Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
57


__ADS_3

Di SMA Pelita.


Misa sedang disibukkan dengan buku tugas para murid yang menumpuk di meja nya untuk di periksa. Sedangkan Cesa lebih memilih sibuk dengan ponsel, yang entah apa yang di kerjakannya.


"Misaa.. masih sibuk?" Suara cempreng Rina baru datang dari mengajar, ia langsung datang menghampiri meja Misa.


Seketika gerakan tangan gadis itu terhenti, ia mengangkat wajah menoleh.


"Sebentar lagi Rina." Balas Misa lalu tersenyum.


"Ck," Rina memasuki meja nya dan duduk. Dia sengaja memutar kursi nya 60° agar menghadapkan ke arah Misa.


"Yang lain udah pada sibuk tuh mau ke pesta, ini malah sibuk periksa tugas." Sindir Rina sambil mengambil makalah yang ada di atas meja.


Misa yang sudah kembali berkutat memeriksa tugas murid. Dia tersenyum tipis tanpa menoleh. "Santai aja Rina, habis ashar kan kita ke pesta nya juga... sekarang adzan aja belum."


Memanyunkan bibir sebal. "Yaa kan siap-siap Misa ku sayaang... udah dulu lah periksa tugasnya, ini udah jam setengah 3 tau." Rina meletakkan kembali dengan sedikit kasar makalah yang sempat di buka-buka nya tadi.


Lagi-lagi Misa hanya tersenyum menanggapi kehebohan sahabatnya itu.


"Baiklah, kita kerumah ku saja Rin, sekalian shalat ashar di rumah ku." Ucap Misa sambil menutup buku tugas dan buku nilai.


Mengangguk semangat. "Hayuk atuh. Udah lama juga aku nggak obrak-abrik kamar mu Misa." Girang Rina lalu bangkit dari duduknya merapihkan meja.


Misa mengangguk dan tersenyum senang.


Misa ikut membereskan meja yang berantakan lalu menoleh ke arah Cesa yang masih sibuk dengan ponsel nya.


"Cesa kita kerumah saya yang lama yah, untuk siap-siap ke pesta," ucap Misa yang di balas anggukkan kepala olehnya.


*****

__ADS_1


Di Rumah Misa.


Setelah melaksanakan shalat ashar berjamaah.


Rina sudah sibuk dengan merias wajahnya, sementara Cesa lebih sibuk dengan ponsel tanpa memperdulikan sekitar.


Kreet.


Pintu lemari yang khusus pakaian ke pesta terbuka lebar oleh gadis cantik sang empunya. Misa mengambil gaun pesta berwarna putih lalu meletakkannya di atas kasur.


Seketika Rina menghentikan gerakan tangan yang sedang memakai eyeliner, ia melirik pada gaun pesta yang di pilih Misa itu.


"Misa jangan yang itu dong baju nya kurang cantik, sini biar aku pilihkan yang bagus dan elegan untuk badan mu." Ujar Rina meletakkan alat make-up ke atas meja nakas.


"Tapi menurut ku ini paling bagus loh dan jarang di pakai." Misa mengambil gaun itu di beberkan di lihat.


"Sudah diam, di lihat cantik itu oleh mata orang lain bukan sama mata sendiri." Timpal Rina beranjak dari duduknya, lalu membuka pintu lemari lebar dan mengobrak-abrik isi nya.


Misa hanya menggeleng kecil beberapa kali dan terkekeh pelan melihat tingkah Rina.


Misa menatap gaun yang tertempel tersebut dan mengusapnya. "Hmm. Baiklah.. baiklah Rina aku percaya pilihan mu selalu cantik. Oh yah, pilihkan gaun untuk Cesa juga Rin. Sepertinya dia nggak bawa gaun."


Rina membentuk jemarinya huruf O sebagai kata Oke.


Gadis cantik yang memegang gaun berwarna peach itu beralih menghampiri Cesa yang duduk di sofa.


"Cesa pakai gaun saya tidak apa-apa kan? Maaf jika gaun yang saya punya tidak bagus dan secantik yang kamu inginkan."


Cesa mengangkat wajahnya, tersenyum. "Terimakasih Nona, sungguh kehormatan bagi saya bisa memakai gaun Nona."


Misa mengangguk kecil lalu berlalu meninggalkan kedua wanita di dalam kamarnya. Dia menuju kamar sebelah untuk mengganti pakaian.

__ADS_1


Setelah beberapa lama.


Misa memasuki kamarnya kembali, dengan tubuh sudah berganti pakaian menjadi gaun pesta tadi.


"Waah Misaa kamu cantik banget dengan gaun itu." Ucap terpesona Rina melihat penampilan Misa dari atas sampai bawah.


Misa tersenyum kikuk dengan rona merah di pipinya. "Bi-bisa aja kamu Rina, kamu juga cantik sekali dengan gaun merah ini." Jawabnya kemudian, ia mengedarkan pandangannya mencari Cesa.


"Tapi bener deh kamu cantik banget loh Mis. Aku sampai pangling."


Dan pandangan Misa berhenti pada sesosok gadis cantik yang masih duduk di sofa namun dengan penampilan berbeda. Cesa sudah berganti pakaian dengan gaun pesta berwarna biru muda senada dengan kerudungnya dan polesan make-up tipis di wajahnya menambah kecantikkan gadis itu.


Sangat cantik pikir Misa.


Rina menarik lengan Misa agar duduk di sisi ranjang. "Mis sini, biar aku poles kamu dengan make-up natural sepertinya sangat cocok untuk mu yang tidak suka pakai make-up."


Misa telah terduduk berhadapan dengan gadis bergaun merah. "Rina, aku tidak suka di make-up."


"Hanya make-up tipis Misa. Diam yah please." Pinta Rina sambil memegang kedua bahu Misa agar diam.


Hah... "baiklah." Pasrah Misa menerima perlakuan sahabatnya yang mulai memoleskan make-up ke wajah, ada rasa risih dari raut wajah Misa saat Rina memakaikan eyeliner.


Sedangkan Cesa memotret semua kegiatan yang di lakukan Misa lalu melanjutkan pekerjaannya lagi dengan fokus pada ponsel.


"Nah kan lihat lah. Serasa bukan melihat mu aku. Pangling banget sih, cantiknyaa sahabat ku ini." Celoteh Rina mengagumi hasil karya riasannya.


Misa hanya tersenyum menanggapinya. Kemudian ia beranjak dari duduknya mengambil tas kecil di selempangkannya ke sebelah bahu.


"Sudah ah. Yuk Rina, Cesa kita ke pesta sekarang, takut ke malaman pulangnya." Ujar Misa.


"Oke hayuk." Girang Rina ikut beranjak merapihkan penampilannya.

__ADS_1


Begitu pun dengan Cesa ikut bangkit dari duduknya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2