Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
84


__ADS_3

Makan malam telah selesai dengan arga menghabiskan semua sup yang di buatkan misa.


Egi dan syila kembali ke kamar nya masing2 sedang arga dan misa berjalan berdampingan untuk menuju kamar nya dan pak dani membuntuti mereka berdua dari belakang.


Arga dengan sengaja terus memeluk misa di depan dani untuk menunjukkan kekuasaan nya dan kepemilikan nya terhadap misa. Setelah sampai depan tangga. Arga menangkup kedua wajah misa dengan kedua tangan nya lalu mengecup kening misa.


Ya tuhaaan singaa jangan lakukan itu. Apa dia tidak malu dengan pak dani sedari tadi mengawasi kita.


"Naiklah terlebih dahulu, jika sudah mengantuk tidurlah," tutur arga mengusap lembut puncuk kepala misa.


Misa menganggukkan kepala nya mengerti lalu menaiki anak tangga untuk menuju kamar nya dan kini tinggal lah pak dani dan arga.


Arga berjalan menuju ruang kerja nya yang dimana sekertaris Tang sudah ada di sana. Sedang dani yang sedari tadi terus menahan emosi nya mengikuti arga dari belakang.


Kini mereka berdua sudah memasuki ruang kerja.


Arga langsung duduk di sofa begitu pun dani mengikuti duduk di sofa yang bersebrangan dengan arga. Sedang sekertaris Tang duduk di kursi meja kerja karena di tugaskan arga untuk menyelesaikan kerjaan nya yang sempat tertunda.


Dani menatap arga dengan tatapan penuh amarah dan tajam.


"Apa maksud semua ini?" tanya dani menekan.


Arga dengan santai menyilangkan kaki nya dan menyenderkan punggung nya ke senderan kursi.


"Ada apa dani, aku tidak mengerti." Ucap arga pura pura tidak tahu.


Dani mengepalkan kedua tangan, sorot mata nya di penuhi dengan rasa yang muak terhadap laki laki di hadapan nya.


"Jangan pura2 bodoh, kenapa kau menikahi wanita yang jelas2 sedang aku perjuangkan, kenapa!!" Teriak dani penuh amarah.


Arga tersenyum miring lalu menatap dingin ke arah dani, "maksud mu istri ku?" Tanya arga masih dengan sikap tenang nya.


Dani semakin geram dengan respon arga seolah olah merasa tidak bersalah.


"Jangan sebut misa sebagai istri mu, dia wanita ku. Kenapa kau rebut. Kau sudah tahu kan. Aku sampai merelakan fasilitas kekayaan ku tinggalkan demi memilih memperjuangkan misa. Tp kenapa kau merebut nya hah," ucap dani dengan suara meninggi.

__ADS_1


Arga masih dengan sikap santai nya lalu menatap tajam dani, "romisa sudah di takdir kan untuk ku dani. Dan sekarang dia sudah menjadi istri sah ku. Jadi sudahlah kau pulang ke rumah mu. Kasihan ibu mu hampir gila karena mu," ucap arga tegas.


"Kau.." geram dani sudah tersulut amarah yang dalam.


"Kenapa kau lakukan ini padaku. Aku menunggu sampai 6 tahun lama nya untuk memperjuangan misa. Tp kau dengan seenak nya merenggut nya. Lihat saja kau. Aku tidak terima ini semua," tutur dani memperingati.


Arga terkekeh geli dan membenarkan posisi duduk nya dengan kedua siku lengan menumpu ke lutut dan jemari saling mengait. Lalu kembali menatap dani dengan tatapan tajam nya.


"Apakah kau pernah berkata cinta pada romisa dan apakah romisa menyukai mu?" Tanya arga serius.


Sedang dani mendengar pertanyaan dari arga membuat nya membisu seribu bahasa dan tidak bisa berkata apa apa lagi.


Benar apakah misa mencintai ku, aku tidak tahu. Sedang aku tidak pernah menyatakan perasaan ku pada nya selama ini.


Arga tersenyum miring lalu kembali menyenderkan punggung nya dan dengan lengan menyender sebelah di senderan sofa.


"Kenapa kau diam. Jangan kau katakan jika istri ku adalah wanita mu yang ku rebut. Sedang kau tidak pernah menyatakan perasaan mu kepada nya dan juga istri ku belum tentu menyukai mu," ucap arga masih dengan nada tenang.


Dani mengepalkan kedua tangan nya lagi. Dan rahang nya mengeras masih tidak terima dengan kenyataan jika misa sudah menjadi milik orang lain.


Arga terkekeh kembali.


"Memang aku tidak tahu isi hati romisa. Tp setidak nya kenyataan nya bahwa romisa adalah istri ku. Itu sudah cukup untuk mengikat nya selalu ada di samping ku. ISTRI bukan kekasih, bukan pacar." Tutur arga menekan kan kata istri.


Dani bangkit dari duduk nya lalu menatap arga tajam.


"Tetap aku tidak terima ini semua, aku akan merebut misa dari mu. Lihat saja nanti," ucap nya penuh peringatan lalu beranjak meninggalkan ruangan kerja arga.


Arga tersenyum mengejek, "coba saja jika bisa dani," tegas arga sebelum dani benar benar hilang dari ruangan nya.


Dani meninggalkan ruangan kerja arga dengan di liputi amarah dan dendam di hati nya.


Sedang arga terkekeh di ruang kerja nya lalu memposisikan diri nya menghadap sekertaris Tang.


Tang yang sedari tadi seperti kambing tuli memperhatikan perdebatan mereka hanya bisa menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


Kenapa tiga saudara ini memperebutkan nona. Kasihan tuan dani sudah menunggu begitu lama nya namun di tikung oleh tuan.


"Tang.." panggil arga.


"Iya tuan."


"Kenapa saudara ku semua tertarik dengan romisa. Tp seperti nya bukan saudara saudara ku saja yang tertarik dengan romisa. Tp seluruh pria yang mengenal nya," tutur arga memicingkan mata nya menatap Tang curiga.


Kenapa tuan menatap saya seperti itu.


"Apakah kau juga menyimpan rasa pada romisa?" Sambung arga curiga.


Tang gelagapan dan berusaha menterlakan kembali ekspresi nya agar tidak mencurigakan.


Kenapa tuan tanya seperti itu pada saya. Matilah saya.


"Tidak tuan, saya hanya kagum saja pada nona," tutur Tang jujur.


Arga bangkit dari duduk nya dan menghampiri Tang.


"Kau..berani nya," geram arga hendak menarik kerah kemeja Tang.


Namun Sekertaris Tang dengan sigap mengangkat kedua tangan nya ke depan.


"Maksud saya kagum itu, kagum bisa menaklukan hati tuan. Bukan kagum karena suka tuan," ucap Tang terkejut melihat arga hendak menyerang nya.


Arga tersenyum lalu menepuk keras pundak sekertaris Tang.


"Benar juga romisa memang hebat. Kau boleh pulang tang istirahat. Aku juga mau ke kamar. Sudah jangan kau antar aku sampai kamar pulang saja langsung," tutur arga sambil terus menepuk pundak Tang keras lalu berbalik dan meninggalkan tang sendiri di ruang kerja.


Sekertaris Tang menghembuskan napas nya lega.


Tuan.. tuan.. hampir saja saya di tinju oleh nya. Memang bahaya jika menyangkut masalah nona. Jika sebenar nya saya suka terhadap nona juga. Kekuatan apa yang bisa saya tandingkan dengan tuan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2