Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
113


__ADS_3

Misa telah selesai melaksanakan shalat dzuhur nya dan di lanjutkan dengan membaca Al-Qur'an untuk mendoakan ayah, bunda nya.


Tok...tok..tok.


Pintu ruang ganti di ketuk oleh Bi Ane yang menghentikan suara lantunan Misa yang sedang membacakan Al-Qur'an.


Misa beranjak ke arah pintu setelah menyimpan Al-Qur'an nya ke atas meja kecil di ruang ganti.


"Eh...Bi Ane," celetuk Misa setelah pintu terbuka.


"Nona, sudah waktu nya makan siang," ucap Bi Ane.


"Baiklah, saya akan ke bawah sebentar lagi bi," balas Misa.


Bi ane mengangguk mengiyakan lalu menundukkan kepala nya hormat dan berlalu meninggalkan misa.


Misa kembali ke sejadah nya untuk melanjutkan bacaan Al-Qur'an nya yang sempat tertunda.


Tidak berselang lama. Misa telah menyelesaikan mengaji dan melipat mukena nya lalu bergegas ke lantai bawah untuk makan siang.


Di meja makan sudah ada egi yang duduk namun belum mengambil makanan pilihan nya. Misa duduk di kursi yang biasa nya Misa duduki. Sedang egi duduk di kursi yang biasa syila duduki yaitu di depan misa.


Eh, kenapa dia duduk di kursi nya syila.

__ADS_1


Bi Ane mengawasi kedua nya dan berdiri di belakang misa.


"Kenapa Egi belum makan?" tanya Misa yang melirik piring egi masih kosong.


"Menunggu Bu Misa," jawab egi lalu mulai mengambil menu makanan di tengah meja dan meletakkan ke piring nya.


Misa pun melakukan hal yang sama.


"Kenapa harus menunggu saya egi, kalau sudah lapar makanlah duluan," ucap Misa di sela menyendok menu makanan pilihan nya ke piring nya.


"Bersama lebih enak," balas Egi.


Misa tidak menanggapi nya lagi ucapan egi dan mulai menyendok makanan di piring untuk di suapkan ke mulut nya.


Egi yang sedari tadi berpikir akhirnya mengalihkan pandangan nya dari piring ke arah misa yang sedang sibuk menyendok makanan.


"Bu Misa," panggil Egi.


Misa menoleh ke arah egi.


"Iya."


"Boleh egi curhat," ucap Egi.

__ADS_1


Apa aku tidak salah dengar, dia bilang ingin curhat. Baru kali ini anak ini mau berkata curhat pada ku.


"Boleh, mau curhat apa egi?" tanya Misa masih menatap egi.


"Ekhem.." Egi berdehem untuk menetralkan kecangguangan nya lalu membalas menatap misa serius.


"Tentang masalah hati," ucap Egi sukses membuat Misa menahan tawa nya agar tidak meledak.


Kenapa anak ini seperti wanita saja curhat masalah hati. Ya tuhan ternyata di balik sikap dingin nya juga masih mempunyai masalah hati.


Egi tampak canggung karena melihat respon misa yang seperti nya malah menganggap nya tidak serius. Misa yang melihat egi sedikit tersinggung segera menahan sikap nya agar tidak membuat egi malu karena nya.


Misa mengangguk pelan.


"Masalah hati. Memang egi mau curhat masalah hati tentang apa?" tanya Misa mulai tertarik dengan obrolan yang akan egi mulai.


"Tentang cinta," jawab Egi polos.


Hahaha... benar benar anak ini apa tidak bisa gitu curhat nya ke sesama laki laki ke teman nya gitu yang setidak nya akan memberikan solusi.


"Cinta, memang apa yang menjadi masalah nya egi?" tanya Misa lagi lalu kembali menyendok kan makanan ke mulut nya karena tadi sempat terhenti.


Egi menatap makanan di piring nya lalu kembali menatap misa ada kilasan keseriusan dari sorot mata nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2