Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
136


__ADS_3

Gema adzan subuh berkumandang menandakan waktu telah memasuki pagi hari.


Misa menggeliat ke kanan dan kiri lalu mengerjapkan mata nya perlahan. Hal pertama yang langsung misa tangkap dari pandangan mata nya. Yaitu wajah arga yang sedang menatap misa dengan tatapan hangat.


"Pagi, Romisa," ucap Arga lalu mengecup kening misa, sedang misa yang masih belum sepenuh nya tersadar mengerjapkan mata nya dengan cepat.


Misa tidak menjawab ucapan arga. Dia segera bangkit dari tiduran nya, dan duduk setengah terbaring lalu menatap arga.


"Romisa, pagi ini kita akan kedatangan dokter kandungan yang akan memeriksa keadaan mu, jadi siap siaplah. Dan mulai hari ini kita akan pindah kamar ke lantai bawah," tutur Arga mengusap lembut rambut misa.


"Kenapa harus pindah kamar suamiku?" tanya Misa heran karena diri nya sudah merasa nyaman di kamar itu.


"Agar kau tak perlu naik turun tangga, Romisa. Apa aku memasang pintu lift saja di rumah ini?" ucap Arga menatap misa.


Kau gila, ini rumah bukan kantor mu singaa.


Misa menggelengkan kepala nya cepat.


"Tidak perlu, aku akan pindah kamar saja, suamiku," jawab Misa cepat.


"Baiklah, sekarang kau siap siap," ucap Arga lalu kembali mengecup kening misa.


"Suamiku, bagaimana dengan kewajiban ku sebagai guru?" tanya Misa.


"Untuk soal itu. Mulai hari ini juga kau sudah mengundurkan diri dari profesi mu sebagai guru," tutur Arga membuat misa membelalakan mata nya terkejut.


"Kenapa harus mengundurkan dari guru? Aku masih ingin menjadi guru, suamiku," pinta Misa tidak terima.


Arga menangkup sisi wajah Misa dengan kedua tangan nya.


"Romisa, bukan nya semalam aku sudah bilang kau cukup dengarkan dan turuti perintah ku jangan menyela nya atau membantah," tegas Arga pelan.


Tapi tidak harus memberhentikan ku dari profesi ku seenak nya gitu singaa... apa kau tidak tahu jika menjadi guru itu adalah cita2 ku yang ku jaga sampai sekarang. Kenapa kau dengan seenak nya mengambil keputusan seperti ini...hiks...hiks.


Melihat misa terdiam dan raut wajah nya sedih. Arga mengusap lembut kedua pipi misa dengan ibu jari nya.


"Romisa, aku melakukan ini untuk kebaikan mu juga keluarga kita kedepan nya. Jadi terimalah perintah ku, jangan membuat mu sedih seperti ini," tutur Arga kembali dengan tatapan teduh nya.


Misa membalas tatapan arga, lalu menghela napas nya pelan dan akhirnya mengangguk pasrah.


"Baiklah suamiku," ucap Misa pelan.


"Ya sudah sekarang kau bersiap siaplah," titah Arga lalu mengecup kembali kening misa, dan melepaskan tangkupan tangan nya dari wajah misa.


Misa mengangguk kan kepala nya dan hendak turun dari ranjang.


Namun lagi lagi arga menarik misa, dan menggendong nya ala bridal style sehingga membuat misa terlonjak kaget.


"Suamiku, aku bisa berjalan. Kenapa di gendong segala!" ucap Misa dan memberontak dari gendongan arga.


Arga menatap misa.


"Diamlah romisa, kau bisa terjatuh dalam gendongan ku," tegas Arga lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Misa menghela napas nya pasrah, dan menenggelamkan kepala nya ke dada bidang arga.


Singaa... bisakah kau tidak bersikap seperti ini. Seolah olah aku ini sudah lumpuh... ya tuhan kenapa dia jadi seperti ini?


