
Pas gema adzan dzuhur ujian semester telah berakhir. Misa sudah bersiap akan pulang ke rumah karena tugas nya sebagai guru telah selesai.
Setelah melaksanakan shalat dzuhur di mushola Misa dan Cesa langsung menuju pelataran parkiran mobil untuk bergegas pulang.
"Bu Misa." Panggil Pak Dani dari arah belakang.
Seketika langkah kaki Misa dan Cesa terhenti. Keduanya menoleh ke arah suara secara bersamaan.
Pak Dani mendekat dengan senyuman ramah terulas di bibirnya, terlihat di sebelah tangan ia memeluk sebuket bunga anggrek berwarna merah campur ungu. "Bu Misa mau pulang?" tanyanya.
Misa mengangguk kecil sebagai jawaban iya.
"Buat Bu Misa, tadi pagi kebetulan saya lewat toko bunga." Pak Dani menyodorkan sebuket bunga anggrek itu.
Misa tampak terdiam hanya menatap buket bunga tersebut, belum bergerak untuk mengambilnya. Duh bagaimana jika si singa bertanya bunga ini dari siapa? Nanti aku harus jawab apa dong?
Kemudian gadis cantik itu melirik ke arah Cesa yang saat itu Cesa tengah menatap Pak Dani dengan tatapan dingin tidak suka.
Tangan Misa terulur dengan gerakan ragu, dan tersenyum kepaksa menerima buket bunga. "Hmm... makasih Pak Dani."
Ada binar kebahagiaan di kedua sorot mata pria tampan berseragam guru itu ketika buket bunga telah berpindah ke pelukan Misa.
"Emm... ka-kalau begitu saya permisi pulang Pak. Assalamualaikum." Salam Misa menggaet lengan Cesa lalu berbalik meninggalkan Pak Dani tanpa mendengar jawaban salam darinya.
"Walaikumsalam." Jawab Dani dengan pandangan masih menatap punggung gadis yang membawa buket bunga itu, semakin menjauh darinya.
Misa mungkinkah pria yang membuat jantung mu berdebar itu adalah aku. Buktinya sekarang kamu mau menerima bunga yang aku berikan biasanya selalu kamu kasih kan Rina. Semoga saja itu adalah aku Misa yang mengisi hati mu. Rasa bahagia ini begitu membuncah Misaa.
Cesa dan Misa saat ini sudah memasuki mobil, dan perlahan mobil hitam itu mulai melaju meninggalkan pelataran sekolah bergabung dengan kendaraan lain di jalanan kota.
"Cesa, bisakah kamu kasih bunga ini kesiapa saja yang ada di pinggir jalan. Soalnya jika saya buang. Akan sayang.. bunga secantik ini jika di buang." Pinta Misa dengan jemari tangan memainkan kelopak bunga anggrek di pangkuan.
__ADS_1
Cesa melirik kilas pada buket bunga itu. "Baik Nona." Jawabnya.
Hah... Misa menghela napas lega, lalu menyenderkan kepala juga punggung ke badan kursi dengan sebelah tangan sebagai penyangga kepala.
Hingga tidak lama kemudian gadis cantik itu tertidur lelap.
Cesa melirik ke arah samping saat tidak mendengar suara dan melihat pergerakan apa pun dari Misa. Ada senyuman tenang dari bibir Cesa. Nona tertidur...
Pada saat di perempatan jalan, mobil hitam itu berhenti karena lampu jalan berubah merah. Mengingat perintah Misa, gadis cantik di kursi kemudi itu mengambil buket anggrek dari pangkuan Misa dan memberikan sebuket bunga anggrek tersebut ke salah satu pengendara motor yang kebetulan berada di samping mobil mereka.
"Pak saya kelebihan membeli buket bunga, maukah Bapak menerima nya?" Ucap Cesa sembari menyodorkan bunga.
