Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
154 (END)


__ADS_3

Di ruangan kerja.


"Ayah..kenapa pulang tidak memberitahukan dulu pada ku?" ucap Arga yang duduk bersebrangan dengan Putra.


"Jika ayah memberitahumu pasti kau akan melarang nya."


"Tp ayah...bukannya ayah masih dalam masa terapi kenapa pulang kerumah?" tegas Arga.


"Ayah akan mengikuti sisa terapi nya di rumah saja, sudah bosan ayah di sana terus," ucap Putra santai.


"Tapi ayah..," sela Arga namun terpotong oleh Putra.


"Kau tidak senang ayah di rumah hah. Dasar anak kurang ajar, mau nya kau manja manja terus dengan menantu ku. Awas saja, mulai saat ini ayah hukum kau tidak boleh menyentuh menantu ku selama 1 tahun, termasuk menciumnya," cerocos Putra dengan nada tegas.


"Tidak bisa ayah, Romisa itu istriku jadi aku bebas melakukan apapun dengan Romisa kenapa ayah melarangku. Ayah ingin membunuh anak mu ini secara perlahan!" sanggah Arga tidak setuju.


Putra tersenyum menyeringai."Ternyata kau sudah benar benar mencintai nya anak ku," ucap nya membuat Arga terdiam.


Arga menghela napanya panjang."Benar aku sangat mencintai nya ayah. sampai sampai aku tidak bisa tenang jika tidak melihatnya dalam waktu beberapa jam saja," akunya Arga menatap serius ke Putra.


"Baguslah... jaga menantu ku dengan baik nak, karena romisa wanita yang lembut dan sangat baik," tutur Putra yang di balas anggukkan kepala oleh Arga.


"Itu pasti ayah. Terimakasih ayah telah menjodohkan ku dengan wanita baik sepertinya," ucap Arga.


"Iya nak, ternyata kau baru menyadari nya sekarang. jika pilihan ayah tidak akan salah dan selalu terbaik," ucap Putra dan tersenyum.


"Benar, memang pilihan ayah selalu yang terbaik. aku bersyukur karena aku tidak bersikeras menolak perjodohan ini dan kabur dari rumah," tutur Arga.


"Iya anak bodoh... tp kau masih harus aku hukum..jangan mentang mentang aku sudah di peringati oleh menantu ku. Kemari kau anak kurang ajar, aku masih kesal padamu," gerutu Putra memukulkan tongkat nya ke lantai membuat Arga sedikit terperanjat.


Sekertaris Tang yang berdiri mengamati kedua nya. Menahan senyumannya.


Memang benar anak dan ayah tidak akan jauh berbeda sifatnya. Tp melihat tuan kalah oleh tuan besar membuat saya geli melihatnya karena tuan yang garang dan kejam ternyata bisa tunduk di bawah amarah tuan besar.


Sementara Misa di dalam kamar.


Misa terus berjalan bolak balik gusar menunggu kembali nya Arga. Namun yang di tunggu belum menunjukkan tanda tanda akan kembali.

__ADS_1


"Kemana dia... kenapa lama sekali di hukum nya, dia benar benar tidak di pukuli kan sama ayah putra... duh... semoga saja dia baik baik saja," ucap Misa gelisah di sela langkah kaki nya.


Setelah berganti pakaian dan membersihkan make up di wajahnya misa menunggu Arga di sofa dekat ranjang dengan cemasnya Misa terus menggumam kan Arga, agar selamat dari amarah Ayah Putra.


Dan tidak lama kemudian pintu kembar di kamar nya bergeser menandakan ada orang yang memasuki kamar nya. Misa langsung menoleh ke arah pintu lalu berhambur menghampiri orang yang baru memasuki kamar nya.


"Suamiku, kau baik baik saja kan? Tidak ada yang terluka dan sakit kan? Mana tunjukkan pada ku bagian mana yang terkena hukuman ayah?" Rentetan pertanyaan Misa sambil menelisik tubuh Arga memeriksa nya kali aja ada yang memar.


Arga yang di khawatirkan oleh Misa tersenyum bahagia lalu arga memegang kedua tangan Misa yang bergerak memeriksa tubuhnya. "Aku baik baik saja romisa istriku. hanya bagian ini saja yang sedang merasakan rasa gejolak," ucap Arga sambil meletakkan telapak tangan Misa ke dada nya.


"Benarkah, kau tidak di sakiti ayah kan?" tanya Misa masih dengan nada khawatirnya dan tidak paham maksud Arga.


Arga menggeleng pelan lalu Arga mengecup kedua punggung tangan Misa. "Ayah tidak jadi menyakiti ku karena istriku sudah memperingati sebelumnya," ucap Arga membuat Misa bernapas lega.


