Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
128


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam


arga telah selesai dari pekerjaan nya dan setelah arga melaksanakan shalat magrib nya kini arga tengah duduk menyender di dalam mobil untuk pulang menuju rumah nya


Sedang sekertaris Tang fokus dengan kemudi nya


"Tang.." panggil arga di sela pejaman mata nya


"Iya tuan"


"Kau sudah siapkan pak ustadz nya jika memang benar dugaan mu itu benar" tanya arga serius


"Sudah tuan. Tadi siang saya sudah menetapkan jadwal nya malam ini jika memang dugaan saya itu benar benar terjadi pada nona" tutur tang


Arga menghembuskan napas nya pelan


"Bagaimana dengan laporan kegiatan romisa hari ini tang. Tolong kau jelaskan saja. Aku lagi tidak ada semangat untuk melihat ponsel mu" pinta Arga dengan suara lemah


"Seperti yang tuan jelaskan sebelum nya. Jika nona makan dengan porsi banyak, memang itu benar dan menurut laporan cesa, nona hari ini bersikap cukup aneh" jelas Tang


Arga melirik tang sejenak lalu kembali memejamkan mata nya


"Cukup aneh bagaimana maksud mu" tanya arga meminta kejelasan lebih


"Nona tidak biasa nya telat mengajar hanya karena tidak ingin di ganggu dari posisi duduk nya yang nyaman. Dan nona juga banyak mengekspresikan tatapan dingin dan kesal yang menurut cesa, nona sebelumnya belum pernah bersikap seperti itu" jelas panjang nya Tang


Arga menghembuskan napas nya kasar


"Aku takut jika dugaan mu itu benar tang. Kemana romisa istri ku yang asli jika romisa yang sekarang adalah romisa yang di rasuki makhluk halus" gumam arga frustasi


"Dugaan itu belum tentu benar tuan. Karena tuan belum mengetes nona, jd belum membuktikan jika dugaan itu benar" tegas Tang


"Aku akan mengetes nya sekarang Tang" gumam arga


Tidak ada percakapan lagi di antara kedua nya. Arga yang sibuk dengan pikiran nya sedang Tang fokus dengan kemudi nya

__ADS_1


--------------


Mobil arga telah sampai di depan teras rumah.


Sekertaris Tang dengan sigap membuka kan pintu lalu arga turun dari mobil yang langsung di sambut misa yang sedari tadi berdiri di ambang pintu menunggu kepulangan arga


Arga menghampiri misa lalu menangkup wajah misa dengan kedua tangan nya dan mengecup kening misa dengan lembut lalu merangkulkan sebelah tangan nya ke pinggang misa dan berjalan menuju sofa tunggal untuk di gantikan sepatu nya oleh bi ane


Setelah sepatu arga berganti dengan sandal rumah. arga dan misa berjalan beriringan menuju lantai atas untuk menuju kamar nya


Dan kini kedua nya sudah di dalam kamar. Arga mengunci pintu kamar nya lalu berdiri di hadapan misa


Eh, kenapa serasa ada yang aneh dengan tatapan dia


Misa dengan sigap membuka kan jas kerja arga lalu membuka ikatan dasi arga


"Romisa.." panggil arga lalu mengangkat dagu misa dengan jemari nya sehingga misa mendongak menatap nya


Ada apa dengan dia. Kenapa tiba tiba seperti ini. Apa aku melakukan kesalahan lagi


Peraturan apa singaa...perasaan tidak ada aturan apa2. Atau....oh seperti nya kerudung


"Harus melepaskan kerudung ku. Itukah peraturan nya, suamiku" tanya misa memastikan


Arga mengangguk dan membuka kan kerudung misa lalu melemparnya ke sofa


Lalu arga kembali lagi menatap misa intens


"Romisa, sudah berapa lama kita menikah" tanya arga lagi mengintimidasi


Kenapa s singa bertanya hal2 seperti ini. Membuat ku mengingat kembali tentang pernikahan palsu itu


"Sudah 7 bulan yang lalu. Ada apa suamiku, kenapa bertanya masalah pernikahan" heran misa


Arga menggelengkan kepala nya lalu menghembuskan napas nya pelan dan kembali menatap misa dengan menangkup kedua wajah misa agar pandangan misa terfokus pada nya

__ADS_1


"Romisa.. kau ingat apa yang ku katakan saat malam pertama" tanya arga masih dengan tatapan mengintimidasi nya


Seketika pipi misa merona karena mengingat malam itu. Dan hanya terdiam tanpa berkata


Ya tuhaaan.. dia benar2 aneh. Kenapa bertanya hal2 yang jelas dia sudah tahu. Ada apa dengan mu singaaa. Jangan membuatku mengingat hal memalukan lagi


"Romisa.. jawab" pinta arga karena melihat misa masih saja diam


"Romisa..." gumam arga ada nada frustasi dari nada suara arga


Dan misa masih saja terdiam hanya menatap arga namun tak kunjung berkata


Arga yang takut dugaan nya Tang itu benar sudah mulai memperlihatkan sikap frustasi nya. Dan berpikir jika romisa di hadapan nya adalah bukan romisa asli


"Suamiku mengatakan, aku mencintaimu dan jadilah ibu dari anak2 ku" tutur misa yang membuat arga yang semula menundukkan kepala dan dengan pandangan kosong nya. Berubah seketika, arga menatap misa dengan pandangan sendu lalu mengecup semua bagian wajah misa membuat misa mengerjapkan mata nya beberapa kali


Lalu arga membawa misa ke dalam pelukan dan mendekap nya dengan erat


"Romisa. Aku juga mencintaimu..kau istriku...kau romisa asli" gumam arga di sela mengecup puncuk rambut misa


Sedang misa yang masih terheran dengan sikap arga hanya diam dan pasrah


Hey, aku mengatakan apa yang kau katakan waktu itu bukan aku menyatakan perasaan ku. Dan Ada apa dengan nya ini. Memang dia pikir aku ini siapa. Sampai2 bertanya hal hal seperti itu. Apa dia pikir aku ini orang lain yang menyamar menjadi istri nya. Benar benar s singaa ini pikiran nya sudah konslet


"Suamiku.." gumam misa dalam dekapan arga


Arga seakan tersadar melepaskan pelukan nya lalu memberi jarak antara diri nya dengan misa agar bisa melihat wajah misa


"Romisa. Aku akan mandi. Siapkan air hangat nya" titah arga lalu mengusap lembut rambut misa


"Baiklah suamiku. Kau siap2 untuk mandi" balas misa lalu berlalu ke pintu kamar mandi dan meninggalkan arga yang menghembuskan napas nya lega


"Dia romisa asli ku... tp kenapa akhir2 ini bersikap aneh. Sudahlah yang terpenting dia adalah romisa asli, istri ku.." gumam arga pelan setelah kepergian misa


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2