar bunga mawar dan meletakkannya pada sebuah mobil box.


"Hai, berhenti melihat-lihat! Itu ibuku, temui dia jika kau sungguh butuh uang. Hari ini pekerjaan kami banyak, aku harus mengantar bunga-bunga itu. Aku pergi dulu!"

__ADS_1


"I-ya, terima kasih, Tuan."




"Hem … oke, kuterima kau bekerja. Siapa namamu tadi?"


"Jane, Nyonya."


"Oke, kemarilah, Jane!" Nyonya Oneil membawa Jane ke sebuah keranjang bunga dengan banyak bunga lavender di sana. 


"Belajarlah dengan cepat! Buatlah 10 buket bunga berisi 200 batang lavender per buketnya! Lihat cara wanita-wanita itu bekerja!" ucap Nyonya Oneil menunjuk beberapa orang wanita yang tengah merangkai bunga tak jauh dari tempat Jane berpijak.


"Baik Nyonya," jawab Jane.


30 Menit berlalu Nyonya Oneil menerima telepon dan menyahut dengan pekikan. "Apa! Ada bunga yang tertinggal! Bunga favorite mempelai? 5 Menit harus tiba?" Ia menutup kasar teleponnya dan menghampiri para pekerja.


"Siapa di sini yang bisa mengendarai Matic?" Seluruh raga menunduk.


"Hai kau karyawan baru! Kau masih muda, tentu bisa bukan mengendarai Matic?"


"A-ku …."


Mata Jane berbinar saat mendengar uang. Ia menjawab dengan semangat. "Bisa! Saya bisa, Nyonya!"


"Bagus!"


________________


"Hei, kau Wanita! Kenapa berdiri mematung?" Dua orang berperawakan tinggi besar menghampiri Jane yang sedang memastikan nama Hotel yang ia datangi.


"Sa-ya hendak mengantar bunga, Tuan!" jawab Jane.


"Atas nama siapa?"


"Tuan Ro-nald, Tuan!"


"Tuan Ronald asisten anak bos Pertambangan yang akan menikah hari ini, bukan? Ia pasti ingin mengantar bunga yang tertinggal!" bisik satu pria pada pria lainnya.


"Lalu bagaimana?" tanya pria di sebelahnya.

__ADS_1


"Suruh saja dia langsung naik ke kamar anak Bos itu!" Dua orang pria terus berbisik. Hingga keluar sebuah suara.


"Lantai 5 kamar 305. Bawalah bunga itu ke sana!" ucap salah seorang pria ditanggapi anggukan pria lainnya.


"Ba-ik, Tuan." Gambaran uang tip yang akan Jane terima sudah memutari kepalanya.


"Nyonya Agatha pasti senang aku membawa uang untuknya hari ini," batin Jane.


_____________


TOK … TOK … 


Berkali diketuk tetap tak ada respon. Jane mencoba memutar handle pintu dan ia kaget! TERBUKA! PINTU TAK TERKUNCI!


Jane masuk. Ia tak melihat siapapun di sana. Bukannya meletakkan bunga dan segera beranjak, ia justru terpana pada ranjang dengan taburan mawar merah yang cantik. Jane duduk di tepi ranjang, menyapu permukaan ranjang dan memainkan kelopak-kelopak mawar itu dengan jemarinya.


PRANG


Jane kaget mendengar bunyi gelas terlempar ke arahnya. Ia menoleh dan terhenyak, seorang pria dengan mata memerah menatap tajam. Pria itu berdiri dan mendekat. Jane bingung! Ingin berlari, namun langkahnya kurang cepat. Sebuah tangan menahan lengannya, hingga dalam hitungan detik sepasang lengan meraih tubuhnya, membopong dan menjatuhkan raga Jane ke sebuah ranjang.


BUG


"Tuan, kau mau apa? Tuan!" 


Seorang pria mabuk! Ia patah hati! Kecewa atas penghianatan seseorang! Ia ingin berhenti menjadi pria baik! Amarah menguasai! Tubuh semampai yang datang sangat mirip tubuh kekasih yang digilai. Dia yang terpergok beraktifitas panas dengan pria lain di belakangnya. Dia yang beberapa saat lalu dihubungi dan diminta datang ke kamar itu! Darah sang pria mendidih, ingin meluapkan hasrat yang selama ini ia tahan lantaran janji menjaga hingga pelaminan. Tapi sang kekasih berkhianat! Mengotori suci hubungan mereka! 


Dalam setengah kesadaran, pria bernama Edward. George Edward Smith lengkapnya, menuangkan hasratnya dengan paksa dan membabi buta. Sang wanita terus melawan tak mampu mengimbangi kuatnya tenaga Edward. Teriakan yang ia keluarkan bagai angin lalu lantaran kamar tersebut kedap udara.


Edward menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh itu sesaat setelah hasratnya tercapai, tahi lalat di bahu sang wanita tertangkap matanya sebelum akhirnya ia menggulingkan tubuhnya ke sisi tubuh sang wanita dan ia terlelap. Hilang kesadaran!


Tangisan sang wanita pecah, ialah Jane. Ia merasa hancur menyadari kehormatan yang yang selama ini ia jaga terenggut. 


"Pria biadab! Aku tak akan melupakan hari ini!"


...____________________________________...


🥀Beberapa pasti gak asing dengan kisah ini.


🥀Kisah ini akan Bubu lanjut, tapi di mananya akan diinfokan melalui sosmed Bubu. Follow yaa😍


FB : bubujibrail

__ADS_1


IG : bubuid86


🥀Bubu dan keluarga mohon maaf lahir bathin, selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga kita menjadi insan yang lebih baik😘😘


__ADS_2