
Misa keluar dari ruang ganti dengan kepala menunduk. Ketika misa menutup kembali pintu ruang ganti tiba2 suara arga mengagetkan nya.
"Romisa." panggil arga dengan nada suara dingin.
Misa terlonjak dan membalikkan badan nya lalu mata nya menatap arga yang tampak duduk di sofa dengan posisi kesukaan nya yaitu duduk dengan kaki sedikit lebar. Dan tangan bersedekap di depan dada.
Seketika misa berdiri mematung karena tatapan arga begitu tajam melihat ke arah nya.
Ayah, bunda.. apa dia akan mengamuk dan menyiksa misa sekarang lihatlah tatapan nya begitu menakutkan seakan2 membunuh jantung misa.
"Kenapa kau diam disitu. Kemari!!" Tegas Arga masih dengan tatapan nya yang tajam.
Dengan langkah ragu misa menghampiri arga dan berdiri di hadapan nya.
Arga menarik lengan misa sehingga misa terduduk di pangkuan nya.
Tidak ada guna nya aku memberontak karena kelihatan nya s singa sedang bermode garang.
Arga mengangkat dagu misa dengan jemari nya agar mendongak menatap ke arah nya.
"Habis dari mana kau?" Tanya Arga mengintimidasi masih dengan sikap dingin nya.
"Aku...aku...dari rumah sakit." Ucap Misa terbata karena takut di tatap tajam oleh arga dengan jarak dekat.
Jantung.. sabarlah jangan kau menggebrak gebrak rongga dada ku. Aku akan mengatasi situasi ini agar tenang.
"Berani sekali kau tidak izin terhadap ku." Tukas Arga dengan nada sedikit meninggi.
Singaa.. bisakah kau jangan galak seperti ini. Yang terpenting kan aku tidak mencoreng nama baik mu.
Misa menundukkan pandangan nya.
"Ma...af suamiku." Gumam Misa pelan.
Arga mengangkat kembali dagu misa dengan sedikit kasar agar misa kembali menatap nya.
"Jika bicara dengan ku. Angkat pandangan mu." Bentak arga sehingga membuat misa terperanjat.
Kenapa kau mengaung seperti itu singaa... baru kali ini kau mengaung seperti itu terhadap ku.
__ADS_1
Melihat ada ketakutan di sorot mata misa.
Arga melepaskan cengkraman jemari nya di dagu misa. Lalu beralih menangkup wajah misa dengan kedua tangan nya.
"Romisa, jangan berbuat seperti itu lagi. Jika kau ingin berpergian usahakan kau izin terlebih dahulu pada ku," ucap Arga dengan nada suara rendah.
Misa mengangguk kan kepala nya pelan.
"Baik suamiku. Maafkan aku. Karena tadi terlalu panik aku mendengar bibi ita sakit jadi lupa untuk memberitahukan orang rumah jika aku akan keluar." Jelas misa.
Arga mendekatkan wajah nya ke wajah misa lalu menempelkan dahi nya dengan dahi misa.
"Aku sudah tahu romisa." Gumam nya pelan lalu mengecup kening misa dengan lembut.
Kenapa dia bisa bersikap baik dan lembut terus terhadap ku. Jangan bersikap seperti ini terus singaa... hati ku akan sulit melupakan nya jika suatu hari nanti tiba2 kau akan mencampak kan mu.
"Romisa. Berikan hak ku sebagai suami mu malam ini." Ucap Arga di telinga misa.
Seketika tubuh misa menegang karena arga meminta hak nya.
Apa aku harus menyerahkan nya. Bagaimana jika suatu saat aku hamil. Dan dia dengan seenak nya akan mencampak kan ku. Tp jika aku menolak nya. Alasan apa yang akan ku ucap kan. Ayah..bunda jika memang ini yang terbaik untuk misa.
Misa menatap arga lalu mengangguk pelan.
"Baiklah suamiku, aku memberikan nya malam ini." Ucap Misa mantap.
