
Lima hari berlalu, pancaran bungah mewarnai wajah Zee, Bias, juga seluruh keluarga Zee. Ya, hari esoknya setelah hari itu, Joy dan Zaa diajak Farah ke Kafe Bias juga. Pengunjung Kafe yang mulai ramai membuat mereka mulai kerepotan.
Zee bersama pak Andi berkutat di dapur. Zee menyiapkan bahan agar pak Andi lebih cepat menyiapkan menu sembari membuat jus yang dipesan pengunjung.
Bias stanbye di area depan, memastikan pengunjung yang ingin mendapat harga promo sudah mem-follow akun miliknya, baru setelahnya ia mengizinkan mereka masuk. Di bagian dalam, Joy dengan cekatan langsung memberi draf menu pada pengunjung, ia mengantar daftar pesanan itu pada Zee. Sedang Farid, ia bertugas mengantar menu yang sudah siap ke meja pengunjung. Di sudut Zaa tampak bermain di wahana lempar bola bersama anak pengunjung yang datang.
Semua raga memang lelah, tapi mereka bahagia. Joy yang sebelumnya memberi jarak pada Bias juga mulai terlihat akrab.
Pukul 4 sore saat itu semua menu sudah habis terjual. Kafe ditutup. Semua raga kini berkumpul di lantai atas setelah sebelumnya membersihkan dan merapihkan area Kafe. Pak Andi yang izin pulang ditahan Bias. Bias mengajak pak Andi ikut berbaur di lantai atas. Ada yang ingin Bias sampaikan kepada semuanya.
Setelah semua saling bergantian beribadah, kini semuanya berkumpul. Bias mulai bicara dengan agak serius.
"Tante, Om, pak Andi, Zee, Zaa dan Joy ... saya Bias, mas Bias___
Bias menghadapkan wajahnya pada Joy dan Zaa.
___mengucapkan banyak terima kasih atas supportnya yang sungguh luar biasa dan tidak bisa terbayar oleh apa pun. Seperti Zee dan pak Andi tahu, di awal bahkan saya pernah down. Tapi Zee___
Bias meraih jemari Zee yang duduk di sampingnya. Zee tersenyum.
____Zee dengan sabar mengobarkan semangat saya lagi. Mengingatkan saya akan tujuan kami. Sungguh untuk pencapaian yang belum genap seminggu ini sudah sangat luar biasa menurut saya, peningkatan pengunjung berkali lipat di luar ekspektasi saya. Saya sangat bersyukur dan sangat berterima kasih untuk kehadiran kalian yang telah membantu. Tante Farah yang selalu ceria, Om Farid yang cekatan, pak Andi yang tak kenal lelah bekerja tanpa asisten, juga Joy dan Zaa yang setiap pulang sekolah akhirnya ikut ke mari membantu dan menambah semangat mas Bias. Yang terakhir, tentunya untuk orang spesial yang selalu mendampingi dan menguatkan saya. Calon istri saya, Zivanya___
Bias mencium jemari Zee. Zee lagi-lagi tersenyum.
"Terima kasih, Sayang," lirih kata manis itu terucap membuat semua dalam ruangan itu merasakan atmosfer cinta keduanya. Setelah Bias menatap Zee beberapa saat, Bias bicara lagi.
"Oh ya, untuk besok, setelah tadi Bias berbincang dengan Zee, kami putuskan bahwa Kafe akan Bias liburkan 1 hari esok. Bias dan Zee akan mulai mencari dua pekerja untuk membantu kami. Jadi lusa kami tidak akan merepotkan kalian lagi." Setelah berucap, Bias menatap Farah, Farid, Joy dan Zaa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Lho, padahal tante suka lho bantuin kamu, Bii! Gak ngerepotin! Kamu kan juga calon anak Tante!" lugas Farah.
"Nggak Tante. Tempat Tante itu di rumah, mengurus rumah. Ada Joy dan Zaa juga yang butuh perhatian Tante. Om juga, Om harusnya kerja, jadi ikut sibuk ngurusin Bias. Bias hargai kebaikan Om dan Tante, hal yang nggak berhenti Bias syukuri karena memiliki calon keluarga seperti kalian, tapi memang sudah saatnya Zee dan Bias berjalan sendiri." Zee mengangguk menatap Farah.
