Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
124


__ADS_3

Hari libur telah berakhir dan misa sudah hampir sepuluh harian telah kembali lagi menjalankan rutinitas nya sebagai guru.


Kini misa dan arga telah turun ke lantai bawah untuk sarapan. Alis misa berkerut heran ketika melihat kursi yang biasa di duduki oleh syila kosong


"Egi, syila kemana" tanya misa setelah diri nya duduk di kursi


"Dia ada les pagi sebelum belajar" balas egi


Misa mengangguk lalu beralih menatap arga


"Suamiku akan sarapan apa. Biar aku ambilkan" tanya misa pada arga


"Sandwich" jawab arga


Misa mengambilkan satu porsi sandwich dan meletakkan ke piring arga. Lalu setelah nya misa mengambil menu sarapan untuk nya yaitu roti panggang dengan di lapisi selai kacang


Ketika misa mengoleskan selai kacang pada roti panggang yang ada di piring nya, tatapan mata misa tidak lepas menatap egi yang sedang menikmati sarapan nya sedang arga pun sama sedang menikmati makanan di piring nya


*Kenapa rasa nya mata ku ingin terus menatap egi yah. Ada apa dengan ku...


Ya tuhaaan imut sekali sih cara makan nya egi, ingin sekali jemariku mencubit kedua pipi mulus nya itu*


"Egi" panggil misa


Seketika egi dan arga menoleh pada misa


"Ada apa bu misa" tanya egi heran karena tidak biasa nya misa memanggil namanya jika tidak ada kepentingan


Namun misa tak kunjung bicara setelah memanggil namanya


"Anu..bisakah kau duduk nya di depan ku" pinta misa ragu pada egi agar pindah di kursi tempat syila yang saat itu kosong

__ADS_1


Sejenak egi sedikit tertegun dengan permintaan misa lalu mengangguk mengiyakan


"baiklah saya pindah" ucap egi beranjak dari kursi nya dan berpindah ke kursi di hadapan misa tanpa bertanya kenapa diri nya di suruh pindah


Arga menatap tajam ke arah egi karena egi dengan suka hati berpindah duduk ke kursi di hadapan misa meskipun terhalang oleh meja besar di antara kedua nya. Tetap arga tidak suka


Misa tersenyum senang kala egi menuruti keinginan nya. Begitu pun egi hati nya begitu senang saat misa meminta nya seperti itu


Arga mengusap puncuk kepala misa lembut


"Kenapa kau menyuruh egi duduk di depan mu, romisa" tanya arga dengan nada suara tenang


Misa menoleh pada arga


"Aku hanya ingin memandang wajah nya suamiku" tutur misa polos


Seketika raut wajah arga berubah jadi dingin


"Pandanglah wajah suami mu. Kenapa harus dia, romisa" tegas arga dengan intonasi dingin


Sedang misa tidak menghiraukan perubahan dari ucapan dan raut wajah arga malah semakin bertanya yang membuat arga geram


"Suamiku, bolehkah aku mencubit kedua pipi egi. Rasa nya gemas sekali jemari ku ingin mencubit nya" tutur misa lagi dengan menggerak gerakkan jemari tangan nya


Kali ini arga benar benar kesal dengan permintaan misa yang tidak biasa. Dan raut wajah nya semakin menggelap


Sedang egi tampak terperanjat dengan permintaan nya misa. Dan terselip rasa bahagia yang amat sangat karena misa tidak pernah meminta hal seperti ini terhadap nya


"Jika kau ingin mencubit pipi, cubit pipi ku saja romisa. Jangan dia. Tidak boleh " tegas arga dengan intonasi tajam karena kesal


Kenapa kau marah sih singaa. Kan aku hanya ingin mencubit nya saja. Lagian kan dia adik mu bukan orang lain.. hiks. Hiks..

__ADS_1


Misa menatap sendu ke arah arga dan mencebikkan bibir nya seolah olah akan menangis


Namun arga tidak memperdulikan dengan ekspresi misa yang seakan menangis karena tidak di turuti keinginan nya. Lalu arga mengambil kedua tangan misa dan mengarahkan ke wajah nya untuk menangkup kedua pipi arga


"Lakukan pada ku saja romisa" titah arga dengan suara tegas


Jemariku hanya ingin mencubit pipi egi bukan pipi mu singaa. Bisakah kau mengerti keinginan ku....tp apa boleh buat. Dan seperti nya pipi mu juga jauh lebih enak untuk di cubit


Misa mulai mencubit kedua pipi arga dengan gemas dan saking gemas nya misa menarik memainkan nya bagai memainkan squyishi sehingga meninggalkan jejak merah di pipi arga


"Romisa. Pelan2 kau mau merobek wajah ku" geram arga karena merasakan sakit dan perih di kedua pipi nya


Misa tersadar dengan apa yang di lakukan nya lalu melepaskan cubitan jemari nya di pipi arga


"Maaf suamiku, habis nya aku gemas sekali" tutur misa mengusap lembut bekas cubitan nya di pipi arga


Dia tidak marah kan. Maka nya tadi aku minta pada adik mu kau tidak membolehkan nya dan sekarang kau sendiri yang tersiksa


"Kau tidak marah kan. Maaf kan aku suamiku" ucap misa lagi masih sambil mengusap lembut di kedua pipi arga yang merah


Arga menangkap tangan misa yang sedang mengusap usap pipi nya lalu membawa tangan misa ke bibir nya untuk di kecup satu persatu jemari misa.


"Aku tidak marah romisa. Asal kau hanya boleh menyentuh ku bukan laki2 lain. sekali pun itu adik ku" tutur arga pelan


Misa mengangguk mengiyakan


Aku pun tidak tahu kenapa tiba2 aku ingin mencubit pipi s egi padahal aku sudah tahu jika s singa akan marah jika sampai aku melakukan nya


Sedang egi yang sedari tadi melihat drama di hadapan nya hanya terdiam terpaku dengan tangan di genggam erat karena tidak tahan menyaksikan kemesraan wanita yang di cintai nya dengan kaka nya di depan mata nya sendiri secara langsung


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2