
Setelah memastikan arga berangkat bekerja misa mengganti pakaian nya menjadi seragam guru, lalu bergegas berjalan menuju mobil yang di situ sudah ada cesa membuka kan pintu mobil. Misa memasuki mobil dan duduk di kursi penumpang depan dengan di ikuti cesa yang duduk di kursi kemudi.
Kini mobil yang di tumpangi misa telah melaju di jalanan dengan kecepatan sedang.
"Cesa, semua buku raport para murid sudah rapih kan?" tanya misa menoleh pada cesa.
"Sudah nona," jawab cesa.
Misa menghela napas lega lalu kembali menatap ke jendela mobil untuk melihat ke luar jendela.
Tidak ada perbincangan di antara nya misa yang fokus pada luar jendela sedang cesa fokus pada kemudi nya.
Dan tidak berselang lama mobil yang di tumpangi misa telah memasuki pelataran parkir sekolah.
Mobil misa terhenti dan terparkir di antara mobil lain nya. Misa dan cesa keluar dari mobil lalu berjalan menuju kantor guru melewati lorong lorong kelas dan melewati lapangan basket. Di sekolah sudah ramai dengan para murid, yang berceloteh di luar ruangan kelas masing masing sehingga tampak gaduh di telinga misa.
Kini misa dan cesa telah sampai di meja nya masing masing, dan duduk di kursi nya. Rina yang sudah sampai sedari tadi duduk di kursi nya menatap misa dari atas sampai ke bawah menelisik.
"Misa. Kamu sudah sehat kan. Kata cesa kamu butuh istirahat jadi nya nggak dateng dateng ke sekolah," seloroh rina menghadapkan diri nya pada misa.
Misa menoleh pada rina dan tersenyum,
"aku sehat rina buktinya sekarang aku ada di sini," ucap misa tenang.
Rina menghela napas nya panjang,
"syukurlah, maaf yah aku tidak bisa menjenguk mu. Ke satu aku nggak tahu rumah baru mu. Ke dua cesa selalu bilang jangan mengganggu waktu istirahat mu. Dan ke tiga aku sangat sibuk merekap nilai nilai raport para murid," tutur rina lalu memeluk misa.
"Iya rina tidak apa apa. Lagian aku juga ngerti, kamu lagi banyak pekerjaan yang terpenting aku sehat sehat saja kan," balas misa dan membalas pelukan rina.
Teng.... teng...
"Rina seperti nya kita harus segera ke ruang aula untuk rapat guru sebelum membagikan buku raport," ucap misa lalu melepaskan pelukan nya.
Rina mengangguk mengiyakan.
"Ya sudah yuk bareng ke sana nya," ucap rina bangkit dari duduk nya di susul dengan misa dan cesa.
Semua para guru berbondong bondong mengarah ke ruang rapat sebelum membagikan raport para murid nya.
__ADS_1
Selang beberapa lama. Rapat telah selesai dengan tertib. Selanjutnya para guru kembali ke kantor guru untuk menyusun buku raport nya dengan rapih sebelum di bagikan. Sementara para murid di kumpulkan di lapangan sesuai kelas nya masing masing untuk mengumumkan siapa juara umum sekolah pada semester tahun ini.
Para murid sudah terkumpul dan berjejer rapih di lapangan sedang para guru memperhatikan para murid nya dari arah kantor. Naiklah salah satu guru yang di beri kepercayaan untuk tanggung jawab membacakan siapa saja yang menduduki peringkat pertama juara umum dan harus maju ke depan untuk menerima piagam serta beasiswa gratis SPP selama beberapa bulan kedepan untuk sekolah nya.
Setelah semua para siswa dan siswi yang berprestasi di panggil ke depan serta di berikan nya penghargaan. Semua para murid kembali lagi ke kelas nya masing masing untuk menerima buku raport nya.
Sedang para guru bersiap siap dan bergegas menuju kelas anak didik nya masing2 untuk membagikan buku raport para murid yang menjadi bimbingan nya selama ini.
"Misa Aku duluan yah ke kelas anak didik ku," ucap rina yang sudah siap dengan setumpuk buku raport di atas troli nya untuk di dorong ke kelas.
Misa mengangguk mengiyakan,
"aku juga akan menyusul rina," balas misa.
"Ya sudah aku duluan misa. Assalamualaikum," salam rina dan bernajak sambil mendorong troli nya yang berisi buku raport.
"Walaikumsalam," balas misa.
Misa melihat meja nya yang sudah rapih dengan buku buku dan buku raport yang sudah bertengger di atas meja.
