
Arga dan sekertaris Tang masih di ruangan kerja. Dan saling diam tanpa ada percakapan lagi. Arga masih asik dengan pikiran nya dan dengan mata terpejam nya sedang sekertaris Tang sudah mulai sibuk dengan ponsel nya.
Arga mengangkat kepala nya lagi untuk menatap Tang.
"Tang.. kau sudah mengurus dani?" Tanya arga mulai serius.
Sekertaris Tang menghentikan kegiatan nya memandangi layar ponsel dan beralih menoleh pada tuan nya.
"Sudah tuan. Dengan memberikan nya dua pilihan. Antara kerja sama perusahaan nya dengan perusahaan putra di cabut atau pergi ke afrika sebagai guru bakti untuk merenungkan kesalahan nya." Jelas Tang.
"Lalu, pilihan nya?" Tanya arga.
"Tuan dani memilih pergi ke afrika untuk menjadi guru bakti. Karena jika tuan dani memilih pilihan no.1 maka perusahaan nya yang selama ini di bangun akan terancam bangkrut." Jelas Tang lagi.
Arga mengangguk pelan. "Kapan dia berangkat?" Tanya arga lagi.
"Waktu malam Tuan. Dia telah berangkat ke afrika." Jelas Tang kembali.
Arga terdiam dan menghela napas nya pelan.
"Jika saja dia bisa mengontrol perasaan nya terhadap Romisa. aku tidak akan melakukan hal seperti ini terhadap nya. Karena bagaimana pun dia adalah sodara ku, serta sudah ku anggap adik." Tutur arga.
*Andai tuan tahu apa yang di lakukan tuan dani terhadap nona waktu kemarin. Mungkin tuan akan murka dan bahkan tidak akan mentolerir lagi tuan dani.
Untung nya saya tidak memberikan rekaman kejadian nya dan hanya menceritakan telah terjadi perkelahian antar tuan dani dan tuan egi di hadapan nona saja*.
"Sodara juga terkadang jadi musuh tuan." Ucap Tang.
Membuat arga menatap nya tajam.
Duh tuan mulai tersinggung.
"Maksud saya.. " Ucap Tang dan terpotong.
__ADS_1
"Benar kata mu Tang. Dani sudah menjadi musuh ku sejak dia mengatakan jika dia ingin merebut romisa dari ku." Sela arga memotong ucapan Tang.
Begini nasib nya perseteruan antar saudara untuk memperebutkan hati nona. Tp bagaimana pun tuan egi dan tuan dani saya yakin mereka tidak akan bisa melawan kekuatan Tuan.
Baru saja salah satu dari mereka ada yang maju melangkah satu langkah sudah di depak lagi sama tuan hingga lumpuh.
Tang terdiam tidak menanggapi ucapan arga. Dan memilih menatap kembali pada layar ponsel nya.
Arga kembali menatap Tang.
"Tang.." Langgil arga membuat Tang menoleh kembali pada arga.
"Iya tuan."
"Kau tidak memukul pengawal nya Romisa lagi kan?" Tanya arga mengintimidasi.
Maaf tuan saya sudah terlanjur menampar berapa kali cesa. Hanya untuk mendisiplinkan nya saja tuan karena kurang becus menjaga nona.
"Tidak tuan." Ucap Tang bohong.
Arga menghela napas nya pelan.
"Iya tuan." Balas Tang.
Saya akan usahakan cesa tidak akan bertemu dengan nona terlebih dahulu.
"Tang Kira2 berapa hari masa wanita datang bulan?" Tanya Arga.
Kenapa tuan bertanya hal seperti ini terhadap saya. Sudah jelas saya tidak tahu tuan. Karena saya sama2 pria seperti tuan.
"Maaf tuan. Saya tidak tahu."
Arga mendengus kesal.
__ADS_1
"Bukan nya kau selalu tahu Tang. Masa masalah seperti ini saja kau tidak tahu." Seloroh arga kesal.
Tuan. Tidak ada guna nya tuan marah marah pada saya. Karena saya tidak tahu.
"Tuan saya seorang pria jelas saya tidak tahu. Tp bagaimana jika tuan bertanya pada bi ane yang sama sama wanita." Ucap Tang memberi ide.
"Baiklah suruh bi ane kemari." Titah arga.
Tang segera menelpon bi ane untuk segera datang ke ruang kerja arga.
Dan tidak lama kemudian bi ane datang ke ruang kerja nya arga dan kini telah berdiri di hadapan arga.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya bi ane.
"Bi ane. Kira kira masa wanita datang bulan berapa hari lama nya?" Tanya arga to the point.
Bi ane sempat tertegun dengan pertanyaan tuan nya.
"Paling lama 15 hari dan biasa umum nya 1 minggu tuan, tp terkadang ada yang 4 hari juga tuan." Jelas bi ane.
Arga mengangkat sebelah alis nya heran.
"Kenapa banyak pilihan nya. Saya minta yang jelas nya bi ane." Tukas arga meminta kejelasan.
"Seperti nya kebanyakan wanita di pilihan yang kedua tuan, Yaitu 1 minggu." Ucap bi ane.
"Kau yakin?" Tanya nya ragu.
"Benar tuan, saya yakin." Tutur bi ane meyakinkan.
Arga menghela napas nya pelan.
"Baiklah kau boleh kembali pada pekerjaan mu." Titah arga mengisyaratkan dengan mata nya agar cepat keluar dari ruang kerja.
__ADS_1
"Baik tuan." Bi ane menunduk hormat lalu beranjak berlalu meninggalkan arga dan Tang di ruang kerja.
BERSAMBUNG...