Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
97


__ADS_3

Ke empat orang tersebut memasuki gazebo dan duduk di atas karpet yang sudah di bentang kan.


Suasana yang sejuk dan tenang menambah kenyamanan ketika bersantai di gazebo. karena posisi gazebo nya di dekat pohon2 yang rindang dan sejuk.


Misa melirik sekitar gazebo yang ternyata para pelayan telah mempersiapkan keperluan mereka untuk bersantai hingga gitar egi dan buku komik kesukaan syila pun di sediakan.


Syila memangku kotak catur dan menempatkan nya di tengah2 mereka berempat. Lalu syila membongkar kotak tersebut hingga keluarlah semua bidak catur dari dalam nya.


Buat apa syila mengeluarkan catur.


"Kaka ipar bisa main catur nggak?" Tanya syila sambil merapikan bidak catur.


Misa mengangguk pelan. "Bisa." Ucap misa.


"Kalau gitu ka arga maen catur yuk sama syila," ajak syila pada arga.


Eh, yg di tanya aku kenapa s singa yang di ajak maen. Ada2 aja syila ini.


Arga hanya mengangguk pelan sebagai jawaban iya. Sedang diri nya tengah merangkul misa dari belakang dan sesekali memainkan ujung kerudung misa.


"Nah, untuk ka egi maen gitar gih. Biar menambah suasana bahwa kita sedang bersantai," titah syila pada egi.


Egi menatap syila tanpa ekspresi nya lalu akhirnya mengambil gitar yang sudah ada di belakang tempat diri nya duduk.


Ternyata syila juga bisa jadi bos di antara kaka2 nya gumam misa dalam hati dan tanpa sadar terkekeh pelan.


Arga melirik misa. "Ada yg lucu?" tanya nya menatap misa menyelidik.


Misa menggelengkan kepala nya cepat dan tersenyum.


Hampir saja. Untung hanya s singa yang lihat.


Arga mengusap puncuk kepala misa dengan pelan lalu menompangkan dagu nya di pundak misa


Sedang misa dengan perlakuan arga hanya bisa pasrah karena memang tidak bisa berbuat apa2. Meskipun diri nya sedikit risih.


Egi mulai memetik senar gitar nya dan menciptakan nada yang indah dan enak di dengar. Tanpa sadar misa memperhatikan permainan gitar egi dan hal itu tidak luput dari pengawasan mata arga.


Arga dengan geram melepaskan pelukan nya di perut misa lalu beranjak merebut gitar dari pangkuan egi.


"Kaka." Geram egi karena secara tiba2 arga merampas gitar nya.


Syila yang sedang menyusun bidak catur menoleh pada kedua kaka nya.

__ADS_1


Kenapa s singa maen rampas2 gitu sih.


"Biar kaka yg main gitar. Egi main catur bareng syila," titah arga pada egi.


Syila memicingkan mata nya. "Emang ka arga bisa main gitar. Perasaan ka arga hanya bisa nya bermain di depan komputer bukan alat musik," tutur syila mengejek.


Apa iya s singa tidak bisa bermain gitar terus knpa dia merampas gitar nya egi.


Arga mendengus kesal. Lalu mulai memetik senar nya asal.


"Hahaha... ka arga kalau nggak bisa bilang aja jangan membuat malu diri ka arga di depan kaka ipar deh," celetuk syila dengan di selingi tawa. Seketika arga menatap tajam pada syila.


Duh syila sudah tahu kaka mu ini seperti hewan buas. Masih saja berani mengejek nya.


"Syila..." ucap misa dan memberikan senyuman yg mempunyai arti jangan begitu syila.


Sedang egi yang melihat perdebatan di depan nya hanya tersenyum miring menanggapi nya.


Arga yang mulai acuh mendengarkan ejekan syila mulai memetik senar gitar dengan pelan lalu lambat laun menjadi alunan nada yang tak kalah indah dari petikan tangan egi.


Arga memainkan nada canon in D dengan sangat apik dan rapih. Seketika suasana menjadi hening semua terpaku dan terpesona dengan petikan gitar arga.


ternyata s singa bisa bermain gitar juga. Selain bisa nya mengaung di depan wajah ku ternyata dia mampu menciptakan nada indah dengan gerakan tangan nya.


