
Pagi hari telah tiba. Arga terbangun dari tidur nya dan membuka mata nya dengan pandangan langsung di hadapkan wajah misa yang masih terlelap di pelukan nya.
Lama arga memandangi wajah misa yang tertidur.
Misa ikut terbangun karena jemari arga sudah bermain menelusuri wajah nya. Seperti kebiasaan misa. Misa menggeliat kan tubuh nya ke kiri dan ke kanan baru mengerjapkan mata nya.
"Bagaimana keadaan nya. Masih sakit?" Tanya arga sambil mengusap lembut wajah misa.
Misa menggelengkan kepala nya.
"Tidak suamiku, ini sudah jam berapa?" Tanya nya balik.
"5." Jawab arga singkat lalu menciumi seluruh wajah misa dari mata, hidung, pipi, kening dan bibir nya sekilas.
Ya tuhaaannn. Ada apa dengan s singa. Kenapa pagi2 sekali sudah membuat jantung ku ingin meledak.
Arga terkekeh melihat rona merah di pipi misa yang tersipu malu.
"Morning kiss," pinta arga menunjuk bibir nya.
Maksud nya apa lagi s singa ini.
Misa mengernyitkan alis nya heran.
"Apa nanti di teras depan saja," sambung arga.
Misa langsung menyela. "Sekarang saja," ucap misa lalu mencium pipi kanan arga.
Benar. Otak s singa sudah di isi hal mesum.
Arga menunjuk pipi sebelah nya lagi.
Misa seakan mengerti mencium pipi arga yang sebelah nya.
Lalu arga menunjuk bibir nya.
Di kasih hati malah minta jantung. Dasar singaa.
Misa bukan nya mencium apa yang di tunjuk arga tp misa memilih bangkit dari tidur nya.
"Baiklah, di bawah saja." Ucap arga dan ikutan bangkit dari tidur nya.
__ADS_1
Apa dia tidak malu meminta hal seperti itu di hadapan banyak penjaga nya. Aku tidak mau kejadian seperti kemarin terulang. Baiklah lebih baik aku turuti pinta nya s singa.
Misa mencium sekilas bibir arga lalu lari terbirit ke kamar mandi.
Hal itu membuat arga terkekeh senang.
"Romisa, berani nya kau berlari dari ku," ucap arga menggema di ruangan kamar nya.
--------
Setelah kejadian semalam yang menggegerkan seisi rumah. Misa banyak di tanyai oleh syila yang terus berceloteh dan memeriksa badan nya seakan akan misa telah berjuang dari sakit parah. Dan misa hanya menanggapi nya dengan senyuman dan ucapan bahwa dia baik baik saja..
Misa kini sudah berdiri di teras depan rumah untuk mengantar keberangkatan kerja nya arga. Dan arga masih setia berdiri di hadapan misa.
"Kau yakin akan tetap pergi ke sekolah?" Tanya arga masih di liputi khawatir.
Misa mengangguk kan kepala nya mengiyakan ucapan arga.
Memangnya kenapa aku Harus tetap di rumah. Padahal kan aku sehat2 saja. Dan tadi syila juga tampak heboh sekali. Apakah aku waktu malam membuat susah semua nya yah.
Arga mengusap puncuk kepala misa, "jika kau ingin melihat hewan peliharaan mu. Harus bersama ku," tegas arga.
Siapa juga yang mau lihat kembaran mu singaa. Sudah cukup kemarin aku syok melihat nya dan kau suruh aku menengok kembaran mu itu.
"Dan soal memberikan makan nya. Jangan sampai kau turun tangan. Biar para penjaga di sana yang memberi nya makan," ucap arga lagi.
Tentu saja singaa.. jika aku yang memberi nya makan. Yang ada kembaran mu itu memakan diri ku.
"Iya suamiku, apa tidak akan terlambat ke kantor suamiku. Ini sudah jam segini," tunjuk misa melihat jam di pergelangan tangan nya.
Arga menatap misa dingin.
"apa kau mengusirku!!" Ucap nya tegas.
Misa langsung menggelengkan kepala nya cepat.
Mana berani aku mengusir s singa.
"Tidak suamiku, aku tidak mengusir mu. Aku hanya takut kamu terlambat ke kantor." Jelas misa.
Arga mengusap sekali lagi kepala misa dan tanpa membalas ucapan misa. Arga lalu beranjak menuju pintu mobil nya yang sudah di buka kan sekertaris Tang dan duduk di kursi penumpang.
__ADS_1
Sekertaris Tang menunduk hormat ke arah misa lalu masuk ke pintu kemudi. Dan kini mobil arga telah melaju hilang dari pandangan misa.
Misa menghela napas nya panjang.
"Nona." Panggil bi ane maju melangkah menghadap misa.
"Iya bi, ada apa?" Tanya misa.
"Nona, hewan peliharaan nona akan di beri sarapan daging apa tolong pilihkan menu nya?" Tanya bi ane sambil menunduk.
Kenapa aku yang harus menentukan makanan nya kembaran s singaa sih. Sungguh merepotkan. Dan tadi apa kata bi ane. Ada menu makanan nya. Ya tuhaaan hewan buas saja bisa mempunyai menu makanan nya segala.
"Memang ada apa saja pilihan menu nya."
"Ada daging ayam, bebek,kambing, sapi, dan kerbau nona," jelas bi ane.
Hebat juga menu nya kembaran s singa... hmm.. kira2 apa yah. Ah,menu yang bisa membuat s singa bangkrut saja deh. Tp mana mungkin harta s singa bisa habis hanya dengan membelikan nya daging.
"Beri hewan itu, sapi saja bi." Pendapat misa.
"Lalu, untuk makan siang nya apa nona?" Tanya nya lagi menoleh ke misa.
Makan siang nya pun harus aku yang ngatur. Sungguh benar benar s singaa ini.
"Makan siang nya, kerbau saja bi."
"Baiklah nona, karena sore hari nona pasti pulang dan ingin menengok hewan peliharaan nona. Seperti nya untuk makan sore nya nanti nona yang akan menentukan nya langsung di hadapan hewan peliharaan nona." Jelas bi ane menunduk hormat hendak pamit.
Apa!! Kenapa aku harus menengok nya.. tidak aku tidak mau biii..
Misa memegang lengan bi ane dan menatap nya.
"Seperti nya sore hari nya saya tidak bisa menengok nya bi. Karena banyak nya kerjaan yang harus saya periksa. Jadi berikan kambing saja untuk makan sore nya bi," terang misa sedikit memelas.
Bi ane tersenyum lalu mengangguk, "baik nona." Ucap nya.
"Jika nona akan berangkat bekerja. Hati hati di jalan nona, saya pamit undur untuk ke belakang nona," sambung bi ane lalu menunduk hormat dan pergi meninggalkan misa.
Misa menghela napas nya panjang.
Ayah, bunda, kenapa bisa begini. Sejak kapan misa menyukai hewan buas bernama singa itu. Huft. Sungguh merepotkan.
__ADS_1
Misa menghampiri mobil nya yang di mana cesa sudah berdiri di samping mobil dan membuka kan pintu mobil untuk misa.
BERSAMBUNG....