Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
49


__ADS_3

Syila dan Egi telah menyelesaikan pentas kecil nya di hadapan Misa yang di sambut tepuk tangan oleh gadis cantik itu.


"Suara Syila sangat bagus sekali. Kakak jadi terharu deh dengernya." Puji Misa gemas sembari mengusap puncuk kepala Syila.


Syila tersenyum senang mendengar pujian dari Misa. "Makasih Kakak Ipar."


"Dan permainan gitar Egi juga sangat bagus. Sejak kapan Egi suka main gitar? Kenapa nggak ikut club musik di sekolah?" Misa beralih menatap pria tampan di hadapannya, yang memang saat itu Egi sama-sama tengah menatapnya.


"Egi tidak suka ikut club seperti itu." Jawab Egi dengan tatapan tidak lepas dari Misa.


Misa menjawab nya dengan ber-oh ria dan anggukkan kecil.


"Udah Kak Egi lanjutin main gitar, Syila mau baca komik kesayangan dulu, Kakak ipar selonjorin kaki nya." Pinta Syila menepuk kaki Misa.


"Ah, iya." Misa menurut menslonjorkan kaki dan Asyila langsung merebahkan kepala di pangkuannya.


"Eh." Misa sedikit terhenyak dengan perlakuan gadis itu. "Syila Kakak sedang mengupas buah, nanti kalau kulit buah nya jatuh ke rambut kamu gimana?" Menunjukkan buah pir yang tengah di genggamnya.


"Nggak apa-apa Kakak ipar. Syila ingin di manja Kakak ipar." Jawab Syila kemudian memeluk pinggang Misa.


"Baiklah, jika nanti kulit buah nya kena ke rambut Syila jangan marah yah." Ucap Misa yang di balas gumaman dari Asyila.


Treng... Treng...


Egi mulai memetik kembali senar gitar nya dan sesekali di iringi dengan nyanyian yang di keluarkan dari bibir tipisnya. Sedang Asyila sudah terhanyut membaca komik di tangannya.


Terulas senyuman dari bibir merah Misa merasakan suasana itu. Hmm... Enak sekali santai di sini suasana nya sejuk nan tenang. Di tambah dengan kedua adik nya si singa menambah kenyamanan suasana.


Misa sudah mengupas beberapa buah-buahan dan memotong nya menjadi potongan kecil di piring. Kini di piring itu sudah tersedia kupasan buah dan satu garfu.


Misa mengambil tisu basah juga tisu kering yang berada di dekat nya untuk menghilangkan rasa lengket di tangannya.


"Syila kamu mau buah apa biar Kakak yang ambilkan?" tawar Misa mengambil garfu.


"Apel aja Kakak ipar, tapi suapin." Ucapnya manja.


Misa menusuk potongan buah apel di piring dengan garfu lalu menyuapkan nya ke mulut Syila. Egi menatap tak terbaca ke arah Misa dengan tangan masih memainkan senar gitar.


Seakan Misa mengerti tatapan Egi. Dia menawarkan buah-buahan juga ke Egi.


"Egi mau buah apa?"


"Buah pir," jawabnya singkat.

__ADS_1


Misa menyodorkan piring ke hadapan Egi. Membuat pria tampan itu kembali menatap lagi padanya, sehingga membuat Misa mengernyitkan alis nya bingung.


"Ada apa Egi?" Heran Misa.


"Suapin. Egi tangan nya susah," ucap Egi memetik dengan keras pada senar gitar.


Misa tertegun semakin tertaut alisnya. Nih anak, kan bisa simpan dulu gitar nya. Kalau Syila sih wajar orang dia lagi tiduran di pangkuan ku.


Menghela napas pelan sebelum berucap. "Tapi Egi-"


"Makan dari tangan orang lain akan terasa lebih enak." Ucap Egi memotong ucapan Misa.


"Baiklah." Pasrah Misa menusuk buah pir dengan garfu lalu tangannya terulur hendak menyuapkan ke arah mulut Egi yang sudah terbuka.


Namun tiba-tiba...


Sreet... Hap.


Ada yang menyambar lengan nya sehingga buah pir yang ada di garfu itu masuk ke mulut orang lain.