Misa berhambur memeluk Arga dan membenamkan wajahnya ke dada Arga. "Syukurlah... suamiku baik baik saja. Aku takut kau kenapa kenapa," gumam Misa di dada Arga.


Arga mengusap rambut panjang Misa dengan lembut. "Romisa..apakah kau mencintaiku?" tanya Arga membuat Misa terdiam melonggarkan pelukan nya dan mendongak menatap Arga.


Lama Misa dan Arga saling menatap. "Ekhem..kenapa suamiku bertanya seperti itu?" gugup Misa canggung.


Misa terpaku menatap intens pada Arga, jantung nya sudah berdegup sangat kencang karena di tatap serius oleh Arga. "I...ya. maksud ku ada apa suamiku bertanya seperti itu tiba tiba," jawab Misa gagap.


Arga mengusap pipi gembil Misa dengan ibu jari nya. "Jika kau tidak mencintai ku mana mungkin kau akan bersikap cemas seperti ini ketika mendengar aku akan di hukum oleh Ayah," ucap Arga membuat Misa tersipu.


Melihat Misa tersipu menundukkan pandangannya malu. "Katakanlah Romisa isi hatimu sesungguhnya bagaimana terhadapku. Apakah kau mencintaiku?" tanya Arga masih menatap serius pada Misa.


Lama Misa terdiam menetralkan jantung yang berdegup kencang dan tenggorokannya yang kering.


"Ekhm..." dehem Misa lalu Misa menatap kikuk ke arah Arga yang sedang menunggu jawaban dari nya.


"I...ya. Suamiku," ucap Misa pelan namun jelas.


Seketika raut wajah Arga mengendur hangat dan tatapan nya berubah teduh.


"Aku tidak mendengarnya Romisa... katakanlah yang jelas!" pinta Arga memastikan pendengarannya tidak salah.


Misa menghela napas panjang dan menunduk malu. "Aku mencintaimu Arga Putra," ucap Misa pelan namun terdengar jelas oleh Arga.

__ADS_1


Arga menarik Misa ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat. Hati nya di penuhi rasa kebahagiaan karena cinta nya telah terbalaskan.


"Aku juga sangat mencintaimu Romisa Arya Putri Wiguna," balas Arga di sela pelukannya.


Misa membalas pelukan Arga dan membenamkan kepala nya di dada Arga mendengarkan detak jantung Arga yang berdegup kencang berirama indah di telinga nya. Lama mereka berdua berpelukan menumpahkan rasa cinta dan bahagia nya.


Arga melepaskan pelukannya namun masih merangkul pinggang Misa dengan sebelah tangannya lalu Arga menangkup sebelah wajah Misa.


"Romisa... bolehkah aku meminta itu?" ucap Arga membuat Misa ambigu.


Misa mengernyitkan alis heran. "Itu apa suamiku?" tanya nya.


"Seperti di malam pertama kita Romisa... sudah lama aku menahannya karena ingin menunggu mu menyatakan cinta terhadapku. Jadi sekarang aku meminta nya..bolehkah Romisa," tutur Arga membuat Misa merona.


"Tapi suamiku, aku sedang mengandung dan kandungan ku masih muda apakah tidak apa," tanya Misa.


"Dokter bilang tidak apa apa asal aku melakukannya dengan hati hati," ucap Arga dan mengecup sekilas bibir Misa.


Misa tersipu malu lalu dengan menunduk Misa mengangguk kecil. "Boleh suamiku," gumam Misa membuat Arga tersenyum senang.


Lalu Arga membawa Misa ke tempat tidur dan melaksanakan ibadah suami istri.


END


---------------------------------------------


Alhamdulillah cerita Romisa kehidupan sudah tamat. author mengucapkan banyak2 terimakasih pada readers yang setia membaca cerita ini dari awal sampai akhir tanpa berkomentar yang menyurutkan semangat author... karena yang berhasil membaca cerita ini dari awal sampai akhir, itulah reader yang pasti bisa menghargai karya author.


Dan untuk penyumbang vote poin author juga ucapkan terimakasih karena sudah mau menyumbangkan sedikit poinnya untuk kemajuan novel ini.


bagi yang masih penasaran dengan kisah cinta nya. muhammad egi saputra (egi) author akan membuat cerita nya di lapak baru yang berjudul. "PEJUANG MOVE ON". dan yang masih kangen dengan cerita romisa dan arga akan author sisipkan di cerita egi nanti...


oke... jadi kita kepoin juga yuk cerita nya egi yang berusaha move on dari romisa. kira2 siapa yang akan menjadi pengganti romisa nanti...


sekian cuap cuap nya author...see you readers. 😊😊😊❤❤


assalamualaikum..❤

__ADS_1


__ADS_2