Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
121


__ADS_3

Malam pun sudah tiba. Setelah melaksanakan shalat isya. Misa, arga dan kedua adik nya yang berseragam kemeja couple an itu tengah berjalan menyusuri setiap lorong2 dan koridor halaman belakang rumah dengan di giring oleh para penjaga dan para pelayan di belakang nya.


Mata misa tidak henti nya berbinar takjub dengan semua dekoran yang tampak indah di setiap jalan yang di lewati nya. Sedang arga yang sedari tadi merangkulkan sebelah tangan ke pinggang misa tersenyum kecil melihat senyuman bahagia misa dan sesekali mengusap puncuk kepala misa dengan sayang.


Egi dan syila mengekori kedua sejoli itu dari belakang dan memperhatikan kedua nya.


"Kaka ipar cantik banget pakai kemeja itu, ya kan ka egi" ucap syila menoleh pada egi yang berada di samping nya


Egi yang sedari tadi mengalihkan penglihatan nya ke arah lain karena merasa panas melihat kemesraan misa dan arga, beralih menatap sejenak ke arah syila dan melirik misa lalu egi mengangguk mengiyakan


"Ka egi kapan sih punya pacar biar rumah ini lebih rame lagi" tanya syila sambil menggaet lengan egi


Egi menggelengkan kepala nya pelan


"Belajar yg bener jangan mikirin nya pacar syila. Apa syila sudah punya pacar sehingga bertanya seperti itu pada kaka" tanya balik egi sambil memicingkan mata nya curiga


Syila yang di tatap seperti itu langsung melepaskan pegangan tangan di lengan egi lalu menetralkan sikap nya yang gugup dan canggung


"Eh, ti..dak. mana mungkin syila punya pacar. Yang ada ka arga langsung menebas habis tuh cowo yang macari syila. Ka egi kan tahu sendiri bagaimana ka arga, kita berteman saja di batasi harus dengan orang yang dia periksa dulu ketulusan nya, apalagi pacar... huh syila nggak ngebayangin dech ribet nya gimana" celoteh syila dramatis


Egi terkekeh dengan tingkah syila yang menggambarkan kaka nya. Lalu mengusap puncuk kepala syila gemas


"Sudah tahu masih tanya" ucap egi di sela usapan tangan nya


Syila cengengesan.


"Ka egi kita sekali2 langgar yuk peraturan nya ka arga" ucap syila berbisik di telinga egi membuat egi tersenyum penuh arti


Memang aku sudah melanggar nya syila pikir egi


Syila tampak berpikir sejenak

__ADS_1


"eh, tp nggak dech. Serem nanti ngamuk nya. Bisa2 syila di kirim ke afrika kalau syila bandel" sambung syila lalu bergidik ngeri membayangkan diri nya di hukum arga


Egi hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum


Kini ke empat orang yang di giring oleh para penjaga dan para pelayan dari belakang, mereka telah tiba di tempat tujuan nya yaitu di lapangan yang sudah di dekor seindah mungkin dengan bunga anggrek di setiap penjuru, ada beberapa meja bundar lengkap dengan kursi nya sudah di siapkan di beberapa titik dan selain itu lampu2 kecil anggrek menghiasi keindahan sekitar nya


Misa mengedarkan pandangan nya melihat sekitar. Sangat indah pikir misa


Para pelayan mempersilahkan ke empat orang tersebut duduk di kursi dengan meja bundar di tengah2 nya


Dan semua para koki sibuk memanggang makanan di tempat yang tidak jauh dari tempat duduk mereka


Sedang sekertaris Tang dan bi ane berdiri tidak jauh dari meja tuan nya untuk mengawasi kegiatan yang sedang berlangsung agar berjalan semestinya


"Kau suka romisa" tanya arga pada misa yang berada di samping nya. Lalu menangkup sebelah pipi misa dan mengusap lembut pipi misa dengan ibu jari nya


"Iya suamiku" balas misa tersenyum manis


Misa melihat arah pandang syila


"Yuk syila, akan menyenangkan membuat makanan di suasana seperti ini" tutur misa hendak bangkit dari duduk nya. Namun arga menarik tangan misa sehingga misa mengurungkan niatan nya untuk beranjak dari duduk


"Siapa yang mengizinkan mu kesana, romisa" tegas arga tidak suka karena misa akan bergabung dengan para koki pria


Misa melihat tatapan arga yang menatap nya dingin


Aku hanya ingin ke sana singa. Kenapa di larang lagian kan ada syila jadi tidak apa2 kan aku gabung bersama koki mu


"Tapi suamiku..." ucapan misa terhenti karena arga menatap nya tajam


Misa menghela napas nya pelan

__ADS_1


Baiklah..baiklah...singa tp jangan menatap dan bersikap seperti itu di sini. Apa dia tidak malu di lihatin banyak orang di sini


"Ka arga, syila pinjem kaka ipar nya dulu dong. Mau ajak main ke sana, boleh kan" pinta syila menarik lengan arga


Arga menoleh pada syila dan menatap nya tajam. Seakan syila mengerti arti tatapan arga. Syila menjelaskan


"Ka arga. Syila akan mengajak kaka ipar bermain nya di antara para pelayan perempuan itu. Bukan ke para koki pria kok, ya kan kaka ipar" tutur syila memberikan isyarat mata pada misa


"I...iya, suamiku" Misa tergagap melihat tatapan isyarat syila


Arga menghela napas nya kasar lalu melirik syila dan kembali menatap misa


"baiklah, kau boleh pergi" ucap arga lalu mengusap sebelah wajah misa dengan lembut


Akhirnya kau mengizinkan ku singaa. Setidaknya sedikit saja kau bisa memberikan kebebasan padaku itu akan membuat ku bahagia


Misa tersenyum tulus


"terimakasih suamiku. Aku dan syila kesana dulu yah" ucap misa dan beranjak dari duduk nya. Namun belum lagi misa melangkah kan kaki nya arga menarik kembali lengan misa sehingga misa berdiri di samping arga


Ada apa lagi sih singaa.. kenapa susah sekali hanya ingin bermain ke sana saja


Arga menangkup wajah misa lalu menarik nya agar menunduk untuk di kecup kedua pipi dan kening nya. Dan hal itu membuat misa tertegun.


"Waaah...ka arga kalau mau romantis2 an di kamar aja sih jangan di sini. Apa nggak kasian pada kita2 yang jomblo...sebell" celetuk syila yang berdiri tidak jauh dari kedua nya dan melihat adegan arga dan misa


"Jangan lama" ucap arga melepaskan misa lalu mengusap puncuk kepala misa


Aku harus kabur, sebelum s singa berbuat lebih


"I...iya suamiku, aku pergi dulu" pamit misa lalu berjalan menarik lengan syila menuju tempat perkumpulan para pelayan wanita yang sedang memanggang makanan

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2