
Sepeninggalan sekertaris Tang. Arga segera turun dari ranjang nya untuk mengunci pintu kamar. Lalu kembali naik ke atas kasur dan duduk di samping misa.
Dengan gerakan ke hati hatian arga membuka kan kerudung misa lalu melemparkan nya ke arah kasur yang kosong
"Romisa. Bangunlah, kenapa kau betah sekali menutup mata mu" ucap arga menghalau kepala misa agar berada dalam pelukan tangan nya
Dan tidak lama.. misa mengernyitkan alis nya lalu mengerjapkan mata nya perlahan, arga yang sedari tadi terus terfokus menatap dan mengusap lembut sisi wajah misa. Seketika raut wajah arga berubah lega dan menatap misa hangat
"Romisa kau sudah bangun, apa yang sakit. Katakan lah" ucap arga dengan nada pelan
Misa menggelengkan kepala nya pelan
"Suamiku, air" pinta misa dengan suara serak karena baru terbangun dari pingsan
Arga dengan sigap meraih gelas yang berisi air putih di atas nakas lalu menyodorkan nya ke bibir misa. Dan misa langsung menyambut nya lalu meneguk air tersebut hingga habis setengah
"Romisa, mana yang sakit. Tunjukkan padaku" tanya arga pelan setelah diri nya menyimpan kembali gelas air yang sudah misa minum ke atas nakas
Kenapa dia perhatian nya berlebihan sekali sih. Padahal aku hanya muntah muntah saja dan sekarang pun hanya lemes saja yang aku rasakan
Melihat misa hanya terdiam dan menatap nya. Arga mengusap lembut wajah misa yang memang misa masih dalam pangkuan tangan nya
"Hey, kau memikirkan apa. Jangan banyak berpikir dengan kepala kecil mu itu. Katakan lah romisa, apa yang sakit. Dan tunjukkan pada ku" pinta arga dengan tatapan hangat nya
"Tidak ada suamiku, aku hanya lemas saja" balas misa
"Wajah mu masih pucat romisa, apakah masih pusing" tanya kembali arga memeriksa suhu di dahi misa
Misa menggelengkan kepala nya pelan
Singaaa... aku bilang hanya lemas kenapa kau berlebihan sekali sih
"Baiklah sekarang kau makan dulu, setelah nya kau minum obat" titah arga dan masih betah mengusap lembut sisi wajah misa lalu mengecup kening misa
Sepertinya itu lebih baik, karena rasa nya aku lapar sekali
Misa hendak bangkit dari pelukan arga namun arga dengan sigap menahan misa agar tetap dalam pelukan tangan nya
"Jangan bergerak romisa" tegas arga membuat misa mengernyitkan alis nya heran
Bukan nya kau tadi menyuruhku makan, jika aku tidak bergerak bagaimana aku sampai ke sofa itu
__ADS_1
"Tapi suamiku.." ucap misa namun terpotong oleh arga
"Jangan menyela perintah ku romisa, aku bilang jangan bergerak. Ya artinya kamu harus diam" titah arga lagi dengan nada tegas nya
Misa menghela napas nya pelan. Lalu menurut diam dalam pelukan arga
Baiklah...baiklah... mau apa sebenarnya s singa ini
Tiba tiba arga dengan gerakan ke hati hatian mengangkat tubuh misa dan menggendong nya ala bridal style sehingga membuat misa terperanjat kaget dan refleks mengalungkan lengan nya ke leher arga
"Suamiku, aku bisa berjalan sendiri" gumam misa dalam gendongan arga
Namun arga tidak menjawab ucapan misa dan fokus menatap misa yang ada dalam gendongan nya lalu berjalan ke arah sofa
Ada apa sebenarnya ini. Kenapa s singa bersikap aneh seperti ini. Apakah aku terkena penyakit parah sehingga dia merasa kasihan terhadap ku. Tp rasa nya tubuh ku biasa saja tidak ada rasa sakit apa apa
Arga duduk di sofa dengan misa masih dalam pangkuan nya. Ketika misa hendak menggeser tubuh nya untuk turun dari pangkuan arga. Lagi lagi arga menarik pinggang misa agar lebih merapat dan tetap dalam pangkuan nya
"Diamlah dan duduklah di sini, biar aku ambilkan apa yang kau mau romisa" tutur arga
Eh, kenapa harus seperti ini singaa. Aku tidak bisa makan jika dalam pangkuan mu. Apa kau pikir aku ini bayi yang bisa makan dalam gendongan ibu nya
"Aku bilang jangan pernah menyela perintahku romisa, jadi cukup dengarkan dan turuti saja apa kata ku" tegas arga dan menatap misa teduh
Ya tuhaann.. Ayah, Bunda ...ada apa dengan dia. Apa dia telah di rasuki sesuatu yang membuat nya aneh. Atau mungkin benar aku telah mengidap penyakit parah sehingga dia berbelas kasih memperlakukan ku seperti ini
