Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
78


__ADS_3

Mobil hitam itu telah melaju pelan di pelataran rumah mewah bak istana. Misa turun dari mobil setelah di buka kan pintu nya oleh Cesa.


Brak.


Menutup pintu mobil cukup keras. "Cesa tadi aku lihat penjual itu memasukkan karung ke dalam bagasi. Apa yang di masukkan nya?" tanya Misa menghadap gadis tersebut.


"Oh. Itu kelapa muda nya, Nona." Balas Cesa.


Masa dia membeli... Misa berjalan ke arah belakang mobil dan berdiri tepat di depan bagasi. Cesa ikut membuntuti berdiri di sampingnya.


"Buka." Perintah Misa menunjuk pintu.


"Baik Nona." Cesa dengan sigap membukakan bagasi mobil.


"Kelapa bulatan?" Misa tertegun saat melihat sekarung penuh kelapa muda hijau.


Kenapa cesa membeli nya begitu banyak?


Dia melirik gadis di samping, juga para penjaga rumah yang berjumlah banyak tampak berdiri sigap di tempat nya lalu kembali lagi melirik Cesa.


"Hmm... Cesa karena kelapa muda ini begitu banyak. Tolong kamu taruh di gazebo sebelah sana, dan nanti bagiin pada para penjaga rumah asal sisain untuk saya dan kamu jika mau ambillah," titah Misa.


Cesa mengangguk mengerti. "Baik Nona." Dia merunduk hendak mengangkat karung besar yang berisi kelapa itu.


"Kamu yakin kuat mengangkat nya? Kamu itu wanita loh bukan pria." Khawatir Misa menghentikan pergerakan tangan gadis itu yang hendak menarik karung.


"Saya kuat Nona. Ini hanya beban kecil bagi saya." Balasnya percaya diri kemudian dia memanggul karung itu, dan berjalan ke arah gazebo untuk di letakkan di sana.


Misa terlongo menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh. "Ternyata dia mempunyai otot besi. Kalau aku. Membawa 3 buah saja kewalahan apalagi sekarung gitu." Gumamnya pelan dengan gelengan kepala kecil.


Kemudian dia menguntit Cesa dari belakang, dan mendudukan tubuh ke teras gazebo melihat pemandangan sore hari di taman depan rumah.


"Nona saya mengambil alat pemotong nya dan keperluan lain nya." Ujar Cesa.


"Iya." Mengangguk kecil mengiyakan tanpa menoleh.


Misa memejamkan mata merasakan semilir angin sore yang menerpa permukaan kulit wajah, menghela napas panjang di sertai senyuman tipis. "Damai nya."


"Kakak ipaar!" teriak Asyila dari kejauhan.


Seketika kedua mata Misa terbuka lebar, ia menoleh ke arah suara. "Syila."


Asyila berlari kecil menghampiri gadis cantik di gazebo dengan senyuman ceria mengembang di bibirnya, dan tepat di belakang Syila terdapat seorang pria tampan berseragam SMA berjalan santai.

__ADS_1


"Kakak ipaar Syila kangen Kakak ipar." Ujar Asyila manja sembari berhambur ke pelukan dan melingkarkan kedua lengannya ke perut Misa.


Misa mengusap lembut puncuk kepala gadis cantik dalam pelukannya. "Kakak juga kangen banget sama Syila, meskipun tiap hari juga bertemu."


Asyila mengangkat wajah menatap. "Kakak ipar lagi apa di sini sore-sore?" tanyanya.


Misa mengedikkan dagu ke arah karung kelapa, membuat remaja cantik itu juga Egi yang terduduk di sampingnya melihat arah pandang Misa.


"Apa itu Kakak ipar?"


"Kelapa muda, Syila mau?"


Bersamaan pada saat itu, kebetulan Cesa telah kembali dengan dua pelayan di belakang nya membawakan keperluan dan pelengkap untuk membuat es kelapa.


Dan kini buah kelapa tersebut tengah di potong.


"Waah... Syila mau dong Kakak ipar." Rengeknya manja semakin mempererat pelukan pada tubuh Misa.


"Boleh, boleh." Manggut-manggut kecil sembari mengelus lagi puncuk kepala Syila.


Sementari Egi sedari tadi hanya terdiam menjadi pengamat memperhatikan kedua nya, juga proses pembuatan es kelapa yang di kerjakan oleh pelayan.