Seorang pemuda si pengendara motor tertegun menatap wajah cantik Cesa. "Bu-bu-buat sa-saya?" Tunjuk pada dirinya.
Cesa mengangguk mengiyakan.
"Cuit... cuit. Cieee. Udah terima aja Mas, di lamar cewek secantik itu kenapa harus pikir-pikir lagi." Para pengendara lain menyoraki dan menggoda mereka, yang untungnya di abaikan oleh pria itu.
"Maaf Pak, saya sedikit melemparnya. Tolong terima bunga itu." Ucap Cesa lalu memutar stir mobil untuk melajukan kembali.
"Bapak? Gue masih muda woy!" Teriak pemuda sang penerima bunga ke arah mobil hitam yang sudah menjauh itu. "Hah... Ck, orang aneh" Dia menatap buket bunga itu dengan tatapan bingung dengan senyuman terbesit di bibirnya.
*****
Mobil hitam yang di tumpangi Misa perlahan melaju lambat di pelataran rumah yang bak istana itu. Setelah mematikan mesin mobil, Cesa melirik pada gadis cantik yang masih terlelap tidur, ada rasa tidak tega dalam hati Cesa untuk membangunkan nya.
"Biarkan saja sampai Nona bangun dengan sendirinya. "Gumam pelan Cesa sembari menurunkan senderan kursi Misa ke belakang agar lebih nyaman posisi tidur gadis itu juga menurunkan lebar kaca jendela samping Misa.
Kemudian dia keluar mobil berniat menungguinya di luar.
Pada saat keluar mobil Cesa bertemu dengan Egi yang sedang melempar kunci mobil ke Bapak khusus parkir kendaraan.
__ADS_1
Egi melirik Cesa yang tampak berdiri di samping mobil hitam. Namun ia tidak melihat keberadaan Misa.
Dia menghampiri gadis itu dan berdiri tepat di hadapannya. "Kemana Misa?"
Cesa melirik ke arah suara dengan tatapan dingin. "Nona ketiduran di dalam mobil, tuan Egi."
Egi beralih melangkah mendekati mobil hitam itu agar lebih dekat untuk melihat Misa. Ada senyuman terulas di bibir nya saat melihat gadis cantik itu tertidur pulas di kursi penumpang depan.
"Ambilkan selimut," titah Egi mengedikkan dagu.
"Baik tuan Egi." Cesa menunduk hormat lalu berlalu memasuki rumah.
Egi terus memandangi wajah gadis cantik yang tertidur dari luar mobil, tanpa mau teralihkan.
Misa. Betapa bahagianya Kakak bisa terus memandangi wajah mu seperti ini setiap hari. Dan betapa bahagia nya Kakak bisa menyentuh mu semau nya. Sedang aku hanya bisa menonton kemesraan mu itu yang menorehkan luka dalam pada hati ini.
Cesa datang kembali ke hadapan pria tampan itu. "Tuan selimut nya." Memberikan selimut berukuran sedang.
Egi menerima selimut tersebut, lalu dengan pelan ia membuka pintu mobil dengan sangat hati-hati dan memasangkan selimut tersebut ke tubuh Misa.
Ada getaran pada diri Egi ketika sedang memasangkan selimut pada Misa karena posisinya yang cukup dekat, tangan Egi perlahan terulur hendak menyentuh kulit wajah cantik Misa. Namun tiba-tiba...
"Tuan Egi. Jangan." Suara tegas nan dingin berasal dari Cesa membuat pria itu terhenyak menghentikan pergerakan tangan nya.
Egi menarik kembali tangannya, lalu menoleh ke asal suara. Hah... dia mendesah kecewa sembari kembali menutup pintu mobil itu dengan pelan.
Misa, aku sudah tidak bisa lagi memendam perasaan ini untuk mu. Dan...
Apakah pria yang selalu membuat jantung mu berdebar itu adalah aku. Semoga saja aku. Agar aku bisa mengambil mu dari Kakak.
BERSAMBUNG...
__ADS_1