Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
110


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur panjang nya Misa yang profesi sebagai guru.


Dan meskipun hari libur, misa tetap bangun dari tidur lebih awal dan langsung membersihkan diri lalu melaksanakan shalat subuh.


Selesai melaksanakan shalat, misa menyiapkan pakaian kerja arga karena arga sedang membersihkan diri.


Setelah nya misa membereskan tempat tidur yang berantakan dan, kini misa sedang menyemprot bunga anggrek agar terawat dan tetap segar.


Arga keluar dari ruang ganti yang sudah memakai baju kerja hanya jas, dasi, dan jam tangan nya saja yang belum terpasang dalam tubuh nya.


Ketika arga keluar dari ruangan ganti pandangan nya langsung menemukan sosok yang di cintai nya yaitu misa yang sedang berdiri di hadapan bunga anggrek. Ada senyuman misterius dari bibir arga dan dengan langkah pelan arga mendekati misa.


"Romisa, jangan berdiri di sini," ucap arga dengan nada rayuan. Dan berdiri di belakang misa lalu memeluk pinggang ramping misa untuk merapatkan ke tubuh nya.


Alis misa terangkat sebelah karena mendengar nada suara arga yang berbeda dari biasa nya.


Eh, kenapa aku merasa dia berbeda yah. Dan seketika bulu kuduk ku menjadi merinding begini.


"Kenapa suamiku, aku kan sedang menyemprot anggrek ku," balas misa masih mengamati setiap batang dan bunga anggrek takut takut ada yang layu atau rusak.


Arga menunduk lalu mencium pundak misa.


"Kasihan bunga nya romisa, akan layu karena kalah cantik oleh mu," ucap arga merayu lalu tersenyum.


Ya tuhan. Dari mana dia bisa mengeluarkan kata kata gombalan nya s hendri. Apa dia sudah kena demam jadi omongan nya ngelantur.


Misa hanya terdiam tidak menanggapi arga dan menahan senyuman nya.


Sedang arga dengan posesif mempererat pelukan nya di perut misa dan menunduk menompang dagu di bahu misa.

__ADS_1


Lalu mulai menjalankan aksi gombalan rayuan nya lagi.


"Romisa bisakah kau ambilkan aku sebuah tali yang paling kuat," ucap arga masih dengan nada rayuan nya.


Apa lagi singaa. Aneh aneh saja. Buat apa dia meminta tali. Apa dia mau gantung diri.


"Buat apa suamiku, dan tali apa yang kau minta?" tanya misa melirik heran pada arga yang ada di bahu nya.


Arga menciumi pipi misa lalu berkata,


"buat mengikat nama mu di hati ku, romisa," ucap arga pelan di telinga misa.


Ada apa dengan dia. Kenapa dari tadi berkata manis terus apa dia ketularan gombalan nya s hendri atau diri nya telah di rasuki oleh roh nya s hendri. Kenapa dia jadi begini. Kembalikan singa ku yang normal.


Lagi lagi misa hanya terdiam tidak menanggapi gombalan nya arga dan berusaha menahan senyuman nya agar tidak terlihat oleh arga.


Arga mulai mengingat kembali rayuan yang sudah di baca nya dari buku gombalan, rayuan apa lagi yang harus di ucapkan nya pikir arga.


Jelas lah kalau jatuh pasti sakit. Kau kalau bertanya yang jelas. Masa yang sudah tahu jawaban nya kau tanyakan lagi.


"Pasti sakit suamiku," balas misa yang masih mengamati anggrek nya.


"Ada jatuh yang sangat enak bila kita merasakan nya romisa," ucap arga.


Alis misa mengernyit heran.


Mana ada jatuh di kata enak. Yaa kali beda lagi kalau jatuh nya ke kasur yang empuk.


"Emang ada suamiku?" tanya misa heran lalu menoleh pada arga yang masih ada di bahu nya.

__ADS_1


"Ada, yaitu jatuh cinta pada mu romisa," ucap arga pelan lalu kembali mengecup pipi misa.


Seketika pipi misa merona tersipu oleh rayuan gombalan nya arga.


Ya tuhaan.. kenapa dia seperti ini. Hey, kembalilah ke singa ku yang normal. Belajar dari mana kau berkata manis seperti ini. Tidak mungkin kau berguru pada s hendri..


"Romisa.." ucapan arga terpotong karena misa membalik kan badan nya menghadap ke arga.


Misa berjinjit dan menangkup wajah arga dengan kedua tangan agar fokus menatap nya. Lalu misa memeriksa dahi arga memastikan jika arga tidak demam.


"Apakah suamiku demam?" tanya misa sambil memeriksa dahi arga lalu memeriksa dahi nya sendiri menyamakan suhu nya.


Dia demam juga tidak, tp kenapa dia bersikap seperti ini.


Arga menangkap tangan misa yang ada di dahi nya lalu menurunkan ke arah bibir nya dan mengecup dengan lembut.


"Aku sehat romisa," ucap arga setelah mencium punggung tangan misa.


Ya tuhaan. Kenapa dia bersikap manis seperti ini. Tadi kata2 nya yang sudah di keluarkan terlalu manis dan sekarang sikap nya juga. Ada apa dengan diri nya.


"Lalu kenapa..." ucapan misa terhenti karena arga menutup bibir misa dengan jemari yang mengusap bibir nya dengan lembut.


"Karena aku ingin menanamkan nama ku di hati mu romisa," ucap arga masih dengan rayuan nya yang seakan mengerti apa yang akan di tanyakan oleh misa.


Misa tertegun dengan jawaban arga dan terdiam menatap kedua sorot mata nya arga.


Apa kata nya tadi. Ingin menanamkan nama nya di hati ku. Andai kau tahu singa. Nama mu sudah lama tertanam di hati ku. Meskipun kau singa garang tp entah kenapa hati ku memilih mu.


Melihat misa terdiam arga menarik misa ke dalam pelukan nya dan mendekap dengan cukup erat.

__ADS_1


Lalu arga menghirup aroma rambut misa yang sangat arga sukai. Lalu mengecup beberapa kali puncuk kepala misa. Sedang misa sudah terpaku dalam dekapan arga dan membalas pelukan arga dengan mengalungkan lengan nya di punggung arga. Ada senyuman bahagia dari bibir arga dengan respon misa.


BERSAMBUNG....


__ADS_2