ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE
ULTAH MAMA DONA


__ADS_3

Otak Zee dipenuhi bongkahan tanya yang intinya sepertinya ia harus waspada pada Nasya. Kini Zee terus melihat wajah Bias, memastikan apakah kehadiran dan setiap kata-kata Nasya mempengaruhi suaminya itu. Bias tampak tenang saja makan, hingga tiba-tiba Bias mengangkat wajah dan menyadari Zee sedang menatapnya. Bias menarik sepasang alis, merasa heran istrinya itu bukannya makan malah melamun saja.


Bias menyenggol lutut Zee yang kini duduk di sampingnya, Zee seketika kaget. Bias mengangkat dagu berusaha mencari tau yang terjadi tapi istrinya itu hanya menggeleng.


Setelah makan seluruh raga menuju ruang keluarga. Kini seluruh perhatian tertuju pada 2 bocah menggemaskan yang tampak main dengan riangnya. Sang putri tampak membawa 2 boneka dari kamar Dara dan kini terlihat asik menjadi dubber dua boneka itu. Sang lelaki kecil yang masih merangkak terus ke sana ke mari. sesekali ia berdiri bertumpu pada kaki penghuni rumah dan berceloteh menggemaskan yang hanya ia sendiri yang tau arti celoteh itu.


Dara tiba-tiba pergi ke arah dapur dan tak lama ia datang dengan sebuah kue dengan lilin berbentuk 48.


Happy birthday to you, Happy birthday to you ... Happy birthday, happy birthday ... Happy birthday Mama


Dara menghentikan lagu yang ia nyanyikan saat jarak tubuhnya sudah dekat dengan Dona. Dona merasa terharu ternyata anggota keluarganya ingat ulang tahunnya. Dara dan Libra memang sepakat pura-pura lupa tentang ulang tahun Dona. Libra kini tersenyum sambil merangkul Dona.


Di sofa yang lain, Zee justru kaget hari ini ternyata ulang tahun mama mertuanya, ia menatap Bias. "Kenapa kamu gak bilang aku?" bisik Zee.


"Aku juga lupa, Yang!" Zee membuang napas kasar. Ia mendekat kini ke arah Dona diikuti Bias, Zee ikut menampilkan wajah bahagianya.


"Ayo dong Ma, make a wish!" utar Dara antusias. Nasya dan dua anaknya ikut mendekat, dua anak Nasya berusaha meraih kue, mereka juga sangat antusias.


Dona menunduk dan memejamkan mata, hingga beberapa saat Dona mengangkat wajah yang berarti doanya sudah selesai. Seluruh raga mengamini. Dara yang tahu Dona tidak suka acara tiup lilin meminta anak-anak Nasya meniupnya. Lilin pun dicabut dan Dona mulai memotong kue. Kue pertama sudah pasti untuk Libra. Libra memeluk erat Dona, mengucapkan doa dan memberikan sebuah kotak beludru kecil.

__ADS_1


"Untuk kamu, Sayang," bisik Libra.


"Buka, bukaa!" teriak Dara.


Sebuah cincin bermata biru kotak nan elegan menjadi isinya, Dona sangat menyukainya, ia langsung memakainya dan seketika memeluk Libra.


"Makasih Pap," lirih Dona, Libra mengangguk sembari mendaratkan sebuah kecupan di kening dan bibir Dona singkat. Keduanya sama-sama tersenyum setelahnya.


Potongan kedua Dona menyuapi kue pada Bias, Bias memeluk mamanya. "Keep being a great mother to us," lirih Bias.


"Thank you my Dear, best wishes for you too." Dona menurunkan wajah Bias yang lebih tinggi darinya, ia memberikan kecupan di kening Bias. Bias memberi kecupan balik, pada sepasang pipi, kening juga hidung Dona. Dona tertawa senang.


Kue ketiga Dona berikan pada Zee yang kini juga menjadi anak pertamanya. Dona memeluk erat Zee "Doa terbaik selalu untuk Mama, Ziva sayang Mama!"


"Maaf kami tidak menyiapkan hadiah, kak Bias tidak bilang hari ini ulang tahun Mama!"


"Maaf Bias lupa, Ma!" seloroh Bias merangkul dua wanita tercintanya. "Tidak apa-apa, kalian hidup rukun dan selalu berada di sekitar Mama sudah merupakan hadiah tak ternilai."


"Pelanggaran nih mas Bias lupa ulang tahun Mama. Ayo marahi Ma! Dara dukung Mama!"

__ADS_1


"Eh, mau jadi provokator kamu ya!" Bias menarik gemas hidung Dara.


"Sakit tau, Mas! Emang bener kok, Mas itu kelewatan sudah menikah lupa tanggal lahir mama!" ucap Dara lagi.


"Yah namanya juga lupa mau gimana?"


"Mas harus dihukum! Kasih tuh mama hadiah spesial!"


"Iya iya, hadiah dari Bias menyusul ya, Ma!" Bias mengarahkan pandang ke Dona. "Udah gak usah! Barang Mama sudah banyak, Mama gak butuh hadiah lagi!" lirih Mama.


"Tuh denger Ra! Mama aja selow kok!"


"Mas katanya pinter, denger ucapan mama baik-baik! Barang mama udah banyak, artinya mama gak mau hadiah barang tapi mama mau hadiah yang lain tuh!" Bias menyatukan sepasang alisnya, ia menyernyit merasa Dara ada-ada saja.


"Maksud tante Dona pasti cucu!" sela Nasya.


"Nah mbak Nasya aja tau!" Bias seketika tersenyum getir.


"Sudah sudah! Kalian itu berisik! Punya anak itu ya kalau istrinya Bias mau punya anak! Papa permisi mau istirahat!"

__ADS_1


..._______________________________________...


🥀Happy reading😘😘


__ADS_2