Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
137


__ADS_3

Setelah kedua nya membersihkan badan dan melaksanakan shalat subuh. Kini misa tengah berdiri membenarkan hijab di depan kaca rias.


Arga menghampiri misa lalu memeluknya dari belakang.


"Mari kita sarapan romisa," ucap Arga namun masih memeluk misa.


Misa menganggukkan kepala nya.


"Suamiku tidak bekerja?" tanya Misa karena melihat bayangan arga di kaca yang memakai baju santai bukan baju kantor.


"Tidak," jawab singkat Arga lalu tanpa aba aba lagi arga merangkul pinggang misa hendak menggendong nya lagi. Namun misa dengan sigap memeluk pinggang arga, sehingga arga tidak bisa mengangkat tubuh nya.


"Aku bisa berjalan suamiku, jadi izinkan aku berjalan saja," pinta Misa melepaskan pelukan tangan nya di pinggang arga.


Arga menunduk menatap misa lalu menghela napas nya.


"Baiklah," ucap Arga lalu merangkul pinggang misa dengan sebelah tangan agar merapat pada diri nya.


Kedua nya berjalan berdampingan dengan arga memeluk pinggang misa dan berjalan dengan langkah hati hati.


Mau sampai kapan ini sampai nya ke meja makan, jika berjalan nya seperti aku baru belajar berjalan saja.


Lama kedua nya berjalan lamban dan akhirnya kini kedua nya sudah mulai memasuki ruangan makan.


"Kakak ipar...kakak ipar..huhuhu..kaka ipar sehat sehat saja kan? Apa yang sakit? Gimana sudah tidak mual lagi kan? Masih pusing tidak kakak ipar? Dede bayi nya nggak di muntahkan kan kaka ipar?" seloroh Syila dengan pertanyaan bertubi sambil menelisik seluruh tubuh misa.


Misa tersenyum di buat nya dan hendak membuka suara, namun arga dengan tegas mendahului misa.


"Syila, kakak ipar mu akan sarapan. Nanti kau boleh banyak bertanya setelah kakak ipar mu sarapan," tegas Arga menuntun misa untuk duduk di kursi nya.


Syila mencebikkan bibir nya sebal lalu berjalan menuju kursi dan duduk kembali.


Sedang Egi hanya menatap misa sejenak lalu memalingkan wajah nya ke arah lain.


Eh, ada apa dengan s egi. Kelihatan dari wajah nya seperti sedang menghadapi masalah gumam misa dalam hati ketika tidak sengaja melihat egi.


Lalu mereka mulai sarapan. Dan tidak ada perbincangan di antara mereka hanya suara alat makan saling beradu menjadi wakil suara dari keheningan.


----------------


Setelah selesai sarapan misa dan arga berjalan beriringan untuk menuju kamar baru nya. Sedang syila dengan bujukan yang ekstra dan tatapan tajam dari arga. Akhirnya syila mau berangkat ke sekolah karena niatan awal syila tidak mau berangkat sekolah hanya karena ingin menemani misa. Dan untuk egi setelah sarapan langsung berjalan ke arah tangga lantai bawah tanah untuk menuju parkiran mobil.

__ADS_1


Kini misa dan arga tengah berjalan menyusuri setiap ruangan untuk menuju kamar baru nya. Dan ketika kedua nya sudah membuka salah satu pintu ruangan dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Tiba tiba kedua nya langsung di sambut oleh sekertaris Tang dan cesa yang sudah berdiri di depan pintu dalam ruangan.


"Selamat pagi tuan dan nona," sapa sekertaris Tang dan Cesa yang berdiri di samping Tang.


"Pagi juga sekertaris Tang dan cesa," balas Misa lalu tersenyum.


Arga dengan sigap menutup bibir misa agar tidak bisa di lihat senyuman nya oleh Tang. Lalu arga melirik tajam ke arah Tang.


Eh, kenapa dia membekap ku?


"Cesa kenapa ada di sini bukan nya cesa pagi ini ada kelas untuk mengajar?" tanya Misa heran.


"Maaf nona, karena nona berhenti dari guru jadi saya pun ikut berhenti. Sebab tugas sesungguh nya saya adalah menjaga nona bukan menjadi guru," jelas Cesa.


Misa mengangguk mengerti.


Jadi benar ternyata cesa adalah mata mata nya dia...


"Tuan, kamar nya sudah siap," tutur Tang mempersilahkan dengan gerakan tangan ke arah pintu kembar.