Misa mengangguk pelan mengiyakan ucapan arga
Arga dengan hati hati memutar tubuh misa agar duduk nya menghadap ke nampan besar yang ada di meja. Misa melihat semua menu makanan yang ada di nampan tersebut dengan mata berbinar. Makanan sehat semua, dan rasa nya pasti enak pikir misa
"Kau mau apa, biar aku ambilkan romisa" tanya arga
Misa melirik semua menu di atas nampan lalu menunjuk kan telunjuk nya pada salah satu mangkuk yang berisi sup rumput laut. Arga mengambilkan mangkuk yang di tunjuk misa lalu meletakkan nya ke pangkuan misa
"Makanlah, dan habiskan" titah nya lalu mengusap sayang rambut misa
"Iya suamiku" balas misa lalu mulai menyendokkan sup ke mulut nya
Sedang arga memperhatikan misa yang berada dalam pangkuan nya dan sesekali mengecup gemas pipi misa dan menaruh dagu nya di bahu misa untuk melihat jelas wajah misa
Kenapa serasa nya aku ini anak kecil yang sedang makan di pangkuan ayah nya dan di pantau apa yang aku makan. Benar benar aneh
__ADS_1
--------------
Setelah beberapa lama, misa menghabiskan makanan yang ada di atas nampan hingga hanya meninggalkan piring2 dan mangkuk2 kosong. Misa melirik tempat bekas makan nya itu dan tersenyum canggung
Kenapa aku bisa serakus ini yah. Semua makanan di nampan itu habis hingga tidak tersisa, tp perutku tidak akan meledak kan
Melihat misa tersipu malu arga segera memutar kembali tubuh misa agar menghadap ke pada nya
"Sudah kenyang, romisa" tanya arga
Misa mengangguk dan tertunduk malu membuat arga terkekeh lalu mengangkat dagu misa dengan jemari nya agar wajah misa mendongak menatap nya
"Mulai sekarang kau harus makan banyak romisa, dan jangan pedulikan dengan rasa malu mu" tutur arga sambil mengusap bibir misa yang lembab karena kuah makanan
Misa mengkerutkan alis nya heran
Kenapa aku harus makan banyak, kau mau membuat ku gendut singa. Terus sesudah gendut kau mau mencari wanita seksi di luar sana
Seakan arga tahu apa yang ada dalam pikiran misa. Arga tersenyum kecil lalu mengecup sekilas bibir misa
"Jangan kau masukan pikiran aneh ke kepala mungil mu itu, romisa" ucap arga lalu mendekatkan wajah nya ke wajah misa dengan menempelkan dahi nya ke dahi misa sehingga tatapan dan napas kedua nya bertemu
Ada apa sebenar nya kenapa dari pertama aku bangun kau sudah bersikap aneh terus singaa
"Romisa..." gumam arga pelan dan menangkup sisi wajah misa
"Jika ku katakan kau sedang mengandung anak ku. Apakah kau akan pergi meninggalkan ku, dan membenci ku. Romisa" tutur arga pelan dan menatap misa dengan tatapan teduh
Seketika tubuh misa menegang terpaku, tatapan misa yang semula menunduk membalas tatapan arga dengan tatapan sendu, ada buliran kristal yang keluar dari sudut mata misa
Arga mengusap lembut air mata yang sudah mengalir membasahi pipi misa lalu arga mengecup cukup lama kening misa yang akhirnya arga membawa misa ke dalam pelukan nya
Sedang misa merasa terharu dengan apa yang di katakan oleh arga tidak bisa membendung air mata nya dan misa membalas pelukan arga
"Maafkan aku romisa, aku telah menghamili mu. Tp aku sangat mencintaimu. Meskipun aku tahu kau belum bisa menerima ku. Tp jangan sampai kau membenci anak ku atau pun kau punya niatan untuk menghilangkan nya dari rahim mu. Kau boleh membenci ku tapi jangan pernah tinggalkan aku romisa" tutur arga memeluk misa cukup erat dan mengelus punggung misa sayang
Kau bodoh atau apa singaa, kenapa kau tidak pernah bisa membaca tatapan ku sedang kau ahli membaca tatapan sekertaris kaku dan adik macan mu itu... aku menangis karena haru, aku menangis karena bahagia sebentar lagi aku akan menjadi ibu. Kenapa kau menyangka jika aku akan membencimu singaa. Tidak, tidak akan singaa.. karena aku juga sama sangat mencintai mu
Namun ungkapan misa hanya bisa berkata di dalam hati nya tidak bisa berkata secara langsung karena suara nya seakan akan tersekat dalam tenggorokan nya
BERSAMBUNG...
__ADS_1