Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
102


__ADS_3

Arga mondar mandir dengan gelisah ke sana kemari di hadapan sekertaris Tang yang berdiri tegak.


Setelah membersihkan diri nya dan berganti dengan pakaian santai. Arga langsung ke ruangan kerja bersama sekertaris Tang untuk menunggu kabar dan kepulangan misa.


Tuan bisakah anda diam duduk. Bukan nya saya sudah mengatakan jika nona sedang dalam perjalanan pulang kenapa tuan terus bolak balik seperti setrikaan.


Membuat saya semakin pusing. Sudah pusing kepala saya kena timpukan tuan 2 kali dan sekarang harus di hadapkan dengan memperhatikan gerak langkah kaki tuan.


"Tang.." geram Arga di sela gerakan kaki nya.


"Iya tuan."


"Kata kau romisa tengah di jalan. Kenapa lama sekali dia datang nya." Tanya Arga di sertai kekesalan nya.


"Tunggulah sebentar tuan. Karena perjalanan nona dari rumah sakit kemari, cukup memakan waktu 1 jam tuan." Jelas Tang.


Arga menghentikan gerakan langkah kaki nya lalu memicingkan mata nya menatap curiga pada Tang.


"Kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu kan. Atau kau membohongiku lagi seperti siang. Hah," teriak Arga yang masih di liputi rasa cemas dan amarah nya.


"Tidak tuan, kalau masalah siang maafkan saya tuan. Saya pikir nona akan pulang di sore hari sebelum tuan pulang kerja." Jawab Tang jujur.


"Hebat ya kau Tang. Kalau istriku ada yang menculik kau juga akan menyembunyikan nya dari ku tentang kabar nya." Seloroh Arga dengan intonasi tajam.


"Tidak tuan." Balas Tang.


Nona. Cepatlah pulang. Selamatkan kami dari amukan tuan. Jika nona sampai kenapa kenapa di jalan bisa bisa hidup kami habis hari ini.


"Kau..." Geram Arga lagi dengan tatapan tajam nya.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


Suara pintu di ketuk mengalihkan pandangan arga dan Tang. Seketika kedua nya menoleh ke arah pintu.


"Masuk," titah Arga.


Dan muncul lah bi ane dari balik pintu. Berjalan ke hadapan arga lalu menunduk hormat.


"Ada apa kau kemari. Masih berani kau menunjukkan batang hidung mu di depan ku." Seloroh Arga.


Langsung membentak bi ane yang menghampiri nya


Bi ane menunduk. "Maaf tuan. Nona sudah pulang, dan nona sudah menuju kamar nya," ucap bi ane.


Seketika raut wajah arga yang semula garang berubah ada kelegaan di sorot mata nya dan hembusan napas nya.


"Kenapa kau masih di sini. Pergilah. Aku sedang kesal terhadap mu." Teriak Arga lagi pada bi ane.


Sepeninggalan bi ane yang menyisakan arga dan Tang.


"Tang. Romisa sudah pulang. Aku harus menemui nya segera," gumam Arga dan hendak melangkah kan kaki nya.


"Tuan." Panggil Tang menghentikan langkah kaki arga


Arga menoleh pada Tang dan masih menatap nya tajam.


"Lebih baik tuan memberikan nya waktu untuk nona membersihkan diri nya. Tunggulah sebentar lagi tuan. Baru tuan ke atas," pinta Tang dengan menunduk kan kepala takut tuan nya akan tersinggung.


"Kau mengatur ku. Tang kau tahu. Aku ingin sekali melihat nya dan memeluk nya sekarang ini dan kau menyuruh ku menunggu nya lagi. " Bentak Arga lagi setelah cukup tenang tadi.

__ADS_1


Tuan kenapa susah sekali menenangkan amarah mu jika menyangkut nona.


"Tidak tuan. Saya hanya memberikan saran. Nona pasti cape habis perjalanan jauh. Dan butuh waktu untuk membersihkan diri nya sebelum berhadapan dengan tuan." Jelas Tang lagi.


Arga mengkerutkan alis nya berpikir sejenak lalu menghembuskan napas nya pelan.


"Baiklah aku akan menunggu nya." Ucap Arga dengan suara normal lalu membanting tubuh nya pada sofa tunggal di ruangan itu.


Arga menyenderkan kepala nya lalu menatap lurus ke depan.


Arga melirik sekertaris Tang yang masih berdiri tegak tidak jauh dari tempat duduk nya.


"Tang. Duduk lah kau bukan patung. Dan maaf tadi aku telah menendang kaki mu. Obatilah kaki mu. Pasti ada memar di sekitar nya." Ucap Arga tenang.


Sekertaris Tang menurut duduk di kursi panjang dekat arga. "Tidak apa apa tuan. Memang saya pantas mendapatkan nya atas keteledoran saya." Balas Tang.


Akhirnya tuan bisa kembali normal.


-------------------------


Misa di ruang ganti telah selesai melaksanakan shalat isya nya. Dan kini tengah melantunkan satu surat al-qur'an untuk mendoakan ayah dan bunda nya agar tenang di alam nya.


Beberapa menit kemudian misa telah selesai dengan kegiatan ibadah nya. Dia melipat mukena nya dan menyimpan nya di lemari kecil tempat mukena.


"Kata bi ane, s singa sudah pulang. Apakah s singa nggak bakal menghukum ku karena keluar rumah tanpa izin nya dan pulang telat lagi." Gumam Misa pelan dan masih berdiri mematung di depan lemari.


Misa menghembuskan napas nya. Menyemangati diri nya bahwa semua nya akan baik baik saja.


Bagaimana pun nanti aku harus menghadapi nya karena memang ini juga salah ku karena melanggar perintah nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2