Misa mengambil setumpukan buku raport dan membawa lalu meletakkan nya ke dalam troli.
"Cesa aku ke kelas anak didik ku dulu. Kamu juga sama kan," ucap misa bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu.
-------------
Misa memasuki kelas didik nya yang sangat gaduh dan seketika hening ketika kaki misa melangkah memasuki ruang kelas nya.
Misa membawa troli, mendekat ke meja guru lalu meletakkan tumpukkan buku yang di bawa nya ke atas meja guru. Lalu diri nya mendudukkan tubuh di kursi
"Assalamualaikum, pagii," sapa misa ramah.
"Walaikumsalam pagi juga bu misa," jawab serempak para murid.
"Bu, ito kangen ibu sudah 2 minggu nggak bertemu ibu. Serasa sesak napas ini," celoteh ito si raja gombal.
"Hah lo, Dada lo sesek itu kena asma bukan kangen bu misa," balas hendri menanggapi drama ito.
"Seperti yang pernah gue bilang ndri setiap saat setiap detik bayangan bu misa bagaikan hantu gentayangin gue terus dan itu membuat jantung ku berdetak kencang dan dada ini terasa sesak," tutur ito dengan gaya dramatis memegangi dada nya.
__ADS_1
"Lo sekali lagi samain bu misa dengan hantu gue rontokin tuh kumis lo," nyolot hendri nggak terima dan menjiwir bibir ito.
"Kena penyakit jantung tuh bukan kangen," celetuk murid lain menanggapi ucapan ito.
"Eh buluk, kan gue bilang nya bagaikan, bukan sama seperti hantu," sewot ito pada hendri dan mengusap bibir nya yang perih di jewer hendri.
Melihat itu misa mereda kan pembicaraan anak murid nya yang mulai ngelantur dan mulai menuju ke perdebatan.
"Sudah...sudah... hendri. Ito, diam." Tegas misa seketika membuat kedua nya terdiam.
"Baiklah, anak anak selamat bagi murid ibu yang mendapatkan prestasi sebagai juara umum ke 1 di kelas 3 nya, dan beruntung nya ibu sebagai guru pembimbing di kelas ini. Dan selamat juga untuk para murid, yang akan menghadapi liburan panjang setelah menerima buku raport ini. Pergunakan libur panjang kalian dengan hal hal yang bermanfaat yah," tutur panjang misa.
Para murid menanggapi nya dengan anggukan kepala dan tepukan tangan menandakan semangat menghadapi hari libur.
"Oke, ibu akan mulai saja membagikan buku raport nya. Dan untuk masalah peringkat ibu akan membacakan nya yang termasuk 5 besar saja. Jadi dengarkan baik baik," tegas misa menghentikan para murid yang mulai ribut lagi untuk kembali diam.
Seketika suasana hening menyelimuti kelas tersebut dan misa mulai membuka lembaran kertas rangking para murid nya.
"Baiklah ibu bacakan mundur peringkat nya yah
Rangking ke lima di duduki oleh sulastri wijayanti
Ke empat oleh Tri nurul aulia
Ke tiga oleh hendrianto atmadja
Ke dua oleh ahmad sucito
Dan yang rangking pertama kalian pasti sudah mengetahui nya tadi di lapangan, yaitu di duduki oleh muhammad Egi saputra
Itulah yang mendapatkan peringkat ke lima besar di kelas ini.
Semoga bisa lebih di tingkatkan lagi belajar nya dan bagi yang tidak termasuk jangan bersedih hati, karena masih panjang perjalanan kalian menuju masa depan. Tidak mendapat rangking bukan berarti tidak berkelas otak kalian. Tp keberhasilan di raih dengan kerja keras dan ketekunan. Jadi semangat lagi untuk meningkatkan belajar nya yaa," tutur misa memberikan nasihat pada anak didik nya.
"Pasti bu misa.. meskipun hanya rangking 3 di kelas yang terpenting rangking satu di hati ibu," celetuk hendri mulai menggombal.
Misa langsung berkata lagi untuk menghindari kegaduhan karena hendri mulai menyulut ito untuk menanggapi gombalan nya.
"Baiklah, sekarang ibu akan membagikan buku raport kalian. Bagi yang di panggil nama nya maju ke depan untuk mengambil buku raport kalian," tutur misa lagi.
__ADS_1
Misa mulai memanggil nama para murid nya satu persatu untuk membagikan buku raport. Lalu para murid nya satu persatu maju kedepan untuk menerima nya.
BERSAMBUNG....