Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
125


__ADS_3

Setelah sarapan misa mengantar arga untuk berangkat bekerja. Sedang egi sesudah sarapan dia langsung berangkat ke sekolah nya


Misa dan arga tengah berdiri di teras depan. Sedang sekertaris Tang sudah berdiri di samping mobil membuka kan pintu penumpang untuk arga


Kenapa s singa belum masuk juga sih ke mobil nya


"Suamiku apakah ada yang ketinggalan" tanya misa heran karena arga masih saja berdiri di hadapan nya dan masih betah mengusap lembut sebelah wajah misa


Arga mengangguk pelan "ada" jawab arga singkat


Apa yang ketinggalan nya perasaan semua nya sudah lengkap dech


Misa menelisik penampilan arga dari atas sampai bawah


"seperti nya sudah lengkap semuanya suamiku" ucap misa lalu menatap arga


"Tang..." panggil arga


Dan seakan tang mengerti maksud arga seketika semua berbalik


Arga mencondongkan tubuh nya untuk mendekat kan wajah nya ke wajah misa


" kau melupakan kiss semangat nya, romisa" tutur arga menunjuk bagian2 yang biasa misa cium jika arga akan berangkat bekerja


Haish.... ternyata ini yang di maksud nya ketinggalan. Tp kenapa melihat nya dari dekat seperti ini membuat ku semakin gemas lagi


"Baiklah suamiku, tp sebagai imbalan nya. Bolehkah aku mencubit pipi mu lagi" tanya misa


Arga tersenyum lalu menangkup wajah misa dengan kedua tangan nya "boleh, romisa" ucap nya


Misa tersenyum senang dengan izin arga lalu misa mencium bagian wajah arga yang biasa di cium nya untuk mengantar keberangkat arga. Setelah nya sekali lagi misa dengan gemas nya mencubit pipi arga sampai merah kembali


"Arrrrgh..." pekik arga karena merasakan perih di pipi nya


Perasaan aku mencubitnya pelan kenapa dia sampai kesakitan seperti itu. Apa efek yang tadi di meja makan belum hilang juga


Misa melihat itu merasa bersalah dan kembali memberikan kecupan di kedua pipi arga membuat arga tersenyum senang

__ADS_1


"Baiklah aku berangkat dulu romisa" ucap arga mengecup kening misa dan mengusap puncuk kepala misa lalu berlalu menuju mobil nya dan duduk di kursi penumpang


---------------


Arga telah duduk di kursi belakang mobil nya sedang sekertaris Tang fokus mengemudi


Kenapa pipi tuan merah begitu seperti habis di tampar gumam tang dalam hati nya setelah melirik kaca depan yang menampilkan keadaan tuan nya


Arga masih saja mengusap pipi nya yang terasa perih


"Tang.." panggil arga


"Iya tuan"


"Kenapa aku merasa romisa akhir2 ini sering bersikap aneh" tanya arga mulai serius


"Bersikap aneh bagaimana tuan" tanya balik Tang meminta kejelasan


Arga menghela napas nya pelan


"Kau lihat pipi ku sekarang" tunjuk arga pada wajah nya


"Memang ada apa dengan pipi tuan" tanya Tang


"Ini perbuatan romisa Tang, membuat pipi ku merah begini" ucap arga sambil mengusap kembali wajah nya yang masih terasa panas


"Apakah tuan di tampar oleh nona" tanya tang polos


"Kau menduga romisa sekasar itu hah" bentak arga tidak suka


"Maaf tuan, lalu hal apa yang di lakukan nona sehingga membuat wajah tuan merah begitu" ucap Tang hati hati


"Dia dengan gemas nya mencubit pipi ku seolah2 aku anak kecil dan akhirnya sampai merah begini" gumam arga lalu menyenderkan kepala nya


Apa yang terjadi. Benarkah nona berbuat seperti itu terhadap tuan. Rasa nya aneh sekali sedangkan nona orang nya tidak pernah bersikap agresif


Namun tang tak kunjung bebicara hanya menumpahkan pemikiran nya dalam hati nya

__ADS_1


"Dan kau tahu tang. Akhir2 ini pun romisa selalu makan dengan porsi banyak, bersikap seperti bukan romisa dan melupakan kebiasaan nya terhadap ku. Meskipun aku banyak di untungkan dengan perubahan sikap romisa tp aku merasa aneh saja dengan sikap nya yang tidak biasa seperti biasanya" gumam arga lagi di sela pejaman mata nya


Ada apa dengan nona. Jika benar begitu mungkinkah nona...


Dan tang lagi lagi hanya terdiam tanpa menjawab karena pikiran nya masih melayang memikirkan penyebab misa seperti itu


"Tang..." panggil arga karena tidak mendengar suara tang


"Iya tuan"


"Kenapa kau diam saja. Aku bicara padamu ingin tahu penyebab romisa menjadi aneh seperti itu. Bukan hanya diam saja" tukas arga kesal karena belum menemukan solusi


Tang tampak berpikir sejenak lalu berdehem untuk menetralkan tenggorokan nya yang kering dan berkata dengan nada ragu


"Apa mungkin nona kerasukan makhluk halus tuan, sehingga membuat nona berubah sikap seperti itu" tebak tang mengingat banyak nya kasus kerasukan yang pernah terjadi pada salah satu karyawan di kantor


"Jadi maksud kau romisa sekarang bukan romisa asli, begitu" tanya arga menanggapi ucapan tang


"Iya tuan, bagaimana jika tuan mengetes nona" ucap tang lalu kembali fokus pada kemudi


"Cara nya" ucap arga meminta penjelasan lebih


"Tanyakan mengenai hal pribadi nona, jika nona tidak berkata sesuai dengan fakta nya berarti dugaan saya benar" tutur tang kembali


"Lalu, jika dugaan mu itu benar, untuk menyelesaikan dugaan itu harus bagaimana menghadapi nya. Aku ingin romisa istriku yang asli kembali lagi" seloroh arga mulai frustasi


"Tuan panggil pak ustadz yang ahli nya mengusir makhluk halus tersebut" ucap Tang


"Baiklah jika itu solusi nya akan ku coba tahap pertama dahulu mengetes romisa" tegas arga menyetujui ide nya sekertaris Tang


Lalu arga menyenderkan kembali kepala nya dan menghembuskan napas nya kasar


"Semoga saja, romisa sekarang adalah romisa istriku yang asli" gumam arga pelan


Semoga saja tuan. Dan sikap aneh nona adalah bentuk rasa cinta nona terhadap tuan bukan seperti dugaan yang saya pikirkan


dan tidak ada lagi perbincangan dalam mobil tersebut. kedua nya sibuk dengan pikiran nya masing2 dan tang fokus pada jalanan yang di lewati nya

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2