Setelah sampai di kamar mandi, arga menurunkan misa dan mendudukkan nya di atas kursi yang menempel di dinding dekat lemari kaca.


"Jangan terlalu lama di kamar mandi romisa, 3 menit sekali aku akan memanggil nama mu untuk memastikan jika kau baik baik saja," tegas Arga lalu mengusap puncuk kepala misa lembut.


Baiklah singa.. kenapa harus 3 menit sekali sih. gak sekalian saja setiap detik kau memanggil nya biar pegal tuh bibir.

__ADS_1


Misa hanya mengangguk mengiyakan.


Setelah mendapatkan jawaban dari misa. Arga keluar dari kamar mandi dengan tatapan masih sesekali melihat misa, dan akhirnya benar benar hilang di balik pintu.


Misa mendesah sebal, lalu berdiri menuju pintu kamar mandi dan ruang ganti untuk mengunci nya.


Setelah nya misa menuju wastafle untuk sikat gigi.


Baru saja misa mengambil sikat gigi. Arga sudah memanggil nama nya.


"Romisa..." panggil Arga di balik pintu kamar mandi.


"Iya suamiku.." sahut Misa sambil menempelkan pasta gigi ke sikat nya.


Lalu misa mulai menyikat gigi. Dan tidak berselang lama lagi Arga memanggil nya.


"Romisa.." panggil Arga.


"I..yo..suomiko," sahut Misa dengan lafal yang tidak jelas karena masih banyak busa di mulut nya.


Ya tuhan apa tidak bisa dia itu, tidak memanggil nya secepat ini. Perasaan baru satu menit bilang nya tiga menit sekali.


Misa menyelesaikan menyikat gigi nya dengan cepat, lalu berkumur dengan air dan penyegar mulut.


Hah.. segar nya gumam Misa lalu berjalan ke arah lemari khusus handuk, jubah mandi dan perlengkapan wanita juga pria di dalam nya.


"Romisa..." panggil Arga lagi.


"Iya suamiku," sahut Misa sambil membuka pakaian nya.


Singa... bisakah kau diam jangan memanggil manggil terus nama ku. Bagaimana aku akan tenang untuk membersihkan diri ku. Huh. Menyebalkan.


Setelah misa membuka pakaian nya dan berganti dengan jubah mandi, misa melemparkan pakaian kotor nya ke dalam keranjang kotor.


"Romisa.." panggil Arga.


"Iya suamiku," jawab Misa sambil berjalan ke ruangan sebelah nya untuk menuju box shower.


Misa menggeser pintu kaca blur ruangan kedua di kamar mandi, lalu Misa berjalan ke arah box shower yang berada di pojok dekat shower luar.


Dan kini misa sudah berada dalam box shower. Baru juga misa akan meraih gagang shower, arga sudah memanggil nama nya lagi.


"Romisa.." panggil Arga.


"Haish... mana aku di dalam box shower terus jarak pintu kamar mandi utama ke sini kan cukup jauh. Apa aku harus teriak teriak menyahut panggilan nya? Menyebalkan. Ah, biarin saja dia memanggil manggil, bikin kesal saja," gerutu Misa, lalu mulai menyalakan air shower dan membasuh diri nya.


"Romisa..." panggil Arga cukup keras.


"Haish.. iya suamiku," teriak Misa di sela membersihkan diri nya.


"Romisa.." panggil Arga lagi dengan suara meninggi.


"Iya..iya..suamiku," teriak Misa lagi.


Namun seperti nya teriakan misa tidak terdengar oleh arga, karena teredam oleh suara air dan posisi misa sedang dalam box shower.


Arga yang sedang berdiri di balik pintu utama kamar mandi menggedor gedor pintu kamar mandi. Karena arga tidak mendengar sahutan misa dari dalam.


Tok..tok..tok.


Brakk.


"Romisa, kau tidak apa apa kan di dalam," teriak Arga, namun percuma misa menjawab nya karena tidak akan terdengar oleh arga dari luar.

