
Setelah cukup misa bercengkrama dengan bibi nya. Misa bergegas untuk pulang karena waktu sudah sore dengan jam sudah menunjukkan pukul empat lebih.
Misa dan cesa sudah menyelesaikan shalat ashar nya dan kini mereka berjalan menuju tempat parkiran untuk pulang.
Ketika misa berjalan tiba tiba langkah kaki nya terhenti, karena ada yang memanggil nama nya.
"Bu misa," panggil egi yang berada di belakang misa.
Misa menoleh ke belakang yang mendapati egi berdiri tidak jauh dari nya.
"Egi," celetuk misa setelah diri nya membalik kan badan.
Kenapa anak ini bisa ada di sini. Apa Mungkin habis menjenguk salah satu teman nya atau bisa jadi hanya lewat saja.
"Boleh egi numpang pulang?" ucap egi yang sudah ada di hadapan misa.
Misa melirik cesa di samping nya yang memasang wajah datar menatap egi lalu kembali menoleh pada egi.
Apa tidak apa2 yah jika egi ikut pulang bersama, tp dia kan adik nya s singa.
"Memang egi nggak bawa kendaraan?" tanya misa.
"Mobil egi lagi service," jawab nya.
Misa menghela napas pelan,
"baiklah, boleh egi. Mobil kita ada di sana," tunjuk misa pada mobil nya yang tidak jauh dari tempat berdiri.
Egi mengangguk pelan.
Misa berjalan ke arah mobil yang di ikuti cesa dan egi di belakang nya. Lalu mereka bertiga memasuki mobil dengan egi duduk di kursi penumpang belakang sedang misa di kursi depan bersebelahan dengan cesa yang mengemudi.
Mobil misa mulai melaju meninggalkan rumah sakit jaya abadi dan kini tengah melaju dengan kecepatan sedang di jalanan.
"Bu misa," panggil egi.
"Iya egi."
"Bu misa mau ikut liburan?" tanya egi.
Misa menoleh sejenak pada egi yang berada di kursi belakang, "liburan kemana?" tanya balik misa.
"Ke singapur sekalian jenguk ayah," balas egi.
"Saya pengen sih lihat ayah, tp jika kaka mu mengizinkan nya egi," ucap misa dengan pandangan mata kembali melihat ke depan.
"Mungkin egi juga nggak ikut liburan jika bu misa tidak berangkat," tukas egi.
Eh, kenapa anak ini selalu ikut2 an saja sih.
__ADS_1
"Kenapa begitu egi, bukan nya untuk menghilangkan rasa jenuh dan penat selama belajar di sekolah jadi perlu refreshing pikiran," tutur misa melirik kaca depan seakan bicara dengan egi di hadapan nya.
Tampak egi menggelengkan kepala nya pelan.
"Tidak perlu jauh. Di rumah pun ada," gumam egi pelan.
Sedang cesa yang sedari tadi jadi pendengar hanya bisa fokus pada kemudi nya tanpa harus ikutan nimbrung untuk mengobrol.
Misa terdiam tidak menanggapi lagi ucapan egi dan memilih menoleh pada jendela mobil memandangi jalanan kota yang ramai, dengan banyak nya mobil berlalu lalang dan orang yang berjalan kaki di trotoar.
Mata misa menangkap makanan yang di sukai nya yaitu ada sebuah kedai es cream di pinggir jalan yang akan di lewati mobil nya. Seketika tangan misa memegang lengan cesa yang sedang mengemudi.
"Cesa. Bisa berhenti sebentar," titah misa pada cesa.
"Ada apa nona?" tanya cesa melambatkan laju mobil.
"Saya pengen beli es cream itu. Bisakah berhenti di depan kedai nya," pinta misa.
Cesa melihat kedai kecil yang di tunjuk misa lalu menatap misa yang berada di samping nya.
"Tapi nona..." ucapan cesa menggantung karena tiba tiba egi menyela nya.
"Belikan saja cesa. Dan bu misa bisa menunggu nya di sini," titah egi memotong ucapan cesa.
Cesa melirik kaca depan mobil melihat tatapan dingin yang di berikan egi pada nya.
"Iya tidak apa apa cesa. Hanya sebentar ini kan," balas misa mengangguk pelan.
"Nona ingin rasa apa es cream nya. Dan apa tuan egi juga mau? Biar saya belikan sekalian," tanya cesa lalu menepikan mobil nya di depan kedai tersebut.