"Egi mau?" tanya Misa kali ini menatap pria tampan itu.


"Nona, es kelapa nya." Cesa menyodorkan 1 buah kelapa muda yang sudah di buka tampak cantik di nampan kecil.


Misa menerima buah kelapa tersebut dan meletakkan di hadapan nya. Syila pun sama sudah menerima es kelapa dan sama-sama meletakkan di dekat kelapa lain.


"Kakak ipar nggak tawarin juga Kak Arga? Kak Arga kan udah pulang kerja," tanya Syila di sela menyeruput air kelapa.


Sret!


Seketika Misa berdiri kaget, mematung dengan mata menatap lurus ke depan tak berkedip.


Apa! Si singa sudah pulang. Dan aku tidak menyambutnya malah duduk enak-enakan di sini. Haduuh bagaimana ini? Bisa-bisa dia mengaung di depan wajah ku lagi.


Asyila menengadahkan wajah menatap dengan alis tertaut heran. "Kakak ipar kenapa?"


Misa melirik dan tersenyum terpaksa. "Nggak... nggak apa-apa Syila. Kakak Mau ke kamar dulu yah. Mau lihat Kakak mu." Dia hendak berbalik dan melangkah kan kaki nya. Namun tiba-tiba...


Sebuah jemari tangan menarik lengan baju Misa sehingga langkah kaki dia terhenti. Misa menoleh ke arah belakang melihat lengan baju yang di tarik kemudian menatap pada orang yang menariknya.


"Eg-Egi, ada apa?" Heran Misa.

__ADS_1


"Egi!" Suara bentakan dari arah lain membuat dua gadis cantik di gazebo terperanjat dan bersamaan itu mereka menoleh ke arah suara.


Singa!... Mata Misa membulat kaget melihat Arga tengah berjalan ke arah nya dengan sekertaris Tang di belakang nya.


Sret!


Dengan gerakan cepat Arga menarik lengan Misa yang masih di tarik lengan baju nya oleh Egi, dia menatap tajam ke arah pria yang sebagai adiknya itu. Begitu pun Egi sebaliknya sama-sama menatap tajam.


Misa terbengong menatap dua pria yang tampak bersitegang itu. Apa yang terjadi? Apa mereka akan ribut?


"Ekhem." Dehem Misa melega kan tenggorokannya yang tercekat, kemudian ia menggaet lengan Arga. Sehingga pria itu menoleh ke arahnya dengan tatapan yang berubah meredup.


"Suamiku... maaf aku pulang tidak menyambut mu, dan maaf aku terlena bersantai di sini menikmati kelapa muda," tutur Misa lembut dengan kepala tertunduk merasa bersalah.


Boro-boro menikmati meminum seteguk saja aku belum...hiks...hiks.


Arga mengangkat wajah gadis cantik itu agar mendongak ke arahnha, dan mengelus sebelah pipi Misa dengan lembut. Kemudian ia melirik tajam dengan seringaian kecil ke arah Egi.


"Suamiku, mau kelapa?" tanya Misa.


Arga menoleh dan menatap sendu pada gadis itu, lalu ia mengangguk kecil. "Di dalam saja."


Misa mengedarkan pandangan ke arah Cesa dan Syila yang tampak asyik menyendok kelapa, Lalu ia kembali menatap Arga.


Tidak bisakah dia menyenangkan ku sekali ini saja. Aku ingin bersantai bersama mereka menikmati kelapa muda ini, tapi baiklah dari pada dia mengamuk.


Misa mengangguk mengiyakan. "Ba-baiklah."


Arga merangkul pinggang Misa dan berbalik hendak melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


"Kakak ipar kelapa nya belum di minum loh!" teriak Asyila menghentikan langkah sepasang suami istri tersebut.


Misa setengah berbalik menoleh pada remaja cantik itu. "Nanti di dalam saja Syila di minum nya bareng suami Kakak." Sahut Misa lalu tersenyum.


Grep.


Arga menarik pinggang ramping gadis itu agar berbalik kembali.


Misa membenarkan posisi menghadap ke depan, mata nya melirik sekitarnya.


Singaa bisakah tangan mu itu jangan di tempatkan di situ. Aku malu singa, banyak pasang mata yang memperhatikan kita.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2