__ADS_1


"Romisa...Romisa.." teriak Arga lagi sambil mengetuk cepat pintu kamar mandi.


Namun sahutan Misa tidak terdengar ke telinga nya.


"Romisa. Jangan membuat ku cemas. Cepat buka pintu nya!" teriak Arga sambil menggedor gedor pintu kamar mandi.


Dan lagi lagi Arga tidak mendengar sahutan misa dari dalam.


Dengan rasa khawatir yang tinggi arga menggebrak pintu kamar mandi dengan keras dan akhirnya mendobrak nya hingga terbuka dan pintu nya rusak.


Brakk..


Suara pintu kamar mandi kebuka paksa.


Arga mengedarkan pandangan nya ke setiap penjuru ruangan kamar mandi utama, mencari misa namun misa tidak ada di ruangan depan kamar mandi.


"Romisa.." panggil Arga sambil berjalan ke arah pintu geser untuk menuju ke tempat bathub dan box shower.


Arga menggeser pintu itu dengan cukup kasar lalu berjalan melangkah ke dalam nya.


Ketika arga mengedarkan kembali pandangan nya, Telinga arga mendengar suara air mengalir dari dalam box shower, dan seketika arga bernapas lega dengan raut wajah nya berubah tenang.


"Romisa.." panggil Arga menghampiri box shower.


"Iya suamiku," teriak Misa dari dalam, dan seperti nya misa belum menyadari arga yang sudah berdiri di depan pintu box shower.


Arga tersenyum kecil mendengar misa menyahut nya dengan teriakan.


"Romisa.." panggil Arga lagi.


"Iya suamiku," teriak Misa lagi sambil mematikan air shower lalu memakai jubah mandi nya.


Arga semakin terkekeh memperhatikan misa dari luar. Meskipun kaca box shower tersebut blur, namun arga bisa melihat nya jika misa sedang membelakangi dan memakai jubah mandi nya.


"Romisa..." panggil Arga pelan, setelah mata nya melihat misa akan membuka pintu box shower.


"Iya..sua..miku," ucap Misa terbata setelah diri nya membuka pintu, dan langsung di hadapkan arga yang berdiri di hadapan nya sekarang.


Kenapa dia ada di sini? Bukan nya tadi aku sudah mengunci pintu kamar mandi dan ruang ganti. Apa jangan jangan dia...


"Sudah selesai mandi nya?" tanya Arga membuyarkan Misa yang terbengong.


Misa mengangguk kaku.


"Kenapa suamiku ada di sini?" tanya Misa namun tidak di jawab oleh arga.


Arga menggiring misa agar menuju ruang kamar mandi utama.


Mata misa membelalak kaget, karena melihat pintu kamar mandi telah rusak dengan satu engsel nya lepas.


Jadi dia benar benar mendobrak pintu ini. Ya tuhaan. Ada apa dengan nya? ... padahal aku tadi menyahut terus panggilan nya, kenapa harus mendobrak pintu sih?


"Suamiku.." ucap Misa dan melirik arga yang sedang tersenyum ke arah nya.


"Cepatlah kau ambil wudu. Bukan nya kau akan shalat subuh romisa?" tutur Arga mengalihkan pertanyaan misa.


Lagi lagi Misa hanya mengangguk kaku, lalu berjalan ke arah tempat keran air untuk berwudu.


Sedang arga mengikuti misa lalu memperhatikan nya dari belakang.


Setelah selesai wudu misa di giring arga, untuk masuk ke ruang ganti, dan kini giliran arga yang akan membersihkan diri nya.


Arga menatap pintu kamar mandi yang rusak lalu menghembuskan napas nya kasar.

__ADS_1


"Seperti nya aku akan memasang cctv di kamar mandi juga, agar tidak harus teriak teriak seperti tadi," gumam Arga lalu menuju ruangan kedua kamar mandi.


BERSAMBUNG...


__ADS_2