Arga mengangguk pelan lalu kembali menatap Tang. Dan sekertaris Tang yang seakan mengerti dengan tatapan arga, Tang membuka suara.


"Dokter kandungan tengah dalam perjalanan. Mungkin sekitar 10 menitan lagi akan sampai kemari tuan," tutur Tang yang mendapatkan anggukan kepala oleh arga.


Setelah mendengar penuturan Tang. Arga dengan menggandeng lengan misa mendekatkan diri nya pada pintu kembar tersebut. Dan terbukalah sendiri pintu itu. Lalu kedua nya masuk ke dalam kamar baru.


Mata misa terbelalak melihat isi kamar baru nya. Yang sangat luas bahkan lebih luas dari kamar sebelum nya.


"Romisa, aku keluar dulu sebentar. Kau lihat lihat saja dulu. Jika ada yang tidak suka bilang padaku," ucap Arga mengusap lembut puncuk kepala misa.


Arga membiarkan misa untuk memidai setiap ruangan di kamar baru nya, lalu arga kembali keluar kamar untuk bertemu Tang.


Sepeninggalan nya arga. Misa masih betah melihat lihat setiap ruangan yang ada di dalam kamar dan memeriksa nya.


Ini sih bukan kamar tp melainkan seperti rumah kecil ku. huh, jadi kangen rumah ku... apa kabar yah, rumah yang di tinggalkan.


Misa melihat ke arah balkon dan lagi lagi mata misa berbinar, melihat taman anggrek kesayangan nya ada di depan balkon juga kolam ikan hias.


Seperti nya aku akan betah jika suatu saat di kurung di dalam kamar.


Sreeet...

__ADS_1


Suara pintu kembar bergeser menandakan ada orang yang masuk ke dalam kamar nya. Misa menoleh ke belakang yang kebetulan pintu kaca balkon terbuka.


Misa melihat ada Tiga orang berdiri di ambang pintu menatap nya, dan ada salah satu wanita sebaya cesa yang sangat cantik dengan jas putih kedokteran nya dan rambut panjang bergelombang, Wanita tersebut tersenyum ke arah misa.


Kenapa dokter nya cantik sekali? Dan lagi dia, kenapa berdiri nya dekat sekali dengan dokter itu? Apa jangan jangan wanita ini simpanan nya s singa?


Cih! Benar kata rina. Ternyata laki laki sama saja. Sama sama gampangan terhadap wanita, lihat yg bening dikit langsung di lirik dan di embat. Cih... menyebalkan gerutu Misa dalam hati karena melihat posisi berdiri arga cukup dekat dengan dokter tersebut.


Melihat misa masih mematung dan menatap ke arah nya. Arga menghampiri misa, lalu menangkup kedua sisi wajah misa dengan kedua tangan nya agar tatapan misa terfokus pada arga.


"Romisa, kau sudah melihat lihat isi kamar nya. Apakah kau suka?" tanya Arga dengan tatapan teduh nya.


Pura pura perhatian, dan baik. Sudah lah singa urus tuh wanita incaran mu.


Melihat misa menatap nya dengan tatapan sinis. Arga memicingkan mata nya heran, lalu mengecup kening misa.


"Jadi kau tidak suka dengan kamar nya. Baiklah aku akan menyuruh Tang menyiapkan kamar lain," tutur Arga membuat misa dengan sigap memegang kedua tangan arga yang masih di wajah nya, lalu menurunkan nya.


Misa menatap arga.


"Aku sangat suka dengan kamar ini," balas Misa lalu tersenyum terpaksa.


Hanya aku tak suka kau berdekatan dengan dokter itu.


Arga mengusap lembut sisi wajah misa dan mengangguk pelan.


"Romisa, berbaringlah di kasur. Dokter nya sudah datang," titah Arga.


Misa melirik ke arah dokter lalu menatap arga kembali.


"Baik suamiku," jawab Misa lalu menurut berjalan ke arah ranjang dan tiduran di atas kasur.


Sedang Arga ikutan naik ke atas kasur dan duduk di samping misa, untuk memperhatikan pemeriksaan dokter terhadap misa.


Dokter wanita dan asisten nya mendekati ranjang, dan duduk di kursi kecil samping ranjang.


"Selamat pagi nona Romisa," sapa ramah dokter wanita itu.


"Pagi dok," balas Misa lalu tersenyum.


"Perkenalkan nama saya dokter meriska, dan ini asisten saya tina," ucap dokter tersebut memperkenalkan diri nya dan asisten nya yang duduk di samping meriska.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2