Misa hendak membuka bibir nya untuk mengatakan pesanan nya, namun egi langsung berkata terlebih dahulu.
"Bu misa rasa melon dan egi rasa vanila saja cesa," sambar egi sebelum misa berucap.
Eh, dari mana anak ini tahu jika aku suka rasa melon. Hah, Mungkin hanya kebetulan saja.
Cesa mengangguk lalu keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk kedai tersebut.
Sepeninggalan nya cesa yang menyisakan misa dan egi di dalam mobil.
Misa sibuk memperhatikan ke luar mobil melihat jalanan yang ramai sedang egi fokus memandangi wajah misa yang berada di depan nya.
"Ekhm.." egi berdehem untuk menetralkan kecanggungan di dalam mobil.
Misa menoleh ke belakang menatap egi.
"Egi, apa kamu sakit. Kenapa sejak pagi kamu selalu berdehem seperti itu?" tanya misa.
Misa bahagia nya aku jika selalu di perhatikan seperti ini oleh mu.
__ADS_1
Egi menggelengkan kepala nya sebagai tanda tidak.
"Bu misa," panggil egi yang melihat misa kembali menormalkan posisi duduk nya.
"Iya egi."
"Menurut ibu, egi lebih baik kuliah di dalam atau luar negeri?" tanya egi mulai serius.
"Menurut saya yah, mau di luar negeri atau pun di dalam negeri semua nya baik. Kan bisa kita di dalam negeri juga dengan di ajari nya oleh dosen2 lulusan luar. Tp jika egi ingin nya belajar ke luar itu pun tidak apa apa dan itu juga baik. Karena selain belajar pendidikan di sana egi juga, di didik untuk mandiri dan berjuang hidup sendiri di sana tanpa bantuan dari keluarga di sini," tutur misa bijak.
Tp seperti nya aku tidak bisa jauh dari mu misa. Meskipun aku sudah tahu jika di hatimu sekarang telah tertanam nama kaka sebab percakapan mu dengan dani waktu itu aku mengamati nya betapa kamu membela nya dengan tatapan emosi ketika dani menjelekkan kaka.
tp meskipun begitu, aku akan tetap menyayangi mu dan mencintai mu misa sampai aku menemukan pengganti mu yang sama persisi seperti diri mu yang bisa menggetarkan hati ku kembali.
Melihat egi terdiam misa bersuara kembali.
"Apa egi mau bersekolah di luar negeri?" tanya misa membuyarkan lamunan egi.
Egi menggelengkan kepala nya, "tidak tahu," ucap nya.
"Pilihlah menurut kata hati mu, jangan menurut kata orang lain atau keluarga mu. Karena yang menentukan keberhasilan itu datang nya dari suara hati murni mu," tutur misa menasehati lalu tersenyum.
Benar misa. Jika saja waktu itu aku mendengarkan kata hati ku untuk mengambil alih perjodohan yang akan di berikan ayah pada kaka mungkin sekarang kau adalah istri ku bukan istri kaka.
Egi mengangguk mengiyakan.
Cesa membuka pintu mobil lalu duduk di kursi kemudi dengan membawa dua cup besar es cream di tangan nya.
"Nona dan tuan egi ini es cream nya. Maaf saya lama. Karena di dalam nya ternyata mengantri banyak orang," ucap cesa memberikan 2 cup besar es cream itu pada misa dan egi.
"Iya cesa. Kamu tidak membeli nya untuk mu cesa?" tanya misa karena hanya dua cup es cream yang di bawa cesa.
"Saya menyetir nona, jadi tidak bisa memakan nya," jawab cesa dan mulai menyalakan mesin mobil nya kemudian melajukan ke jalanan bersama kendaraan lain nya.
"Baiklah kita berdua memakan nya yah. Biar aku suapi," ucap misa menyodorkan satu sendok es cream ke mulut cesa.
Cesa terlonjak dengan perlakuan misa dan hendak menolak nya dengan halus karena merasa tidak enak.
"Kalau kamu tidak memakan nya saya marah cesa," ucap misa karena melihat gelagat cesa hendak menolak nya.
Dengan ragu cesa memakan es cream yang di sodorkan misa.
Misa tersenyum senang, "enak kan," ucap misa yang di angguki kepala oleh cesa.
Sedang egi yang di belakang memperhatikan kedua nya hanya bisa tersenyum.
Andai saja aku yang ada di samping mu misa. Dan kau menyuapkan es cream itu ke mulut ku. Mungkin akan terasa bahagia.
BERSAMBUNG....
__ADS_1