
Misa telah sampai di tempat mengajar nya yaitu di SMA pelita. Karena ujian semester telah berakhir sekolah tampak lebih sepi dan hanya segelintir murid nya yang datang, serta kebanyakan para guru saja yang bolak balik di sekitar sekolah.
Misa turun dari mobil nya dan langsung beranjak ke kantor guru untuk mengoreksi ljk para murid nya. Dan kini misa dan cesa telah berada di kursi nya masing masing.
Ketika misa mengambil lembaran kertas ljk di meja nya. Tidak sengaja misa melirik meja kerja nya pak dani yang tampak kosong tidak ada buku apa apa di atas meja nya dengan kursi di masuk kan ke dalam meja.
Misa mengkerutkan alis nya heran lalu menoleh pada rina yang meja nya berada di samping kanan misa.
Kenapa meja pak dani kosong apa dia di pindah tugas kan.
"Rin. Meja pak dani kok kosong, memang meja nya di pindahin?" Tanya misa.
Rina mengalihkan pandangan nya dari buku nilai ke arah misa.
"Memang kamu nggak tahu mis," balas rina santai.
"Tahu. Tahu apa rin."
"Pak dani kan sudah mengundurkan diri dari sekolah ini sejak semalam ada info nya. Dan asal kamu tahu mis berita heboh nya lagi," ucap rina mulai heboh.
Ko bisa mengundurkan diri secara tiba tiba begitu yah. Memang ada apa.
Misa hanya menatap heran saja tanpa mau menanggapi berita heboh apa yang akan rina sampai kan.
Rina memajukan kursi nya agar lebih dekat pada misa.
"kamu tahu mis, ternyata pak dani itu adalah sepupu nya sang pengusaha no.1 itu, yang orang nya terkenal misterius, dingin, dan ketampanan nya tidak ada tandingan nya," ucap rina berapi api menggambarkan arga.
__ADS_1
Rupa nya berita pak dani adalah saudara nya s singaa sudah menyebar dalam satu malam. Tp siapa yang menyebarkan nya. Dan semoga saja berita ku sebagai istri nya s singa tidak terbongkar. Bisa bisa aku nggak bakal bebas keluar rumah dong.
"Memang siapa sang pengusaha itu rin?" Tanya misa berpura pura tidak tahu.
"Iiih kamu tuh yaa mis kudet banget deh. Itu sang pengusaha ternama yang nama nya Arga putra. Duuuh kalau aku tahu pak dani itu sepupu nya sudah aku pepet dia agar aku bisa bertemu dengan arga putra," celoteh nya lagi dramatis.
Ya tuhaaan rina. Segitu penasaran nya kamu sama s singa. Andai kamu tahu rin. Seperti apa sikap asli nya s singa itu.
"Memang apa hebat nya arga putra itu rinaa," balas nya misa acuh.
"Kamu tuh yaah sekali kali soal pria terganteng dan terkaya di negeri kita itu harus tahu misaaa. Arga putra itu tidak ada yang tahu wajah asli nya seperti apa, kalau bagi kita sebagai rakyat biasa. Karena memang dia tidak suka terekspos di medsos dan anti bertemu dg sembarang orang. Dih kamu tuh misaa, cari saja sih di google. Banyak bahkan trending no.1 di internet, hanya saja cuman ada satu foto yang menggambarkan wajah arga putra," celoteh rina yang di balas gelengan kepala oleh misa.
Tidak perlu melihat di google rinaa. Orang s singa selalu bertemu tiap hari dengan ku. Dan aku akui memang wajah nya tampan tp ketutup oleh sikap aneh nya rin.
"Terus kamu bisa tahu jika dia pria terganteng di negri kita dari mana nya rinaa. Sedang kamu tidak pernah tahu wajah asli nya hanya tahu di foto saja," balas misa dan tersenyum mengejek.
Misa menggelengkan kepala nya beberapa kali.
"Sampe segitu nya kamu riin."
Andai kamu tahu rina. Orang yang kamu idolakan dan idam2 kan itu adalah suamiku akan seperti apa reaksi yang kamu tunjukkan kepada ku rinaa.
"Iyaa miss. Aku tuh lagi berhayal. Boleh lah sekali kali berhayal. Haha.." canda rina.
"Iya..iya..rinaa. boleh asal jangan keterlaluan yah," ucap misa mencubit pipi rina yang membuat rina mengaduh sakit.
"Tp aku penasaran banget siapa yah wanita yang sangat beruntung bisa bersanding dengan pangeran arga putra. Pasti wanita hebat, cantik dan berkelas, sehingga bisa mendapatkan tempat di sisi nya," ucap rina merenung penasaran.
__ADS_1
Rina .. siapa bilang beruntung bisa berdampingan dengan nya. Yang ada buntung rinaaa.. buntung mental dan hati.
"Sudahlah.. perasaan dari tadi ngomongin orang saja. Nggak baik rin. Mending kita lanjutkan pekerjaan kita yang di anggurin," tukas misa mengalihkan pembicaraan.
"Aaaa.. kamu mah nggak asyik miis," balas rina memberenggut kecewa.
Melihat rina sangat mengidolakan s singa. Entah kenapa rasa nya dalam hati ku ada rasa perih yang mengganjal. Perasaan apa ini sebenarnya.
Misa hanya terkekeh melihat nya dan kembali fokus pada lembar lembar ljk yang sedang di periksa nya.
Sedang cesa yang sedari tadi di meja nya tampak anteng dengan ponsel di tangan nya.
"Oh, yaa misa kalau di pikir2 kenapa pak dani mau saja jadi guru padahal kan dia juga mempunyai perusahaan besar, dan kamu tahu misa. Ternyata sekolah ini juga milik perusahaan putra. Sepupu nya pak dani. Huh pantas saja pak dani seenak jidat keluar masuk ke sekolah," celoteh rina lagi mengkritik.
Misa masih fokus pada pekerjaanya dan hanya melirik rina sekilas.
"Mungkin ingin cari pengalaman baru rinaa," balas misa.
Andai kamu juga tahu rinaa. Jika aku juga seorang pewaris perusahaan AG apakah kamu juga akan mengkritik seperti itu pada ku. Tp seperti nya untuk sekarang dan seterusnya aku masih belum ingin menjalankan perusahaan ayah. Biar paman reno saja yang meneruskan nya. Toh di kata ayah juga. Ayah tidak memaksa.
"Hmm mungkin juga yah. Secara orang orang kaya kan ingin mencoba segala macam yang belum pernah mereka coba. Secara mereka kan banyak duit nya jadi bebas," cerocos rina.
Misa menghela napas nya lalu menatap rina.
"rinaaa...inget ngegibah itu dosa. Sudahlah kita lanjutkan pekerjaan kita," balas misa acuh dan kembali fokus pada pekerjaan nya.
Rina mencebikkan bibir nya, "yaa misaa... baiklah," dengan malas rina mengambil lembar kertas yang menumpuk di meja nya dan memindahkan ke hadapan nya untuk di koreksi.
__ADS_1
BERSAMBUNG....