Arga tersenyum senang lalu arga tanpa menunggu lama langsung membawa misa ke atas ranjang nya untuk di rebahkan. Dan mulai mencumbu misa dengan pengetahuan nya dari buku panduan yang di pelajari nya. Sedang misa sudah pasrah di bawah kukungan arga.
Setelah arga puas mencumbu misa. Arga berucap pelan di telinga misa.
"Romisa, menurut buku panduan jika melakukan nya pertama kali pasti akan terasa sakit bagi mu. Kau boleh menggigit lengan ku atau mencakar punggung ku jika itu untuk mengalihkan rasa sakit mu." Ucap Arga yang di balas angguk kan pelan oleh misa.
Arga kembali melanjutkan aksi nya. Untuk menyatukan diri nya dengan misa. Dan terjadilah penyatuan kedua insan di ruangan kamar itu dengan di penuhi suara lenguhan, dan desahan dari kedua nya menggema di ruangan tersebut.
-----------------
Setelah beberapa jam kemudian di pertengahan malam.
Arga dan misa tengah terbaring saling menyamping dan saling berhadap hadapan. Ada senyuman kebahagiaan dan kepuasan dari bibir arga terus mengembang. Sedang misa tampak terdiam tanpa ekspresi.
__ADS_1
Arga menangkup dan membelai wajah misa dengan lembut lalu menghadiahkan nya kecupan lembut di kening nya lalu mendekatkan wajah nya dengan wajah misa.
"Romisa, aku mencintaimu. Jadilah ibu dari anak2 ku, romisa." Ucap Arga pelan di hadapan wajah misa.
Seketika misa terdiam dan menelisik setiap raut wajah arga dan menatap sorot mata arga.
Benarkah dia berkata seperti itu pada ku. Apakah ini bukan mimpi. Di lihat dari sorot mata nya ada kesungguhan yang mendalam dalam ucapan nya.
Misa hendak membuka bibir nya untuk berkata namun arga dengan cepat mengecup lembut bibir misa lalu melepaskan nya.
"Untuk perjanjian itu. Sudah aku hancurkan sejak hati ku memilih mu romisa. Jadi jangan lari dari ku," ucap Arga seakan mengerti apa yang akan di ucapkan oleh misa.
Misa terharu dengan ungkapan arga dan seketika air mata nya mengalir.
Arga mengusap air mata romisa dengan lembut lalu menciumi kedua mata misa dengan lembut.
"Aku tahu jika kau belum menerima ku dalam hati mu. Aku akan menunggu nya, jd kau harus tetap di samping ku romisa." Tutur arga.
Bukan itu maksud ku singaa.. aku juga sama mempunyai perasaan terhadap mu. Apa kau tidak bisa membedakan air mata haru dan kesedihan.
Seketika misa memeluk arga dan membenamkan kepala nya di dada telanjang arga.
Arga mengusap lembut rambut misa dan mengecup nya beberapa kali. Lalu berkata.
"Romisa, aku mau lagi. Bolehkah aku meminta nya," Gumam Arga di telinga misa.
Misa mendongakkan kepala nya menatap arga. Sejenak misa terdiam tanpa ada kata atau gerakan kepala sebagai jawaban nya.
Arga mengusap kembali rambut misa dengan lembut dan menunduk untuk mengecup bibir misa sekilas. "Tidak apa, jika kau tidak mengizinkan nya." Ucap Arga.
Misa mengusap wajah arga dengan sebelah tangan nya Lalu mengangguk membolehkan nya.
Melihat misa mengangguk arga bertanya untuk memastikan nya. "Maksud mu boleh." tanya nya.
Misa mengangguk pelan lagi mengiyakan ucapan arga.
Dengan rasa bahagia arga memulai aksi nya kembali mencumbu misa untuk menyatukan kembali diri nya dengan misa.
Dan menggema kembali suara lenguhan di kamar itu hingga menjelang pertigaan malam. Dan ketika arga sudah merasa puas. Barulah kedua nya tertidur dengan posisi saling berpelukan untuk menuju alam mimpi nya masing2.
__ADS_1
END season 1