Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
92


__ADS_3

Arga memasuki kamar nya setelah melewati sekertaris Tang dan cesa di luar pintu kamar nya.


Pertama masuk ke dalam kamar arga langsung di sambut dengan suara tangisan wanita yang terisak.


Arga mencari asal suara tersebut dan mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan kamar nya


Pandangan arga jatuh pada sosok misa yang sedang duduk meringkuk di atas ranjang dekat dengan tepi ranjang.


kepala misa menunduk dan kedua tangan nya memeluk kedua lutut yang di lipat. Arga menghampiri misa dengan langkah hati hati. Lalu duduk di sisi ranjang menghadap misa.


Tangan arga mengelus puncuk kepala misa dengan lembut tanpa ada suara yang keluar dari bibir arga.


Hanya hati arga yang sakit melihat keadaan misa seperti itu.


"Bundaaa... bundaaa... misa takut." Gumam misa di sela tangisan nya.


Tak tahan mendengar tangisan misa yang menyayat hati arga.


Arga ikut duduk menyila bersandar di tepi ranjang lalu memangku tubuh misa layak nya anak kecil dan membawa nya ke dalam pelukan dan pangkuan nya.


Kini misa menangis dalam dekapan arga duduk menyamping dan membenamkan kepala nya di dada arga.


Tubuh misa masih bergetar karena isak tangis nya dan masih menggumam kan nama panggilan bunda nya.

__ADS_1


Dengan penuh kasih sayang arga terus mengelus punggung misa naik turun dengan lembut dan menghadiahkan kecupan di kepala misa beberapa kali.


"Romisa, tenang lah. Ada aku. Jangan takut," ucap arga pelan.


Mendengar suara arga di telinga nya seketika misa mendongak kan kepala nya dan menatap wajah arga.


Begitu pun arga menundukkan kepala nya menatap wajah misa yang merah dengan mata yang sudah berair dan hidung merah nya.


Arga mengusap air mata misa dengan lembut lalu memberikan nya kecupan lembut di kedua mata misa.


"Jangan menangis romisa, dan jangan takut." Gumam arga setelah mengecup mata dan hidung misa.


Misa masih menatap arga sendu. Lalu berhambur melingkar kan tangan nya di punggung arga dan memeluk tubuh arga dengan sangat erat. Misa membenamkan kembali wajah nya di dada arga.


"Singaaa... aku takut." Gumam misa pelan namun masih terdengar arga.


Arga menghela napas nya pelan. Lalu kembali mengelus kepala misa dengan sayang. "Jangan takut romisa, tenanglah." Ucap arga menenangkan.


"Singaaa. Meskipun kau selalu membuat jantung ku ingin meledak. Tp pelukan mu sangat nyaman dan menenangkan," ucap misa lagi dan semakin mempererat pelukan nya di dada arga.


Apa romisa sering berpelukan dengan singa putih itu. Ini tidak bisa aku biarkan lagi. Enak sekali singa putih itu memeluk tubuh romisa.


Namun arga tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya membalas pelukan misa tak kalah erat dan kembali menghadiahkan kecupan nya di puncuk kepala misa.

__ADS_1


"Singaaa... jangan pergi kemana mana. Dan jangan menghilang dalam hidup ku. Seperti nya aku sudah jatuh cinta pada mu seperti yang di kata rina." Celoteh misa lagi dalam dekapan arga.


Apa!! Jadi dia benar benar sangat mencintai singa putih itu. Romisa kau hanya boleh berkata seperti itu padaku. Kenapa kau mengatakan hal seperti itu pada singa hewan peliharaan mu.


Rasa cemburu melingkupi pikiran dan hati arga. Sehingga arga hendak melepaskan pelukan misa di tubuh nya namun misa dengan sangat erat memeluk tubuh arga.


"Jangan pergi singaaa... jangan pergi." Gumam misa kembali terisak lagi setelah tadi tangisan nya mereda


Lagi lagi arga menghembuskan napas nya panjang.


Lalu arga kembali membalas pelukan misa dan mengelus kepala dan punggung misa dengan lembut.


"Aku tidak akan pergi Romisa, tenang lah dan tidurlah." Ucap arga pelan lalu menunduk dan mengecup puncuk kepala misa.


Kenapa hanya nama singa dalam pikiran mu romisa. Dan bahkan kau mengatakan jika kau telah jatuh cinta pada hewan peliharaan mu itu. Benar benar. Aku tidak akan sungkan lagi dengan hewan peliharaan mu romisa.


Karena usapan lembut di punggung dan kepala misa. Akhirnya misa lambat laun tertidur dengan tenang. Napas misa telah teratur dalam lelap nya.


Arga menghentikan gerakan tangan nya dan kembali mempererat pelukan nya dengan sayang seakan arga tidak rela jika misa jauh dari diri nya.


"Romisa, sebutlah nama ku jika kau berkata cinta jangan hewan peliharaan mu itu yang kau sebut." Gumam arga pelan di sela pelukan nya.


Huh..arga mendengus kesal. "Aku telah kalah saing sama singa hewan peliharaan mu romisa," gumam arga lagi.

__ADS_1


Lalu menyandarkan kepala nya di senderan ranjang dan ikut memejamkan mata nya dengan misa yang masih dalam pangkuan dan pelukan nya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2