"Eh." Terperanjat Misa melihat siapa yang menyambar tangannya. "Sua-suamiku." Celetuknya melihat Arga telah duduk di samping dirinya.


Egi menatap tajam ke arah Arga begitu pun sebaliknya menatap tak kalah tajam ke arah Egi.


Misa melirik dua pria itu secara bergantian. Apa si Egi marah karena pir nya di rebut si singa? Kan bisa ngambil lagi tanpa harus menatap seperti itu.


"Ah. Eh i-iya Syila." Misa menusukkan kembali garfu ke buah apel lalu menyuapkan nya ke mulut gadis cantik di pangkuan.


Arga merapatkan diri dan melingkarkan sebelah tangan nya ke pinggang ramping Misa. Sementara Egi masih tak gencar menatap tajam ke arahnya sambil memetik gitar dengan kasar.


Seketika Misa menoleh ke arah Egi lagi. "Egi jangan nyanyi lagu rock, bikin pusing kepala saya nanti," ucap Misa membuat Egi menghentikan gerakan tangan nya.


Syila bangkit dari tidurannya dan melihat kedua pria tampan itu secara bergantian.


"Eh, Kak Arga sejak kapan ada di sini?" tanya Syila heran.


Sedang yang di tanya malah diam dan memilih menatap Misa.


"Suapi buah apel," titah Arga.


Misa menurut menusuk potongan buah apel lalu menyuapkan nya ke mulut Arga.


"Humph...," Dengus Syila beralih menatap ke arah Egi. "Kak Egi mainkan lagi dong gitar nya. Biar rame."

__ADS_1


Egi menatap Misa sejenak dengan tatapan tak terbaca, lalu kembali memetik senar gitar kali ini dengan gerakan pelan nan lembut.


"Kakak ipar minta buah apel aaa," pinta Syila membuka mulut yang langsung Misa suapkan buah apel.


"Apel," ucap Arga minta di suapi lagi.


Misa kembali menusuk buah apel lalu menyuapkan ke mulut Arga.


"Egi juga pir Bu Misa." Pinta Egi di sela permainan gitar nya.


Misa menurut menusuk buah pir dan menyuapkan nya ke mulut Egi.


Arga menatap tidak suka pada adik prianya, sedangkan Egi yang di tatap menatap nya tak acuh.


Misa masih sibuk menyuapi Syila dengan buah apel.


Sreet.


Arga menarik pinggang Misa sehingga posisi keduanya berdempet.


"Aku mana, buah apel." Pinta Arga.


Misa kembali menurut menusuk buah apel dan menyuapkan nya ke mulut Arga.


Ya Tuhaan ada apa dengan mereka? Apa mereka tidak kasihan pada ku yang belum memakan sepotong pun buah-buahan yang aku kupas... hiks...hiks.


"Egi buah pir," pinta Egi yang mendapat tatapan tajam dari Arga.


Misa menusuk buah pir di piring dan hendak menyuapkan ke mulut Egi. Namun lagi-lagi di sambar oleh Arga.


Egi menatap tajam ke arah Arga seakan tak terima, sedang yang di tatap tersenyum penuh kemenangan.


Misa menatap heran pada dua orang yang sedang saling tatap menatap itu.


"Kakak ipar buah apel nya mana?" Pinta Syila yang ingin di suapi lagi.


Misa mengalihkan pandangan nya ke arah Syila dan menyuapkan buah apel ke mulut Syila.


"Apel." Pinta Arga.


Misa terdiam sejenak, menghembuskan napas panjang. Lalu meletakkan garfu ke piring dan dengan gerakan cepat ia berbalik badan.


"Suamiku. Aku... aku ke toilet sebentar, kalian teruskan saja," ucap Misa sambil memakai sandal lalu berlari meninggalkan ketiga bersaudara itu yang menatap Misa terbengong.

__ADS_1


Kabur dari situasi seperti itu jauh lebih baik. Padahal aku ingin makan buah apel tapi buahnya di habiskan semua oleh si singa dan Asyila... hiks... hiks.


BERSAMBUNG...


__ADS_2