Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
89


__ADS_3

Waktu telah menjelang sore dan langit tampak nya telah mendung. Sekolah sudah mulai sepi hingga tinggal misa dan segelintir guru lain nya yang sedang berjalan menuju parkiran sekolah untuk pulang.


Misa dan cesa sedang berjalan menuju parkiran mobil sementara rina telah pamit pulang sejak pukul 1 siang tadi.


Ketika misa dan cesa telah sampai di pelataran parkiran mobil misa memeriksa lembaran2 buku yang ada di genggaman nya lalu langkah misa terhenti di ikuti cesa yang ikut berhenti.


"Ada apa nona?" Tanya cesa karena misa tampak sibuk memeriksa lembaran buku di tangan nya.


"Cesa. Seperti nya buku rekap nilai anak murid ketinggalan di meja. Aku pergi dulu untuk mengambil nya yah," ucap misa dan hendak memutar balik badan nya.


Cesa mencegah misa dengan memegang lengan misa.


"Biar saya saja nona yang mengambilkan nya. Nona tunggu saja di sini," pinta cesa lalu melangkah pergi sebelum misa menyela ucapan nya.


"Hmmm... baiklah," gumam misa pelan. Misa berjalan ke arah mobil nya dan menunggu di samping nya.


Seperti nya mau ujan. Langit nya sudah mendung. Duh aku lupa tadi tidak meminta kunci mobil nya pada cesa Setidak nya aku akan duduk di mobil.


"Ekhm.." deheman suara pria yang menghampiri misa


Misa berbalik menoleh ke arah suara.


"Pak dani," celetuk misa melihat dani sedang berdiri di belakang nya dan memakai setelan jas kantor nya bukan seragam guru lagi.

__ADS_1


Melihat dari penampilan nya, Seperti nya pak dani sudah kembali ke habitat nya.


"Misa, sedang apa? Kenapa berdiri sendirian di sini?" Tanya pak dani memanggil misa tidak dengan embel embel ibu lagi.


Misa.. dia memanggil ku tidak menggunakan ibu misa lagi. Hmm.. tp wajar lah sekarang kan dia sudah keluar dari pekerjaan nya sebagai guru.


Misa tersenyum, "saya lagi nunggu cesa untuk mengambilkan buku saya yang ketinggalan. Dan pak dani sendiri kenapa bisa ada di sini. Saya dengar dengar pak dani telah mengundurkan diri sebagai guru di sekolah ini," tanya misa yang sudah berdiri menghadap nya.


"Aku di sini untuk bertemu dengan mu misa," jawab dani menatap intens misa.


Misa mengernyitkan alis nya bingung.


"Untuk bertemu saya, ada apa ya pak?" Tanya misa heran.


Dani menghela napas nya panjang lalu menatap misa. "Misa.. aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu hingga sekarang," ungkap dani dengan tatapan yang sungguh sungguh.


"Pak dani bicara apa sih. saya tidak mengerti," balas misa heran.


"Misa.. sejak lama aku sudah menyukai mu. Dan setelah aku mendengar bahwa kau sudah menikah dengan sodara ku rasa nya aku tidak terima dengan kenyataan ini," tutur pak dani lagi sambil terus menatap misa.


Maksud nya apa dia berkata seperti itu terhadap ku. Tp kenapa aku merasa takut yah. Dengan tatapan dan cara bicara nya pak dani yang sekarang.


"Kenyataan.. maksud pak dani?" Tanya heran misa.

__ADS_1


Dani tidak menjawab pertanyaan misa. ia melangkah maju mendekat ke misa dan dengan refleks misa memundurkan langkah nya. Ada senyuman di bibir dani dan dengan tatapan masih menatap misa seakan akan ingin memangsa nya.


Eh, kenapa aku merasa pak dani berbeda dari seperti biasa nya. Senyuman nya juga menakutkan. kenapa dia bersikap seperti ini terhadap ku.


Gerimis mulai turun membasahi tanah. Dan pak dani masih setia melangkah kan kaki nya pelan mendekati misa sedang misa melangkah mundur untuk menjauh dari nya.


"Misa, kenapa kau menjauh dari ku. Sedang kau bisa berpegangan tangan dan berpelukan dengan arga putra. Kenapa aku tidak bisa!!" Bentak dani dan menatap misa ada kilatan emosi dari sorot mata nya.


Misa seketika bergetar di bentak keras oleh dani.


Ya tuhaan ada apa dengan pak dani. Ayah, bunda misa takut. Meskipun s singa suka meneriaki ku dan mengaung di depan wajah ku tapi rasa nya tidak setakut ini yang ku rasakan. Misa takut ayah, bunda.. mana di sekolah sudah sepi.


"Ma...maaksud pak dani apa. Saya...saya tidak mengerti.." ucap misa terbata dengan suara bergetar.


Dani menangkap kedua bahu misa dan mencengkram nya kuat.


aww misa meringis dengan cengkraman kuat dani di bahu nya.


Cengkraman nya kuat sekali. Ada apa dengan pak dani kenapa dia bisa bersikap berani seperti ini terhadap ku.


"Misa. Kenapa aku tidak bisa memeluk mu misa. Kenapa aku tidak bisa mencium dan menyentuh mu. Sedang arga putra bisa melakukan semua nya pada mu," bentak dani di hadapan misa.


Apa maksud nya. Jelas s singa bisa melakukan itu semua terhadap ku karena dia adalah suami ku... kenapa pak dani berteriak seperti itu terhadap ku. Cesaa cepatlah datang aku takut cesaaa.

__ADS_1


"Dia..diaa..adalah suamiku pak dani. Tolong lepaskan saya. Pak dani tidak boleh bersikap seperti ini terhadap saya," misa berontak dari cengkraman pak dani namun cengkraman tangan dani begitu kuat di pundak nya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2