Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
132


__ADS_3

Sepeninggalan mereka berempat yang menyisakan arga dan misa dalam kamar


Arga kembali mendekati misa. Dengan sayang nya arga mengusap lembut wajah misa dan sesekali mengecup lembut kening misa


"Romisa ... bangunlah, jangan membuatku gelisah" gumam arga di sela usapan lembut tangan nya menyusuri wajah pucat misa


"Romisa... sudah sekian kali nya kau terluka seperti ini. Harus bagaimana aku mencegah hal hal buruk yang bisa menyakiti mu. Romisa" tutur arga pelan dan mengecup kening misa lalu berbaring menyamping memeluk misa


Tidak berselang lama ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya


Arga menoleh pada pintu kamar yang di ketuk dari luar.


"Masuk" titah arga


Dan muncul lah dokter kevin dengan asisten nya dari balik pintu


"Apa yang terjadi tuan arga. Kenapa nona bisa seperti ini" seloroh dokter kevin menghampiri ranjang arga


Sementara asisten nya dokter kevin sudah mendekati misa dan mulai memeriksa keadaan misa


Arga bangkit dari tiduran nya dan duduk setengah terbaring di samping misa


"Kenapa kau lama sekali kevin. Kau mau menyiksa istri ku" bentak arga dan menatap kevin tajam


Kevin menghembuskan napas nya pelan


"Tuan arga putra, jarak dari rumah ku ke rumah mu itu cukup jauh. Dan aku perlu menggunakan mobil agar sampai kemari belum lagi kena macet di jalan. Emang kau pikir aku bisa menghilang seperti jin dengan hanya mengedipkan mata langsung sampai kemari" jelas kevin ada nada kesal dalam ucapan nya


"Kau paling bisa menyangkal. Sudahlah. Kau lihat hasil pemeriksaan asisten mu itu. Cepat. Aku ingin tahu apa penyebab romisa seperti ini" tegas arga


Kevin melihat asisten nya yang masih berkutat memeriksa misa


"Kau tidak lihat. Jika asisten ku masih memeriksa istri mu. Bagaimana bisa aku menyimpulkan nya" ucap kevin dan tersenyum miring


Arga sudah tampak gusar dan frustasi. Tidak sabar menunggu hasil pemeriksaan nya misa

__ADS_1


"Ku dengar istrimu seperti ini akibat muntah muntah dan itu pun secara tiba tiba" tanya kevin menelisik raut wajah misa yang pucat pasi dan memeriksa pergelangan tangan misa yang di tunjukkan oleh asisten nya


"Iya benar" balas arga dan menatap kevin


"Kira kira apa yang di makan nona romisa sebelum muntah muntah" tanya kevin kembali


"Dia memakan macaroni cheese. itu pun saat makan malam saja dan kami semua juga sama2 memakan nya tapi setelah nya dia tidak memakan apa apa lagi " tutur arga menjelaskan


Dokter kevin menghembuskan napas nya lalu kembali memperhatikan misa


"Apakah sebelum nya nona romisa pernah mengalami keluhan atau dalam keadaan sakit" tanya kevin lagi


"Ketika ku meninggalkan nya dia sehat2 saja dan tidak terlihat pucat seperti ini" jelas arga lagi dan mulai jengah


"Hmmm... apa yang di muntahkan nya tuan arga" tanya kevin lagi


Arga sedikit geram dengan kevin yang terus banyak bicara bukan nya memberikan kejelasan dengan keadaan nya misa


"Hey, Kau ku suruh kemari untuk memeriksa romisa, kenapa kau malah banyak bertanya saja dari tadi. Cepat jelaskan tentang kondisi romisa. Bukan nya bertanya terus padaku" tegas arga dengan nada kesal nya


"Kau menyuruhku tenang pada keadaan seperti ini hah" teriak arga mulai emosi


Dokter kevin menggelengkan kepala nya pelan dan menghembuskan napas pelan


Memang susah menenangkan arga yang sudah seperti ini pikir kevin


"Ini dok. hasil pemeriksaan nya" ucap asisten kevin memecah ketegangan di antara nya lalu asisten tersebut menyodorkan buku ke dokter kevin


Kevin menerima nya lalu membaca hasil pemeriksaan misa dengan teliti


"Kenapa kau diam. Bicaralah. Apa hasil pemeriksaan nya" pinta arga tidak sabar


Kevin melirik arga lalu melirik misa secara bergantian


"Tuan arga. Ada dua kemungkinan dari kondisi seperti ini" tutur kevin gantung

__ADS_1


"Apa kemungkinan nya jelaskan" bentak arga karena tidak sabar


"Dua kemungkinan itu. Pertama nona mungkin keracunan makanan dan kemungkinan kedua nona dalam keadaan hamil muda" tutur kevin menjelaskan


"Terus menurut mu yang kemungkinan besar nya yang mana. Beri aku kejelasan kevin. Jangan membuat ku bingung" teriak arga


Kevin menghembuskan napas nya pelan.


"Melihat dari kondisi nona romisa, dan mendengar penuturan tuan arga jika nona sebelum nya dalam keadaan sehat2 saja tidak ada keluhan apa2 jadi untuk keracunan makanan kemungkinan nya kecil. Dan melihat pemeriksaan asisten ku juga tidak menemukan tanda tanda keracunan makanan di tubuh nona. Tp Menurut pandangan ku sebagai seorang pekerja medis meskipun aku bukan seorang dokter kandungan, pilihan ku jatuh pada kemungkinan kedua yaitu hamil" jelas kevin


Ketika mendengar penuturan kevin seketika tubuh arga lemas dan ambruk di samping misa yang masih terbaring menutup mata. Arga temangu menatap linglung pada dokter kevin


Melihat itu dokter kevin kembali bersuara


"Tuan arga apa kau baik baik saja" tanya kevin menatap arga


"Romisa.. ha...mil" gumam arga pelan dan menatap misa lalu melirik kevin


"Itu baru dugaan saya tuan arga, dan belum pasti" tutur kevin menjelaskan namun arga sudah tidak mendengarkan ucapan siapa pun di ruangan itu karena pikiran nya sudah linglung akibat rasa ketidak percayaan nya


Mata arga memerah menahan gejolak yang berdegup dan membuncah dalam dada nya. Rasa haru, gembira dan senang semua bercampur menjadi satu sehingga membuat arga tidak mampu berkata apa apa dan hanya bisa menatap sendu ke arah wajah misa yang ada di samping nya


"Tuan arga putra, karena saya bukan dokter kandungan. Nanti besok saya akan merekomendasikan dokter kandungan terbaik untuk memastikan jika dugaan saya itu benar" tutur kevin lagi namun arga seakan tuli, sudah tidak mendengar penuturan kevin lagi karena hati dan pikiran nya telah terfokus pada misa dan gejolak rasa bahagia nya. jadi arga mengabaikan semua di sekitar nya


Melihat arga sudah di liputi rasa bahagia nya dan merasa diri nya di abaikan kevin menghembuskan napas nya pelan lalu melirik asisten nya yang sama2 sedang memperhatikan arga dan misa


"Claudia. Seperti nya kita sudah tidak di butuhkan lagi di sini. Mari kita keluar" ucap kevin pada asisten nya


"Baik dok" balas claudia


Kevin dan asisten nya keluar dari kamar arga meninggalkan arga dan misa.


Sekertaris Tang, bi ane dan kedua adik arga yang sedari tadi menunggu di ruangan yang berada di luar kamar arga dan duduk di sofa. Seketika semua nya berdiri ketika melihat dokter kevin keluar dari kamar arga


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2