Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
100


__ADS_3

Bi ane sedang berjalan menuju kamar kucing untuk memberitahukan kepada misa jika jadwal makan siang telah tiba.


Langkah kaki bi ane terhenti di depan pintu kamar kucing tersebut lalu memutar knop pintu nya yang membuka kan pintu.


Alis bi ane berkerut bingung karena mata nya tidak menangkap sosok yang di cari nya.


Kemana nona? Perasaan tadi di kamar kucing. Apa mungkin nona sudah ke kamar nya untuk melaksanakan shalat dzuhur pikir nya bi ane.


Karena tidak mendapati misa di kamar kucing bi ane bergegas ke kamar misa untuk memeriksa apakah ada misa di sana.


Dan ketika sudah berada di kamar pun bi ane di buat gelisah karena misa yang di cari nya tidak ada di setiap ruangan kamar arga.


Kamar pun kosong. Kemana sebenarnya nona. Apa mungkin di halaman depan?


Dengan langkah yang tergopoh dan tergesa bi ane menuruni anak tangga untuk memastikan kembali mencari misa ke halaman depan yaitu di taman anggrek kesukaan misa.


Nona. Jangan membuat saya takut. Kemana nona?


Namun lagi lagi bi ane harus di buat terkejut karena yang di cari nya tidak ada. Bi ane menegur salah satu penjaga pintu yang sedari tadi berdiri memperhatikan kehebohan diri nya.


"Kau lihat nona, dimana nona? kenapa nona tidak di temukan di setiap tempat?" Tanya bi ane di sela mengatur napas nya karena sudah tampak cemas.


"Bukan nya nona telah izin pada bi ane terlebih dahulu. Tadi sekitar pukul setengah 11 an nona keluar rumah," ucap penjaga yang sama tampak bingung.


"Kenapa kau bodoh sekali. Nona tidak berkata apa apa padaku. Bagaimana ini. Kita tidak tahu nona pergi kemana. Jika tuan tahu. Kau akan tahu kemurkaan nya," tutur bi ane tambah gusar mendengar ucapan dari penjaga nya.

__ADS_1


Seketika semua penjaga yang berada di sekitar yang mendengar kegusaran bi ane. Langsung tegang dan berwajah pucat membayangkan tuan nya akan murka.


Bi ane langsung beranjak menuju nakas telpon rumah yang berada di ruang tengah untuk menelpon sekertaris Tang. Karena hanya dia yang bisa bi ane andalkan agar semua orang yang berada di rumah tidak terkena murka nya arga.


----------------------------


Di kantor arga.


Sekertaris Tang tampak sibuk dengan tumpukkan berkas di meja dan layar laptop di hadapan nya. Dari raut wajah Tang, dia tampak sangat serius menekuni pekerjaan nya.


Kriiing..kriing...


Bunyi ponsel Tang menandakan ada panggilan masuk. Tang melirik nya sekilas. Alis Tang terangkat sebelah.


Ada apa no.telpon rumah menelpon nya pikir Tang.


"Sekertaris Tang." Panggil bi ane dengan nada suara gelisah.


"Ada apa?" Tanya Tang dengan nada tegas dan masih setia memandangi layar laptop nya.


"Nona...nona.." ucapan bi ane menggantung.


Sekertaris Tang yang awal nya acuh dengan panggilan telpon dari bi ane. Berubah seketika menjadi serius ketika mendengar nama nona yang di sebutkan bi ane.


"Ada apa?" Tanya Tang lagi masih dengan nada suara tegas nya.

__ADS_1


"Nona. Tidak ada di rumah. Dan kami semua di rumah tidak ada yang tahu nona kemana. Tolong kami sekertaris Tang. Temukan nona," tutur bi ane dengan kegelisahan nya.


Seketika Tang mengeratkan gigi nya geram.


"Kenapa kau bisa teledor seperti itu. Bersikaplah biasa. Jangan memperlihatkan kegelisahan kalian. Dan pastikan kedua adik nya tuan untuk tetap di kamar nya masing2 agar tidak mengetahui jika nona sedang tidak ada di rumah." Jelas Tang dengan nada dingin.


"Ba.. ba..ik Sekertaris Tang," ucap bi ane lalu sekertaris Tang mematikan panggilan telpon.


Seusai mematikan panggilan, Tang langsung menelpon para mata2 nya untuk mencari keberadaan misa dan untuk segera memberitahukan pada nya sesegera mungkin.


Sekertaris Tang menghembusakan napas kasar dan meletak kan ponsel nya dengan kasar di atas meja.


"Nona, kenapa nona bisa seberani itu. Keluar rumah tanpa seizin tuan. Apa nona ingin melihat marah nya tuan." Gumam Tang.


Lalu menghembuskan kembali napas nya dengan kasar. "Kenapa bisa kecolongan seperti ini," gumam nya kesal.


Dan tidak berapa lama ponsel Tang kembali berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Tang melirik nama yang tertera di layar ponsel yaitu dari salah satu mata2 nya.


Tang mengangkat panggilan nya.


Pria di sebrang sana mengabari Tang jika misa sedang di rumah sakit jaya abadi untuk menengok bibi nya yang sakit.


Seketika Tang bernapas dengan lega karena tidak terjadi sesuatu yang buruk pada nona nya.


Dan untuk saat ini Tang harus memikirkan bagaimana cara nya menghadapi kemarahan arga jika misa masih belum kembali di sore nanti.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2