"Duh, Tante jadi terharu lho Bii lihat semangat kamu! Iya oke Tante paham, terima kasih pengertiannya, Sayang! Tapi jangan sungkan kalau butuh bantuan kami, ya!" ucap Farah. Bias mengangguk.
"Apa satu hari bisa mendapat pekerja yang cocok? jika ternyata belum mendapatkan, bagaimana?" lugas Farid. Farah serius menyimak. Bias dan Zee saling menatap dalam diam.
"Eh Bii, dari pada kamu bingung dan susah cari pekerja yang jujur jaman sekarang. Tante punya usul!."
"Eh, apa tuh Tante?" Wajah Bias berbinar seolah menemukan titik terang.
"Bu Romlah kamu inget gak Zee yang ngajarin kamu ngaji waktu kecil?" Zee mengangguk dengan wajah bingung, ia belum paham ke mana arah bicara Farah.
"Bu Romlah punya 2 anak kembar laki-laki usia SMA tapi kasihan putus sekokah. Hidupnya agak susah setelah pak Sugro suaminya meninggal. Anaknya sholeh-sholeh, tampangnya juga gak jelek-jelek amat, bersih lah. Nah, gimana kalau kamu ajak aja mereka kerja sama kamu, Bii! Kondisi mereka yang sulit ibu rasa kalau pun kamu belum bisa ngasih gaji mereka sesuai UMR mereka pasti mau. Lah emang mereka gak ada ijazah juga! Bagaimana?"
Mendengar ujaran Zee Bias seketika mengangguk. "Oke Bias setuju, Tante."
"Syukurlah, semoga usaha kamu makin berkah Bii, soalnya sambil bantu yang kesusahan juga!" Bias mengangguk.
"Jangan lupa juga sodaqohnya!" Farid tiba-tiba bersuara. Bias menoleh.
"Hitung laba usaha kalian! 2,5% jangan lupa keluar kan untuk sodaqoh. In Syaa Alloh perbuatan yang menggetarkan penghuni langit akan dipermudah dan dilancarkan."
"Ayah keren banget. Ibu terharu," ucap Farah langsung memeluk Farid.
"Lepas, Bu! Gak malu apa dilihat calon menantu!" Tampak Zaa di kejauhan senyum-senyum. Farah akhirnya melepaskan aksi spontannya.
__ADS_1
"Oh ya, jadi kapan kamu nikahin Zee?" Farid menaikkan sepasang alisnya. Zee dan Bias saling menatap.
"Gimana? Kayak ragu gitu!"
"Dua Minggu lagi, Om!" ucap Bias dengan cepat. Wajahnya tampak berusaha tenang.
"Ayah, kok udah nanya tentang nikah aja sih! Kasih lah waktu Bias sama Zee bernapas!"
"Kenapa ibu yang repot? Tuh Biasnya aja udah siap dua Minggu lagi!"
"Bener, Bii?" Farah memastikan. Bias mengangguk lirih.
"Kamu yakin, Yang? Kalau butuh waktu agak lama bilang aja! Jangan dipaksa! Ayah pasti ngerti, kok!"
"Aku yakin, Yang! Hal baik kata ustad di TV jangan ditunda atau syetan akan bermain dan menggoyahkannya!"
"Duh Bias lama-lama jadi kayak Ayah deh, pinter!" ucap Farah.
"Kalau yakin 2 minggu lagi mau nikah, besok mumpung Kafe tutup sekalian aja nyerahin berkas persyaratan nikah ke KUA! Pas tuh, minimal pengajuan nikah kan 10 hari sebelum hari H," lugas Farid. Zee menatap Bias. Bias mengangguk.
...________________________________________...
🥀Yeaa ... big thanks, big hug, big love untuk kalian smua yang membaca kisah Zee ini. Walau masuk entri di detik menjelang even berakhir. Sempet down karena nunggu feedback lumayan lama. Akhirnya Zee menang even guys😍😘😘
🥀Gak ada artinya karya ini tanpa support kalian baik like, komen, gift dan votenya selalu, hanya Allah yang membalas🙏🙏🙏
__ADS_1
🥀Barokah untuk kalian semua, happy reading❤️❤️