"Wah..wah..ka arga ternyata bisa bermain gitar juga. Tp sejak kapan ka arga belajar nya setau syila, ka arga tidak pernah suka dg hal yg berbau alat musik. Ka egi aja sampai kaka larang untuk bermain," cerocos syila panjang.


Namun arga tidak menanggapi celotehan nya syila. Arga lebih memilih merangkul kembali pinggang misa yang berada di hadapan nya dan mencium kening misa lembut.


Hey, bisakah kau jangan lakukan ini di depan semua orang aku malu singaa.


"Suamiku..banyak orang," ucap misa melirik malu


Namun arga tidak memperdulikan nya. Lalu arga mengusap sisi wajah misa dengan lembut.


"Iiiihhh...ka arga itu tontonan nggak baik tahu buat syila yang jomblo. Kalau mau romantisan nanti di kamar jangan di depan kita yang jones. Ya kan ka egi," lirik syila pada egi.


Sedang yg di lirik sedang menatap dua sejoli di hadapan nya dengan tatapan tajam dan tangan mengepal.


"Ka egi sakit?" Tanya syila yg bingung melihat egi seperti itu.


Egi menoleh pada syila dan menggelengkan kepala nya pelan.


Ketika suasana sedikit hening terdengar suara deruman mesin mobil dari jarak yang tidak jauh dari gazebo.

__ADS_1


Misa hendak menoleh ke arah suara namun arga dengan sigap memeluk misa dan menarik kepala misa agar terbenam di depan dada nya.


Eh, kenapa dia tiba2 peluk2 gini sih emang ada apa.


"Wah..bukan nya itu sing..." ucapan syila terpotong karena arga dengan sigap menutup mulut syila dengan sebelah tangan nya lalu menatap tajam pada syila.


Syila langsung menciut dan menutup rapat bibir nya.


Apa kata syila tadi. Seperti nya dia akan berkata singa. Apa ada singa di sekitar sini.


"Singaa.." gumam misa dan hendak menolehkan kepala nya namun arga lagi lagi menarik misa agar tetap dalam pelukan nya dan menahan nya agar tidak bergerak.


Kenapa aku tidak boleh lihat. Tp yasudah lah. Yg terpenting kembaran nya s singa tidak kemari. Jika dia sampai kemari. Bisa2 aku mati berdiri di tatap tajam oleh singa jantan itu.


Tidak berapa lama. Arga melepaskan pelukan nya dan membiarkan misa melirik sekitar.


"Suamiku ada apa?" Tanya misa.


"Syila sampai di sini saja kau bermain dengan kaka ipar mu. Biarkan dia beristirahat," ucap arga yang di balas anggukkan pelan oleh syila.


"Romisa kembali ke rumah." Titah arga mengusap wajah misa lembut.


Hmm padahal masih pingin aku bermain di sini bersama syila.


Misa mengangguk malas mengiyakan ucapan arga.


Arga turun dari gazebo duluan dan berdiri di depan misa yang masih duduk di gazebo. Ketika misa hendak menurunkan kaki nya untuk memakai sepatu nya. Tiba2 arga mengangkat tubuh mungil misa dengan ala bridal style.


Misa terlonjak kaget dan berteriak. "Aaaaaa.. suamiku. Turunkan aku," berontak misa dalam gendongan arga.


Arga terkekeh. "Bukan nya tadi yg kalah di gendong." Ucap nya lalu mulai berjalan meninggalkan syila yang terbahak dan egi yang geram.


kenapa orang ini mendengarkan ucapan syila sih. Aku malu sekali singaa.. ya tuhaann. Kenapa adik dan kaka seperti sedang bersekongkol memalukan ku di depan para pelayan dan para penjaga nya.


Misa menyembunyikan wajah nya di dada arga karena tidak sanggup melihat tatapan orang yang melihat nya.


"Suamiku.. bisakah turunkan aku. Badan ku berat," gumam misa pelan.


Arga semakin senang menggoda misa. Arga mengeratkan pegangan lengan nya di tubuh misa dan semakin merapatkan tubuh nya. Lalu mencium puncuk kepala misa beberapa kali.


Kau ini bukan nya kasihan terhadap ku tapi semakin ingin mempermalukan ku. Singaa. Kemana otak normal mu. Kenapa sekarang sikap mu selalu bermode bunglon bukan mode singa normal lagi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2