
Setelah sarapan yang di barengi hanya dengan Misa dan Egi karena syila telah berangkat liburan ke tempat yang ingin di kunjungi nya. Kini Arga sudah di dalam mobil duduk dengan kepala menyender dan mata terpejam nya. Ada senyuman terus mengembang di bibir nya. Karena hati nya masih di penuhi rasa bahagia dengan kebersamaan nya bersama romisa.
Seperti nya hari demi hari tuan selalu tersenyum bahagia. Saya pun ikut berbahagia tuan jika tuan seperti ini.
Arga membuka mata nya lalu menegak kan kepala nya dan menatap ke depan.
"Tang..." panggil nya.
"Iya tuan."
"Seperti nya rayuan yang aku gunakan ke romisa berhasil," ucap arga senang.
Syukurlah kali ini tuan tidak murung lagi karena nona.
"Benarkah.." balas Tang.
Arga mengangguk,
"benar, bukti nya tadi Romisa membalas pelukan ku. Meskipun dia tidak mengatakan sepatah kata pun," tutur Arga lalu mengambil buku bersampul putih dari balik kursi Tang dan mulai kembali membolak balikkan lembaran kertas di dalam buku tersebut.
"Artinya tuan sudah mulai berhasil menaklukan hati nona, tuan" ucap Tang di sela pandangan nya yang fokus mengemudi.
"Belum Tang. Sebelum romisa mengatakan jika dia mencintaiku, aku masih belum menaklukan nya Tang," ucap Arga pelan lalu menghela napas nya.
"Kenapa begitu tuan?" Tanya heran Tang.
"Di buku panduan mengatakan nya begitu," gumam Arga dan kembali fokus pada buku di hadapan nya.
Tuan terlalu terpaku pada buku panduan. Saya jadi merasa sedikit bersalah dengan nya. Karena harus terus menerus terpaku pada buku. Tp jika tidak, akan dari mana bimbingan nya sedang saya juga sama tidak punya pengalaman mengenai wanita.
__ADS_1
"Tang.." panggil Arga lagi.
"Iya tuan."
"Kenapa di sini di tuliskan jika aku jangan menyentuh wanita tersebut jika belum ada nya pernyataan cinta dari wanita nya. Apa maksud nya ini Tang?" tanya Arga menatap ke depan dan ada nada kesal di dalam ucapan nya.
Tang tampak berpikir sejenak.
"Maksud nya tuan jangan dulu berhubungan suami istri dengan nona," jawab Tang.
Plakkk.
Kenapa tuan menimpuk saya, apa kesalahan saya tuan.
Arga menimpuk kepala Tang dengan buku panduan cukup keras sehingga membuat Tang mengusap kepala nya yang perih.
Tang menghela napas nya pelan.
"Tuan, tidak menyentuh nya bukan berarti menjauhi nona," jelas Tang.
Arga menatap tajam ke depan. "Terus," tegas nya meminta kelanjutan Tang bicara.
"Tuan bisa mendekati nya namun tidak menyentuh nya. Arti nya tuan bisa melakukan semua nya semau tuan selain menyentuh nya," jelas Tang lagi.
Kenapa tuan saya sangat polos. sehingga hal seperti ini saja harus di jelaskan nya secara detail. Huh benar benar merepotkan.
"Jadi maksud mu boleh mencumbu nya tidak dengan menerobos nya gitu?" tanya Arga polos.
Sekertaris Tang mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Iya tuan seperti itu."
Arga menyenderkan kembali kepala nya pada senderan kursi mobil.
"Tidak menerobos nya, baiklah aku akan mengingat nya. Sebelum romisa menyatakan cinta nya terhadap ku. Aku tidak boleh menerobos nya dahulu namun bisa mencumbu nya," ucap Arga kembali mengulang kata kata yang di maksud Tang.
Iya tuan...iyaa tuan... benar begitu. Tp jangan menimpuk kepala saya juga tuan.
"Tang..." panggil Arga lagi dengan suara cukup keras
Sehingga membuat Tang yang sedang menyetir terlonjak.
Ada apa lagi tuan? Kenapa tuan berteriak, saya ada di depan mu tuan tidak perlu berteriak seperti itu.
"Iya tuan."
"Aku tidak bisa melakukan tahap ini Tang... rasa nya aku tidak bisa jika tidak menyentuh Romisa," seloroh Arga dengan nada frustasi.
"Tuan. Bukan nya misi tuan ingin berhasil jadi jalan kan terlebih dahulu. Jika tuan ingin mendapatkan hati nona," tutur Tang tenang.
Arga menghembuskan napas nya kasar.
"Tahap ini pasti akan menyiksa ku Tang.." gumam Arga pelan lalu kembali menyenderkan kepala nya dan memejamkan mata nya.
Yang sabar tuan. Perjuangan cinta mu masih panjang untuk nona.
Namun Tang tidak menjawab gumam an arga dan memilih fokus kembali pada kemudi nya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1